Lingkungan Hidup
( 5781 )Pembatasan Kuota Gas Ganggu Daya Saing Industri
Pembatasan kuota Alokasi Gas Industri Tertentu (AGIT) sebesar 60-70% dan pembatasan pemakaian gas dengan sistem kuota harian, mengganggu daya saing industri manufaktur. Ketua Umum Asosiasi Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menerangkan, kelancaran produksi industri keramik nasional terganggu akibat gangguan suplai gas dari Perusahaan gas Negara (PGN). Dia menerangkan, mulai Februari 2024, BUMN tersebut memberlakukan kuota pemakaian gas alias AGIT dengan kisaran 60-70%. Untuk mempertahankan utilisasi produksi serta komitmen penjualan Industri Keramik kepada pelanggan baik domestik maupun eksport, mereka sangat terpaksa harus membayar mahal harga gas dengan US$ 15/mmbtu. "Akibatnya daya saing industri sangat terganggu dan kita kalah bersaing di pasar regional maupun internasional," ucap Edy. Kebijakan lain yang merugikan industri adalah PGN pada saat yang bersamaan mengeluarkan pembatasan pemakaian gas dengan sistem Kuota Harian. "Kebijakan tersebut membuat industri kesulitan untuk mengatur rencana produksi bahkan terpaksa harus mulai mengurangi beberapa lini produksi," kata dia. (Yetede)
Tujuh Bandara Terdampak Erupsi Gunung Ruang
Erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, pada Selasa (30/4) pukul 01.30 WITA, menyebabkan tujuh bandara di Sulawesi sempat ditutup sementara. Akibatnya puluhan penerbangan dari dan menuju bandara tersebut dibatalkan. Sekretaris Perusahaan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia) Hermana Soegijantoro mengatakan pihaknya telah mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) atau informasi penerbangan terkait penutupan sementara tujuh bandara di sekitar wilayah Sulawesi. "AirNav Indonesia telah mengeluarkan NOTAM terkait penutupan sementara tujuh bandara di sekitar wilayah Sulawesi," kata Hermana. Langkah tersebut diambil sehubungan adanya erupsi Gunung Ruang yang sesuai dengan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dengan tinggi letusan teramati kurang lebih 2.000 meter dan menyebar ke arah utara. (Yetede)
Anggaran Insentif Biodiesel B40 Terancam Seret
Pemerintah berencana meningkatkan program biodiesel dari saat ini B35 menjadi B40. Uji coba menambah kadar bahan bakar nabati berbasis sawit menjadi 40 persen pada solar ini digelar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sejak tahun lalu. Presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, pun menjanjikan implementasi program tersebut hingga biodiesel B50 dalam kampanye mereka. Namun rencana ini dibayangi sejumlah hambatan.
Program biodiesel merupakan upaya pemerintah mengurangi konsumsi bahan bakar minyak atau BBM sekaligus emisi kendaraan. Sayangnya, produk ini belum bisa bersaing dengan solar. Ada biaya tambahan dari bahan baku, yaitu molekul minyak sawit, fatty acid methyl ester (FAME), yang membuat harganya menjadi lebih mahal. Pemerintah memutuskan memberikan insentif kepada produsen biodiesel dengan menutup selisih antara biaya produksi dan harga jual untuk memastikan stok terjaga. Dananya berasal dari pungutan ekspor sawit yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS.
Sepanjang 2023, badan ini menggelontorkan dana sebesar Rp 18,32 triliun untuk membayar insentif biodiesel. BPDPKS menutup selisih biaya penyaluran biodiesel sebanyak 12,2 juta kiloliter. Dengan target pemerintah menyalurkan biodiesel sebanyak 13,4 juta kiloliter pada tahun ini, Kepala BPDPKS Eddy Abdurrachman memperkirakan kebutuhan insentif melonjak. "Berdasarkan perkiraan kami, insentifnya sekitar Rp 28 triliun," ujarnya kepada Tempo, kemarin. Selain karena kenaikan volume, besarnya insentif akan dipengaruhi disparitas harga biodiesel dan solar. Pada awal tahun ini, selisihnya tampak melebar. Sebagai gambaran, selisih harga pada Januari 2023 berada di level Rp 715 per liter, sementara pada Januari 2024 mencapai Rp 1.382 per liter. (Yetede)
Harga Batubara Bikin Hitam Kinerja
Kinerja PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) diproyeksi masih tertekan untuk tahun 2024. Tekanan pada harga batubara menjadi pemberat utama. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, kinerja ITMG diperkirakan akan turun dibandingkan pencapaian di tahun 2023. Proyeksi itu sejalan dengan ekspektasi penurunan rata-rata harga jual alias average selling price (ASP) batubara. Tahun lalu ASP batubara ITMG sebesar US$ 113,1 per ton. "Terjadi lagi jika penguatan harga batubara saat ini lebih sentimen sesaat," ujarnya, Selasa (30/4). Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan berpandangan, harga batubara di pasar global sudah mencapai level keseimbangannya sehingga cenderung mendatar seiring peningkatan penggunaan PLTU di China dan India.
