;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Aksi Profit Taking Bikin Harga Emas Terkoreksi Jangka Pendek

10 Jul 2024
Harga emas diperkirakan akan koreksi jangka pendek. Pasar menantikan kesaksian Presiden The Federal Reserve Jerome Powell dan data inflasi Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg, emas spot berada di US$ 2.364,6 per ons troi pada Selasa (9/7), naik tipis 0,08% dari sehari sebelumnya. Dalam sepekan menguat sekitar 1,59% dan sebulan terakhir naik 2,49%. Analis Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer mengatakan, setelah kenaikan ini, harga emas kemungkinan akan turun dalam jangka pendek. Analisis candlestick memperkuat prediksinya dengan menunjukkan pola-pola yang mengisyaratkan tekanan jual dalam waktu dekat. Saat ini investor menunggu lebih banyak isyarat tentang suku bunga AS dari kesaksian Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Kemudian, data inflasi utama yang akan dirilis minggu ini. Analis Pasar Mata Uang, Lukman Leong mengatakan, saat ini Investor tengah melakukan aksi profit taking. Investor juga mengantisipasi pidato Powell serta data inflasi AS minggu ini. Dia menilai, jika pemangkasan suku bunga the Fed tetap dilakukan sebesar 25 basis poin di bulan September,maka harga emas akan kembali naik. Fischer memproyeksi, harga emas global akan berada di kisaran US$ 2.550-US$ 2.600 per ons troi pada akhir 2024.

Mencermati Efek Transisi Energi

10 Jul 2024

Daya gebrak ekosistem pemanfaatan energi ramah lingkungan makin kencang. Tren transisi energi ini diproyeksikan bakal menggeser dominasi industri hulu minyak dan gas bumi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, industri hulu minyak dan gas bumi (migas) menghadapi situasi yang tidak mudah. Dimulai dengan merebaknya pandemi Covid-19 yang mengganggu mobilitas kinerja sektor hulu, investasi hulu yang landai, hingga fluktuasi harga minyak mentah dunia akibat konflik geopolitik yang belum kunjung usai. Langkah ini disusul oleh Shell Upstream Overseas Services (I) Limited yang meninggalkan Blok Masela dengan alasan ingin mengembangkan energi baru terbarukan atau EBT. Terbaru, Eni SpA, perusahaan migas asal Italia, yang menguasai IDD dan sejumlah lapangan di Cekungan Kutai, menyampaikan niatnya untuk banting setir menjalankan transisi energi. Eni yang berpusat di Italia diketahui berencana untuk mengumpulkan lebih dari 4 miliar euro atau setara dengan US$4,3 miliar dari divestasi sejumlah aset hulu migas di seluruh dunia, termasuk Indonesia dan Siprus. 

Berdasarkan data Bloomberg, penjualan tersebut bakal menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk menjual aset dengan total nilai 8 miliar euro hingga 3 tahun ke depan. Melalui strategi tersebut dapat dilihat bahwa Eni berupaya mendapatkan dana segar dari proses divestasi aset yang bersinggungan dengan hidrokarbon. Dana segar ini digunakan untuk membiayai program transisi energi. Tren perusahaan migas multinasional yang akhir-akhir ini melepas aset hulu migas yang dinilai tidak kompetitif perlu direspons pemerintah dengan tepat. Pemerintah perlu segera mencari investor pengganti agar proyek hulu migas yang ditinggalkan oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tersebut tetap berjalan optimal. Harian ini menilai peningkatan investasi di transisi energi tidak berarti investasi di hulu migas ditinggalkan, khususnya di Indonesia. Keunggulan cadangan gas yang begitu besar di Tanah Air menjadi daya tarik bagi perusahaan migas yang mulai mengalihkan perhatian pada transisi energi yang dinilai ramah lingkungan.

PASOKAN ENERGI FOSIL : MENAKAR IMPAK DMO GAS BUMI

10 Jul 2024

Rencana pemerintah untuk menerapkan wajib pasok domestik gas bumi sebesar 60% dari total produksi diyakini bakal memunculkan dampak yang beragam, meski realisasi porsi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri telah lebih besar dari ekspor. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan bahwa sebagian besar produksi gas bumi saat ini telah dialokasikan untuk konsumen dalam negeri. Bahkan, industri menjadi sektor yang paling banyak menerima komoditas tersebut. Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Kurnia Chairi mengatakan bahwa serapan domestik untuk produksi gas nasional telah mencapai 3.745 juta kaki kubik per hari (MMScfd) atau 68,2% dari keseluruhan produksi per akhir tahun lalu.“Prioritas pemanfaatan gas bumi Indonesia adalah untuk domestik, ditunjukkan dengan realisasi gas untuk domestik pada 2023 sudah mencapai 68% dari keseluruhan porsi gas,” katanya saat dihubungi, Selasa (9/7). Pemanfaatan gas bumi dalam negeri tersebut mayoritas dialokasikan untuk sektor industri sebesar 1.516 MMscfd, sedangkan untuk jaringan gas (jargas) rumah tangga sekitar 16 MMscfd. Saat ini, jargas yang telah terpasang sekitar 900.000 sambungan rumah (SR). 

Adapun, serapan gas bumi pada Januari—Mei 2023 mencapai 3.718 BBtud atau sekitar 68% dari total realisasi yang dimonetisasi. Kurnia menjelaskan bahwa lembaganya tengah sedang meningkatkan monetisasi lapangan gas untuk mengejar produksi sampai 12 miliar kaki kubik gas per hari pada 2030. Terlebih, Jawa Timur sedang mengalami kelebihan pasokan gas dari sejumlah lapangan migas yang sudah berproduksi. Presiden Joko Widodo memang telah menyetujui rencana kewajiban pasok domestik atau domestic market obligation (DMO) gas bumi sebesar 60% untuk kebutuhan industri manufaktur dan kelistrikan domestik. Selain itu, harga wajib pasok gas domestik itu juga nantinya bakal dibarengi dengan ketetapan harga kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) yang lebih rigid, mulai dari sisi kepala sumur (wellhead) sampai dengan di titik serah (plant gate) dengan industri pengguna. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan bahwa rancangan beleid setingkat peraturan pemerintah itu telah disetujui oleh Kepala Negara dalam rapat terbatas terkait dengan HGBT di Istana Kepresidenan, awal pekan ini. Di sisi lain, dia menambahkan, pemerintah juga turut membuka opsi untuk mengimpor gas guna memenuhi keperluan industri manufaktur di dalam negeri. Nantinya beleid itu bakal membuka lebar kompetisi harga antara gas produksi di dalam negeri dan harga impor. Secara terpisah, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN mengaku masih mengkaji keputusan pemerintah yang bakal menerapkan DMO gas bumi sebesar 60% untuk industri dalam negeri. Pj. Sekretaris Perusahaan PGAS Susiyani Nurwulandari mengatakan bahwa perseroan prinsipnya mendukung setiap kebijakan pemerintah yang bakal diambil terkait dengan DMO gas tersebut. Di sisi lain, sejumlah praktisi dan pemerhati gas meminta pemerintah untuk cermat dalam menerapkan aturan DMO gas sebesar 60% untuk industri dalam negeri. Alasannya, kebijakan DMO yang dibarengi dengan kebijakan HGBT bakal menjadi sentimen negatif untuk investasi hulu hingga midstream gas. Ekonom Energi sekaligus Founder ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto juga menyarankan pemerintah untuk melepas kebijakan HGBT jika ingin menerapkan aturan soal DMO gas pada KKKS. Dia mengkhawatirkan kebijakan itu justru bakal mengoreksi rencana investasi hulu migas dalam jangka panjang.

Pemerintah Ubah Kebijakan Minyak Goreng

09 Jul 2024

Pemerintah melalui Kemendag mengubah kebijakan kewajiban memasok kebutuhan domestik atau DMO minyak goreng. Pemerintah juga menaikkan harga eceran tertinggi minyak goreng rakyat. DMO merupakan kebijakan pemerintah yang mewajibkan eksportir CPO dan produk turunannya memenuhi kebutuhan minyak goreng rakyat beserta bahan bakunya di dalam negeri. Selama ini DMO minyak goreng rakyat itu berupa minyak goreng curah dan kemasan sederhana merek Minyakita. Direktur Bahan Pokok dan Barang Penting Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang Wisnubroto mengatakan, ke depan, DMO minyak goreng hanya berupa Minyakita, tak ada lagi DMO minyak goreng curah. Hal itu juga mempertimbangkan masukan dari Kantor Staf Presiden (KSP). Beberapa waktu lalu KSP meminta agar Indonesia pelan-pelan mengurangi produksi dan konsumsi minyak goreng curah.

