;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Garam yang Terdampak Perubahan Iklim

04 Jul 2024

Garam, komoditas dari sumber daya alam yang mengangkat ekonomi Madura, terancam tergerus akibat perubahan iklim. Perlu inovasi untuk meningkatkan kembali produktivitas garam. Syaiful (45) mengeruk lumpur di saluran irigasi kecil antara petak lahan garam yang dia garap, Kamis (30/5) sore, di sampingnya, selembar geomembran tertata rapi menutupi bagian dasar petak lahannya di Desa Aeng Sareh, Sampang, Jatim. Geomembran menjadi alat penjaring kristal garam. Sebelumnya, lahan itu dibiarkan terbengkalai beberapa bulan sejak memasuki musim hujan November-Desember tahun lalu. Lahan yang Syaiful tangani punya orang lain dengan luas 4 hektar. Dia memperoleh keuntungan dari bagi hasil panen. Petani penggarap mendapat satu bagian, sedang pemilik lahan mendapat dua bagian. Artinya, upah baru diperoleh setelah hasil garam laku dijual.

Saat ini harga garam di tingkat petani hanya Rp 70.000-Rp 80.000 per zak ukuran 50 kg (Rp 1.500 per kg). Firdaus (24) dan kakak iparnya juga petani penggarap tambak garam. Menurut Firdaus, butuh tiga bulan untuk mempersiapkan lahan. Tahun lalu, begitu Lebaran usai, petani langsung panen. Kini, usai Lebaran, hujan masih turun. ”Kemarin ada yang mulai produksi, namun kristal garamnya masih tipis. Sudah dipanen karena gerimis. Idealnya, paling tidak satu minggu baru panen jika kondisi cuaca bagus, tidak ada hujan,” ucap Firdaus. Ketua Asosiasi Petani Garam Sampang Miftahul Haris Salim (34) mengatakan, proses produksi garam setidaknya baru bisa dilakukan satu bulan setelah hujan terakhir turun. Sepanjang 2023, musim kemarau juga pendek. Namun, harga jual garam saat itu sangat tinggi, yakni Rp 5.200 per kg.

Sayangnya, tingginya harga jual kala itu, yang tertinggi dalam tiga dasawarsa terakhir, hanya berlangsung singkat, sekitar satu bulan, lalu turun menjadi Rp 3.000 per kg, Rp 2.000 per kg, dan sejak November 2023 stabil rendah di harga Rp 1.500 per kg. ”Makanya, banyak petani garam sekarang mengeluh. Banyak yang bekerja ke luar daerah sebagai tukang bangunan,” ucap Miftahul, yang tinggal di Desa Regung, Kecamatan Pangarengan, salah satu sentra garam di Sampang. Di Regung, 99 % warga mengandalkan kehidupannya dari garam. Lahan-lahan yang dulu digunakan untuk budidaya bandeng dan udang sekarang banyak dialihfungsikan untuk lahan garam.

Ketua Pusat Penelitian dan Inovasi Garam Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UTM Haryo Triajie mengatakan, pengaruh cuaca amat terasa karena garam rakyat 100 % mengandalkan kondisi alam, tak hanya di Madura tetapi juga daerah lain di Indonesia. ”Salah satu sumber murah dan dapat diandalkan untuk produksi garam rakyat yang murah adalah melalui solar evaporation. Jadi, cuaca paling utama berpengaruh,” ucapnya. Petani garam kini berada di bawah bayang-bayang anomaly cuaca dan perubahan iklim. Memasuki bulan Juni, cuaca belum sepenuhnya stabil. UTM tengah membuat inovasi untuk mendapat garam sepanjang musim dengan teknologi tunnel, yakni kubah (setengah lingkaran). Teknologi ini menghindarkan proses kristalisasi garam dari ancaman air hujan sehingga produksi bisa terus berjalan di tengah hujan. Dengan berbagai inovasi, diharapkan garam Madura dapat kembali berjaya (Yoga)


