Ritel
( 166 )LPPF Tertekan Persaingan Sengit
PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) membukukan kinerja positif di awal tahun ini. Pada kuartal I, LPFF membukukan laba bersih Rp 326 miliar atau naik 221,9% secara tahunan. Namun pertumbuhan rata-rata penjualan di tiap toko alias same-store sales growth (SSSG) pada periode promosi Lebaran tergelincir 2,4% yoy. Mengingat, tingkat okupansi mall masih belum pulih seperti sebelum pandemi. Di samping persaingan di sektor ritel yang semakin ketat. LPPF berencana menutup 10 toko berkinerja buruk untuk mendorong kinerja tahun ini. LPPF juga mengubah strategi, dengan lebih fokus pada pengembangan merek yang bertujuan untuk ekspansi margin dengan mengarah ke kelompok masyarakat berpenghasilan lebih tinggi.
Equity Research Analyst Ciptadana Sekuritas Alif Ihsanario memprediksi kinerja LPFF akan cenderung menurun di tahun ini karena telah berakhirnya hari raya besar seperti Idul Fitri. Sehingga minat konsumen untuk berbelanja kembali landai. Margin kotor sedikit tertekan di kuartal I-2024, karena penumpukan persediaan sebelum Lebaran. “Tapi kami perkirakan pada kuartal II-2024, LPFF akan menikmati sebagian dari penjualan Lebaran karena pencairan THR masih berlangsung di awal April 2024, meski lebih rendah dari kuartal I-2024,” kata Alif dalam riset 3 Mei 2024. Demi menjaga margin, LPPF akan menerapkan arus persediaan yang efisien dalam jangka waktu yang lebih ketat, menegosiasikan kembali biaya sewa dan mengoptimalkan perencanaan tenaga kerja.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Willy Goutama juga melihat kinerja LPPF di tahun ini akan cenderung tertekan karena persaingan kian ketat.Bisnis konsinyasi LPPF yang mencapai 70% dari penjualan membuatnya sulit untuk mengikuti tren fesyen yang bergerak cepat.
Barang dagangan LPPF tidak memiliki nilai yang sepadan dengan harganya. Hal ini memperlambat lintasan dan pemulihan SSSG LPPF. Untuk itu, Willy merekomendasikan sell untuk LPFF, dengan target harga Rp 1.500 per saham. Sementara Alif masih merekomendasikan buy untuk LPPF, dengan target harga yang sudah dipangkas menjadi Rp 2.160 per saham.
Sementara itu, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, secara kinerja penjualan LPPF ke depannya, akan ada perlambatan mengingat momen hari besar sudah lewat. "Sehingga konsumsi masyarakat akan kembali normal kembali," ujarnya kemarin.
PROYEKSI KUARTAL II/2024 : BISNIS RITEL MASUK ERA MARGIN TIPIS
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia memprediksi pertumbuhan bisnis ritel pada kuartal II/2024 mengalami perlambatan, seiring dengan berakhirnya puncak konsumsi masyarakat. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan bahwa bisnis ritel pada Mei—Juli 2024 tumbuh pada kisaran 4%—5% secara year-on-year (YoY) atau lebih rendah daripada kuartal I/2024 mencapai 5%—7% YoY. “Kuartal II/2024 pasti akan turun karena setelah Lebaran, di setiap tahunnya maka masyarakat mengencangkan ikat pinggang,” ujarnya, Selasa (7/5). Pasca-Lebaran, Roy menjelaskan masyarakat cenderung telah menghabiskan Tunjangan Hari Raya (THR) sebelum dan saat momentum Hari Raya Idulfi tri.
Dengan kondisi itu, tegasnya, masyarakat bakal menghemat pengeluaran untuk kebutuhan dana pendidikan pada Juni—Juli 2024. Di sisi lain, dia menganggap kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 6,25% bakal menggerus belanja masyarakat. Alasannya, Roy menyatakan kenaikan suku bunga acuan ikut mengerek pengeluaran masyarakat untuk membayar cicilan karena bunga kredit yang meningkat. Hal itu terlihat dari pencapaian pertumbuhan konsumsi rumah tangga di kuartal I/2024 mencapai 4,91% (YoY) atau tertinggi pascapandemi Covid-19.
