;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Mendesak, Regulasi Keamanan di Tengah Maraknya Ancaman Siber

08 Jul 2024
Maraknya kasus serangan siber yang terjadi akhir-akhir ini, menandakan Indonesia menjadi target empuk penjahat siber untuk mengekplorasi berbagai kelemahan di sektor keamanan siber nasional. Salah satu kelemahan yang  disorot adalah belum adanya regulasi yang komperhensif dan memadai terkait pertahanan dan keamanan siber. Oleh karena itu, Kehadiran Undang-Undang (UU) Keamanan Siber mendesak, dan mutlak dibutuhkan. Meski demikian sesungguhnya Indonesia sudah memiliki perangkat aturan yang mengatur di sektor digital. Sejumlah perangkat peraturan tersebut, seperti UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaski Elektronik (hasil perubahan dari UU 11/2008 dan UU 19/2016). Lalu, UU No. 27?tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. (Yetede)

Pemajuan Kebudayaan dan Penggalian Biokultural

08 Jul 2024
Salah satu ancaman besar dalam kehidupan saat ini adalah “homogenisasi”. Banyak orang tidak sadar bahwa kehidupan modern saat ini mengarah pada homogenisasi dalam berbagai aspek kehidupan kita, antara lain pangan dan bentang alam. Saat ini dominasi pangan di dunia dikuasai oleh tiga tanaman yaitu padi, gandum dan jagung, padahal masih ada sumber pangan lain yang sangat potensial seperti sorghum, sagu, serta berbagai umbi-umbian. Demikian juga dengan bentang alam, di berbagai belahan dunia, keanekaragaman tumbuhan yang muncul dalam bentuk hutan telah tergantikan oleh tanaman kedelai, bunga matahari, kelapa sawit, akasia, eucalyptus, bahkan padang rumput penggembalaan sapi. Semua ini terjadi sebagai konsekuensi dari kehidupan yang mengutamakan economic profit yang cepat dan mengancam keanekaragaman hayati lokal. 

Dalam catatan bertajuk Protecting indigenous cultures is crucial for saving the world’s biodiversity (2020), Krystyna Swiderska peneliti International Institute for Environment and Development (IIED) menyebutkan, bahwa proses pelindungan kebudayaan jarang disebutkan dalam strategi mengatasi krisis hilangnya keanekaragaman hayati. Padahal hilangnya keanekaragaman hayati tidak akan dapat diatasi dengan efektif tanpa proses pelindungan dan penyelamatan kebudayaan.

Swiderska menggambarkan bagaimana selama ribuan tahun masyarakat adat telah melakukan pelestarian keanekaragaman hayati. Banyak keanekaragaman hayati pertanian dunia tercipta dari pengetahuan tradisional, mulai dari varietas tanaman, jenis ternak, sampai bentang alam unik.  Praktik masyarakat adat ini terus berlangsung sampai saat ini sehingga membuat kekayaan dan keanekaragaman alam di tanah mereka mengalami penurunan lebih lambat dibanding wilayah lain. Masyarakat adat dunia, dengan jumlah perkiraan sekitar 370 juta hingga 500 juta, telah memainkan peran penting dalam melestarikan keanekaragaman hayati melalui berbagai pengetahuan dan teknologi tradisional mereka. (Yetede)

Peran Kunci Antam di Ekosistem EV Battery

06 Jul 2024
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menjadi pemain kunci dalam ekosistem baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV Battery). Peran sentral Antam tampak dari penetrasinya yang bukan hanya masuk ke sisi hulu, tetapi juga hilir. Melalui pabrik EV battery di Karawang, Antam lewat Indonesia Battery Corporation (IBC) akan memproduksi baterai kendaraan listrik berbasis nikel secaraa masal. IBC merupakan salah satu pemegang saham PT Hyundai LG Indoneisa Green Power- pemilik pabrik baterai di Karawang dengan porsi 25%-30%. Sedangkan sisanya dipegang Hyundai dan LG Energy Solution. Dalam rantai ekosistem baterai EV, Antam pada sisi huku menjalin kemitraan strategis dengan Hongkong CBL Ltd.  (Yetede)

Kutukan Timah dan Berkah Belitung

05 Jul 2024
SEJARAH  Pulau Belitung tak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang industri tambang timah dan kehancuran ekosistem yang menyertainya. Berawal dari penemuan timah oleh Asisten Residen Belitong J.P. De La Motte pada 1823 dan pendirian Billiton Maatschappij beberapa tahun setelahnya, pertambangan timah di sana berjalan hingga satu abad kemudian.