MIND ID Jadi Pembeli Nikel Vale

04 Jul 2024
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) atau PTVI bakal menjual produk nikel kadar tinggi (saprolite) dan rendah (limolite) kepada BUMN Holding Pertambangan, PT Mineral Industri Indonesia alias MIND ID, mulai 2026 mendatang. Kepastian adanya pembeli produk NICO ini menjadi sentimen segar di tengah proyeksi harga nikel yang menantang.  Kepastian MIND ID bertindak sebagai pembeli (offtaker) produk-produk nikel INCO tersebut diperoleh setelah  kedua belah pihak bersepakat  menandatangani perjanjian kerangka kerja offtaker bijih 28 Juni 2024. Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia Natasya Suherto menjelaskan, perseroan akan memberikan hak kepada MIND ID untuk memilih sekaligus membeli bijih saprolit dan atau limonit tertentu yang diproduksi INCo sesuai dengan syarat dan ketentuan dalam perjanjian. (Yetede)

Pemerintah Tahan Harga BBM di Tengah Melemahnya Rupiah

03 Jul 2024

Petugas terlihat sedang melayani pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite di SPBU 31.128.02 MT Haryono, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2024). Pemerintah dalam 1-2 minggu ke depan akan mengumumkan proyeksi anggaran subsidi energi yang perlu ditanggung APBN hingga akhir 2024 sesuai dengan perkembangan kondisi ekonomi sampai pertengahan tahun ini. Hingga saat ini  pemerintah masih  menahan harga BBM di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD. (Yoga)

Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

03 Jul 2024
Masalah ketersediaan pangan mendapat perhatian  serius dari pemerintah, karena menyangkut kedaulat negara. Pemerintahpun bertekad mencapai  swasembada pangan untuk komoditas beras pada 2027 dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia dalam lima tahun ke depan atau tahun 2029. Kondisi dan situasi pangan dunia saat ini memprihatinkan, dimana terdapat 10 negara yang menderita kelaparan dan 59 negara terancam kelaparan. Jumlah penduduk yang kelaparan mencapai 970 juta orang. Ketersedian pangan dunia juga menghadapi tantangan  karena dilanda El Nino yang juga berdampak ke Indonesia. Hal ini menurunkan produksi di Indonesia dari 34 juta menjadi 30 juta ton. (Yetede)

Subsidi Minyak untuk Siapa

02 Jul 2024

BBM berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Subsidi BBM pun dialokasikan dan disalurkan pada pihak yang membutuhkan. Masyarakat bergerak menuju tempat kerja dan aktivitas lain menggunakan angkutan umum dan kendaraan pribadi. Kebutuhan energi Indonesia pada 2023 lebih tinggi dibanding 2022. Berdasarkan Statistik dan Ekonomi 2023 yang dirilis Kementerian ESDM pada Juni 2024, konsumsi energi Indonesia pada 2023 sebesar 1,22 juta barel setara minyak, meliputi, BBM, gas, dan batubara. Sebagai negara pengimpor bersih (net importer) minyak, Indonesia patut mencermati kebutuhan BBM yang bertambah seiring peningkatan aktivitas. Pengimpor bersih artinya impor minyak lebih besar daripada ekspornya. Kegiatan ekspor menghasilkan USD, sedang impor memerlukan USD. Penambahan minyak yang diimpor berdampak pada peningkatan kebutuhan USD.

Padahal, nilai tukar USD terhadap rupiah fluktuatif, dipengaruhi kondisi perekonomian global dan negara bersangkutan. Semakin kuat USD terhadap mata uang lain, termasuk rupiah, semakin banyak rupiah yang dibutuhkan untuk membayar minyak impor. Ekspor dan impor minyak juga tak lepas dari harganya. Pasokan di pasaran, kondisi negara produsen, dan perekonomian dunia memengaruhi harga minyak. Nilai tukar rupiah, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, Senin (1/7) Rp 16.355 per USD. Setahun lalu, Senin (3/7/2023) nilai tukar Rp 15.034 per USD. Situasi ini cukup jauh dari asumsi makro APBN 2024, yakni nilai tukar Rp 15.000 per USD dan harga minyak 82 USD per barel. Peran BBM yang vital dalam kegiatan industri dan rumah tangga membuat pemerintah menyediakan subsidi BBM sebanyak 19,58 juta kiloliter pada 2024. Pertanyaannya sekarang, apakah subsidi ini sudah diterima pihak yang tepat? (Yoga)


Jakarta Gandeng Sentra Produksi Pangan

02 Jul 2024

Jakarta dinilai rawan mengalami lonjakan harga dan krisis pangan karena hampir seluruh kebutuhan bahan pangan berasal dari luar daerah. Pemprov DKI Jakarta mengantisipasi dampak perubahan iklim yang menyebabkan krisis pangan dengan menggelar pasar sembako murah serta menjalin kerja sama lintas daerah untuk memperkuat stok bahan pangan. Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Senin (1/7) mengatakan, pihaknya mengantisipasi krisis pangan yang berpotensi terjadi pada tahun 2050 sesuai peringatan PBB. Di sisi lain, ketersediaan pangan di Jakarta 98 % berasal dari pasokan luar daerah. Untuk mengatasi hal ini, Pemprov DKI Jakarta menggencarkan kerja sama dengan daerah penghasil guna mencegah krisis pangan.

