;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Bulog Serap 535 Ribu Ton Beras dari Dalam Negeri

21 May 2024
Perum Bulog telah menyerap 1,05 juta ton gabah kering giling (GKG) di tingkat petani atau 535 ribu ton setara beras  untuk pengadaan dalam negeri hingga 19 Mei 2024. Beras tersebut diserap untuk penguatan cadangan beras pemerintah (CBP). Dari 535 ribu ton beras yang telah diserap itu merupakan  gabungan antara beras yang ditugaskan oleh pemerintah atau public  service obligation (PSO) dan komersial. Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurti menyebutkan, musim panen raya musim tanam pertama (MT-1)  akan berakhir dalam dua minggu kedepan. Bulog memprediksi hingga akhir bulan Mei ini, Bulog menargetkan dapat menyerap  beras petani 600 ribu ton. "Total pengadaan Bulog per mei 2024 itu sudah 535  ribu ton setara  beras atau kurang lebih 1,05 juta ton setara gabah. Bulog akan terus melakukan pengadaan dan kami memperkirakan sampai akhir pengadaan MT-1 kita bisa mendapatkan lebih dari 600 ribu ton setara beras. Dan itu angka yang lebih tinggi dibandingkan 2022, mungkin sedikit lebih rendah dari 2023," papar Bayu. (Yetede)

Tambal-Sulam Peringatan Dini Bencana

21 May 2024
MEMBUKA pidatonya, Dwikorita Karnawati bercerita tentang pengalaman mencekam dua dekade lalu, ketika tsunami dalam sekejap menyapu hampir seluruh daratan Aceh. Kala itu, Kepala Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) itu masih bergelut di kampus sebagai Ketua Jurusan Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada. Dwikorita sama sekali tak punya gambaran betapa parah dampak dari bencana megathrust—yang sebelumnya hanya ia ketahui dari buku. “Saya seorang ahli geologi, tapi saat itu saya tidak pernah melihat seperti apa itu tsunami,” kata Dwikorita dalam diskusi Panel Tingkat Tinggi World Water Forum 2024 di Nusa Dua, Bali, Senin, 20 Mei 2024.

Kemarin, ajang WWF ke-10 resmi dibuka. Forum internasional multipihak yang digelar tiga tahunan ini menjadi wadah untuk merumuskan upaya penyelesaian krisis air dan perbaikan tata kelola air, terutama di negara-negara berkembang. Pembahasannya beragam, menyentuh hingga masalah pembiayaan, transfer pengetahuan dan teknologi, hingga mitigasi bencana. Pada urusan terakhir ini, Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) telah mewajibkan setiap negara agar membangun sistem Early Warnings System for All (EW4All) dalam mitigasi bencana.

Dwikorita mafhum, sebagai negara berkembang, Indonesia belum memiliki sistem peringatan dini bencana yang mumpuni ketika gempa 9,3 skala richter mengguncang lepas pantai barat Sumatera dari kedalaman 30 kilometer di bawah permukaan laut pada Ahad, 26 Desember 2004. Satu-satunya alat pendeteksi kala itu adalah seismograf yang dioperasikan secara manual dan tak akurat. Walhasil, sedikitnya 130 ribu orang tewas akibat tsunami di Aceh yang terparah di Meulaboh. Gelombang air laut besar yang dipicu megathrust tersebut juga menerjang pesisir Srilanka, India, Thailand, dan Maladewa dengan korban hampir 100 ribu jiwa. (Yetede)

Sentuh Rekor, Emiten Emas Makin Bernas

21 May 2024

Harga emas kembali mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa atau all time high. Kenaikan harga emas bakal ikut menyepuh kinerja penjualan emiten komoditas ini. Menurut data Bloomberg, kemarin, harga emas harga kontrak emas pengiriman Juni 2024 di Comex Amerika Serikat (AS) mencapai US$ 2.421,4 per ons troi. Harga itu naik sekitar 15% di tahun ini. Emiten memanfaatkan kenaikan harga emas untuk menggenjot produksi dan penjualan. Salah satunya PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Direktur dan Chief Investor Relations Officer BRMS Herwin W Hidayat mengatakan, BRMS membidik target produksi emas 32.000-35.000 ons troi hingga akhir tahun 2024. Hingga kuartal I-2024, penjualan BRMS mencapai US$ 20,32 juta, melesat 250% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Herwin mengatakan, BRMS masih berfokus pada penyelesaian pabrik pemrosesan bijih emas yang ketiga di Palu. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga mencetak penjualan bersih emas sebesar US$ 291,17 juta di kuartal I-2024, naik dari US$ 233,62 juta di kuartal I-2023.