Aktivitas pertambangan itu tak hanya mengubah rupa bumi Belitung. Kondisi sosial dan budaya masyarakat juga berubah, yang dipengaruhi oleh kedatangan pekerja tambang dari Cina sejak 1724. Di beberapa tempat, aktivitas pertambangan tradisional dengan “menyuntik” atau menyemprotkan air menggunakan pipa ke dalam tanah masih dilakukan karena dianggap lebih cepat mendatangkan uang. 

Keberadaan timah di Belitung kemudian menjadi “kutukan” sumber daya alam. Seperti ditulis profesor asal Turki, Sevil Acar, dalam The Curse of Natural Resources (2017), istilah kutukan itu merujuk pada kondisi ketimpangan ekonomi sejumlah negara yang kaya sumber daya alam, tapi tak mampu menyejahterakan warganya. 

Kutukan sumber daya alam di Belitung bahkan menjadi petaka besar. Terutama setelah terungkapnya kasus megakorupsi senilai Rp 271 triliun di PT Timah Tbk. Nilai kerugian itu, seperti disebutkan guru besar kehutanan Institut Pertanian Bogor, Bambang Hero Saharjo, merujuk pada nilai kerugian negara akibat kerusakan lingkungan dan perekonomian negara. (Yetede)

Tembakau Madura, dari Mitologi hingga Menjadi Komoditas ”Daun Emas”

04 Jul 2024

Petani di Dusun Jambangan, Sumenep, Jatim, belum mulai menanam tembakau jenis campalok. Namun, para calon pembeli telah mengantre untuk mendapatkan tembakau rajangan yang dihasilkan dusun di puncak perbukitan itu. Sebagian lagi memesan sejak dua tahun lalu. Sajak’i (41) petani tembakau, mengatakan, musim tanam serentak di kawasan tegalan dan perbukitan dimulai pertengahan Mei 2024. Namun, khusus tembakau campalok baru ditanam awal Juni 2024. ”Saat ini baru proses penyiapan lahan, seperti penggemburan tanah, dilanjutkan pembuatan bedengan (petak-petak tanam). Setelah siap tanam, baru dikasih pupuk kandang,” ujar Sajak’i, Rabu (8/5) di rumahnya. Selain menunggu lama, pembeli harus merogoh kocek dalam-dalam karena harga tembakau campalok rajangan kering tahun ini Rp 5 juta per kg, berkali lipat lebih mahal dari tembakau biasa yang berkisar Rp 70.000-Rp 120.000 per kg.

Ada dua petak ladang di Bukit Jambangan dengan luas 10 x 20 meter dan 7 x 15 meter. Hasil panen tiap tahun hanya 14-15 kg. Petak-petak ladang itu berada di bawah pohon campalok yang berusia ratusan tahun. Menurut mitologi, bunga penghias mahkota putri Kerajaan Sumenep, Potre Koneng yang berteduh di bawah pohon campalok jatuh ke tanah dan menguarkan wangi. Karena itu, tembakau yang ditanam di bawah pohon tersebut memiliki aroma wangi yang kuat, daun tembakaunya berwarna kuning keemasan. Daun yang sudah dirajang dan dikeringkan memiliki tekstur lembut. Pelanggan tembakau campalok, Ibnu Jaril, mengatakan, tembakau berkualitas tersebut kerap dipakai sebagai campuran pada industri rokok. Bisa juga disimpan di gudang untuk menguatkan aroma tembakau biasa.

”Kualitas rasanya paling enak,” ujar penikmat campalok, KH Mochammad Naqib Hasan. Di luar urusan mitologi, tembakau merupakan komoditas pertanian yang sangat berharga bagi petani di Madura, karena itu, tembakau mendapat julukan ”daun emas” atau ”emas hijau”. Hal itu tak lepas dari harganya yang tinggi dibanding padi, jagung, ketela, atau tanaman pertanian lain. Petani tembakau di Desa Kertagena Dajah, Pamekasan, Cholili (35), mengatakan, setiap 1 hektar tanaman menghasilkan 800 kg hingga 1,2 ton tembakau rajangan kering dengan harga jual Rp 70.000-Rp 100.000 per kg. Potensi pendapatan kotor petani Rp 80 juta hingga Rp 120 juta untuk satu musim tanam yang berlangsung empat bulan. (Yoga)


Garam yang Terdampak Perubahan Iklim

04 Jul 2024

Garam, komoditas dari sumber daya alam yang mengangkat ekonomi Madura, terancam tergerus akibat perubahan iklim. Perlu inovasi untuk meningkatkan kembali produktivitas garam. Syaiful (45) mengeruk lumpur di saluran irigasi kecil antara petak lahan garam yang dia garap, Kamis (30/5) sore, di sampingnya, selembar geomembran tertata rapi menutupi bagian dasar petak lahannya di Desa Aeng Sareh, Sampang, Jatim. Geomembran menjadi alat penjaring kristal garam. Sebelumnya, lahan itu dibiarkan terbengkalai beberapa bulan sejak memasuki musim hujan November-Desember tahun lalu. Lahan yang Syaiful tangani punya orang lain dengan luas 4 hektar. Dia memperoleh keuntungan dari bagi hasil panen. Petani penggarap mendapat satu bagian, sedang pemilik lahan mendapat dua bagian. Artinya, upah baru diperoleh setelah hasil garam laku dijual.

Saat ini harga garam di tingkat petani hanya Rp 70.000-Rp 80.000 per zak ukuran 50 kg (Rp 1.500 per kg). Firdaus (24) dan kakak iparnya juga petani penggarap tambak garam. Menurut Firdaus, butuh tiga bulan untuk mempersiapkan lahan. Tahun lalu, begitu Lebaran usai, petani langsung panen. Kini, usai Lebaran, hujan masih turun. ”Kemarin ada yang mulai produksi, namun kristal garamnya masih tipis. Sudah dipanen karena gerimis. Idealnya, paling tidak satu minggu baru panen jika kondisi cuaca bagus, tidak ada hujan,” ucap Firdaus. Ketua Asosiasi Petani Garam Sampang Miftahul Haris Salim (34) mengatakan, proses produksi garam setidaknya baru bisa dilakukan satu bulan setelah hujan terakhir turun. Sepanjang 2023, musim kemarau juga pendek. Namun, harga jual garam saat itu sangat tinggi, yakni Rp 5.200 per kg.

Sayangnya, tingginya harga jual kala itu, yang tertinggi dalam tiga dasawarsa terakhir, hanya berlangsung singkat, sekitar satu bulan, lalu turun menjadi Rp 3.000 per kg, Rp 2.000 per kg, dan sejak November 2023 stabil rendah di harga Rp 1.500 per kg. ”Makanya, banyak petani garam sekarang mengeluh. Banyak yang bekerja ke luar daerah sebagai tukang bangunan,” ucap Miftahul, yang tinggal di Desa Regung, Kecamatan Pangarengan, salah satu sentra garam di Sampang. Di Regung, 99 % warga mengandalkan kehidupannya dari garam. Lahan-lahan yang dulu digunakan untuk budidaya bandeng dan udang sekarang banyak dialihfungsikan untuk lahan garam.

Ketua Pusat Penelitian dan Inovasi Garam Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UTM Haryo Triajie mengatakan, pengaruh cuaca amat terasa karena garam rakyat 100 % mengandalkan kondisi alam, tak hanya di Madura tetapi juga daerah lain di Indonesia. ”Salah satu sumber murah dan dapat diandalkan untuk produksi garam rakyat yang murah adalah melalui solar evaporation. Jadi, cuaca paling utama berpengaruh,” ucapnya. Petani garam kini berada di bawah bayang-bayang anomaly cuaca dan perubahan iklim. Memasuki bulan Juni, cuaca belum sepenuhnya stabil. UTM tengah membuat inovasi untuk mendapat garam sepanjang musim dengan teknologi tunnel, yakni kubah (setengah lingkaran). Teknologi ini menghindarkan proses kristalisasi garam dari ancaman air hujan sehingga produksi bisa terus berjalan di tengah hujan. Dengan berbagai inovasi, diharapkan garam Madura dapat kembali berjaya (Yoga)


