Lingkungan Hidup
( 5820 )Berulang Celaka Bus Pariwisata
ROSDIANA melihat kejanggalan beberapa saat setelah bus pariwisata Trans Putera Fajar yang membawa anaknya, Mahesya Putera, dan teman-temannya dari Sekolah Menengah Kejuruan Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat, berangkat menuju Bandung. Ban bus tersebut selip di pertigaan Parung Bingung atau tak berapa jauh setelah bus melaju dari Depok. Menurut Rosdiana, ketika ban bus sempat selip, seharusnya sopir memeriksa kelayakan bus. "Saya ngenes-nya di situ, kenapa tetap dipaksakan," kata dia di kediamannya di RT 01 RW 10 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Ahad, 12 Mei lalu.
Pada Sabtu malam, bus Trans Putera Fajar terguling di Ciater, Subang, Jawa Barat. Rombongan siswa ini hendak kembali ke Depok setelah mengikuti rangkaian acara perpisahan di Bandung. Penyebab kecelakaan masih didalami, tapi dugaan awal rem kendaraan wisata tersebut blong. Putra sulung Rosdiana merupakan satu dari 11 korban meninggal. Selain itu, 12 orang lainnya mengalami luka berat. Sopir bus Trans Putera Fajar, Sadira, membenarkan ada masalah pada rem kendaraannya. Dia sempat melakukan perbaikan, tapi kondisinya tak membaik. Kontur jalan yang menurun membuat Sadira kesulitan mengatur laju kecepatan bus itu.
Sadira sempat mencari emergency safety area di kawasan tersebut, tapi tak menemukannya. Akhirnya, dia berinisiatif membanting bus ke kanan jalan dan menabrakannya ke tiang listrik. Namun di sisi kanan terdapat tiga unit sepeda motor dan sebuah mobil yang ikut tertabrak bus. Sadira meminta maaf atas kecelakaan tersebut. Dia mengatakan telah mengecek bus sebelum digunakan. “Saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena kejadian ini tidak ada yang mau. Ini namanya musibah, mohon maafkan saya,” ujarnya kepada Antara. (Yetede)
CADANGAN GAS : POTENSI MENJANJIKAN DI ANDAMAN
Wilayah Kerja South Andaman yang terletak di perairan utara Sumatra menjelma menjadi salah satu gas play terpenting di dunia, karena total cadangannya mencapai lebih dari 8 triliun kaki kubik gas in place. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Mubadala Energy kembali mengumumkan penemuan gas dalam jumlah signifi kan di sumur eksplorasi laut dalam Tangkulo-1 yang ada di Blok South Andaman. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa Mubadala Energy berhasil mengidentifi kasi lebih dari 2 triliun kaki kubik (Tcf) gas in place di Tangkulo-1.
Penemuan itu sekaligus menjadi keberhasilan eksplorasi kedua setelah setelah Sumur Layaran-1 yang diidentifikasi perusahaan pada pertengahan Desember 2023. “Setelah sebelumnya pada tahun lalu menemukan gas melalui Sumur Layaran-1 dengan potensi sebesar 6 Tcf [trillion cubic feet] gas in place, sehingga potensi di South Andaman saat ini mencapai sekitar 8 Tcf gas in place,” katanya, Senin (13/5). Dwi menjelaskan bahwa temuan cadangan gas tersebut telah dikonfi rmasi lewat pengumpulan data selama pengeboran, termasuk mendapatkan 72 meter full core, wireline logging, sidewall core, pressure, dan sampel fluida.
Besarnya potensi di Andaman membuat Dwi berharap kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lain yang menjadi operator di sekitar Laut Andaman bisa lebih agresif dalam melakukan kegiatan eksplorasi. Penemuan itu juga membuka potensi lebih lanjut di bagian selatan dari Blok South Andaman, dan mengindikasikan tambahan multi Tcf sumber daya gas prospektif di struktur sekitarnya. Bersama dengan Sumur Layaran-1, penemuan di Tengkulo-1 menambah volume cadangan contingent, dan memberikan media bagi Mubadala Energy untuk melanjutkan pertumbuhan organik di wilayah tersebut melalui aktivitas eksplorasi dan appraisal selanjutnya. CEO Mubadala Energy Mansoor Mohammed Al Hamed mengatakan bahwa penemuan tersebut akan menempatkan Blok South Andaman sebagai salah satu energy plays yang menjanjikan di dunia.
