Pemajuan Kebudayaan dan Penggalian Biokultural
Salah satu ancaman besar dalam kehidupan saat ini adalah “homogenisasi”. Banyak orang tidak sadar bahwa kehidupan modern saat ini mengarah pada homogenisasi dalam berbagai aspek kehidupan kita, antara lain pangan dan bentang alam. Saat ini dominasi pangan di dunia dikuasai oleh tiga tanaman yaitu padi, gandum dan jagung, padahal masih ada sumber pangan lain yang sangat potensial seperti sorghum, sagu, serta berbagai umbi-umbian. Demikian juga dengan bentang alam, di berbagai belahan dunia, keanekaragaman tumbuhan yang muncul dalam bentuk hutan telah tergantikan oleh tanaman kedelai, bunga matahari, kelapa sawit, akasia, eucalyptus, bahkan padang rumput penggembalaan sapi. Semua ini terjadi sebagai konsekuensi dari kehidupan yang mengutamakan economic profit yang cepat dan mengancam keanekaragaman hayati lokal.
Dalam catatan bertajuk Protecting indigenous cultures is crucial for saving the world’s biodiversity (2020), Krystyna Swiderska peneliti International Institute for Environment and Development (IIED) menyebutkan, bahwa proses pelindungan kebudayaan jarang disebutkan dalam strategi mengatasi krisis hilangnya keanekaragaman hayati. Padahal hilangnya keanekaragaman hayati tidak akan dapat diatasi dengan efektif tanpa proses pelindungan dan penyelamatan kebudayaan.
Swiderska menggambarkan bagaimana selama ribuan tahun masyarakat adat telah melakukan pelestarian keanekaragaman hayati. Banyak keanekaragaman hayati pertanian dunia tercipta dari pengetahuan tradisional, mulai dari varietas tanaman, jenis ternak, sampai bentang alam unik. Praktik masyarakat adat ini terus berlangsung sampai saat ini sehingga membuat kekayaan dan keanekaragaman alam di tanah mereka mengalami penurunan lebih lambat dibanding wilayah lain. Masyarakat adat dunia, dengan jumlah perkiraan sekitar 370 juta hingga 500 juta, telah memainkan peran penting dalam melestarikan keanekaragaman hayati melalui berbagai pengetahuan dan teknologi tradisional mereka. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023