;

Indonesia Berpotensi Defisit Beras Lagi pada Juni 2024

Lingkungan Hidup Yoga 30 Apr 2024 Kompas
Indonesia Berpotensi Defisit
Beras Lagi pada Juni 2024

BPS memperkirakan neraca produksi dan konsumsi beras nasional pada Juni 2024 akan defisit lagi setelah pada Maret, April, dan Mei 2024 surplus. Pemerintah perlu mewaspadainya dan mengoptimalkan serapan gabah atau beras untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP). Kendati begitu, Bapanas menjamin stok beras hingga akhir tahun ini aman, yakni 10,09 juta ton. Namun, stok sebesar itu baru dapat terpenuhi jika produksi dan impor beras sesuai dengan perkiraan dan perencanaan. Hal itu mengemuka dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Senin (29/4). Rapat yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian itu dihadiri perwakilan pemda dan sejumlah pemangku kepentingan pangan.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, harga beras terus turun seiring panen raya padi pada Maret-April 2024. Per pekan keempat April 2024, harga rerata nasional berbagai jenis beras Rp 15.667 per kg atau turun 2,41 % dibandingkan Maret 2024. Penurunan harga beras tersebut diperkirakan terus berlanjut hingga Mei 2024 lantaran neraca produksi dan konsumsi beras bulan itu masih surplus. ”Namun, pada Juni 2024, neraca tersebut berpotensi defisit karena produksi beras diperkirakan turun. Pemerintah perlu mewaspadai dan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi karena harga beras bisa naik lagi,” ujarnya. BPS memperkirakan pada Juni 2024, defisit beras berpotensi terjadi lagi, yakni 0,45 juta ton, lantaran produksi padi berupa gabah kering giling (GKG) pascapanen raya semakin turun, dari 5,54 juta ton pada Mei 2024 menjadi 3,68 juta ton pada Juni 2024. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :