;

Produsen Terbesar, Sumsel Dorong Kopi Mendunia

Lingkungan Hidup Yoga 13 May 2024 Kompas
Produsen Terbesar, Sumsel
Dorong Kopi Mendunia

Kopi asal Sumsel dianggap masih asing di kalangan penikmat kopi Indonesia. Pembenahan dari hulu hingga hilir diperlukan untuk mempertahankan status sebagai produsen kopi terbesar di Tanah Air sekaligus mendorong kopi Sumsel mendunia. Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni dalam acara Morning Coffee dan Launching Kopi Sumsel di Palembang, Sumsel, Minggu (12/5) mengatakan, data statistik menunjukkan Sumsel adalah produsen dan pemilik lahan kopi terbesar di Indonesia. Sebagian besar kopi Sumsel berjenis robusta. Berdasarkan data BPS yang dirilis 30 November 2023, produksi kopi Sumsel 208.043 ton, setara 26,85 % total produksi nasional yang mencapai 774.961 ton. Produksi kopi Sumsel lebih tinggi dibandingkan Lampung yang berada di urutan kedua produsen kopi nasional, di 14,68 %.

Merujuk data ”Peta Areal Perkebunan Kopi Indonesia 2022” yang dirilis BPS, luas lahan kopi Sumsel 267.245 hektar dari total luas total lahan kopi Indonesia yang sekitar 1,265 juta hektar. Sumsel memiliki lahan jauh lebih besar dibandingkan dengan Lampung (155.170 hektar) dan Aceh (114.020 hektar). Lanjut Agus, masyarakat Sumsel tak boleh berpuas diri. Semua pihak perlu berjuang membawa kopi lebih diminati di pasar global, di antaranya dengan membenahi kualitas produksi mulai dari hulu hingga hilir. Agus menambahkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas produksi di hulu. Salah satunya melalui bantuan peremajaan pohon kopi dengan teknik sambung pucuk, yang dilakukan terhadap 1 juta pohon di Pagaralam yang dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbaik di Sumsel.

Ketua Kadin Sumsel Affandi Udji mengatakan, pihaknya sangat mendukung rencana Pemprov Sumsel meningkatkan kualitas kopi Sumsel agar bisa mendunia. Kopi merupakan komoditas utama masyarakat Sumsel, dengan harga di tingkat petani Rp 50.000 per kg. Di tingkat pengecer, harganya Rp 70.000 per kg. Salah satu bentuk dukungan Kadin Sumsel, ditunjukkan melalui acara Morning Coffee dan Launching Kopi Sumsel. Pemilik Kisam Musi Jaya (KMJ) Coffee, Marlio Andriansi, yang ikut memeriahkan acara Morning Coffee dan Launching Kopi Sumsel, mengatakan kopi asalan mentok di harga Rp 70.000 per kg. Padahal, jika petani mau bersabar dengan menjaga kualitas, kopi itu bisa dijual dengan harga Rp 100.000 per kg. Bahkan, untuk kopi arabika berkualitas, harganya mencapai Rp 150.000 per kg. Empat tahun terakhir, pangsa pasar kopinya meluas. Bukan hanya di dalam negeri, khususnya di Palembang, Jakarta, dan Bandung, kopinya, mulai merambah pasar internasional, seperti, China, Korea, dan Uni Emirat Arab. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :