;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

GEJOLAK KURS RUPIAH : WANTI-WANTI SUBSIDI ENERGI

29 Apr 2024

Empat bulan pertama tahun ini, perjalanan perekonomian di dalam negeri dibayangi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Tak pelak, situasi tersebut membuat pengelolaan anggaran negara, utamanya pos subsidi energi, makin menantang. Bicara saat konferensi pers bulanan APBN Kita periode April 2024, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata tak menyinggung banyak perihal subsidi energi yang berpotensi tambah gemuk menyusul melemahnya rupiah. Isa sekadar menjelaskan kebijakan yang sifatnya normatif yakni mengikuti perkembangan yang terjadi, baik itu dari sisi pegerakan nilai tukar dan harga patokan minyak atau Indonesia Crude Price (ICP). “Kami tidak melakukan ear marking [mengalokasikan anggaran]. Tetapi pendapatan migas [minyak dan gas] juga akan ada peningkatan kalau kurs dan ICP meningkat. Ini bisa menjadi keleluasaan untuk melonggarkan anggaran untuk subsidi,” ujar Isa sembari menyatakan penyesuaian anggaran subsidi energi menjadi kebijakan menteri keuangan. Saat pelemahan rupiah, kebijakan subsidi energi memang paling menyita perhatian berbagai kalangan. 

Saat nilai tukar rupiah makin melemah dan harga minyak dunia meningkat, hal tersebut dapat memengaruhi pos anggaran subsidi. Sebaliknya, jika memilih kebijakan menambal anggaran, tentu saja bakal memengaruhi pos belanja negara lainnya. Mengutip Nota Keuangan APBN 2024, pos subsidi energi pada tahun ini dipatok senilai Rp185,88 triliun, tak jauh berbeda dengan outlook APBN 2023 senilai Rp185,36 triliun. Porsi belanja subsidi energi itu mencakup sekitar 8% dari total belanja pemerintah pusat yang diproyeksikan menyentuh Rp2.446,54 triliun pada 2024. Sepanjang tahun ini, nilai tukar rupiah melemah mendekati 5% dari posisi Rp15.516 per dolar AS pada 2 Januari 2024, menuju ke level Rp16.289 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, 26 April 2024. Pengaruh pelemahan rupiah sejatinya tidak hanya menyangkut subsidi energi. Dalam Nota Keuangan disebutkan sensitivitas nilai tukar memengaruhi a.l. penerimaan yang terkait dengan aktivitas perdagangan internasional, seperti PPh Pasal 22 impor, pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) impor, bea masuk, dan bea keluar.

Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, menguatnya dolar AS secara luas menjadi penyebab anjloknya nilai tukar rupiah. “Indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama [DXY] menguat tajam mencapai level tertinggi 106,25 pada tanggal 16 April 2024 atau mengalami apresiasi 4,86% dibandingkan dengan level akhir tahun 2023,” ujar Perry saat Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan April 2024, Rabu (24/4). Dalam Rapat Dewan Gubernur tersebut, BI menempuh kebijakan dengan mengerek suku bunga acuan atau BI Rate dari level 6% menjadi 6,25%. Pelemahan nilai tukar yang melampaui asumsi kurs yang dipatok di APBN 2024, menjadi sorotan Komisi XI DPR.Wakil Ketua Komisi XI Amir Uskara menilai perlu adanya penanganan yang intensif agar pertumbuhan ekonomi di Indonesia tetap dalam kondisi aman.

Pihaknya mendorong Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia segera merespons pelemahan rupiah serta segera mengantisipasi potensi anjloknya nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp16.000 per dolar AS. Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diharapkan bisa melonggarkan aturan dalam pemberian kredit. Terutama kebijakan kredit tanpa jaminan harus diperluas untuk sektor-sektor produktif usaha kecil menengah rakyat (UMKM)Belum lagi konfl ik antara Iran dan Israel langsung memicu gejolak di seluruh dunia, termasuk di Tanah Air. Sementara itu, Anggota Komisi XI dari Partai Golkar Puteri Komarudin meminta pemerintah melakukan serangkaian uji daya tahan atau stress test untuk mengukur dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap nilai tukar rupiah beserta efeknya bagi APBN, khususnya di pos belanja subsidi energi.

PROGRAM B35 : Ongkos Tinggi Bahan Bakar Nabati

29 Apr 2024

Peningkatan harga indeks pasar biodiesel di Tanah Air membuat anggaran yang dikeluarkan untuk insentif B35 pada tahun ini membengkak. Hal itu melengkapi tren konsumsi bahan bakar minyak itu yang terus meningkat. Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan, peningkatan harga indeks pasar atau HIP biodiesel membuat selisihnya dengan HIP Solar makin melebar. Hal itu berujung kepada insentif yang harus dikeluarkan pada tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan 2023. 

Untuk diketahui, disparitas HIP biodiesel dan Solar sepanjang Januari, Februari, dan Maret 2023 masing-masing berada di level Rp715 per liter, Rp471 per liter, dan 1.626 per liter. Sementara itu, selisih HIP pada periode yang sama tahun ini sebesar Rp1.382 per liter pada Januari, Rp1.724 per liter pada Februari, dan Rp1.251 per liter pada Maret. Volume realisasi penyaluran biodiesel B35 pada kuartal I/2024 juga tercatat mencapai 2,86 juta kiloliter atau 21,37% dari kuota yang ditetapkan sebesar 13,41 juta kiloliter untuk sepanjang 2024. Adapun, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memproyeksikan kebutuhan dana insentif biodiesel untuk program B35 pada tahun ini bakal menembus angka Rp28,5 triliun. 

Proyeksi itu naik 55,56% dari realisasi penyaluran insentif program B35 sepanjang 2023 yang senilai Rp18,32 triliun. Saat itu, badan pengelola dana sawit tersebut berhasil menghimpun pungutan ekspor sebesar Rp32,29 triliun. Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menjelaskan bahwa pihaknya bakal terus memastikan penyaluran bahan bakar nabati itu tetap terjaga di tengah tren peningkatan konsumsi pada tahun ini. Wakil Ketua Koordinator Strategis Tim Kampanye Nasional Eddy Soeparno mengatakan bakal mengkaji ulang soal komitmen pasokan bahan baku untuk biodiesel dan bioetanol dari produsen minyak sawit dan tebu. “Meskipun di seluruh dunia pemanfaatan biodiesel itu maksimal B35, bukan berarti tidak bisa dilakukan untuk peningkatan menjadi B40 dan B50,” katanya.

Kontroversi Padi Cina di Lahan Gambut 1 Juta Hektare

27 Apr 2024
PETA pengembangan pelbagai varietas padi di Indonesia periode 1987-2017 terpampang dalam selebaran yang diperlihatkan Yudhistira Nugraha. Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu mengatakan beberapa hasil penelitian institusinya ihwal varietas padi akan dipublikasikan dalam waktu dekat. “Distribusi varietas lokal yang ditanam petani relatif stabil dari tahun ke tahun,” katanya kepada Tempo, Rabu, 24 April lalu. 

Distribusi varietas padi yang dimaksudkan Yudhistira adalah beragam benih padi yang ada di Indonesia. Dari padi lokal, padi unggul atau inbrida, hingga padi hibrida. Dalam kurun waktu tiga dekade tersebut, sebanyak 15-20 persen varietas lokal tersebar di seluruh Nusantara. Di antaranya Genjah Arum, Siam, Andel Jaran, Gropak Kulon Progo, Indramayu, dan Pelang Abang. Selebihnya adalah varietas inbrida, seperti IR-64, Ciherang, Mekongga, Cilamaya, Ciliwung, dan Memberamo. Adapun varietas hibrida nyaris tidak ada.

Dia tak menunjukkan total luasan sawah padi secara keseluruhan. Mantan peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian itu hanya menggambarkan mayoritas daerah di luar Pulau Jawa masih mengandalkan benih lokal. Misalnya di Kalimantan—dengan karakteristik lahan gambut dan rawa—membutuhkan padi seperti Siam yang mampu beradaptasi pada lahan asam.

