;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

10 Bank Besar Cetak Laba Rp 49,49 Triliun

03 May 2024

Sejumlah bank di Indonesia telah melaporkan kinerja keuangan kuartal I-2024, dimana 10 bank besar berhasil mengantongi laba bersih secara individual sebesar Rp49,49 triliun. Laba bersih tersebut tumbuh 4,38% secara tahunan (year on year) dari periode sebelumnmya Rp47,4 triliun. Berdasarkan data yang dihimpun Investor Daily, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) masih menjadi jawara perolehan  laba bersih baik secara invidual maupun konsolidasi. BRI secara bank only mengantongi laba bersih Rp13,8 triliun pada Maret 2024, tumbuh tipis 0,07% dibandingkan Rp 13,79 triliun. Diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang menempati posisi kedua dengan laba bersih individual Rp 12,29 triliun, meningkat 11,93 (yoy).

PGN Terapkan Kuota Gas Bumi Berkeadilan ke Pelanggan

03 May 2024

PT PGN Tbk menerapkaan kuota volume gas terhadap seluruh pelanggan. Hal ini menyikapi kondisi penurunan pasokan gas dari sisi hulu yang telah kontrak dengan PGN. Selain untuk penyaluran gas bumi yang merata, PGN juga memberikan perhatian khusus pada keamanan jaringan gas  guna menghindari insiden yang tidak diinginkan. "PGN berupaya untuk melayani kebutuhan pelanggan seoptimal mungkin. Tetapi dengan kondisi pasokan gas yang semakin menurun, maka kami sebagai penyalur gas di sisi hilir mengupayakan agar penyaluran gas bisa berkeadilan ke seluruh pelanggan. Kami menghindari agar upaya yang dilakukan tidak hanya untuk kepentingan satu atau dua sektor pelanggan saja dan mengorbankan seluruh kepentingan pelanggan," kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama. Rachmat menuturkan, penurunan  produksi karena berbagai kondisi yang ada di sisi hulu, mulai dari penurunan alamiah produksi  sumur migas serta perbaikan  dan perawatan sumur, baik yang berkala maupun yang tidak direncanakan. (Yetede)

Wajib Berhemat di Kala Paceklik Pajak

03 May 2024

PENERIMAAN pajak pada kuartal pertama tahun ini, yang lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu, seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah untuk bangun dari mimpi bermewah-mewahan. Tanpa pengendalian belanja sejak sekarang, negara berisiko makin tertimbun oleh tumpukan utang yang terus bertambah setiap tahun. Penurunan penerimaan dari sektor pajak menandakan betapa rapuhnya struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pada tiga bulan pertama 2024, penerimaan pajak baru Rp 393,9 triliun, turun 8,8 persen dari penerimaan pajak pada kuartal pertama 2023 yang sebesar Rp 431,9 triliun. Penurunan ini dipicu oleh penurunan harga komoditas sejak tahun lalu—situasi yang seharusnya diantisipasi dengan hati-hati.

Masalahnya, pemerintah terus menunjukkan mentalitas OKB alias orang kaya baru yang gemar berbelanja secara berlebihan setiap kali mendapat rezeki nomplok. Lihatlah kondisi dua tahun terakhir, ketika belanja negara terus membengkak begitu penerimaan pajak melampaui target. Pada 2022, dari target Rp 1.485 triliun, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 1.716,8 triliun. Setahun kemudian, realisasi penerimaan kembali melampaui target, yaitu Rp 1.718 triliun sampai Rp 1.859,2 triliun. Kinerja positif dalam dua tahun tersebut didukung oleh booming harga komoditas ekspor, seperti batu bara, nikel, dan sawit.

