;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Harga Cabai Rawit Melambung

19 Jul 2024

Pedagang yang menjual cabai di Pasar PSPT, Tebet, Jakarta, Kamis (18/7/2024), terlihat sedang memilah cabai rawit dagangannya. Harga cabai rawit merah pekan ini melambung tinggi dan dijual Rp 80.000 per kilogram setelah sepekan sebelumnya harganya berada di kisaran Rp 55.000 perkilogram. (Yoga)

Ambil Untung Saat Harga Emas Melambung

19 Jul 2024
PASAR emas kian mengilap sejak awal 2024. Komoditas ini beberapa kali bergerak menyentuh harga tertinggi. Dari kisaran US$ 2.000 per troy ons—setara dengan 31,1 gram—pada akhir 2023, harga emas perlahan naik ke kisaran US$ 2.100 per troy ons pada Maret lalu dan menyentuh level US$ 2.200 per troy ons pada April 2024. Harga emas mencetak rekor baru pada Mei 2024 saat mencapai US$ 2.439 per troy ons. Rekor teranyar pecah lagi pada perdagangan 17 Juli 2024. Harganya menyentuh level tertinggi US$ 2.483 per troy ons sebelum ditutup di level US$ 2.458 troy ons. 

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan kenaikan harga emas kali ini terdongkrak oleh sinyal pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve atau The Fed. Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan indeks harga konsumen per Juni 2024 sebesar 3 persen. Angka itu turun dibanding pada bulan sebelumnya yang mencapai 3,3 persen. Secara tahunan, inflasi pada Juni ini terendah sejak Maret 2021. Sedangkan secara bulanan, penurunan ini terjadi pertama kali sejak Mei 2020.

Melihat pergerakan tersebut, Kepala Federal Reserve Jerome Powell yakin inflasi bisa turun ke kisaran 2 persen. Namun bos The Fed itu menyatakan bank sentral tak akan menunggu inflasi mencapai 2 persen untuk menurunkan suku bunga. "Pernyataan inilah yang menjadi harapan investor bahwa pemangkasan suku bunga sudah di depan mata," ujar Ibrahim kepada Tempo, kemarin. The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 5,25-5,50 persen sejak September 2023 hingga rapat terakhir mereka pada 12 Juni 2024. (Yetede)

Harga Emas Mendekati Rekor Tertinggi: Berpeluang Terus Naik

19 Jul 2024
HARGA  emas kembali naik di perdagangan Asia pada Kamis, 18 Juli 2024. Posisinya tetap mendekati rekor tertinggi karena ada pelemahan dolar di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga Amerika Serikat. Analis market Andrew Fischer dari Dupoin Indonesia menilai harga emas sampai Kamis siang kemarin cenderung masih naik. Namun kenaikannya bersifat sementara dan berpeluang untuk penjualan karena harga masih cenderung lebih rendah dari harga resistance sehingga potensi penurunan masih akan terjadi.

Mempertimbangkan analisis teknis dan kondisi pasar saat ini, Andrew memprediksi harga emas mengalami penurunan dalam waktu dekat. Meskipun spekulasi mengenai penurunan suku bunga oleh The Fed dapat memberikan dukungan jangka pendek terhadap harga emas, ketahanan dolar dan faktor politik global, seperti pemilihan Presiden Amerika Serikat, tetap menjadi faktor penting yang mempengaruhi pergerakan harga emas ke depannya. (Yetede)

Angan-angan Swasembada Pangan

18 Jul 2024
Pemerintah tak bisa lepas dari ketergantungan impor untuk memenuhi kebutuhan pangan domestik. Dalam beberapa tahun terakhir, produksi pangan lokal semakin mengecil. Hal itu membuat target swasembada yang dicanangkan Presiden Joko Widodo semakin jauh. "Penyebab utama produksi pangan menurun adalah lahan yang semakin terbatas," kata pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori kepada Tempo, Jumat, 19 Januari 2024.