Keberhasilan Mubadala Energy di South Andaman juga diyakini bakal mengubah lanskap hulu migas di Indonesia nantinya.
Sementara itu, praktisi migas nasional Hadi Ismoyo menyarankan agar SKK Migas dan Mubadala Energy segera melanjutkan pengeboran sumur eksplorasi di Blok South Andaman. Paralel, kata Hadi, SKK Migas perlu melakukan identifi kasi pasar agar bisa memastikan kelanjutan komersialisasi potensi gas dari blok tersebut.
Adapun, Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto berpendapat bahwa pemerintah mesti mempermudah dan memfasilitasi upaya eksplorasi lanjutan agar Mubadala Energy bisa segera membuktikan cadangan gas yang ditemukan di Blok South Andaman. Pri beralasan potensi gas yang belakangan diumumkan oleh perusahaan masih harus melewati rangkaian kajian dan pengeboran sumur lanjutan untuk membuktikannya dan menghitung keekonomiannya.
JELAJAH TIRTA NUSANTARA : Jatigede Siap Antisipasi Pensiun Dini PLTU
Bendungan Jatigede bersiap mengantisipasi pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU Cirebon-1 pada 2035 dengan menyediakan pembangkit listrik tenaga surya seperti yang sudah ada di Cirata. Kepala Unit Pengelola Bendungan Jatigede Yuyu Wahyudin mengatakan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) akan menjadi titik awal pemanfaatan energi terbarukan di bendungan yang dibangun pada 2008 tersebut. “Sekarang [eranya] energi hijau, harus yang baru terbarukan. Sementara itu, di Cirebon itu kan PLTU [Cirebon-1] menggunakan energi fosil. Sedikit demi sedikit akan dikurangi,” katanya kepada Tim Jelajah Tirta Nusantara Bisnis Indonesia, belum lama ini. Untuk diketahui, pensiun dini PLTU Cirebon-1 rencananya bakal dilakukan pada Desember 2035, lebih cepat dari rencana awalnya pada Juli 2042.
Dalam prosesnya, Asian Development Bank (ADB) bersama PT Cirebon Electric Power dan Indonesia Investment Authority (INA) telah bersepakat untuk memensiunkan PLTU berkapasitas 660 megawatt (MW) tersebut. Rencananya, Yuyu menjelaskan PLTS Jatigede bakal memiliki kapasitas 100 MW, dan nantinya bakal melengkapi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang sudah lebih dulu ada.
Berdasarkan catatan Bisnis pada Mei 2023, pembangunan PLTS di Bendungan Jatigede akan dilakukan oleh PT Indonesia Power yang merupakan anak usaha dari PT PLN (Persero). Tak tanggung-tanggung, nilai investasi untuk pembangunan itu disebut mencapai US$1 juta per MW, atau lebih dari Rp14 miliar. Vice President Pre-Construction PT PLN Indonesia Power Usvizal Zainuddin sempat mengatakan bahwa rencana pembangunan PLTS tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dan menuju net zero emission.
Produsen Terbesar, Sumsel Dorong Kopi Mendunia
Kopi asal Sumsel dianggap masih asing di kalangan penikmat kopi Indonesia. Pembenahan dari hulu hingga hilir diperlukan untuk mempertahankan status sebagai produsen kopi terbesar di Tanah Air sekaligus mendorong kopi Sumsel mendunia. Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni dalam acara Morning Coffee dan Launching Kopi Sumsel di Palembang, Sumsel, Minggu (12/5) mengatakan, data statistik menunjukkan Sumsel adalah produsen dan pemilik lahan kopi terbesar di Indonesia. Sebagian besar kopi Sumsel berjenis robusta. Berdasarkan data BPS yang dirilis 30 November 2023, produksi kopi Sumsel 208.043 ton, setara 26,85 % total produksi nasional yang mencapai 774.961 ton. Produksi kopi Sumsel lebih tinggi dibandingkan Lampung yang berada di urutan kedua produsen kopi nasional, di 14,68 %.