MIND ID Jadi Pembeli Nikel Vale

04 Jul 2024
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) atau PTVI bakal menjual produk nikel kadar tinggi (saprolite) dan rendah (limolite) kepada BUMN Holding Pertambangan, PT Mineral Industri Indonesia alias MIND ID, mulai 2026 mendatang. Kepastian adanya pembeli produk NICO ini menjadi sentimen segar di tengah proyeksi harga nikel yang menantang.  Kepastian MIND ID bertindak sebagai pembeli (offtaker) produk-produk nikel INCO tersebut diperoleh setelah  kedua belah pihak bersepakat  menandatangani perjanjian kerangka kerja offtaker bijih 28 Juni 2024. Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia Natasya Suherto menjelaskan, perseroan akan memberikan hak kepada MIND ID untuk memilih sekaligus membeli bijih saprolit dan atau limonit tertentu yang diproduksi INCo sesuai dengan syarat dan ketentuan dalam perjanjian. (Yetede)

Pemerintah Tahan Harga BBM di Tengah Melemahnya Rupiah

03 Jul 2024

Petugas terlihat sedang melayani pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite di SPBU 31.128.02 MT Haryono, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2024). Pemerintah dalam 1-2 minggu ke depan akan mengumumkan proyeksi anggaran subsidi energi yang perlu ditanggung APBN hingga akhir 2024 sesuai dengan perkembangan kondisi ekonomi sampai pertengahan tahun ini. Hingga saat ini  pemerintah masih  menahan harga BBM di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD. (Yoga)

Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

03 Jul 2024
Masalah ketersediaan pangan mendapat perhatian  serius dari pemerintah, karena menyangkut kedaulat negara. Pemerintahpun bertekad mencapai  swasembada pangan untuk komoditas beras pada 2027 dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia dalam lima tahun ke depan atau tahun 2029. Kondisi dan situasi pangan dunia saat ini memprihatinkan, dimana terdapat 10 negara yang menderita kelaparan dan 59 negara terancam kelaparan. Jumlah penduduk yang kelaparan mencapai 970 juta orang. Ketersedian pangan dunia juga menghadapi tantangan  karena dilanda El Nino yang juga berdampak ke Indonesia. Hal ini menurunkan produksi di Indonesia dari 34 juta menjadi 30 juta ton. (Yetede)

Subsidi Minyak untuk Siapa

02 Jul 2024

BBM berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Subsidi BBM pun dialokasikan dan disalurkan pada pihak yang membutuhkan. Masyarakat bergerak menuju tempat kerja dan aktivitas lain menggunakan angkutan umum dan kendaraan pribadi. Kebutuhan energi Indonesia pada 2023 lebih tinggi dibanding 2022. Berdasarkan Statistik dan Ekonomi 2023 yang dirilis Kementerian ESDM pada Juni 2024, konsumsi energi Indonesia pada 2023 sebesar 1,22 juta barel setara minyak, meliputi, BBM, gas, dan batubara. Sebagai negara pengimpor bersih (net importer) minyak, Indonesia patut mencermati kebutuhan BBM yang bertambah seiring peningkatan aktivitas. Pengimpor bersih artinya impor minyak lebih besar daripada ekspornya. Kegiatan ekspor menghasilkan USD, sedang impor memerlukan USD. Penambahan minyak yang diimpor berdampak pada peningkatan kebutuhan USD.

Padahal, nilai tukar USD terhadap rupiah fluktuatif, dipengaruhi kondisi perekonomian global dan negara bersangkutan. Semakin kuat USD terhadap mata uang lain, termasuk rupiah, semakin banyak rupiah yang dibutuhkan untuk membayar minyak impor. Ekspor dan impor minyak juga tak lepas dari harganya. Pasokan di pasaran, kondisi negara produsen, dan perekonomian dunia memengaruhi harga minyak. Nilai tukar rupiah, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, Senin (1/7) Rp 16.355 per USD. Setahun lalu, Senin (3/7/2023) nilai tukar Rp 15.034 per USD. Situasi ini cukup jauh dari asumsi makro APBN 2024, yakni nilai tukar Rp 15.000 per USD dan harga minyak 82 USD per barel. Peran BBM yang vital dalam kegiatan industri dan rumah tangga membuat pemerintah menyediakan subsidi BBM sebanyak 19,58 juta kiloliter pada 2024. Pertanyaannya sekarang, apakah subsidi ini sudah diterima pihak yang tepat? (Yoga)