Mengutip data Badan Pertanahan Nasional 2019, dia menuturkan, luas lahan pertanian tercatat 7,46 juta hektare. Lahannya lebih luas dibanding pada 2018 yang sebesar 7,1 juta hektare. Namun, dibanding pada 2016 dan 2017, luas lahan justru menyusut. Pada 2016, luas lahan pertanian mencapai 8,18 juta hektare. Lalu turun menjadi 8,16 juta hektare pada 2017.

Menurut Khudori, perluasan lahan pertanian menjadi kebutuhan mendesak. Potensi lahan yang bisa dimanfaatkan masih besar, terutama untuk lahan rawa dan gambut kering. Lahan tersebut paling banyak berada di luar Pulau Jawa, dengan kesuburan tanah bervariasi, dari level 2 hingga 4. Pemanfaatan lahan tersebut membutuhkan waktu hingga lima tahun agar produktif secara optimal dan stabil. “Pada tahap awal, butuh investasi infrastruktur, ketersediaan air, teknologi, dan yang paling penting kesiapan pemerintah.”

Kebijakan pemerintah di sektor pertanian, kata Khudori, juga memprioritaskan korporasi dibanding para petani. Salah satu contohnya program food estate. Khudori menilai pemerintah berseberangan dengan amanat undang-undang yang menyebutkan sumber daya alam dimanfaatkan sebesar-sebesarnya untuk kemakmuran rakyat. (Yetede)

Ramai Soal BBM Baru

17 Jul 2024
PEMERINTAH  bersiap memproduksi bahan bakar minyak atau BBM baru jenis solar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengklaim BBM baru ini lebih rendah sulfur tanpa perlu mencampurnya dengan bahan bakar nabati. Solar hijau yang bakal diproduksi ini merupakan hasil pengolahan minyak mentah menjadi BBM solar. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan solar hijau ini penting untuk mewujudkan target nol emisi. "BBM rendah sulfur ini bagian dari upaya mendukung bahan bakar ramah lingkungan," ujar anggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman, kepada Tempo, Selasa, 16 Juli 2024.

Kandungan sulfur dalam BBM yang diproduksi Pertamina saat ini masih tinggi. Hal itu tercatat dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 146.K/10/DJM/2020 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Solar yang Dipasarkan di Dalam Negeri. Dalam aturan itu disebutkan bahwa PT Pertamina (Persero) baru bisa memproduksi BBM dengan kadar sulfur 500 sampai 50 part per million (ppm).

Jika Indonesia hendak memproduksi solar yang sesuai dengan standar berkelanjutan, kandungan sulfurnya harus di bawah 50 ppm. Saleh menuturkan saat ini kilang Pertamina RU VI Balongan baru bisa memproduksi solar dengan kadar sulfur 50 ppm. Distribusi BBM baru ini akan diuji coba pada 17 Agustus 2024. Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi Agus Cahyono menyatakan pihaknya masih mencari bahan pencampur yang bisa mengurangi kandungan sulfurnya. Selain itu, proyek PT Kilang Pertamina Balikpapan yang akan memproduksinya kini belum rampung. (Yetede)

Pembatasan BBM Bersubsidi Terkatung-katung

17 Jul 2024
RENCANA pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi kembali mencuat. Kali ini informasinya datang dari Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Lewat unggahan di akun media sosialnya pada Selasa, 8 Juli 2024, ia menargetkan, pada 17 Agustus 2024, pemerintah mulai mereformasi penyaluran BBM bersubsidi. "Kita berharap 17 Agustus ini kita sudah bisa mulai, di mana orang yang tidak berhak dapat subsidi itu akan bisa kita kurangi," tuturnya.

Namun pemerintah tidak satu suara soal pembatasan BBM bersubsidi. Berbeda dengan Luhut, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tak ada rencana membatasi BBM bersubsidi pada hari kemerdekaan Indonesia. Menurut dia, pemerintah masih mempersiapkan skenario reformasi penyaluran BBM bersubsidi. "Saya minta sosialisasi dulu agar tepat sasaran," ujarnya, kemarin. Pada hari yang sama, Presiden Joko Widodo pun memastikan tak akan ada perubahan ketentuan soal penyaluran BBM bersubsidi. "Belum ada pemikiran ke sana. Belum rapat juga," kata Jokowi.

Rencana membatasi penyaluran BBM bersubsidi bukan hal baru. Pemerintah sejak 2022 sudah menggodok perubahan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Pemerintah berencana merinci konsumen yang berhak membeli solar bersubsidi serta Pertalite, yang sekarang belum diatur dalam aturan itu. (Yetede)

RAYUAN AS DI BISNIS MINERAL

17 Jul 2024

Indonesia menempatkan diri sebagai negara yang memiliki posisi penting dalam rantai pasok global untuk mineral penting. Keberhasilan Indonesia mengembangkan sumber daya mineral yang dimiliki membuat negara-negara lain melirik peluang investasi di dalam negeri. Tak terkecuali, Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu negara yang ingin mengembangkan kerja sama dengan Indonesia. Kedua negara memfinalisasi kerangka kerja sama mineral penting. Saat ini, kedua negara sedang serius merumuskan action plan critical mineral agreement agar bisa segera diimplementasikan. “[Perjanjian kerja sama dengan AS] sedang berproses untuk plan of action dancritical minerals agreementdi Kementerian Luar Negeri,” kata Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Minerba, Irwandy Arif, Selasa (16/7). Selama ini, Indonesia memang mengejar kerja sama dengan AS, karena negara itu masih menjadi pangsa pasar terbesar kendaraan listrik di dunia. Kepastian kerja sama dengan AS juga bisa menjadi jaminan bagi investor yang ingin melakukan penghiliran sumber daya mineral di dalam negeri, karena produk yang dihasilkan bisa dijual di Negeri Paman Sam. Gayung bersambut, AS juga ternyata mengincar kerja sama mineral penting dengan Indonesia dan meyakini kemitraan itu berpotensi mendatangkan investasi di dalam negeri. 

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Wakil Menteri Luar Negeri AS Bidang Pertumbuhan Ekonomi, Energi, dan Lingkungan, Jose W. Fernandez menyatakan terdapat potensi besar dalam kerja sama mineral penting dengan Indonesia, sehingga pihaknya terus mendiskusikan perjanjian mineral kritis. Dengan kemitraan itu, membuka peluang bagi AS untuk mempromosikan investasi yang bertanggung jawab sehingga masyarakat Indonesia memper oleh manfaat optimal dari sumber daya mineral yang dimiliki. Demikian halnya dengan Indonesia yang terus mencari pakta mineral penting secara luas untuk peningkatan ekonomi nasional. Hingga kini, China memang menjadi mitra dagang terbesar Indonesia, dan memiliki ‘cengkeraman’ kuat pada sektor pemrosesan nikel di dalam negeri. Di sisi lain, Indonesia menilai AS memiliki peran penting dalam kebijakan ekonomi transisinya. Menurut Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID Dilo Seno Widagdo, pihaknya terbuka untuk menjalin kerja sama pengembangan mineral penting dengan negara mana saja, AS. MIND ID juga terus menjajaki potensi kerja sama dengan pabrikan mobil dari Eropa, seperti Volkswagen. Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid menilai kemitraan mineral penting dengan AS bakal membuka akses pasar baru. Kemitraan itu juga berpotensi memompa investasi dan pendanaan dalam pengembangan industri mineral penting di dalam negeri.