Karena itu Yudhistira mengaku heran ketika Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menyatakan bakal menyiapkan lahan 1 juta hektare sawah untuk ditanami jenis padi hibrida di Kalimantan Tengah. Menurut rencana, pemerintah akan membangun kerja sama dengan Cina untuk transfer teknologi dan benih hibrida. Program ini disampaikan seusai pertemuan ke-4 High Level Dialogue and Cooperation Mechanism (HDCM) Indonesia-Cina di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada pekan lalu. (Yetede)

BAHAN BAKAR NABATI : KETERSEDIAAN BAHAN BAKU JADI TANTANGAN

26 Apr 2024

Problem pasokan bahan baku menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan untuk mendukung target ambisius Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam hal pemanfaatan bahan bakar nabati di dalam negeri. Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mematok target cukup tinggi untuk pemanfaatan biodiesel dan etanol dalam bahan bakar minyak (BBM), yakni B50 dan E10 pada 2029. Persoalan pasokan bahan baku dari hulu, penyediaan lahan, hingga kesinambungan pasarnya pun terus dibahas oleh tim pasangan tersebut. Wakil Ketua Koordinator Strategis Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran Eddy Soeparno mengatakan bakal mengkaji ulang soal komitmen pasokan bahan baku untuk biodiesel dan bioetanol dari produsen minyak sawit dan tebu. Harapannya, komitmen pasokan bahan bakar nabati dapat ditambah seiring dengan upaya akselerasi persentase bauran energi baru terbarukan (EBT) dalam BBM. Di sisi lain, pemerintahan baru bakal mendorong PT Pertamina (Persero) untuk berinvestasi pada pembangunan fasilitas pengolahan biofuel yang saat ini masih relatif terbatas dari sisi kapasitas produksi.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan stok minimal minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk menopang program biodiesel B40 sekitar 17,57 juta kiloliter. Hitung-hitungan itu berasal dari asumsi kebutuhan Solar pada 2024 sebesar 38,04 juta kiloliter. Apabila ditambah dengan asumsi pertumbuhan rerata produk domestik bruto (PDB) sebesar 5%, maka penyaluran B40 memerlukan stok CPO domestik sekitar 17,57 juta kiloliter atau sekitar 15,29 juta ton CPO. “Saat ini sedang dilakukan kajian lanjutan terkait dengan uji penggunaan B40 untuk sektor nonotomotif, di mana pengujian ini direncanakan selesai pada akhir 2024,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana kepada Bisnis, Kamis (25/4). Di sisi lain, terjadi tren dari segi konsumsi untuk realisasi penyaluran biodiesel B35 pada awal 2024 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dadan memperkirakan tren pertumbuhan konsumsi ini bakal tetap tumbuh hingga pertengahan tahun nanti. Untuk volume realisasi penyaluran biodiesel B35 pada kuartal pertama 2024 mencapai 2,86 juta kiloliter atau 21,37% dari kuota yang ditetapkan sebesar 13,41 juta kiloliter saat ini. Sementara itu, realisasi penyaluran biodiesel B35 pada periode yang sama tahun sebelumnya 2,55 juta kiloliter.

Sementara itu, Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) masih menunggu arah kebijakan dari Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ihwal peningkatan persentase bauran biodiesel dan bioetanol hingga 2029. Lewat lembar visi-misi yang disampaikan kepada publik, Prabowo-Gibran menargetkan program bauran Solar dengan minyak sawit dapat mencapai 50% atau B50 pada 2029. Selain itu, bauran BBM jenis bensin dengan bioetanol ditargetkan mencapai 10% atau E10 pada tahun yang sama. Sekretaris Jenderal Aprobi Ernest Gunawan mengatakan bahwa asosiasinya berkomitmen untuk mendukung program pemerintahan yang baru nantinya lewat peningkatan peran biofuel dalam bauran energi nasional. Saat ini, kata Ernest, asosiasi bersama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait masih dalam proses uji jalan untuk sektor kereta api.