Selain itu, tingkat cadangan energi Tiongkok dan India relatif di posisi aman. Di tahun 2023, produksi batubara China mencapai 4,6 miliar metrik ton, tumbuh 2,9% yoy. Alhasil, kedua negara konsumen batubara terbesar itu berpotensi untuk mengurangi volume impor di tahun 2024. "Sehingga ASP ITMG saya perkirakan dalam rentang US$ 110–US$ 120 per ton," kata Felix. Menurut Felix, katalis pendukung dari ITMG tahun ini adalah dari kenaikan produksi. Perseroan ini menargetkan produksi di kisaran 19,5 juta ton - 20,2 juta ton, didukung beroperasinya tambang Graha Panca Karsa dan Tepian Indah Sukses yang ditargetkan masing-masing memproduksi hingga 1 juta ton dan 0,4 juta ton batubara.
Untuk mendukung target itu, ITMG menganggarkan belanja modal atau
capital expenditure
(capex) sekitar US$ 96,5 juta, naik dari realisasi 2023 sebesar US$ 45,1 juta di 2023.
Untuk volume penjualan, perseroan ini menargetkan 24,9 juta ton 25,6 juta ton di tahun 2024. Adapun penjualan dengan skema harga sebanyak 39% telah ditetapkan, 6% mengikuti indeks harga batubara, dan 55% selebihnya belum terjual.
Head of Equity Research
BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan menaikkan estimasi laba bersih ITMG di 2024 sebesar 31%, seiring dengan penyesuaian asumsi volume penjualan. Erindra juga mempertahankan asumsi rata-rata harga jual ITMG di 2024 sebesar US$ 87 per ton.
Sementara Felix memperkirakan pendapatan ITMG sebesar US$ 2,10 miliar. Sementara laba bersih diprediksi mencapai US$ 363 miliar.
DAMPAK EL NINO : Menjaga Ketahanan Pasokan Listrik
Adi Lumakso, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, mengatakan bahwa tantangan kelistrikan di kawasan Sulawesi bagian selatan makin kuat seiring dengan permintaan tenaga listrik pada awal tahun ini yang sebesar 6,73 gigawatt (GW). PLN memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan pasokan tenaga listrik di wilayah tersebut saat kemarau sebagai dampak dari El Nino terjadi. “Kami berpijak kepada pengalaman, dan untuk itu kami perlu koordinasi benar-benar strategi, baik itu pembangkitan maupun transmisi itu pengaturannya seperti apa,” katanya, Rabu (1/5).
Musim kemarau yang disebabkan oleh El Nino memang kerap menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh masyarakat di Sulawesi Bagian Selatan. Fenomena alam tersebut dapat berakibat pada penurunan debit air di pembangkit listrik tenaga air (PLTA), salah satu sumber energi listrik utama di Sulawesi bagian selatan. “Ketika terjadi El Nino atau musim kemarau, PLN harus berjaga-jaga mitigasinya seperti apa,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu. Sampai dengan Maret 2024, energi pembangkitan listrik di wilayah tersebut terdiri atas batu bara sebesar 50,89%, gas 11,02%, air 29,40%, angin 2,26%, dan bahan bakar minyak sebesar 6,43%.
ERUPSI GUNUNG RUANG : 5 Bandara Masih Tutup
Lima bandara masih ditutup akibat erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara pada Rabu (30/4). AirNav Indonesia mengeluarkan Notice To Airmen (NOTAM) terkait perpanjangan penutupan operasional bandara tersebut. Hermana Soegijantoro, Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia mengatakan dua bandara telah dioperasikan kembali yakni Bandara Naha, Tahuna sejak 1 Mei pukul 12.10 WITA dan Bandara Buol, Pogogul sejak 1 Mei pukul 18.03 WITA. Lima bandara yang masih tutup yakni Bandara Sam Ratulangi, Manado 1 Mei pukul 11.25 WITA—2 Mei pukul 12.00 WITA (Estimasi); Bandara Djalaluddin, Gorontalo 1 Mei pukul 09.17 WITA—1 Mei 2024 pukul 24.00 WITA; Bandara Sitaro, Siau 1 Mei pukul 12.37 WITA—2 Mei pukul 12.00 WITA (Estimasi); Bandara Bolaang Mongondow 1 Mei pukul 12.02 WITA—2 Mei pukul 12.00 WITA (Estimasi); Bandara Pohuwato 1 Mei pukul 12.05 WITA—2 Mei pukul 12.00 WITA (Estimasi).
