STABILISASI HARGA MINYAK GORENG : BUMN Tepat Kelola MinyaKita
Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia mengusulkan penyaluran MinyaKita dilakukan oleh perusahaan Umum Bulog dan ID Food untuk mengendalikan harga komoditas pangan itu. Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan bahwa penyaluran MinyaKita melalui BUMN lebih tepat daripada swasta. “Pemerintah beli MinyaKita dari produsen harga pasar, selisihnya nanti Bulog atau ID Food minta [dibayarkan] ke BPDPKS [Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit]. Itulah alur yang tepat,” katanya, Selasa (14/5). Bila Perum Bulog dan ID Food sudah menguasai distribusi MinyaKita, dia melanjutkan pemerintah bisa menerapkan skema subsidi untuk minyak goreng berbahan minyak kelapa sawit itu. Selama ini, harga MinyaKita terus mengalami tren kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Harga crude palm oil (CPO) sebagai bahan baku minyak goreng hingga panjangnya rantai distribusi MinyaKita menjadi faktor kenaikan harga di masyarakat. Menurut data Kemendag, rata-rata harga MinyaKita pada awal Mei 2024 sebesar Rp16.083 per liter, naik 0,87% dari pekan lalu. Sementara, harga minyak goreng curah justru turun 0,06% menjadi Rp15.828 per liter dan minyak goreng premium turun 0,19% menjadi Rp21.051 per liter.
Direktur Bahan Pokok dan Barang Penting, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag Bambang Wisnubroto menyatakan kenaikan harga MinyaKita cenderung disebabkan oleh pasokan domestic market obligation (DMO) yang minim. Pada April 2024, realisasi DMO sebanyak 151.158 ton atau hanya 50,4% dari target 300.000 ton. Dari jumlah DMO itu, sebanyak 82.463 ton disalurkan dalam bentuk MinyaKita dan 68.695 ton dalam bentuk minyak curah.
Tags :
#MinyakPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023