ENERGI BARU TERBARUKAN : Dampak Berganda Ekspansi OASA

26 Apr 2024

Direktur Utama OASA Bobby Gafur Umar mengatakan, ekspansi tersebut bakal melibatkan lembaga desa dan pertanian untuk menjamin pasokan bahan baku biomassa, berupa limbah pertanian, kehutanan, dan perkebunan. “Ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan usaha biomassa yang produktif dan bermanfaat bagi kedua pihak, masyarakat Blora dan OASA, serta didukung penuh oleh Bupati Blora,” katanya melalui keterangan resmi, Kamis (25/4). Pada tahap pertama, kapasitas industri biomassa di Blora akan mencapai 5.000 ton per bulan, dan terus dikembangkan hingga 15.000 ton per bulan. Targetnya, fasilitas di daerah tersebut bisa mencapai 60.000 ton per tahun pada tahap pertama, dan terus naik hingga 180.000 ton per tahun. Nantinya, pabrik biomassa dengan kebutuhan investasi sekitar US$100 juta tersebut akan menghasilkan wood chip sebagai bahan co-firing untuk PLTU Rembang. Dalam aksi korporasi tersebut, OASA juga menggandeng gabungan kelompok tani dan koperasi untuk menanam kembali lahan yang tanamannya dimanfaatkan untuk memproduksi wood chip sebagai bahan baku biomassa. 

Misalnya di Pulau Bangka, penebangan pohon dan tanaman-tanaman untuk keperluan bahan baku biomassa telah dilakukan secara konsisten dengan melibatkan petani, dan penanaman kembali, sebagai bagian dari penghijauan, serta menjaga keberlanjutan usaha. Blora sendiri merupakan salah satu daerah yang menyimpan potensi besar dalam pengembangan usaha berbasis biomassa di Jawa Tengah. Dari potensi tersebut, OASA juga sudah mulai juga menyusun rencana pengembangan bisnis Bio-CNG dari limbah pertanian. Pabrik yang ditargetkan rampung pada 2025 itu nantinya akan menghasilkan 5 MMscfd Bio-CNG per hari, dan diekspor ke Jepang. Kebutuhan biomassa untuk co-firing PLTU sendiri sebenarnya masih cukup besar, karena pada tahun lalu capaiannya baru sebanyak 1 juta ton dari kebutuhan 10,2 juta ton yang direncanakan hingga 2025.

Menimbang Keanggotaan Indonesia di WTO

25 Apr 2024
HARGA SEBAGIAN besar pangan pokok strategis masih belum stabil. Harga beras bahkan sempat naik sebesar 20 persen hanya dalam kurun waktu satu tahun. Situasi ini tak kunjung membaik meski impor beras dilakukan dalam waktu tiga tahun berturut-turut.  Arus impor pangan yang cukup deras ini terjadi sejak lama. Kondisi ini terjadi sejak penandatanganan letter of intend antara pemerintah dan Dana Moneter Internasional (IMF). Hal ini mendorong Indonesia membuka pasar pangan dari luar negeri. Akibatnya, komoditas seperti beras, tepung gandum, gula, bawang putih, kedelai, hingga daging sapi pun dapat masuk dengan mudah. Praktik ini lazim dilakukan oleh negara-negara anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Sejak pendirian WTO, organisasi ini hadir untuk mereformasi tata kelola perdagangan dunia, yang sebelumnya hanya dijalankan General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) sejak 1948. GATT dan WTO sama-sama memiliki prinsip liberalisasi, deregulasi, dan privatisasi. Walaupun bukan bagian dari kelembagaan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), prinsip itu menjadikan WTO sebagai organisasi perdagangan multilateral terbesar di dunia yang bertujuan menciptakan perdagangan bebas antar-negara.

Indonesia sendiri telah turut serta dalam persetujuan awal untuk membentuk WTO pada 1994 saat pertemuan di Marrakesh, Maroko. Keanggotaan Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia. Paling tidak saat itu terdapat dua pertimbangan Indonesia bersedia menjadi anggota WTO.  Pertama, membuka peluang pasar internasional yang lebih luas. Adapun pertimbangan kedua adalah demi mendapatkan kerangka perdagangan multilateral yang lebih baik. Secara garis besar, kedua pertimbangan tersebut memiliki pengaruh besar dalam berbagai kebijakan nasional selama ini. (Yetede)