Pemprov DKI Jakarta juga melibatkan BUMD bidang pangan, yakni Food Station Tjipinang Jaya, Sarana Jaya, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya. Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan beberapa provinsi untuk penyediaan pangan, antara lain Banten, Jabar, Jateng, Jatim, DI Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, Kaltim, Sulsel, Sumbar, dan Riau. Komoditas yang disediakan oleh daerah yang menjalin kerja sama dengan Jakarta antara lain beras, daging ayam, daging sapi, telur ayam, cabai, bawang, dan gula. ”Kami akan menyetok tiga kali lipat bahan pangan melalui kerja sama dengan daerah-daerah penghasil, termasuk NTT. Kerja sama dengan NTT untuk ketersediaan hewan ternak sapi,” kata Heru. Pemprov DKI juga melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk memastikan pasokan pangan aman. Selain itu, Pemprov DKI rutin menggelar sembako murah di lima wilayah Jakarta. (Yoga)


Food Estate Terbuka bagi Investor

01 Jul 2024

Proyek kawasan sentra produksi pangan (food estate/FE) dinilai perlu dilanjutkan dari pemerintah saat ini ke permintahan baru mendatang, sebagai salah satu jurus peningkatan produksi pangan, utamanya beras yang menjadi hajat hidup orang banyak. Karenanya, rencana pemerintah membuka peluang bagi investor swasta untuk terlibat dalam pembangunan proyek ini dinilai tepat, namun tetap harus mempertimbangkan banyak faktor, salah satunya mengenai faktor  terkait environmental, social, and governance (ESG). Dalam paparan Direktorat Pangan dan Pertanian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bapennas) tentang arah Kebijakan Swasembada Pangan dalam Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025, pengembangan FE yang telah dan tengah berjalan 12 kabupaten di enam provinsi di Indonesia. (Yetede)

Jaga Harga, Cadangan Pangan Minimal 5% dari Kebutuhan

01 Jul 2024

Stok cadangan pangan pemerintah (CPP) harus terus diperkuat sebagai intrusmen dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga. Sesuai perpres No.125 Tahun 2022 tentangan Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah, stok level masing-masing komoditas pangan strategis yang menjadi CPP idealnya yang paling sedikit 5-10% dari kebutuhan nasional. Contoh, kebutuhan beras setahun sekitar 31,2 juta ton, sehingga stok CCP yang harus dimiliki pemerintah minimal 1,5 juta ton. Saat ini, stok CPP beras (cadangan beras pemerintah/CBP di Perum Bulog mencapai 1,6 juta ton. Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan, untuk memperkuat ketahanan pangan nasional maka pengutan CPP penting  dilakukan sebagai intrusmen pemerintah dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga. CPP dikelola BUMN pangan. "CPP itu minimal 5% dari total kebutuhan nasional. Saya berharap seluruh stakeholder pangan melihat ini semua, sehingga kita bisa meningkatkan cadangan pangan kita kedepan. Ini tentunya perlu alokasi anggaran memadai. Ini akan sangat bermanfaat karena digunakan untuk membantu menyerap produksi pangan petani/peternak, diserap dengan harga yang baik, selanjutnya digunakan untuk intervensi pemerintah dalam stabilitas pangan," papar Arief (Yetede)

Ancaman Penurunan Produksi Beras di Depan Mata

01 Jul 2024

PRESIDEN Joko Widodo alias Jokowi mengatakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog masih cukup untuk memenuhi konsumsi domestik. "Mencapai 1,7 juta ton," ujarnya saat mendatangi Pasar Beringin Buntok, Kalimantan Tengah, Kamis, 27 Juni lalu. Meski begitu, Presiden mewanti-wanti ancaman kekeringan yang berpotensi terjadi pada Juli hingga Oktober tahun ini. Menurut Jokowi, kekeringan berpotensi menyebabkan penurunan produksi beras. Dia meminta Kementerian Pertanian menambah bantuan pompa air hingga 70 ribu unit sebagai sarana mitigasi kekeringan dan untuk mencegah kegagalan panen. Apalagi, Jokowi melanjutkan, saat ini harga beras di seluruh dunia mulai mengalami kenaikan akibat gelombang kekeringan.