Merujuk data ”Peta Areal Perkebunan Kopi Indonesia 2022” yang dirilis BPS, luas lahan kopi Sumsel 267.245 hektar dari total luas total lahan kopi Indonesia yang sekitar 1,265 juta hektar. Sumsel memiliki lahan jauh lebih besar dibandingkan dengan Lampung (155.170 hektar) dan Aceh (114.020 hektar). Lanjut Agus, masyarakat Sumsel tak boleh berpuas diri. Semua pihak perlu berjuang membawa kopi lebih diminati di pasar global, di antaranya dengan membenahi kualitas produksi mulai dari hulu hingga hilir. Agus menambahkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas produksi di hulu. Salah satunya melalui bantuan peremajaan pohon kopi dengan teknik sambung pucuk, yang dilakukan terhadap 1 juta pohon di Pagaralam yang dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbaik di Sumsel.
Ketua Kadin Sumsel Affandi Udji mengatakan, pihaknya sangat mendukung rencana Pemprov Sumsel meningkatkan kualitas kopi Sumsel agar bisa mendunia. Kopi merupakan komoditas utama masyarakat Sumsel, dengan harga di tingkat petani Rp 50.000 per kg. Di tingkat pengecer, harganya Rp 70.000 per kg. Salah satu bentuk dukungan Kadin Sumsel, ditunjukkan melalui acara Morning Coffee dan Launching Kopi Sumsel. Pemilik Kisam Musi Jaya (KMJ) Coffee, Marlio Andriansi, yang ikut memeriahkan acara Morning Coffee dan Launching Kopi Sumsel, mengatakan kopi asalan mentok di harga Rp 70.000 per kg. Padahal, jika petani mau bersabar dengan menjaga kualitas, kopi itu bisa dijual dengan harga Rp 100.000 per kg. Bahkan, untuk kopi arabika berkualitas, harganya mencapai Rp 150.000 per kg. Empat tahun terakhir, pangsa pasar kopinya meluas. Bukan hanya di dalam negeri, khususnya di Palembang, Jakarta, dan Bandung, kopinya, mulai merambah pasar internasional, seperti, China, Korea, dan Uni Emirat Arab. (Yoga)
Persaingan Jaringan Kafe Kopi Lokal dan Internasional Makin Ketat
Bisnis jaringan minuman kopi lokal dengan jaringan kopi internasional kini semakin ketat bersaing, dipicu meningkatnya daya beli masyarakat yang mendorong permintaan minuman kopi yang lebih berkualitas dan punya nilai tambah. Insights Lead di firma riset dan venture builder Momentum Works, WeiHan Chen, Minggu (12/5) di Jakarta, mengatakan, kebiasaan minum kopi sudah ada di sebagian besar negara Asia Tenggara, yang juga produsen kopi terbesar di dunia, khususnya kopi robusta. ”Meningkatnya daya beli konsumen secara umum, lalu ditambah minum kopi, sudah jadi kebiasaan, mendorong permintaan minuman kopi yang lebih ’premium’ lewat jaringan gerai minuman kopi modern,” ujar Chen. Dalam laporan riset Momentum Works berjudul ”Coffee in Southeast Asia” (November 2023), pangsa pasar minuman kopi modern di Asia Tenggara diperkirakan mencapai 3,4 miliar USD.
Setidaknya ada tujuh merek bisnis jaringan minuman kopi modern, baik lokal maupun asing, yang sekarang dinilai sebagai pemain terbesar di Asia Tenggara. Pertama, Café Amazon yang sudah beroperasi di empat negara ASEAN dan memiliki lebih dari 3.900 gerai minuman kopi. Kedua, Starbucks yang hadir di enam negara ASEAN dan mempunyai lebih dari 2.000 gerai minuman kopi. Ketiga, Dunkin yang mempunyai lebih dari 1.300 gerai minuman kopi. Keempat, Inthanin memiliki lebih dari 1.000 gerai minuman kopi di Thailand. Kelima, Janji Jiwa hadir di Indonesia dengan 900 gerai minuman kopi. Kopi Kenangan yang beroperasi di tiga negara ASEAN dan memiliki lebih dari 800 gerai minuman kopi.