”HET minyak goreng rakyat juga telah disesuaikan. HET yang ditetapkan pemerintah sesuai dengan yang kerap disebutkan Mendag belakangan ini,” ujarnya dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Senin (8/7). Mendag Zulkifli Hasan menyatakan, harga eceran tertinggi (HET) Minyakita naik dari Rp 14.000 per liter menjadi Rp 15.700 per liter. Sebelumnya, HET itu diusulkan naik menjadi Rp 15.500 per liter. Namun, tim kajian harga mengusulkan HET minyak goreng tersebut Rp 16.000 per liter. Karena itu, pemerintah mengambil jalan tengah dengan menetapkan HET Minyakita Rp 15.700 per liter. Menurut Bambang, kedua kebijakan itu sudah dikaji dan dibahas dengan kementerian/lembaga dan asosiasi pelaku usaha terkait. Saat ini rancangan peraturannya sudah di- rumuskan dan tengah diharmonisasi di Kemenkumham dan akan segera diterbitkan. (Yoga)


HARGA GAS BUMI TERTENTU : Gas Murah Mengalir untuk Industri Turunan

09 Jul 2024

Pemerintah memastikan bakal memberikan harga gas bumi tertentu kepada industri turunan dari tujuh sektor yang selama ini telah menikmatinya. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifi n Tasrif mengatakan, harga gas bumi tertentu atau HGBT bakal diperluas ke industri turunan dari pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet yang sedang mengalami pertumbuhan. “[Program HGBT] lanjut. Memang industrinya sedang ada yang sedang tumbuh, tetapi masih masuk ke dalam kelompok tujuh sektor yang menerima HGBT,” katanya, Senin (8/7). Sementara itu, Kementerian Perindustrian menilai insentif tersebut menjadi stimulus penting untuk mendorong investasi masuk ke Indonesia. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa realisasi investasi sejak HGBT diberlakukan mengalami peningkatan. Kendati, terjadi pelemahan lantaran adanya kendala dari sisi hulu. Untuk diketahui, Peraturan Presiden (Perpres) No. 121/2020 menyebut HGBT berlaku sebesar US$6 per MMBtu untuk tujuh subsektor industri. Dalam catatan Kementerian Perindustrian, HGBT telah memberikan dampak terhadap sektor industri berupa nilai tambah yang meningkat hingga tiga kali lipat dengan nilai mencapai Rp147,1 triliun per Maret 2024. Di sisi lain, realisasi pajak industri juga mengalami peningkatan dari 2020 setelah HGBT diberlakukan. Adapun, pada 2020 nilai setoran pajak industri sebesar Rp27,9 triliun naik menjadi Rp31,9 triliun pada 2021, nilai nya melonjak ke level Rp49,7 triliun pada 2022. Sementara itu, dari sisi realisasi investasi dari tujuh subsektor mengalami peningkatan dari Rp52,38 triliun pada 2020 menjadi Rp57,6 triliun pada 2021, kemudian pada 2022 senilai US$73,4 triliun.