Indonesia Berpotensi Defisit Beras Lagi pada Juni 2024
BPS memperkirakan neraca produksi dan konsumsi beras nasional
pada Juni 2024 akan defisit lagi setelah pada Maret, April, dan Mei 2024
surplus. Pemerintah perlu mewaspadainya dan mengoptimalkan serapan gabah atau
beras untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP). Kendati begitu, Bapanas
menjamin stok beras hingga akhir tahun ini aman, yakni 10,09 juta ton. Namun,
stok sebesar itu baru dapat terpenuhi jika produksi dan impor beras sesuai dengan
perkiraan dan perencanaan. Hal itu mengemuka dalam Rakor Pengendalian Inflasi
Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Senin (29/4). Rapat
yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian itu dihadiri perwakilan pemda dan
sejumlah pemangku kepentingan pangan.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, harga
beras terus turun seiring panen raya padi pada Maret-April 2024. Per pekan keempat
April 2024, harga rerata nasional berbagai jenis beras Rp 15.667 per kg atau
turun 2,41 % dibandingkan Maret 2024. Penurunan harga beras tersebut
diperkirakan terus berlanjut hingga Mei 2024 lantaran neraca produksi dan
konsumsi beras bulan itu masih surplus. ”Namun, pada Juni 2024, neraca tersebut
berpotensi defisit karena produksi beras diperkirakan turun. Pemerintah perlu
mewaspadai dan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi karena harga beras bisa
naik lagi,” ujarnya. BPS memperkirakan pada Juni 2024, defisit beras berpotensi
terjadi lagi, yakni 0,45 juta ton, lantaran produksi padi berupa gabah kering giling
(GKG) pascapanen raya semakin turun, dari 5,54 juta ton pada Mei 2024 menjadi
3,68 juta ton pada Juni 2024. (Yoga)
Harga Kopi Robusta Melonjak, Pesanan Meningkat
Menjelang panen raya, harga kopi robusta di Lampung melonjak.
Petani menerima banyak permintaan kopi, tidak hanya dari berbagai kota, tetapi
juga luar negeri. Danuri (60), petani kopi Desa Way Harong, Tanggamus, Lampung,
mengatakan, harga biji beras kopi atau green bean jenis robusta ditingkat
petani Rp 55.000-Rp 60.000 per kg, naik dua kali lipat dibandingkan panen tahun
lalu, Rp 35.000 per kg. Pada panen sebelumnya, biji kopi asalan Rp 20.000-Rp
25.000 per kg. ”Kami baru merasakan harga kopi bisa menembus Rp 60.000 per kg
tahun ini. Semoga harganya tetap stabil sampai masa panen raya bulan depan,”
kata Danuri saat dihubungi dari Bandar Lampung, Senin (29/4).
Harga biji kopi petik merah atau fine robusta jauh lebih tinggi,
yaituRp 100.000 per kg. Sementara harga kopi bubuk Rp 120.000-Rp 200.000 per kg
menyesuaikan kualitas. Kenaikan harga kopi ini dipicu anjloknya hasil panen tahun
lalu akibat El Nino. Saat itu, hasil panen kopi dari lahan seluas 1 hektar
lahan tak lebih dari 1 kuintal. Jumlah itu jauh dibandingkan dengan produksi
saat normal yang bisa mencapai 1-1,5 ton per hektar. Menurut Danuri, sejumlah pembeli
dari berbagai kota di Indonesia ataupun dari luar negeri telah menghubunginya.
Bahkan, ada beberapa calon pembeli yang datang langsung ke
kebun untuk melihat kualitas tanaman kopi robusta. ”Permintaan kopi untuk jenis
fine robusta sudah cukup banyak. Ada pembeli dari Singapura yang minta 1,5 ton.