Vice President of Corporate Communications and Investor Relations AMMN, Kartika Octaviana mengatakan, volume produksi emas AMMAN di kuartal I-2024 mencapai 166.536 ons dengan volume penjualan 137.539 ons. AMMN menargetkan produksi emas sebanyak 1,009 juta ons emas untuk tahun 2024. Emiten saham produsen perhiasan emas PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) juga menggenjot produksi. Direktur Investor Relation HRTA, Thendra Crisnanda menyatakan, produksi HRTA mencapai 3,85 ton emas murni di kuartal I-2024. Angka ini sudah mencapai 24,6% dari total target di tahun 2024. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga melihat, harga emas masih akan menguat terbatas. Kinerja emiten emas pun akan diuntungkan oleh penguatan average selling price (ASP). Sedangkan Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada merekomendasikan beli saham AMMN, BRMS, HRTA, dan ANTM dengan target harga masing-masing Rp 10.950, Rp 185, Rp 460, dan Rp 1.870 per saham.

SEKTOR KOMODITAS : LETUPAN TEMPORER SAHAM LOGAM

21 May 2024

Memanasnya harga komoditas logam di pasar global memantik pergerakan saham emiten-emiten produsen emas, tembaga, dan nikel di Bursa Efek Indonesia. Sentimen itu berpotensi turut memoles kinerja penjualan emiten pada kuartal II/2024. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas telah menyentuh rekor baru. Emas Comex berada di level US$2.444 per troy ounce, sedangkan emas spot di level US$2.438 per troy ounce. Fase bullish juga tengah menyelimuti dua komoditas logam dasar, yaitu tembaga dan nikel. Di bursa London Metal Exchange, tembaga berjangka menguat 2,34% ke level US$10.668 per ton dan nikel menguat lebih dari 2,64% ke level US$21.696 per ton pada Senin (20/5). Secara year-to-date, harga emas spot sudah menguat 18,35%, tembaga memantul 24,64%, dan nikel melejit 26,97%. Kenaikan harga itu menjadi pelecut kenaikan harga saham emiten-emiten logam dalam jangka pendek. Pada perdagangan kemarin, apresiasi harga dibukukan oleh emiten logam, seperti INCO yang naik 7,52%, MBMA menguat 6,61%, BRMS 5,48%, ARCI 3,97%, MDKA 3,65%, serta AMMN dan ANTM yang meningkat masing-masing sebesar 2,44% dan 2,16%. Mayoritas saham emiten logam juga makin berkilau dalam sepekan terakhir a.l. INCO dan MBMA yang naik dobel digit berturut-turut 14,19% dan 15,18%. 

Analis NH Korindo Sekuritas Axell Ebenhaezer mengungkapkan beberapa sentimen pendongkrak harga logam yang kompak menguat. Axell menjelaskan sentimen utama pendorong harga tembaga adalah semakin naik nya permintaan tembaga untuk proyek-proyek energi baru terbarukan (EBT) dan serta pembuatan kendaraan listrik. Untuk harga nikel, sentimen utama pendorongnya ialah gangguan pasokan karena tensi politik di New Caledonia—produsen nikel ketiga terbesar di dunia. Sementara itu, harga emas utamanya dipengaruhi oleh data-data ekonomi, seperti CPI AS yang tercatat turun dan berdampak pada peningkatan harapan adanya pemotongan suku bunga the Fed, serta pelemahan dolar AS yang berdampak positif terhadap harga emas. Selain menjadi sentimen jangka pendek untuk saham-saham emiten logam, kenaikan harga komoditas underlying juga akan mendongkrak kinerja fundamental setidaknya pada kuartal II/2024. Naiknya harga komoditas undeerlying akan meningkatkan rata-rata harga jual atau ASP serta berpotensi mendongkrak pendapatan. 