Kekhawatiran itu cukup beralasan. Sebab, menurut perkiraan Badan Pusat Statistik, produksi beras pada 2024 berpotensi turun hingga 2 juta ton. Berdasarkan Kerangka Sampel Area BPS, produksi beras pada Januari-Juni 2024 sebesar 16,43 juta ton. Sedangkan di periode yang sama pada 2023, angka produksi beras mencapai 18,63 juta ton. Dengan demikian, terjadi penurunan jumlah produksi sebesar 2,2 juta ton dibanding produksi tahun lalu. Penurunan jumlah produksi itu berimbas kenaikan harga beras di sejumlah daerah. Pelaksana tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan jumlah kota dan kabupaten yang mengalami kenaikan harga beras pada akhir Juni 2024 bertambah menjadi 63. Namun secara nasional harga beras menurun 0,95 persen dibanding pada Mei 2024.

Kementerian Pertanian tak menampik fakta bahwa produksi beras di dalam negeri terus menyusut. Untuk mengatasi hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku sudah memaksimalkan penggunaan pompa di sentra produksi supaya produksi gabah tetap maksimal meski pada musim kemarau. Menurut Amran, penggunaan pompa untuk meningkatkan produksi gabah kering giling (GKG) terbukti manjur. Dia mengklaim langkah itu dapat menghasilkan tambahan produksi GKG sebanyak 2,78 ribu ton atau kenaikan 9,82 persen dibanding produksi pada 2023. (Yetede)

Fokus Impor 3,6 Juta Ton, Beras Domestik Didorong

26 Jun 2024

Kendati kebutuhan impor beras membengkak, pemerintah akan fokus merealisasikan impor 3,6 juta ton beras terlebih dahulu tahun ini. Serapan gabah atau beras di dalam negeri juga bakal didorong untuk memperkuat cadangan pangan nasional. Merujuk data Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2024 yang dimutakhirkan pada Mei 2024, rencana impor beras pemerintah mencapai 5,17 juta ton. Pada Januari-April 2024, realisasinya 1,77 juta ton. Kemudian, pada Mei-Desember 2024, rencana impornya mencapai 3,4 juta ton. Rencana impor sejumlah 5,17 juta ton beras ini bertambah dari sebelumnya 3,6 juta ton. Tahun lalu, pemerintah menetapkan kuota impor beras untuk tahun 2024 sebanyak 2 juta ton. Pada Februari 2024, kuota impor itu ditambah 1,6 juta ton menjadi 3,6 juta ton.

Kemudian pada Mei 2024, rencana impor beras itu bertambah menjadi 5,17 juta ton. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, Selasa (25/6) mengakui ada koreksi penambahan rencana impor beras dalam proyeksi neraca pangan tersebut. Koreksi itu mempertimbangkan stok beras impor yang seharusnya masuk pada tahun 2023, tetapi justru masuk pada tahun 2024. Koreksi tersebut juga memperhitungkan realisasi dan perencanaan produksi-konsumsi beras nasional sampai akhir tahun ini. Kendati ada potensi tambahan impor, pemerintah akan fokus merealisasikan kuota impor beras sebanyak 3,6 juta ton terlebih dahulu. ”Dari jumlah itu, sisa kuota impor beras Bulog hingga akhir tahun ini mencapai 1,2 juta ton,” ujarnya.

Bapanas juga akan meningkatkan cadangan beras pemerintah (CBP) hingga akhir tahun ini melalui serapan gabah atau beras di dalam negeri. Per 23 Juni 2024, serapannya 700.000 ton setara beras. Berdasarkan data Bulog, per  23 Juni 2024, stok beras Bulog 1,66 juta ton, terdiri dari CBP sebanyak 1,6 juta ton dan beras komersial 63.111 ton. Tahun ini, serapan gabah atau beras ditargetkan 900.000 ton setara beras dan telah terealisasi 716.701 ton. Bapanas juga telah berkoordinasi dengan Kementan untuk meningkatkan produksi padi sepanjang semester II-2024. Kendati kemarau, sejumlah upaya meningkatkan produksi padi itu akan dilakukan, di antaranya, melalui pemompaan atau pompanisasi. (Yoga)