Ada pembeli dari Jawa yang minta biji kopi sebanyak 5 ton. Tetapi saya belum
bisa menyanggupi semua,” katanya. Harga kopi yang tinggi membuat petani senang,
sekaligus harus waspada dengan keamanan kebun kopi. Saat harga kopi tinggi,
dikhawatirkan rawan pencurian. Petani juga berkoordinasi dengan polisi
setempat. Purna (48), petani kopi asal Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten
Lampung Barat, mengatakan, petani kopi membentuk kelompok ronda untuk saling
membantu menjaga kebun kopi, terutama pada malam hari. (Yoga)
Biodiesel 40 Datang, Hutan Hilang
EKSPANSI kebun kelapa sawit disinyalir bakal menggila selepas pemerintah berencana meningkatkan produksi minyak sawit mentah (CPO). Tujuan peningkatan produksi ini adalah menopang program bahan bakar nabati biodiesel 40 atau B40 yang akan direalisasi dalam waktu dekat. Program ini merupakan bagian dari janji kampanye presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Pangan Prabowo-Gibran tak hanya mengejar target B40, tapi juga mencanangkan pencampuran 50 persen minyak sawit ke dalam solar atau B50. Dengan B50, Indonesia dapat menekan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan kendaraan bermotor menggunakan energi baru dan terbarukan (EBT). Program ini bertujuan mencapai sasaran Kontribusi yang Ditargetkan Secara Nasional atau Nationally Determined Contribution (NDC) dari sektor energi, yakni penurunan emisi sebesar 358 juta ton setara karbon dioksida (CO2e) pada 2030.
Makin banyak kebutuhan ester metil asam lemak (FAME)—molekul yang dihasilkan dari CPO—kian banyak lahan sawit yang dibutuhkan. "Makin besar persentase biodiesel dalam solar, potensi konversi lahan dan hutan menjadi perkebunan sawit akan semakin luas," kata peneliti Direktorat Kebun Yayasan Auriga Nusantara, Sesilia Maharani Putri, pada Senin, 29 April 2024. Pemerintah memberlakukan kebijakan B35 sejak 1 Januari 2023 ke dalam produk hilir yang kita kenal sebagai biosolar. Pencampuran 35 persen FAME ke dalam solar membutuhkan 13,1 juta kiloliter atau setara dengan 13,6 juta ton CPO. Jumlah tersebut diambil dari produksi CPO nasional yang mencapai 45,1 juta ton. Sisanya, 27 juta ton, akan diekspor dan 5 juta ton untuk kebutuhan dalam negeri, seperti produk hilir pangan dan lainnya. (Yetede)
Pasar Ekspor Tak Tergarap, Pasar Lokal Melahap
Kelezatan buah durian tak hanya populer di lidah orang Indonesia. Buah berduri yang memiliki aroma menyengat ini juga sangat di gemari di pasar ekspor, terutama di negara-negara Asia. Tak heran, pemerintah berambisi menggenjot ekspor buah dengan kombinasi rasa manis dan pahit tersebut. Terlebih porsi ekspor durian Indonesia masih relatif kecil. Hanya saja, ada sederet pekerjaan rumah yang harus dituntaskan agar durian lokal bisa bersaing di kancah global. Salah satunya pamor durian Indonesia yang belum setenar durian asal negeri tetangga. Sebut saja Malaysia dan Thailand yang memiliki varietas unggul, seperti Musang King dan Motong. "Indonesia unggul secara kuantitas, karena buah ini bisa tumbuh dari Aceh sampai Papua. Tapi, kualitas kita kalah dari negara tetangga," ujar Ketua Sigit Purwanto, Ketua Komunitas Durian Traveler ke KONTAN, Senin (29/4).
Namun, pemerintah berniat memacu ekspor komoditas buah ini. Hal ini bermula dari pertemuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, baru-baru ini. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas soal potensi ekspor durian ke Tiongkok. "Durian jangan anggap enteng. Mereka (China) impor durian itu sampai US$ 8 miliar (setara Rp 129,6 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.200 per dollar AS)," ujar Luhut baru-baru ini. Pernyataan Luhut benar adanya. Berdasarkan data perdagangan China yang dikutip oleh Asosiasi Eksportir Importir Buah-Buahan dan Sayuran Segara Indonesia (Aseibssindo), setiap kenaikan 1% penduduk China yang mengonsumsi durian, akan mengerek nilai penjualan durian sebesar US$ 1,7 miliar atau setara Rp 27,63 triliun. Owner Vigano Farm, Nelsens Yansah mengaku, tidak begitu tertarik mengekspor durian kendati potensinya besar. "Soalnya kita ini untuk memenuhi suplai di pasar domestik saja belum cukup. Sehingga, ekspor rasanya belum masuk akal walau menjanjikan," ujarnya, Senin (29/4).
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