Ketika mendapat rezeki nomplok, pemerintah dengan percaya diri meningkatkan target belanja negara dari Rp 2.714 triliun pada 2022 menjadi Rp 3.061 triliun pada 2023. Tahun lalu, realisasinya bahkan lebih besar, yaitu Rp 3.121,9 triliun. Pada tahun ini, pemerintah kembali meningkatkan alokasi belanja menjadi sebesar Rp 3.325,1 triliun. (Yetede)

ALIH KEPEMILIKAN PLTU : KEAMANAN PASOKAN LISTRIK JADI PERHATIAN

03 May 2024

Pemerintah mewanti-wanti agar proses akuisisi saham pembangkit listrik tenaga uap Paiton 7 dan 8 dari Mitsui & Co., Ltd. ke RATCH Group tidak mengganggu pasokan tenaga listrik yang selama ini berasal dari fasilitas tersebut. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku tidak bisa ikut campur lebih dalam mengenai proses alih kepemilikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Paiton 7 dan 8, karena menjadi ranah korporasi. Sekretaris Kementerian ESDM Dadan Kusdiana hanya mewanti-wanti agar proses tersebut jangan sampai memunculkan gangguan pasokan listrik. Musababnya, PLTU Paiton menjadi salah satu tulang punggung kelistrikan di jaringan Jawa, Madura, dan Bali atau Jamali. Mitsui & Co., Ltd. memang telah resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Paiton Energy, perusahaan yang mengoperasikan PLTU Paiton 7 dan 8 di Jawa Timur. 

Manajemen Mitsui mengatakan bahwa divestasi saham atas aset PLTU dengan kapasitas keseluruhan 2,045 megawatt (2,04 gigawatt) itu diselesaikan pada 30 April 2024, waktu Eropa. Mitsui melepas saham mayoritasnya, yakni 36,260% kepada RH International (Singapore) Corporation Pte. Ltd. atau RHIS, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan energi asal Thailand, RATCH Group Public Company Limited. Sisanya, 9,255% saham didivestasikan ke PT Medco Daya Energi Sentosa (MDES), anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh PT Medco Daya Abadi Lestari, serta pemegang saham Paiton existing PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC).

“Pada kuartal pertama, tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2025, kami akan mencatat laba sekitar 44 miliar yen setelah pajak secara konsolidasi, dan sekitar 81 miliar yen keuntungan setelah pajak secara non-konsolidasi,” tulis manajemen Mitsui lewat keterangan resmi, Kamis (2/5). Lewat divestasi tersebut, kapasitas terpasang aset pembangkit Mitsui bakal menjadi 9,6 GW, di mana sekitar 8% berasal dari pembangkit listrik berbasis batu bara, turun sekitar 8% dari periode yang berakhir Maret 2024. Sementara itu, pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) dari portofolio Mitsui menyumbang sekitar 32% atau naik 3% dari periode yang berakhir Maret 2024. Transaksi itu semula diharapkan dapat diselesaikan pada Maret 2024, setelah terpenuhinya beberapa persyaratan tertentu, termasuk persetujuan dari PT PLN (Persero) yang memiliki perjanjian jual beli tenaga listrik jangka panjang dengan Paiton Energy, dan juga dari pihak-pihak yang mendanai. 

Mitsui kemudian melaporkan kemajuan bahwa seluruh persyaratan divestasi telah terpenuhi pada 27 Juni 2023, dan penjualan saham diharapkan akan selesai pada Juli 2023. Namun, progres ini tak berjalan mulus seiring dengan Mitsui yang mengumumkan bahwa penyelesaian prosedur-prosedur tertentu membutuhkan waktu dan penyelesaian penjualan saham diperkirakan akan semakin tertunda. Surat yang ditandatangani oleh Chief Operating Offi cer of Infrastructure Projects Business Unit Mitsui Koichi Wakana itu pun secara tegas menekankan bahwa apabila tidak ada diskusi bersama dalam 30 hari sejak tanggal surat dikirim, Mitsui berhak untuk memulai proses arbitrase sesuai dengan perjanjian awal sponsor investasi Paiton. 