Menurutnya, pertumbuhan konsumsi pada kuartal I/2024 yang moncer didorong oleh momentum Pemilihan Umum (Pemilu) yang terjadi pada Februari 2024. Kebutuhan kampanye para kandidat kontestasi Pemilu, kata dia, ikut berkontribusi terhadap tingkat konsumsi di periode tersebut. Dia memperkirakan konsumsi rumah tangga pada kuartal II/2024 masih tetap tumbuh pada kisaran 3,8%—4% YoY seiring dengan berlalunya puncak konsumsi masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok dan barang penting (bapokting), Roy mengatakan Aprindo menekan nota kesepahaman (MoU) dengan Asosiasi Pasar Rakyat Seluruh Indonesia (Aparsi). Dengan kerja sama tersebut, ritel modern maupun pasar rakyat dapat saling bertukar informasi maupun mengisi pasokan produk. Di sisi lain, kelancaran pasokan juga akan mempermudah masyarakat dalam mengakses bahan pokok di kedua jenis ritel tersebut.
Pada masa mendatang, Roy menambahkan kerja sama digital juga akan dikembangkan oleh kedua jenis ritel untuk mendongkrak kinerja bisnis di tengah pesatnya perkembangan penggunaan teknologi di masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Aparsi Suhendro mengatakan bahwa kolaborasi dengan ritel modern menjadi langkah tepat di tengah gempuran teknologi. Menurutnya, digitalisasi tidak bisa dihindari oleh para pedagang pasar untuk bisa terus mengembangkan bisnisnya.
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifl i Hasan mengusulkan HET minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan rakyat Minyakita naik sebesar Rp1.000 per liter. Mendag menyampaikan bahwa Kemendag tengah mendiskusikan penyesuaian harga eceran tertinggi untuk komoditas minyak goreng.
Peritel Berharap Bisa Ketiban Berkah Lagi
Kinerja emiten ritel masih positif selama kuartal I 2024. Hasil ini berkat dari adanya beberapa perayaan di tiga bulan pertama tahun ini. Beberapa peritel tercatat mengalami kenaikan pendapatan dan laba sepanjang kuartal I 2024. Misalnya, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan pendapatan Rp 8,78 triliun di kuartal I 2024. Ini naik 17,8% secara tahunan alias year on year (yoy) dari sebelumnya Rp 7,5 triliun. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) juga mencatatkan pendapatan Rp 829,09 miliar di kuartal I 2024. Raihan ini melonjak 42,02% yoy dari sebelumnya Rp 583,75 miliar.
Sementara, laba tahun berjalan Rp 106,81 miliar di kuartal I 2024, melesat 254,01% yoy dari Rp 30,17 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, kinerja peritel yang positif itu berkat penjualan dan laba yang tumbuh signifikan di kuartal I 2024. Di periode tersebut, beberapa Hari Raya jadi penopang. Mulai dari Imlek, hingga periode puasa dan Lebaran. Ia memprediksi, emiten ritel masih bisa mencatatkan pertumbuhan positif hingga akhir tahun 2024.
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, pertumbuhan kinerja emiten ritel agak lambat. Namun masih menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, pergerakan saham ACES berada di level
support Rp 890 per saham dan
resistance
Rp 940 per saham. Herditya merekomendasikan
buy if break
untuk ACES dengan target harga Rp 975 – Rp 1.005 per saham.
Equity Analyst
Kanaka Hita Solvera, William Wibowo melihat, pergerakan saham MAPI berada di level
support
Rp 1.300 per saham dan
resistance
Rp 1.775 per saham. Rekomendasinys adalah
wait and see.
Merdeka Mengonsumsi sampai ke Cirebon
Catur Nugroho (36) supervisor RM Ayam Goreng Bahagia 71 Hj
Sunarti, mengenang saat pertama mengenal baju bermerek internasional. Bukan
dari butik aslinya yang ternama, melainkan di pasar baju second (bekas) di
Cirebon yang dikenal dengan nama Cimol. ”Cimol, ’Cirebon Mal’ bekas gitu. Bukan
jualan barang-barang cacat, tapi barang bekas pakai orang-orang luar yang masih
bagus,” tuturnya, Jumat (29/3) sore, di Cirebon, Jabar. Ia berburu kaus second
branded itu karena tak mungkin membeli di gerai aslinya. Harganya mahal. ”Di sana ada pengepulnya. Jadi, kalau kita
beli, ada satu karung gede terus kita disuruh cari sendiri. Ada Uniqlo, Adidas,
macam-macamlah,” ujar Catur. Ia membeli baju-baju itu dengan harga Rp 15.000
atau Rp 20.000 per potong. Kualitasnya, tak jauh beda dengan produk merek-merek
itu saat ini. ”Saya ngumpulin, dipakai, habis itu dijual. Kalau sudah bosan
tawarin ke teman-teman sendiri,” katanya seraya tertawa.
Uniqlo adalah salah satu produk yang disukai Catur. Menurut
dia, bahannya enak dan modelnya simpel. Saking fanatiknya, ia masih menyimpan
satu jaket dan dua kaus Uniqlo second. ”Enggak nyangka, setelah 10 tahun,
Uniqlo buka juga tokonya di Cirebon. Hari ini pun ramai banget karena pembukaan
Uniqlo. Jalanan sampai macet,” ucap Catur. Waktunya pas karena orang-orang juga
baru saja menerima THR. Tak ayal, hari itu, Cirebon macet laiknya Jakarta.
Pengunjung memadati Mal CSB, parkiran penuh sesak. Jalan Dr Cipto Mangunkusumo
yang berada di depan mal padat kendaraan sejak pagi hingga jelang tengah malam.
Pengunjung, tua, muda, dan anak-anak, antre sejak pagi dan keluar menenteng tas
belanja berlogo Uniqlo. Sebagian mengenakan sarung dan peci, menyuguhkan pemandangan
khas santri ”Kota Udang”.
Sukma (22) pegawai perusahaan konfeksi di Cirebon asal Bekasi
sudah tiba di Mal CSB sejak pukul 08.00. Bersama seorang teman, dua jam sebelum
mal buka untuk menyambut pembukaan gerai Uniqlo. Ia antre panjang di pintu
masuk gerai toko itu bersama pengunjung lain. Wajah-wajah mereka semringah,
berpadu dengan raut penasaran dan antusiasme di tengah hawa Cirebon yang gerah
dan lembab. Sukma mengaku ingin menjadi orang yang pertama menyaksikan
pembukaan gerai merek populer asal Jepang itu di Cirebon. Katanya, biar tak
ketinggalan tren. Rupanya Sukma dijangkiti sindrom FOMO alias fear of missing
out. Takut ketinggalan. Ia juga tak khawatir lagi ketinggalan mode. Sebagai
pencinta mode, ia bisa tetap terlihat keren seperti anak-anak muda di kota
lain.
Ahmad Dailami (20) dan Ibnu (21) tak sungkan berjejalan
dengan ratusan pengunjung lain di toko baru tersebut. Kedua pemuda yang
bermukim di Talun, Cirebon Selatan itu, berangkat pukul 07.00 demi menyambut
pembukaan gerai merek tersebut. ”Bukan karena gengsi, tapi lebih karena
bahannya yang enak, adem, kayak premium gitu. Biarpun harganya enggak murah-murah
banget, tapi worth it sih harganya,” kata Ahmad. Meski antrean di kasir mengular
panjang, Ahmad dan Ibnu tak gentar. Keranjang mereka penuh dengan kemeja untuk
menyambut Lebaran. Lidia Rosdiana (20) datang ke CBS dari rumahnya di Kabupaten
Cirebon bersama kakak dan ibunya, menempuh perjalanan satu jam mengendarai mobil.
Menurut dia, kehadiran merek Uniqlo di
Cirebon menjadi bukti kemajuan Cirebon. Ini juga membuktikan bahwa Cirebon
sudah dikenal banyak orang, sekaligus sebagai tujuan investasi. (Yoga)
Global Bergejolak, Sektor Ritel Jadi Tulang Punggung Perekonomian
STRATEGI PENJUALAN : MOMEN EKSPANSI MEREK LOKAL
Di tengah gemerlapnya persiapan Ramadan dan Lebaran, pemilik brand lokal menemukan momentum untuk tak hanya mengandalkan strategi online. Kini mulai banyak yang ekspansif dan membuka gerai di pusat perbelanjaan. Terlebih masyarakat juga makin banyak yang berbelanja secara langsung ke pusat perbelanjaan, berbeda dengan masa pandemi di mana ketika itu sebagian besar memilih untuk berbelanja melalui e-commerce. Kondisi ini jelas memberikan berkah bagi para penyewa di pusat perbelanjaan, termasuk para pemilik brand lokal. Hal ini diamini oleh Linda Anggrea, Pemilik Buttonscarves yang kini memiliki 45 toko yang tersebar di sejumlah pusat perbelanjaan di Indonesia. Menurut Linda, Buttonscarves sebetulnya sudah mulai masuk ke pusat perbelanjaan sejak Desember 2018, sebagai bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan pasar dan memberikan pengalaman belanja langsung kepada pelanggan. Bahkan saat ini persentase penjualan di pusat perbelanjaan menyumbang sekitar 65% dari total penjualan secara keseluruhan baik melalui online maupun gerai offline lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa kehadiran gerai fisik di pusat perbelanjaan mampu menarik dan memuaskan kebutuhan para pelanggan.
Sementara itu, pada momen Ramadan dan Idufitri, pihaknya mencatat peningkatan penjualan yang signifikan dengan rata-rata peningkatan mencapai dua kali lipat atau 100% dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Adapun kategori produk yang paling diminati oleh konsumen di mal biasanya adalah scarf, aksesori, dan tas dengan range harga Rp275.000–Rp3 juta Tren ini menurutnya cukup konsisten, baik melalui penjualan di online maupun offline. Pihaknya juga turut serta dalam program midnight sale yang diselenggarakan di pusat perbelanjaan. Setidaknya selama 2 hingga 3 jam masa midnight sale, mampu meningkatkan penjualan sekitar 20% hingga 30% dibandingkan hari-hari biasa tanpa midnight sale. Selain Buttonscarves, brand lokal lainnya yang ekspansi ke pusat perbelanjaan adalah Kami yang pertama kali melebarkan sayap dengan membuka store di Pondok Indah Mall 3 pada 2020.
CEO Kami Istafiana Candarini mengatakan alasan utama mereka membuka store di mal adalah perwujudan dari pasar Kami yang berkualitas premium.
Memasuki Ramadan, Isti mengakui terjadi peningkatan penjualan yang signifi kan bahkan bertumbuh 20% dibandingkan momen Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya.Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja mengatakan rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada saat Ramadan dan Idulfitri 2024 diprediksi akan lebih tinggi dari tahun lalu.
Senada, Ketua Umum APPBI DKI Jakarta Mualim Wijoyo mengatakan sejak 2022 lalu euphoria masyarakat untuk berkunjung ke pusat perbelanjaan sangat tinggi.
2024, Tiga Mal Guyur Jakarta
Tiga proyek mal dengan kapasitas 161 ribu meter persegi siap mengguyur Jakarta pada 2024. Senior research advisor Knight Frank Indonesia di Jakarta, Syarifah Syaukat, baru-baru ini mengatakan, tiga proyek mal baru itu mencakup Retail Podium Thamrin Nine di kawasan Jl. MH Thamrin, Jakpus seluas 27.000 m², Holland Vilage Mal, Cempaka Putih, Jakpus (44.000 m²) dan Menara Jakarta, Kemayoran, Jakpus (90.300 m²).
Kehadiran ruang mal baru itu meramaikan pasokan existing yang bertengger di level 4,91 juta m² dengan tingkat kekosongan 1,03 juta m². “Rerata tingkat okupansi ruang ritel saat ini berada di kisaran 79 % atau meningkat tipis dari tahun lalu,” kata Syarifah. Inovasi menjadi keharusan dari peritel dan pengelola ritel untuk memberikan new experience kepada pengunjung. Di Jakarta, setidaknya 7 % ritel melakukan renovasi sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan pengunjung ritel saat ini. (Yetede)
KINERJA PUSAT PERBELANJAAN : Tingkat Kunjungan Belum Pulih
Bisnis pusat perbelanjaan atau mal optimistis tingkat kunjungan sampai dengan Ramadan dan Idulfi tri di tahun ini akan bertumbuh. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan kinerja industri usaha ritel pada Ramadan dan Idulfi tri tahun ini masih akan tetap lebih baik jika dibandingkan dengan tahun lalu. Tingkat kunjungan ke pusat belanja menjelang dan pada saat Ramadan serta Idulfi tri di tahun ini ditargetkan akan meningkat 20% dibandingkan dengan tahun lalu.