Mendesak, Regulasi Keamanan di Tengah Maraknya Ancaman Siber

08 Jul 2024
Maraknya kasus serangan siber yang terjadi akhir-akhir ini, menandakan Indonesia menjadi target empuk penjahat siber untuk mengekplorasi berbagai kelemahan di sektor keamanan siber nasional. Salah satu kelemahan yang  disorot adalah belum adanya regulasi yang komperhensif dan memadai terkait pertahanan dan keamanan siber. Oleh karena itu, Kehadiran Undang-Undang (UU) Keamanan Siber mendesak, dan mutlak dibutuhkan. Meski demikian sesungguhnya Indonesia sudah memiliki perangkat aturan yang mengatur di sektor digital. Sejumlah perangkat peraturan tersebut, seperti UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaski Elektronik (hasil perubahan dari UU 11/2008 dan UU 19/2016). Lalu, UU No. 27?tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. (Yetede)

Pemajuan Kebudayaan dan Penggalian Biokultural

08 Jul 2024
Salah satu ancaman besar dalam kehidupan saat ini adalah “homogenisasi”. Banyak orang tidak sadar bahwa kehidupan modern saat ini mengarah pada homogenisasi dalam berbagai aspek kehidupan kita, antara lain pangan dan bentang alam. Saat ini dominasi pangan di dunia dikuasai oleh tiga tanaman yaitu padi, gandum dan jagung, padahal masih ada sumber pangan lain yang sangat potensial seperti sorghum, sagu, serta berbagai umbi-umbian. Demikian juga dengan bentang alam, di berbagai belahan dunia, keanekaragaman tumbuhan yang muncul dalam bentuk hutan telah tergantikan oleh tanaman kedelai, bunga matahari, kelapa sawit, akasia, eucalyptus, bahkan padang rumput penggembalaan sapi. Semua ini terjadi sebagai konsekuensi dari kehidupan yang mengutamakan economic profit yang cepat dan mengancam keanekaragaman hayati lokal. 

Dalam catatan bertajuk Protecting indigenous cultures is crucial for saving the world’s biodiversity (2020), Krystyna Swiderska peneliti International Institute for Environment and Development (IIED) menyebutkan, bahwa proses pelindungan kebudayaan jarang disebutkan dalam strategi mengatasi krisis hilangnya keanekaragaman hayati. Padahal hilangnya keanekaragaman hayati tidak akan dapat diatasi dengan efektif tanpa proses pelindungan dan penyelamatan kebudayaan.

Swiderska menggambarkan bagaimana selama ribuan tahun masyarakat adat telah melakukan pelestarian keanekaragaman hayati. Banyak keanekaragaman hayati pertanian dunia tercipta dari pengetahuan tradisional, mulai dari varietas tanaman, jenis ternak, sampai bentang alam unik.  Praktik masyarakat adat ini terus berlangsung sampai saat ini sehingga membuat kekayaan dan keanekaragaman alam di tanah mereka mengalami penurunan lebih lambat dibanding wilayah lain. Masyarakat adat dunia, dengan jumlah perkiraan sekitar 370 juta hingga 500 juta, telah memainkan peran penting dalam melestarikan keanekaragaman hayati melalui berbagai pengetahuan dan teknologi tradisional mereka. (Yetede)

Peran Kunci Antam di Ekosistem EV Battery

06 Jul 2024
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menjadi pemain kunci dalam ekosistem baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV Battery). Peran sentral Antam tampak dari penetrasinya yang bukan hanya masuk ke sisi hulu, tetapi juga hilir. Melalui pabrik EV battery di Karawang, Antam lewat Indonesia Battery Corporation (IBC) akan memproduksi baterai kendaraan listrik berbasis nikel secaraa masal. IBC merupakan salah satu pemegang saham PT Hyundai LG Indoneisa Green Power- pemilik pabrik baterai di Karawang dengan porsi 25%-30%. Sedangkan sisanya dipegang Hyundai dan LG Energy Solution. Dalam rantai ekosistem baterai EV, Antam pada sisi huku menjalin kemitraan strategis dengan Hongkong CBL Ltd.  (Yetede)

Kutukan Timah dan Berkah Belitung

05 Jul 2024
SEJARAH  Pulau Belitung tak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang industri tambang timah dan kehancuran ekosistem yang menyertainya. Berawal dari penemuan timah oleh Asisten Residen Belitong J.P. De La Motte pada 1823 dan pendirian Billiton Maatschappij beberapa tahun setelahnya, pertambangan timah di sana berjalan hingga satu abad kemudian.