Equity Research Ciptadana Sekuritas Thomas Radityo mengatakan harga logam terutama nikel saat ini telah mencapai titik puncak dan diproyeksi kembali normal setelah kuartal II/2024. Meski demikian, Thomas memproyeksikan penurunan harga nikel tidak akan tajam dan akan berakhir di level US$18.000— US$18.500 per ton pada akhir tahun. Senada, analis Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer menyebutkan dampak kenaikan harga logam terhadap emitennya akan sangat bervariasi tergantung jenis logam. Menurut Khaer, kenaikan harga emas akan berdampak signifi kan terhadap emiten yang didominasi oleh emas dibandingkan dengan tembaga. Dihubungi terpisah, Vice President of Corporate Communications Amman Mineral Internasional Kartika Oktaviana menyebutkan secara teoritis kenaikan harga emas dan tembaga pada kuartal II/2024 akan tecermin dari kinerja yang akan diumumkan pada Juli mendatang. 

Lebih lanjut, dia menjelaskan saat ini perubahan harga tidak berdampak pada strategi produksi dan penjualan AMNN karena pihaknya terus memproduksi dan menjual seoptimal mungkin untuk memenuhi permintaan pasar. Fokus AMMN ialah peningkatan efi siensi operasional dan mempertahankan status sebagai salah satu produksi tembaga dan emas berbiaya rendah.Kenaikan harga logam disebut juga akan berdampak pada kinerja BRMS. Direktur BRMS Herwin Hidayat mengatakan kenaikan harga jual emas akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan BRMS pada kuartal II/2024.

INDUSTRI HULU MIGAS : TARGET LIFTING MAKIN REALISTIS

21 May 2024

Penurunan target lifting minyak bumi dalam asumsi ekonomi makro 2025 menjadi 580.000—601.000 barel per hari diyakini tidak akan memengaruhi target 1 juta barel, karena masih dalam rentang proyeksi yang telah ditetapkan untuk tahun depan. Pemerintah kembali menurunkan target liftingminyak bumi pada tahun depan menjadi 580.000—601.000 barel per hari dalam dokumen asumsi makro ekonomi 2024. Angka tersebut lebih rendah dari target tahun ini yang dipatok 635.000 barel per hari. Sementara itu, lifting gas dipatok ada di rentang 1.003 juta barel setara minyak per hari (bsmph) sampai dengan 1.047 juta bsmph. Selain itu, harga minyak mentah Indonesia atau ICP juga dicatat berada di kisaran US$75 per barel hingga US$85 per barel pada tahun depan. Asumsi itu relatif tertahan tinggi akibat tensi geopolitik dunia yang diperkirakan masih berlanjut tahun depan. “Dengan mencermati tensi geopolitik dan berlanjutnya ketegangan global, harga ICP diperkirakan berada di kisaran US$75 per barel hingga US$85 per barel,” katanya, saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2025 di DPR, Senin (20/5). 

Sementara itu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memproyeksikan, midcase produksi minyak bumi pada tahun depan akan berada di level 597.000 bph. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi Suryodipuro mengatakan bahwa prognosa midcase tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan produksi tahun ini dipatok 596.000 bph secara moderat. “Maka pada 2025 sudah terjadi kenaikan produksi minyak sebesar 1.000 BOPD. Hal ini sesuai dengan target di LTP [long term plan] updated 2024, yaitu target produksi pada 2024 dan 2025 akan mengalami kenaikan,” ujarnya. Adapun, realisasi produksi minyak bumi pada April 2024 tercatat berada di level 581.890 bph. Angka itu terbilang masih rendah jika dibandingkan dengan realisasi produksi pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Noto-negoro menilai langkah penurunan target lifting dalam KEM-PPKF Tahun Anggaran 2025 sebagai hal yang wajar. 