Di sisi lain, RATCH Group menyiapkan investasi sekitar US$590,67 juta untuk mengakuisisi 36,26% saham Mitsui. Chief Executive Offi cer of RATCH Group Public Company Limited Nitus Voraphonpiput mengatakan bahwa akuisisi saham Mitsui di Paiton itu bakal memperkuat komitmen jangka panjang perusahaan untuk mengembangkan bisnis di Indonesia. Sampai saat ini, RATCH memiliki kepemilikan di pembangkit listrik tenaga gas, batu bara, dan dua pembangkit listrik tenaga air di Indonesia, dengan kapasitas setrum gabungan sebesar 1.009,72 MW. “Perusahaan melihat Indonesia sebagai target investasi yang menjanjikan, dengan keyakinan akan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di sana,” ucapnya. Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa menyarankan pemerintah bersama dengan PLN untuk mencermati sejumlah keputusan yang mungkin dibuat pengelola baru PLTU Paiton 7 dan 8.

Meneropong Prospek Harga Komoditas RI

02 May 2024

Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia dan fenomena penguatan USD, Bank Dunia mengeluarkan laporan tentang prospek harga komoditas dunia, ada komoditas yang berpotensi memberi untung dan membuat bunting Indonesia. Dalam Commodity Markets Outlook Edisi April 2024 yang dirilis 25 April 2024, Bank Dunia menyebutkan, kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja. Konflik geopolitik, terutama Iran-Israel dan Rusia-Ukraina, berpotensi memicu kenaikan harga komoditas dunia. Namun, kenaikannya tidak setinggi saat pandemi Covid-19 dan kala pertama kali perang Rusia-Ukraina meledak. ”Di tengah masih melemahnya pertumbuhan ekonomi global, harga komoditas pada 2024 dan 2025 kemungkinan besar akan tetap lebih tinggi dibandingkan setengah dekade sebelum pandemi Covid-19,” kata Wakil Kepala Ekonom Bank Dunia Ayhan Kose melalui siaran pers.

Bank Dunia memperkirakan indeks harga komoditas dunia pada 2024 dan 2025 masing- masing 105,3 dan 101,6, lebih rendah dari indeks pada 2022 dan 2023 di 142,5 dan 108. Namun, indeks pada 2024 dan 2025 ini masih lebih tinggi dari indeks pada 2021 yang sebesar 100,9. Bank Dunia juga menyatakan, kendati harga komoditas tidak akan naik terlalu tinggi, dampaknya tetap berpotensi menahan laju penurunan inflasi global. Negara-negara yang bergantung pada komoditas impor juga bakal terbebani, apalagi di tengah tergerusnya nilai tukar mata uang lokal terhadap USD. Harga minyak mentah, misalnya, bakal bergantung pada skala konflik di Timur Tengah. Pada awal April 2024, harga minyak mentah Brent melonjak menjadi 91 USD per barel. Jika tidak ada gangguan pasokan akibat konflik, harga rerata minyak mentah itu diperkirakan 84 USD per barel pada 2024 dan 79 USD per barel pada 2025. Namun, jika konflik di Timur Tengah terus meningkat dan mengganggu pasokan minyak, harga reratanya bisa jadi 92 USD per barel pada 2024.

”Dalam skenario terburuk, harga minyak mentah bisa mencapai 102 USD per barel. Jika itu terjadi, inflasi global pada 2024 bisa meningkat 1 %,” sebut Bank Dunia dalam laporan itu. Indonesia sebagai negara importir minyak mentah bakal buntung apabila konflik di Timur Tengah semakin meruncing. Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, RI bakal di hadapkan pada dilema menaikkan atau mempertahankan harga BBM bersubsidi. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Fithra Faisal Hastiadi, mengatakan, jika pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, konsekuensinya adalah inflasi tinggi dan menggerus daya beli masyarakat. Sebaliknya, apabila harga BBM dipertahankan, anggaran subsidi energi bakal membengkak dan defisit fiskal semakin melebar. ”Apabila harga minyak mentah di kisaran 95-100 USD per barel atau di atas asumsi makro APBN, butuh Rp 50 triliun hingga Rp 100 triliun untuk tambahan subsidi BBM,” ujarnya. (Yoga)