Terakhir, Highlands Coffee hadir di dua negara dan mempunyai lebih dari 700 gerai minuman kopi. Chen mengatakan, Indonesia dan Thailand masih merupakan pangsa pasar minuman kopi modern yang terbesar di Asia Tenggara. Riset Momentum Works memperkirakan, tahun lalu, pangsa pasar minuman kopi modern di Indonesia menyentuh 947 juta USD, sedang di Thailand 807 juta USD. Pangsa pasar sebesar itu sebagian besar didorong oleh perluasan bisnis jaringan minuman kopi modern yang dimiliki oleh pemain lokal. ”Sebagian besar bisnis jaringan minuman kopi modern yang dimiliki pemain lokal menawarkan harga yang masih jauh lebih murah dibandingkan dengan pemain internasional. Akibatnya, konsumen sering kali lebih mau membeli dari gerai-gerai lokal,” katanya. (Yoga)
Regulasi Cadangan Pangan Pemerintah Segera Direvisi
Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) segera merevisi Perpres No 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Dalam revisi ini akan dimasukkan klausul penugasan bantuan pangan dalam kerangka Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) kepada Perum Bulog. Dengan begitu, meski pejabat Bapanas dan Bulog berganti, bantuan pangan tersebut tetap berjalan. Demikian disampaikan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi saat memberikan sejumlah arahan kepada Bulog dalam peringatan HUT Bulog ke-57 di Jakarta, Jumat (10/05/2024). Arief yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog turut memotivasi segenap insan BUMN itu agar terus mengasah dan mempersiapkan diri pada berbagai tantangan dan penugasan di masa mendatang. "Hari ini, Bapanas sedang mempersiapkan revisi Perpres No.125 tahun 2022, sehingga penugasan ke Bulog itu bisa kita lock dalam aturan wadah yang punya kekuatan hukum. Jadi, siapa pun yang nanti menjadi Kepala Bapanas dan Direktur Utama Bulog, bantuan pangan untuk P3KE itu harus tetap dijalankan. Daerah rawan rentan pangan di 2023 telah turun jadi 68 dari 74 kabupaten/kota," ujar Arief.
Pengawasan Uji KIR Harus Diperketat
Kecelakaan bus pariwisata yang ditumpangi rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok di kawasan Ciater, Subang Jawa Barat, pada Sabtu (11/5), menunjukkan lemahnya fungsi pengawasan pemerintah akan aturan uji KIR (uji kelaikan jalan) bus. Direktur Eksekutif Institutet Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang mengatakan rata-rata penyebab dari kecelakaan bus pariwisata adalah rem blong, ban tipis, kampas rem atau kompresi yang bermasalah. Semua ini dapat dicegah bila kendaraaan bermotor seperti bus secara rutin melakukan uji kelaikan yang memang diwajibkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No PM 19 Tahun 2021 tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor. Menurutnya kecelakaan bus pariwisata yang berisi pelajar SMK Lingga Kencana Depok di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat, turut diduga akibat rem blong. Bus tersebut tercatat buatan tahun 2006, dimana sudah terjadi pergantian cat sebanyak dua kali atau terus diperbaharui agar terlihat seperti bus baru. Selain itu, status lulus uji berkala dari Bus Trans Putera Fajar bernomor polisi AD 7524 G itu pun telah kadaluwarsa sejak Desember 2023. "Kalau kondisi bus memang belum begitu lama, tetapi kalau masalah KIR, itukan enam bulan, bus itu sudah terlambat dan bus nya sudah pergantian cat dua kali. Jadi ya memang ada upgrade lah ya dari bacth awal, mungkin sudah buruk, lalu istilahnya sudah dibangun lagi, di cat ulang jadi bagus tapi engine-nya masih yang lama," kata Deddy. (Yetede)
Masyarakat Ujung Tombak Penanggulangan Bencana
”Dengan destana, artinya kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan komunitas hingga di level desa dalam menghadapi bencana harus diperkuat, baik sebelum, saat, maupun sesudah bencana. Ini diantaranya dengan membentuk Forum PRB (Pengurangan Risiko Bencana) di level desa, yang dimotori oleh komunitas itu sendiri,” kata Eko. MenurutEko, destana seharusnya menjadi tanggung jawab setiap kementerian/lem-baga, tidak hanya identik dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). ”Saat ini dalam regulasinya, destana masih fokus pada bencana geologi karena lahirnya UU Penanggulangan Bencana awalnya merespons tsunami Aceh. Ini yang sekarang perlu direvisi dengan men Sukarelawan bencana Eko menambahkan, keberadaan sukarelawan penanggu-langan bencana seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia bisa berperan dalam membangun destana. (Yetede)
Jalan Karet Thailand dan RI Hadapi EUDR
Jika tidak ditunda, UU Produk Bebas Deforestasi Uni Eropa atau EUDR akan diimplementasikan penuh pada Januari 2025, berarti tinggal tujuh bulan lagi. Thailand sudah meluncurkan program Traceable Rubber Trading. Thailand merupakan produsen karet nomor satu dunia dan Indonesia nomor dua dunia. Pada 2023, produksi karet alam atau mentah Thailand sebesar 4,63 juta ton, sedang Indonesia 2,65 juta ton. Di tengah berbagai persoalan karet di dalam negeri Thailand dan Indonesia, implementasi EUDR semakin membebani kedua negara ini. Thailand tidak ingin kehilangan Uni Eropa (UE) sebagai pasar utama kedua setelah China. Total ekspor nonmigas Thailand ke UE pada 2022 senilai 22,63 miliar USD. Dari jumlah itu, 7,65 % atau 1,73 miliar USD merupakan nilai ekspor karet dan produk turunan. Nilai ekspor karet Thailand juga tertinggi dibanding komoditas lain yang terimbas EUDR.