 Alasannya, produksi minyak dan gas bumi (migas) di dalam negeri hingga saat ini sebagian besar masih bertumpu pada lapangan-lapangan tua, dengan tingkat penurunan produksi alamiah yang relatif tinggi. Secara terpisah, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat produksi minyak bumi sepanjang tahun lalu mencapai 161.623 bph dari Blok Rokan yang dikelolanya. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengatakan bahwa pengeboran sumur terus ditingkatkan untuk menambah volume cadangan migas blok tersebut. PHR sendiri telah berhasil melakukan tajak lebih dari 1.000 sumur, eksekusi 15.000 kegiatan Work Over (WO) dan Well Intervention Well Services (WIWS) yang menyerap 60% Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Pada tahun ini, PHR terus meningkatkan produksi migas dengan melakukan pengeboran yang terintegrasi untuk menghadirkan sumur minyak yang berkualitas, efi sien, andal dan selamat. Sebanyak 570-an sumur bakal ditajak tahun ini untuk menambah cadangan minyak nasional di Blok Rokan.

Peran Strategis Freeport

20 May 2024

Keberadaan perusahaan tambang tembaga, PT Freeport Indonesia, sangat strategis, tidak saja bagi provinsi dan kabupaten di Papua Tengah juga bagi negara Indonesia. Selain berkontribusi langsung secara ekonomi melalui pajak dan royalti, Freeport juga memberikan dampak tidak langsung berupa penciptaan ribuan lapangan pekerjaan, serta multiplier effect lainnya. Berkat Freeport pula, Indonesia bakal memiliki pabrik atau fasilitas pengolahan dan permunian (smelter) tembaga terbesar di dunia.

Tercatat, sepanjang 2023 Freeport menyetor sekitar Rp3,35 triliun dari laba bersihnya untuk Pemerintah Provinsi Papua Tengah, kabupaten penghasil, dan kabupaten lain di provinsi Papua Tengah, yakni Kabupaten Nabire, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Intan Jaya masing-masing mendapatkan Rp 160 miliar. Pada 2023, produksi tembaga Freeport sebanyak 1,65 miliar pound, serta 1,97 juta ounces emas. Dari kinerja operasi tersebut, PFTI berhasil mencetak laba bersih US$ 3,16 miliar atau setara Rp48,79 triliun. (Yetede)

Rileksasi Harga Masih Berlaku, Jagung Petani Terserap 16 Ribu Ton.

20 May 2024
Pemerintah terus mengoptimalkan serapan hasil panen petani guna menjaga stabilitas harga jagung di dalam negeri. Salah satunya, fleksibilitas harga acuan pembelian (HAP) di tingkat produsen jagung sebesar Rp5.000 per kilogram (kg) masih diberlakukan hingga 31 Mei 2024 dengan harapan harga komoditas itu di petani tetap terjaga atau tidak jatuh melalui kegiatan penyerapan oleh Bulog, pelaku usaha, dan stakeholder lainnya. Per 14 Mei 2024, serapan jagung petani khususnya oleh Bulog mencapai 16 ribu ton.  Kepala badan pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi menyatakan, dalam menyikapi situasi produksi jagung di beberap sentra produsen yang saat  ini melimpah, Bapanas menugasi Bulog dan mendorong pelaku usaha serta stakeholder untuk menyerap secara optimal hasil panen petani. (Yetede)

Pemerintah Gelontorkan Insentif Eksplorasi dan Produksi Migas

20 May 2024

Pemerintah membelikan sejumlah insentif dalam menggenjot kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi nasional. Insentif itu antara lain fleksibilitas kontrak kerja pada production Sharing Contract (PSC), perpanjangan masa eksplorasi serta insentif fiskal. Adapun investasi eksplorasi tahun ini ditargetkan mencapai US$ 1,8 miliar. Target tersebut melonjak hingga 200% bila dibandingkan dengan realisasi pada 2023 sebesar US$ 0,9 miliar. Direktur Pembinaan Hulu Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Ariana Soemanto mengatakan pemerintah beradaptasi untuk mengakomodasi kepentingan investor.

Namun kami mempertimbangkan kepentingan nasioanl. "Kami, pemerintah, selalu berasumsi seandainya kami berada di posisi investor, namun tentu saja kami tetap harus menjaga posisi yang fair antara kepentingan nasional dan keinginan para investor," kata Ariana. Ariana menuturkan kontrak kerja sama yang berlaku di Indonesia yakni PSC Cost Recovery dan Gross Split. Skema Cost Revovery diberikan untuk pengembangan blok migas yang resiko tinggi. (Yetede)