Pembatasan Kuota Gas Ganggu Daya Saing Industri

02 May 2024

Pembatasan kuota Alokasi Gas Industri Tertentu (AGIT) sebesar 60-70% dan pembatasan pemakaian gas dengan  sistem kuota harian, mengganggu daya saing industri manufaktur. Ketua Umum Asosiasi Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menerangkan, kelancaran produksi industri  keramik nasional terganggu akibat gangguan suplai gas dari Perusahaan gas Negara (PGN). Dia menerangkan, mulai Februari 2024, BUMN tersebut memberlakukan kuota pemakaian gas alias AGIT dengan kisaran 60-70%. Untuk mempertahankan utilisasi  produksi serta komitmen penjualan Industri Keramik kepada pelanggan baik domestik  maupun eksport, mereka sangat terpaksa harus membayar mahal harga gas dengan US$ 15/mmbtu. "Akibatnya daya saing industri sangat terganggu dan kita kalah bersaing di pasar regional maupun internasional," ucap Edy. Kebijakan lain yang merugikan industri adalah PGN pada saat yang bersamaan mengeluarkan pembatasan pemakaian gas dengan sistem Kuota Harian. "Kebijakan tersebut membuat industri kesulitan untuk mengatur rencana produksi bahkan terpaksa harus mulai mengurangi beberapa lini produksi," kata dia. (Yetede)

Tujuh Bandara Terdampak Erupsi Gunung Ruang

02 May 2024

Erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan  Sitaro, Sulawesi Utara, pada Selasa (30/4) pukul 01.30 WITA, menyebabkan tujuh bandara di Sulawesi sempat ditutup sementara. Akibatnya puluhan penerbangan dari dan menuju bandara tersebut dibatalkan. Sekretaris Perusahaan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia  (Airnav Indonesia) Hermana Soegijantoro mengatakan pihaknya telah mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) atau informasi penerbangan terkait penutupan sementara tujuh bandara di sekitar wilayah Sulawesi. "AirNav Indonesia telah mengeluarkan NOTAM terkait penutupan sementara tujuh bandara di sekitar wilayah Sulawesi," kata Hermana. Langkah tersebut diambil sehubungan adanya erupsi Gunung Ruang yang sesuai dengan  informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dengan tinggi letusan  teramati kurang lebih 2.000 meter dan menyebar ke arah utara. (Yetede)

Anggaran Insentif Biodiesel B40 Terancam Seret

02 May 2024

Pemerintah berencana meningkatkan program biodiesel dari saat ini B35 menjadi B40. Uji coba menambah kadar bahan bakar nabati berbasis sawit menjadi 40 persen pada solar ini digelar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sejak tahun lalu. Presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, pun menjanjikan implementasi program tersebut hingga biodiesel B50 dalam kampanye mereka. Namun rencana ini dibayangi sejumlah hambatan.

Program biodiesel merupakan upaya pemerintah mengurangi konsumsi bahan bakar minyak atau BBM sekaligus emisi kendaraan. Sayangnya, produk ini belum bisa bersaing dengan solar. Ada biaya tambahan dari bahan baku, yaitu molekul minyak sawit, fatty acid methyl ester (FAME), yang membuat harganya menjadi lebih mahal. Pemerintah memutuskan memberikan insentif kepada produsen biodiesel dengan menutup selisih antara biaya produksi dan harga jual untuk memastikan stok terjaga. Dananya berasal dari pungutan ekspor sawit yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS.

Sepanjang 2023, badan ini menggelontorkan dana sebesar Rp 18,32 triliun untuk membayar insentif biodiesel. BPDPKS menutup selisih biaya penyaluran biodiesel sebanyak 12,2 juta kiloliter. Dengan target pemerintah menyalurkan biodiesel sebanyak 13,4 juta kiloliter pada tahun ini, Kepala BPDPKS Eddy Abdurrachman memperkirakan kebutuhan insentif melonjak. "Berdasarkan perkiraan kami, insentifnya sekitar Rp 28 triliun," ujarnya kepada Tempo, kemarin. Selain karena kenaikan volume, besarnya insentif akan dipengaruhi disparitas harga biodiesel dan solar. Pada awal tahun ini, selisihnya tampak melebar. Sebagai gambaran, selisih harga pada Januari 2023 berada di level Rp 715 per liter, sementara pada Januari 2024 mencapai Rp 1.382 per liter. (Yetede)