Menurutnya, yang menjadi kekhawatiran para pemilik dan tenant pusat perbelanjaan yakni kondisi setelah Idulfitri di mana adanya ancaman stagnasi atas pertumbuhan industri usaha ritel di Indonesia. Stagnasi yang diperkirakan terjadi usai Lebaran 2024 akibat dari tingkat okupansi yang tak pulih kembali seperti pada 2019. Pada 2019 tingkat okupansi mal secara nasional rata-rata 90%. Kemudian pada 2020 dan 2021, tepatnya saat pandemi Covid-19, tingkat okupansi merosot 20% sehingga mencapai sebesar 70%.
CEO PT Leads Property Services Indonesia Hendra Hartono menuturkan tingkat kunjungan dan okupansi tenant mal menjelang Lebaran hingga Idulfi tri diproyeksikan akan mengalami peningkatan sama seperti periode tahun lalu. Menurutnya, banyak retailer yang akan momentum Ramadan hingga Idulfi tri untuk membuka outletnya terutama food and beverage (F&B) karena banyak keluarga atau relasi yang melakukan buka bersama.
Sektor ritel tidak akan begitu terimbas karena lebih dipengaruhi oleh gaya hidup dan daya beli serta merupakan kebutuhan hidup manusia. “Di kuartal I tahun 2023 meningkat 0,2% dari kuartal IV 2022, harusnya ada peningkatan sekitar 1% di kuartal I tahun 2024 dibandingkan kuartal III/2023 karena pemilu berjalan dengan damai dan retailer F&B masih ekspansi,” ucapnya.
Belanja Menengah-Atas Turun, Ritel Modern Berinovasi
Masyarakat ekonomi menengah atas masih menjadi penopang utama
konsumsi produk ritel meskipun kontribusinya melambat di tengah ketidakpastian
ekonomi. Untuk menggairahkan daya beli mereka, ritel modern pun berinovasi. Ekonom
senior Indef, Aviliani, menjelaskan, 80 % pertumbuhan konsumsi di dalam negeri
mayoritas dikontribusi 40 % total penduduk Indonesia berkategori ekonomi
menengah dan 20 % masyarakat ekonomi teratas. Kontribusi setiap kategori pada
konsumsi adalah 35 % dan 45 %. ”Sektor ritel sekarang sudah tumbuh hampir sama
sebelum masa pandemi Covid-19 karena sejak pandemi dinyatakan selesai, demand
(permintaan) kembali, terlihat dari pertumbuhan konsumsi sudah 55 % dari PDB,
investasi sudah 30 % ,” ujarnya dalam bincang santai bertajuk ”Geliat Ekonomi
dan Ritel Pascapemilu di Indonesia” di Jakarta, Jumat (23/2).
Namun, kemampuan belanja masyarakat kalangan menengah dan
teratas terus menurun pada 2023. Data BPS menunjukkan, sepanjang 2023, pertumbuhan
konsumsi hanya 4,82 %, lebih rendah dari 2022 sebesar 4,94 % yang menjadi titik
balik pemulihan ekonomi pascapandemi.Laju konsumsi itu juga jauh di bawah
pertumbuhan ekonomi nasional yang menyentuh 5,04 %. Direktur SOGO Indonesia
Handaka Santosa, mengungkapkan, masyarakat ekonomi menengah dan atas yang menyukai
produk impor terbebani biaya belanja tinggi karena adanya pajak impor. Pajak yang
dimaksud seperti bea masuk. Pada kategori pakaian jadi, tarif pajak berkisar 20
% hingga maksimal 94 % dari harga per unit produk. Pajak pengamanan produk impor
itu berlaku sejak akhir 2021.