Pabrik Gula Diimbau Beli Tebu Petani Rp 690 Ribu per Ton

20 May 2024
Kementerian Pertanian (Kementan)  menentukan harga pembelian tebu di tingkat petani Rp 690 ribu per ton dengan rendemen 7% untuk wilayah Jawa pada musim giling yang mulai berlangsung pertengahan Mei ini.  Harga tersebut menjadi dasar bagi pabrik gula (PG) dalam membeli tebu para petani sebagai mitranya. Kementan melalui Ditjen Perkebunan menerbitkan  Surat Edaran (SE) No.B-406/KB110/E/05/2024 tertanggal 3 Mei 2024 yang menyatakan harga dengan sistem pembelian tebu di wilayah Jawa pada rendeman 7% senilai Rp 690 ribu per ton.

Dalam SE itu, harga pokok pembelian (HPP) tebu Rp 60 ribu per ton di wilayah Jawa sudah memperhatikan biaya pokok produksi (BPP) di Jawa ditambah 10% keuntungan petani. Untuk wilayah Lampung Rp 540 ribu per ton, Sulsel Rp620 ribu per ton, dan Gorontalo Rp 510 ribu per ton. HPP itu juga memperhatikan rendeman, apabila rendeman lebih tinggi atau lebih rendah dari 7% maka harga pembelian tebu harus disesuaikan proposional. Harga tebu di luar wilayah juga mempertimbangkan ongkos angkutan, semisal tebu diluar wilayah Jawa mendapat harga Rp 720 ribu per ton karena selisih Rp 40 ribu per ton merupakan ongkos angkutan yang diperhitungkan. (Yetede)

Bencana Hidrometeorologi Akibat La Nina Bercampur El Nino

18 May 2024
BENCANA yang mendera banyak daerah dalam beberapa waktu terakhir diprediksi terus berlangsung. Terutama ketika terjadi fenomena anomali suhu permukaan laut El Nino dan La Nina dalam satu waktu. “Ternyata sekarang kita tidak mengenal musim, atau saya sebut ketika fenomena La Nina dan El Nino bercampur,” ucap Ketua Departemen Geografi Universitas Indonesia, Jatna Supriatna, kepada Tempo pada Jumat, 17 Mei 2024. Fenomena La Nina sebetulnya merujuk pada bahasa Spanyol yang berarti gadis kecil atau putri, yakni penurunan suhu permukaan laut di sepanjang timur dan tengah Samudra Pasifik yang berada di dekat garis khatulistiwa. Penurunan suhu terjadi dari 3 derajat hingga 5 derajat Celsius dari suhu normal. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya peningkatan curah hujan pada musim kemarau dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi basah.

Sebaliknya, El Nino digambarkan sebagai bocah laki-laki untuk menyebut fenomena kenaikan suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik. Dampaknya adalah curah hujan yang berkurang dan memicu kekeringan atau kemarau yang panjang di Indonesia. Situasi berbeda terjadi di Amerika Selatan yang justru menghadapi peningkatan curah hujan serta bencana banjir dan tanah longsor. Menurut Jatna, kedua fenomena tersebut dimungkinkan sedang berlangsung di Indonesia. Ditandai dengan terjadinya suhu panas saat pagi dan hujan ekstrem pada sore hari. Jatna menyebutnya sebagai Indian Ocean Dipole (IOD) atau fenomena osilasi suhu air permukaan laut yang tak teratur. Kondisi ini mengakibatkan wilayah barat Samudra Hindia lebih hangat dan timur Samudra Hindia lebih dingin.

Fase IOD erat kaitannya dengan datangnya bencana hidrometeorologi basah di wilayah pantai timur Afrika, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Kemudian merembet ke Indonesia yang mengalami dampak peningkatan curah hujan. Periode musim hujan berkepanjangan dengan curah hujan yang lebih tinggi dari normal pada saat musim kemarau mengakibatkan terjadinya kemarau basah. Jatna mencontohkan wilayah Sumatera sedang menghadapi intensitas hujan yang tinggi pada saat musim kemarau. Tak aneh terjadi bencana banjir lahar dingin di Sumatera Barat akibat curah hujan yang tinggi di sekitar puncak Gunung Marapi. Insiden ini mengakibatkan lebih dari 60 warga tewas karena disapu banjir bandang pada Sabtu, 11 Mei lalu. (Yetede)