Harga Batubara Bikin Hitam Kinerja

02 May 2024

Kinerja PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) diproyeksi masih tertekan untuk tahun 2024. Tekanan pada harga batubara menjadi pemberat utama. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, kinerja ITMG diperkirakan akan turun dibandingkan pencapaian di tahun 2023. Proyeksi itu sejalan dengan ekspektasi penurunan rata-rata harga jual alias average selling price (ASP) batubara. Tahun lalu ASP batubara ITMG sebesar US$ 113,1 per ton. "Terjadi lagi jika penguatan harga batubara saat ini lebih sentimen sesaat," ujarnya, Selasa (30/4). Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan berpandangan, harga batubara di pasar global sudah mencapai level keseimbangannya sehingga cenderung mendatar seiring peningkatan penggunaan PLTU di China dan India. 

Selain itu, tingkat cadangan energi Tiongkok dan India relatif di posisi aman. Di tahun 2023, produksi batubara China mencapai 4,6 miliar metrik ton, tumbuh 2,9% yoy. Alhasil, kedua negara konsumen batubara terbesar itu berpotensi untuk mengurangi volume impor di tahun 2024. "Sehingga ASP ITMG saya perkirakan dalam rentang US$ 110–US$ 120 per ton," kata Felix. Menurut Felix, katalis pendukung dari ITMG tahun ini adalah dari kenaikan produksi. Perseroan ini menargetkan produksi di kisaran 19,5 juta ton - 20,2 juta ton, didukung beroperasinya tambang Graha Panca Karsa dan Tepian Indah Sukses yang ditargetkan masing-masing memproduksi hingga 1 juta ton dan 0,4 juta ton batubara. 

Untuk mendukung target itu, ITMG menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar US$ 96,5 juta, naik dari realisasi 2023 sebesar US$ 45,1 juta di 2023. Untuk volume penjualan, perseroan ini menargetkan 24,9 juta ton 25,6 juta ton di tahun 2024. Adapun penjualan dengan skema harga sebanyak 39% telah ditetapkan, 6% mengikuti indeks harga batubara, dan 55% selebihnya belum terjual. Head of Equity Research BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan menaikkan estimasi laba bersih ITMG di 2024 sebesar 31%, seiring dengan penyesuaian asumsi volume penjualan. Erindra juga mempertahankan asumsi rata-rata harga jual ITMG di 2024 sebesar US$ 87 per ton. Sementara Felix memperkirakan pendapatan ITMG sebesar US$ 2,10 miliar. Sementara laba bersih diprediksi mencapai US$ 363 miliar.

DAMPAK EL NINO : Menjaga Ketahanan Pasokan Listrik

02 May 2024

Adi Lumakso, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, mengatakan bahwa tantangan kelistrikan di kawasan Sulawesi bagian selatan makin kuat seiring dengan permintaan tenaga listrik pada awal tahun ini yang sebesar 6,73 gigawatt (GW). PLN memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan pasokan tenaga listrik di wilayah tersebut saat kemarau sebagai dampak dari El Nino terjadi. “Kami berpijak kepada pengalaman, dan untuk itu kami perlu koordinasi benar-benar strategi, baik itu pembangkitan maupun transmisi itu pengaturannya seperti apa,” katanya, Rabu (1/5). 

Musim kemarau yang disebabkan oleh El Nino memang kerap menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh masyarakat di Sulawesi Bagian Selatan. Fenomena alam tersebut dapat berakibat pada penurunan debit air di pembangkit listrik tenaga air (PLTA), salah satu sumber energi listrik utama di Sulawesi bagian selatan. “Ketika terjadi El Nino atau musim kemarau, PLN harus berjaga-jaga mitigasinya seperti apa,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu. Sampai dengan Maret 2024, energi pembangkitan listrik di wilayah tersebut terdiri atas batu bara sebesar 50,89%, gas 11,02%, air 29,40%, angin 2,26%, dan bahan bakar minyak sebesar 6,43%.