PENGELOLAAN MADURA STRAITS PSC : CERMAT MENILIK POTENSI MIGAS NASIONAL

25 Apr 2024

Kinclongnya potensi minyak dan gas bumi di Madura Straits PSC tidak membuat kontraktor kontrak kerja sama Husky-CNOOC Madura Limited buru-buru mengajukan perpanjangan kontrak untuk mengelola wilayah kerja tersebut. Husky-CNOOC Madura Limited atau HCML awalnya berencana mengajukan perpanjangan kontrak pada awal tahun ini kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Hanya saja, hingga kini rencana tersebut tidak kunjung terlaksana, karena berbagai alasan. VP Operations HCML Perkasa Sinagabariang mengatakan bahwa pihaknya masih membicarakan perpanjangan kontrak di Madura Straits PSC dengan para pemangku kepentingan di internal perusahaan. Dalam kesempatan berbeda, Perkasa sempat menjelaskan bahwa permohonan perpanjangan kontrak yang diajukan perusahaan bakal berisi rencana eksplorasi lanjutan untuk menambah cadangan HCML selepas konsesi berakhir pada 2032. Saat kontrak berakhir nantinya, potensi sumber daya gas Madura Straits PSC hanya tinggal seperempat dari hitung-hitungan saat ini yang berada di level 2 triliun kaki kubik (TCF).

Sebagai informasi, produksi puncak sales gas HCML saat ini sebesar 250 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd), dan merupakan yang terbesar di Jawa Timur hingga Jawa Tengah. “Dari tiga lapangan HCML, yakni lapangan BD, 2M , dan MAC, KKKS HCML menjadi produsen gas terbesar, secara persentase produksinya mencapai 30% dari total produksi gas di wilayah Jawa Timur,” ucapnya. Lewat rencana pengembangan jangka panjang atau long term plan (LTP) HCML, Madura Straits diproyeksikan dapat menyentuh produksi gas puncak pada 2027 dengan kapasitas hampir mendekati 600 MMscfd. Di sisi lain, SKK Migas mengaku tengah menantikan permohonan perpanjangan kontrak Madura Straits PSC dari HCML.

Hudi menuturkan bahwa potensi cadangan minyak dan gas (migas) dari blok yang dikelola HCML saat ini terbilang prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut. “Berdasarkan laporan KKKS status 1 Januari 2023, potensi cadangan minyak sekitar 6 juta stok barel , dan gas sekitar 1.200 miliar standar kaki kubik ,” ucapnya. Adapun, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) mengidentifikasi Madura Straits PSC sebagai salah satu potensi yang terbilang prospektif untuk dieksplorasi lebih lanjut. Ketua IAGI STJ Budi Santoso mengatakan bahwa prospek yang masih terbilang terbuka di Madura Straits PSC berkaitan dengan kandungan minyak di dalamnya. Alasannya, kata Budi, beberapa lapangan minyak telah beroperasi di wilayah tersebut. Operasi Madura Straits PSC saat ini di bawah pengelolaan HCML yang 40% sahamnya dimiliki oleh Husky Oil Madura Partnership, 40% dikuasai oleh CNOOC Southeast Asia Limited, dan 20% sisanya dimiliki oleh SMS Development Limited. Husky Oil Madura Partnership adalah anak perusahaan dari Husky Energy Ltd., sebuah perusahaan energi terintegrasi yang berbasis di Kanada, yang beroperasi di Amerika Serikat dan kawasan Asia Pasifik.

LIFTING MIGAS : OPTIMALISASI PELUANG PRODUKSI

24 Apr 2024

Proyek Forel Bronang menjadi salah satu prioritas otoritas hulu minyak dan gas bumi nasional untuk bisa onstream pada tahun ini agar bisa mengejar target lifting yang ditetapkan sebanyak 635.000 barel minyak per hari dan 5.785 MMscfd gas. Proyek Forel dan Bronang yang dikelola oleh Medco E&P Natuna Ltd. memiliki peran penting dalam pencapaian hulu migas nasional pada tahun ini. Musababnya, produksi minyak dari proyek itu menjadi yang terbesar dibandingkan dengan 14 proyek lain yang direncanakan onstream tahun ini, yakni 10.000 barel per hari (bph). Gas yang bakal dihasilkan dari Forel dan Bronang pun menjadi yang terbesar, yakni 43 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Bahkan, hampir setengah investasi yang diperlukan untuk 15 proyek yang diproyeksi onstream tahun ini mengalir ke Proyek Forel Bronang. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pun mengaku terus berupaya memastikan agar Proyek Forel dan Bronang bisa onstream atau berproduksi pada Oktober tahun ini. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi Suryodipuro mengatakan bahwa kedua proyek garapan Medco itu menjadi andalan pemerintah untuk menaikan torehan lifting migas nasional pada paruh kedua tahun ini.