Mengungkit Investasi Eksplorasi Si ‘Emas Hitam’

17 Jul 2024

Momentum meroketnya harga batu bara di pasar internasional mengembuskan angin segar di ranah energi dan sumber daya mineral, khususnya pertambangan batu bara. Tren penguatan harga si ‘Emas Hitam’ ini sudah barang tentu mendapatkan perhatian besar khususnya pengusaha tambang, setelah sebelumnya harga komoditas energi ini sempat lunglai diterpa isu geopolitik global. Situasi ini memberikan ruang kepada pengusaha tambang untuk mendongkrak produksi sekaligus segera merealisasikan rencana eksplorasi untuk menambah cadangan batu bara mereka. Selama ini, kegiatan eksplorasi batu bara di Indonesia begitu rendah. Perusahaan batu bara cenderung lebih fokus pada kegiatan produksi dibandingkan dengan kegiatan eksplorasi. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), investasi eksplorasi tambang sejak 2016 cenderung landai. 

Selain itu, kenaikan nilai investasi eksplorasi di Indonesia baru 1% dari jumlah yang dikucurkan oleh perusahaan tambang di negara penghasil batu bara lainnya. Memang, tidak dapat diabaikan fakta bahwa cadangan sumber daya minerba di Indonesia sangat besar dan telah mendapatkan pengakuan dunia. Sayangnya, potensi minerba yang luar biasa tersebut tidak diimbangi dengan aliran investasi dengan jumlah yang cukup besar untuk kegiatan eksplorasi. Tanpa adanya data seperti data lubang bor yang dihasilkan dari proses eksplorasi maka para ahli geologi tidak akan dapat menganalisis cadangan minerba yang diperlukan dalam proses eksploitasi. Tidak berhenti di situ, kegiatan eksplorasi juga berisiko sangat tinggi serta dibayangi dengan kegagalan. Tingkat keberhasilan untuk menemukan potensi cadangan minerba di bawah 10%. Di sisi lain, melalui kegiatan eksplorasi maka potensi hasil tambang di setiap wilayah penghasil bakal lebih maksimal diperoleh dan digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat sekitar tambang dan lebih besar untuk rakyat Indonesia.

PENGEMBANGAN LAPANGAN MIGAS : Tidak Boleh Ada Undeveloped Discovery

17 Jul 2024

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, saat ini masih ada temuan cadangan migas baru yang belum dikembangkan lebih lanjut oleh kontraktor kontrak kerja sama atau KKKS. Padahal, KKKS tersebut telah mendapatkan cost recovery. “Ternyata discovery yang ditemukan di beberapa lapangan migas masih undeveloped, belum dikembangkan. Padahal cost-nya sudah di-recovery,” katanya, Selasa (16/7). Dwi menegaskan aksi tersebut sangat merugikan Indonesia, karena beberapa waktu belakangan pemerintah gencar melakukan eksplorasi. SKK Migas dalam kesempatan berbeda membeberkan setidaknya ada 38 wilayah kerja dan 225 lapangan migas yang statusnya sudah tidak berproduksi dalam 2 tahun terakhir, sehingga masuk ke dalam kategori idle field. “Kami menuntut sekarang kepada KKKS yang memiliki undeveloped discovery untuk berdiskusi agar ini bisa dikembangkan,” ujar Dwi. Adapun, Kementerian ESDM saat ini sedang gencar melakukan inventarisasi wilayah kerja potensial yang tidak lagi diusahakan oleh KKKS. Direktur Pembinaan Hulu Migas Kementerian ESDM Ariana Soemanto menuturkan, pihaknya terus meminta KKKS untuk mengusahakan bagian wilayah kerja migas potensial idle atau segera mengembalikannya ke pemerintah.

Produksi Beras Nasional Diprediksi Turun

16 Jul 2024

Buruh terlihat sedang mengaduk beras yang baru tiba di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, pada Hari Senin (15/7/2024). Badan Pusat Statistik memprediksi produksi beras nasional pada Januari-Agustus 2024 adalah 21,39 juta ton atau turun 2,25 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 23,64 juta ton. (Yoga)