Aktivitas pertambangan itu tak hanya mengubah rupa bumi Belitung. Kondisi sosial dan budaya masyarakat juga berubah, yang dipengaruhi oleh kedatangan pekerja tambang dari Cina sejak 1724. Di beberapa tempat, aktivitas pertambangan tradisional dengan “menyuntik” atau menyemprotkan air menggunakan pipa ke dalam tanah masih dilakukan karena dianggap lebih cepat mendatangkan uang. 

Keberadaan timah di Belitung kemudian menjadi “kutukan” sumber daya alam. Seperti ditulis profesor asal Turki, Sevil Acar, dalam The Curse of Natural Resources (2017), istilah kutukan itu merujuk pada kondisi ketimpangan ekonomi sejumlah negara yang kaya sumber daya alam, tapi tak mampu menyejahterakan warganya. 

Kutukan sumber daya alam di Belitung bahkan menjadi petaka besar. Terutama setelah terungkapnya kasus megakorupsi senilai Rp 271 triliun di PT Timah Tbk. Nilai kerugian itu, seperti disebutkan guru besar kehutanan Institut Pertanian Bogor, Bambang Hero Saharjo, merujuk pada nilai kerugian negara akibat kerusakan lingkungan dan perekonomian negara. (Yetede)

Tembakau Madura, dari Mitologi hingga Menjadi Komoditas ”Daun Emas”

04 Jul 2024

Petani di Dusun Jambangan, Sumenep, Jatim, belum mulai menanam tembakau jenis campalok. Namun, para calon pembeli telah mengantre untuk mendapatkan tembakau rajangan yang dihasilkan dusun di puncak perbukitan itu. Sebagian lagi memesan sejak dua tahun lalu. Sajak’i (41) petani tembakau, mengatakan, musim tanam serentak di kawasan tegalan dan perbukitan dimulai pertengahan Mei 2024. Namun, khusus tembakau campalok baru ditanam awal Juni 2024. ”Saat ini baru proses penyiapan lahan, seperti penggemburan tanah, dilanjutkan pembuatan bedengan (petak-petak tanam). Setelah siap tanam, baru dikasih pupuk kandang,” ujar Sajak’i, Rabu (8/5) di rumahnya. Selain menunggu lama, pembeli harus merogoh kocek dalam-dalam karena harga tembakau campalok rajangan kering tahun ini Rp 5 juta per kg, berkali lipat lebih mahal dari tembakau biasa yang berkisar Rp 70.000-Rp 120.000 per kg.

Ada dua petak ladang di Bukit Jambangan dengan luas 10 x 20 meter dan 7 x 15 meter. Hasil panen tiap tahun hanya 14-15 kg. Petak-petak ladang itu berada di bawah pohon campalok yang berusia ratusan tahun. Menurut mitologi, bunga penghias mahkota putri Kerajaan Sumenep, Potre Koneng yang berteduh di bawah pohon campalok jatuh ke tanah dan menguarkan wangi. Karena itu, tembakau yang ditanam di bawah pohon tersebut memiliki aroma wangi yang kuat, daun tembakaunya berwarna kuning keemasan. Daun yang sudah dirajang dan dikeringkan memiliki tekstur lembut. Pelanggan tembakau campalok, Ibnu Jaril, mengatakan, tembakau berkualitas tersebut kerap dipakai sebagai campuran pada industri rokok. Bisa juga disimpan di gudang untuk menguatkan aroma tembakau biasa.

”Kualitas rasanya paling enak,” ujar penikmat campalok, KH Mochammad Naqib Hasan. Di luar urusan mitologi, tembakau merupakan komoditas pertanian yang sangat berharga bagi petani di Madura, karena itu, tembakau mendapat julukan ”daun emas” atau ”emas hijau”. Hal itu tak lepas dari harganya yang tinggi dibanding padi, jagung, ketela, atau tanaman pertanian lain. Petani tembakau di Desa Kertagena Dajah, Pamekasan, Cholili (35), mengatakan, setiap 1 hektar tanaman menghasilkan 800 kg hingga 1,2 ton tembakau rajangan kering dengan harga jual Rp 70.000-Rp 100.000 per kg. Potensi pendapatan kotor petani Rp 80 juta hingga Rp 120 juta untuk satu musim tanam yang berlangsung empat bulan. (Yoga)