Salah satu kebijakan yang digulirkan untuk menghadapi EUDR adalah program Traceable Rubber Trading (TRT). Program perdagangan karet yang dapat dilacak atau ditelusuri asal-usulnya tersebut digagas Pemerintah Thailand dan Otoritas Karet Thailand (RAoT). Pada 27 April 2024, Kementerian Pertanian dan Koperasi Thailand bersama dengan RAoT meluncurkan program TRT, yang melahirkan platform digital TRT yang terintegrasi dengan bursa lelang komoditas karet yang selama ini dikelola RAoT. Ketua Dewan RAoT Nakorn Tangavirapat mengatakan, pengembangan sistem TRT menandai langkah signifikan Thailand mematuhi persyaratan EUDR. Sistem TRT memastikan data asal-usul karet dari tiap-tiap anggota RAoT dan petani karet terkumpul secara sistematis dan terekam di setiap lot karet yang diperdagangkan di bursa komoditas. ”Penerapan sistem TRT ini juga menaikkan harga karet. Dalam perdagangan perdana karet terlacak tersebut, harga karet yang dilelang melonjak menjadi 94,01 baht per kg,” kata Nakorn Tangavirapat (Malaysia Kini, 30/4/2024).
Indonesia tertinggal jauh dari Thailand. Bahkan, karet menjadi komoditas paling tertinggal dari komoditas Indonesia yang lain dalam memenuhi persyaratan EUDR. Perdagangan karet Indonesia masih konvensional meski menerapkan sistem lelang secara spasial di sejumlah daerah. Rantai pasok karet dari hulu hingga hilir juga panjang sehingga menyulitkan penelusuran asal-usul karet. Kini, Pemerintah Indonesia tengah membangun Dashboard Komoditas Nasional Indonesia yang berfokus pada sejumlah komoditas ekspor yang terdampak EUDR melalui Sistem Elektronik Terpadu Pendaftaran Usaha Budidaya (E-STDB). Selain karet, komoditas lainnya adalah minyak sawit, kakao, kopi, dan kayu beserta produk turunan setiap komoditas itu.
Pemerintah Indonesia bersama sejumlah negara lain juga melobi agar UE mengakomodasi komoditas yang telah memiliki sertifikat berkelanjutan bisa terakomodasi dalam sistem uji layak EUDR. Komoditas itu terutama adalah minyak sawit dengan ISPO dan RSPO serta kayu dengan sistem verifikasi dan legalitas kayu (SVLK). Terkait karet, Wakil Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Uhendi Haris mengatakan, baru segelintir perusahaan swasta besar yang memiliki sertifikat karet berkelanjutan, yakni Forest Stewardship Council (FSC). Namun, bagi perusahaan karet swasta kecil dan petani karet mandiri sama sekali belum memiliki sertifikat itu. ”Biaya untuk mendapatkan sertifikat itu cukup besar. Di saat seperti ini, kalau kami mengurus kepemilikan sertifikat itu, kami khawatir UE juga tidak mau mengakomodasi sertifikat itu,” katanya dalam diskusi terbatas dengan Kompas beberapa waktu lalu. (Yoga)
Harga Bawang Merah Mulai Turun
Pedagang terlihat membersihkan bawang merah yang baru tiba dari Brebes di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada hari Minggu (12/5/2024). Menurut sejumlah pedagang, harga grosir bawang merah saat ini Rp 45.000-Rp 50.000 per kilogram atau lebih murah dibandingkan dengan setelah Lebaran yang mencapai Rp 90.000 per kilogram. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