Guna menarik minat masyarakat mampu berbelanja produk-produk
di dalam negeri, sejumlah peritel berinovasi pada tahun ini. Salah satunya dengan
menambah koleksi produk bermerek di outlet-outlet mereka di kota-kota
Indonesia. Contohnya, di penghujung Februari 2024, SOGO membawakan koleksi
produk merek ternama, seperti Ted Baker, Max & CO, Christy, Roncato, Kent
& Crew, United Colors of Benetton, Airceloom, Von Dutch, danToms &
Asana. Produk premium karya lokal juga diperbanyak dan dijajarkan dengan merek
internasional untuk memberi lebih banyak pilihan kepada setiap pengunjung. Inovasi
lain adalah dengan mencampurkan kategori produk dalam satu lantai. Sebagai
contoh, gerai produk kecantikan bersanding dengan gerai kopi. Lalu, di lantai
dua, yang didominasi produk pakaian wanita, diisi juga dengan kedai minuman
pada salah satu sudutnya. (Yoga)
AMRT Tambah 800 Gerai Tahun Ini
Emiten ritel, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) bakal terus melanjutkan ekspansi bisnisnya di tahun ini. Pihaknya menargetkan penambahan 800 gerai baru di tahun 2024. "Kami menutup tahun hingga akhir 2023 dengan 19.100 gerai dan penambahan satu pusat distribusi di Madiun. Sementara rencana penambahan gerai di tahun 2024 sebanyak 800 gerai," ujar GM Corporate Communications AMRT, Rani Wijaya kepada KONTAN, Selasa (2/1). Rani mengungkapkan, penambahan 800 gerai tersebut akan menyasar wilayah di luar kota-kota besar di Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa. Di sisi lain, AMRT optimistis tren pertumbuhan bisnis selama tahun 2023 akan berlanjut hingga tahun 2024. Rani menyatakan, kondisi ekonomi dalam negeri sudah semakin membaik paska pandemi Covid-19. Hal ini juga yang membuat daya beli masyarakat terus meningkat. Meskipun 2024 merupakan tahun politik, proyeksi bisnis ritel akan semakin membaik karena melanjuti kinerja yang sudah baik di 2023. Sekadar informasi, tahun 2024 diprediksi menjadi tahun pemulihan bagi sektor ritel.
Pasalnya, pada tahun ini mobilitas masyarakat sudah tak lagi dibatasi serta adanya momentum politik, seperti Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daaerah (Pilkada) serentak. Ajang pesta demokrasi diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ritel.
Hingga kuartal III-2023, AMRT membukukan laba bersih sebesar Rp 2,19 triliun, tumbuh 25,1% dibandingkan periode sama tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp 1,751 triliun.
Pengelola gerai ritel Alfamart ini menyiapkan sejumlah strategi untuk memaksimalkan laju bisnisnya di tahun 2024. Salah satunya melalui
digital initiatives, yakni pengoptimalan
omnichannel
Alfamart melalui aplikasi Alfagift yang semakin membuka jalan dan potensi lain untuk pengembangan bisnis Alfamart, khususnya manajemen hubungan pelanggan (
Customer Relation Management
/CRM) dan teknologi.
Pengembangan
omnichannel
seperti Alfagift ini sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun lalu. Namun, manajemen AMRT terus berupaya menyempurnakannya. Ini dilakukan setelah melihat tingginya minat belanja masyarakat secara daring atau online.
Terkait anggaran dana belanja modal atau
capital expenditure
(capex) tahun ini, Manajemen AMRT juga belum bersedia memberikan rinciannya.Namun, Rani menjelaskan sebagian besar capex dialokasikan untuk keperluan ekspansi usaha.
Sebagai gambaran, pada tahun 2023 lalu, AMRT mengalokasikan dana capex sebesar Rp 4 triliun–Rp 4,4 triliun.Dana yang dinilai cukup untuk agenda ekspansi AMRT.
Pilihan Editor
-
Terus Dorong Mutu Investasi
25 Jan 2023 -
Proyek MRT East-West Dikebut
24 Jan 2023









