Perbenihan Padi Unggul dan Risiko Swasembada Beras
Benih padi penentu atas keberhasilan swasembada beras. Ironisnya, di tengah tingginya ancaman iklim ekstrem dan pemanasan global, riset terkait varietas unggul baru (VUB) padi justru nyaris terhenti tiga tahun terakhir. BRIN sebagai lembaga penelitian yang berwenang belum berbuat banyak untuk itu. Peneliti, termasuk pemulia tanaman, di BRIN disibukkan mengejar tulisan untuk publikasi internasional yang harus terbit satu naskah setiap tahun. Jika tak mampu, ancamannya banyak dan bermuara ke pemangkasan tunjangan. Perbenihan padi, seperti perbenihan serealia yang lain, tak dapat terpisahkan dari pemulia tanaman, yang ditopang oleh lembaga penelitiannya, yang menyediakan infrastruktur yang memadai. Mereka harus dibuat senyaman mungkin bekerja sebagai pemulia karena kerja mereka tanpa henti. Jika ada yang berhenti, misalnya karena purnatugas, harus ada penerus yang ikut aktif sebagai pemulia minimal 4-5 tahun bersama menekuni bidang yang sama.
Prof (riset) Sumarno, salah seorang pemulia tanaman dari APPERTANI, mengatakan, penelitian perbenihan berbeda dengan penelitian agronomi, sosial ekonomi, atau lainnya. Penelitian itu harus dilakukan terus-menerus tanpa putus waktu, dalam jangka panjang. Pemuliaan padi telah dilakukan tak putus-putus sejak zaman Belanda, awal kemerdekaan, zaman Pelita, zaman reformasi, dan sekarang. Ironisnya, pekerjaan itu berhenti atau setidaknya redup sejak beralih ke BRIN. Pemerintah baru yang akan segera dilantik sebaiknya memikir ulang perbenihan padi. Jangan dibiarkan petani bergantung pada benih padi abal-abal danrisiko tinggi pencapaian swasembada. Salah satu solusi lebih cepat adalah para pemulia tanaman yang masih ada di BBPSI Padi difungsikan secara optimum sebagai perekayasa Varietas Unggul Benih padi. Dengan dukungan dana publik yang mencukupi, pemanfaatan infrastruktur pendukung pemulia tanaman bisa dioptimalkan. Jangan gara-gara pisah lembaga membuat infrastruktur pemuliaan tanaman padi yang ”telah kuat” jadi mubazir. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023