Untuk diketahui, tahun ini SKK Migas memiliki 15 proyek di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan yang ditargetkan bisa onstream pada tahun ini. 15 proyek tersebut diproyeksi bisa menambah produksi 41.922 bph, dan 207 MMscfd gas. Investasi yang dibutuhkan untuk merampungkan 15 proyek tersebut mencapai US$506,1 juta. Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menilai pemerintah perlu membuat perencanaan dan target onstream lapangan migas yang lebih baik di tengah mundurnya jadwal produksi lapangan migas yang disampaikan oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) beberapa waktu terakhir. Menurutnya, pemerintah juga perlu mempertimbangkan sejumlah faktor yang menjadi kendala KKKS dalam mengembangkan suatu kontrak blok migas saat ini secara lebih komprehensif.

Untuk mencapai target lifting nasional, pemerintah juga melakukan beragam upaya agar produksi migas KKKS bisa optimal. Salah satunya adalah meminta optimalisasi potensi yang ada di sejumlah lapangan migas, meski sudah masuk kategori tua. Misalnya saja Pertamina Hulu Energi yang diminta untuk mengoptimalkan potensi Wilayah Kerja Offshore North West Java agar bisa berkontribusi lebih baik dalam pencapaian lifting nasional. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa pemerintah dan Pertamina Hulu Energi telah sepakat untuk mempercepat pengembangan Lapangan GQX Complex agar bisa kembali berproduksi. Arifin menjelaskan bahwa pengembangan GQX Complex harus dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi waktu yang baik, karena potensinya cukup besar. Selain itu, kontraktor kontrak kerja sama juga mempercepat proyek pengembangan dan optimalisasi pemanfaatan floating storage and offloading (FSO).

HARGA BATU BARA ACUAN : MOMENTUM KEMBALI MENGUAT

24 Apr 2024

Harga batu bara kembali mendapatkan momentum untuk kembali bangkit setelah sempat terperosok cukup dalam pada Maret 2024. Meningkatnya permintaan komoditas itu di pasar global dalam 2 bulan terakhir menjadi pemicu utama. Pemerintah menetapkan harga batu bara acuan dalam kesetaraan nilai kalor 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 12,26%, total sulfur 0,66%, dan ash 7,94 untuk periode April 2024 ditetapkan US$121,13 per ton. Angka itu melonjak cukup tajam dibandingkan dengan harga pada bulan sebelumnya yang senilai US$109,77 per ton. Meski begitu, harga batu bara acuan pada April tahun ini masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2023 yang mencapai US$265,26 per ton. Asosiasi Pertambangan Indonesia (API) menilai peningkatan harga batu bara acuan pada bulan ini disebabkan oleh peningkatan permintaan komoditas tersebut di pasar global beberapa waktu belakangan. Alasannya, harga batu bara acuan saat ini menggunakan formulasi yang memerhatikan kondisi dalam 2 bulan terakhir. “Kenaikan harga batu bara acuan pada April merupakan representasi harga dalam periode 2 bulan terakhir yang dipicu antara lain oleh demand sedikit meningkat,” kata Direktur Eksekutif API Hendra Sinadia saat dihubungi Bisnis, Selasa (23/4). Kelebihan pasokan batu bara di pasar global menjadi salah satu penyebab industri batu bara di pasar global terus dirundung kelesuan. Terlebih, saat ini juga muncul sentimen baru dari rencana produksi batu bara yang terbilang tinggi hingga beberapa waktu mendatang.

Untuk diketahui, selain menetapkan harga batu bara acuan dengan kesetaraan nilai kalor 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 12,26%, total sulfur 0,66%, pemerintah juga mematok harga ‘emas hitam’ dengan tiga kategori berbeda. Pertama, harga batu bara acuan I dengan kesetaraan nilai kalor 5.300 kcal/kg GAR, total moisture 21,32% total sulfur 0,75%, dan ash 6,04% senilai US$86,93 per ton. Kedua, harga batu bara acuan II dengan kesetaraan nilai kalor 4.100 kcal/kg GAR, total moisture 35,73%, total sulfur 0,23% dan ash 3,90% ditetapkan US$57,17 per ton. Ketiga, harga batu bara acuan III untuk kesetaraan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR, total moisture 44,30%, total sulfur 0,24% dan ash 3,88% seharga US$36,32 per ton. Niko Chandra, Corporate Secretary PTBA, mengatakan bahwa perusahaan bakal mengoptimalkan potensi dalam negeri, sekaligus mencari pe­luang ekspor ke sejumlah negara dengan prospek pertumbuhan yang tinggi sebagai langkah pengembangan pasar. Dari sisi permintaan, kata dia, tren permintaan batu bara masih mengalami penurunan. RMKE pun memperkirakan penurunan tersebut akan terjadi pada 1—2 bulan ke depan, lalu setelahnya akan ada kenaikan yang cukup signifikan, bergantung kepada perang dan kondisi geopolitik terkini. Vincent melanjutkan, saat ini RMKE cukup terbantu dengan pelemahan nilai tukar rupiah, terutama untuk penjualan ekspor. Apalagi, 75% penjualan perusahaan saat ini ditujukan untuk pasar ekspor.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeklaim eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah tidak memberikan efek signifikan terhadap pergerakan harga batu bara acuan. Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara Irwandy Arif mengatakan bahwa dampak dari ketegangan di Timur Tengah hingga kini lebih banyak dirasakan oleh komoditas minyak. Di sisi lain, China disebut-sebut sudah tidak begitu berminat terhadap batu bara asal Rusia, karena persoalan bea impor dan persoalan logistik. Konsumen batu bara terbesar di Asia itu pun mulai mencari sumber baru dengan harapan mendapatkan harga lebih murah. Dalam sebuah catatan Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batu Bara China juga menyoroti kenaikan tarif kereta api Rusia di tengah keterbatasan kapasitas. Hal itu memperburuk persoalan yang muncul dari tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan barang dari Rusia. Penjualan Rusia ke China sempat meningkat tajam tahun lalu hingga mencapai 100 juta ton, menjadikan negara tersebut sebagai pemasok nomor dua bagi mitra strategisnya di saat impor China melonjak.

PENGEMBANGAN SPKLU : Optimasi Infrastruktur Kelistrikan

24 Apr 2024

PT PLN (Persero) mengoptimalkan infrastruktur kelistrikan yang sudah ada untuk meningkatkan penetrasi fasilitas pengisian kendaraan listrik guna mempercepat ekosistem electric vehicle atau EV di Tanah Air. Tahun ini, PLN menargetkan mampu memasang 2.000 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di tiang listrik yang sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dengan begitu, problem lahan yang kerap mengadang pengembangan infrastruktur di dalam negeri bisa teratasi. “Tahun ini kami akan menambah lagi 2.000 SPKLU yang akan kami pasang di tiang listrik, baik itu ditanam pada tiang besi atau ditempel pada tiang beton,” kata Direktur Retail dan Niaga PLN Edi Srimulyanti, Selasa (23/4). 

Hanya saja, kata Edi, PLN tetap bakal mempertimbangkan besaran daya pada tiang listrik dan ketersediaan lahan untuk parkir saat memilih titik mana saja yang nantinya bakal ‘ditempel’ dengan SPKLU. Ekosistem kendaraan listrik di Indonesia sendiri terus melesat. Hal tersebut terlihat dari transaksi penggunaan SPKLU pada Lebaran tahun ini meningkat lima kali lipat dibandingkan dengan periode serupa tahun lalu. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo pun mengakui transaksi penggunaan SPKLU pada periode arus mudik dan balik Lebaran tahun ini meningkat tajam. PLN mencatat, jumlah transaksi di SPKLU melonjak menjadi 4.500 transaksi pada periode Lebaran tahun ini, dari 906 transaksi pada periode Idulfitri 2023.