;

STRATEGI PENJUALAN : MOMEN EKSPANSI MEREK LOKAL

STRATEGI PENJUALAN : MOMEN EKSPANSI MEREK LOKAL

Di tengah gemerlapnya persiapan Ramadan dan Lebaran, pemilik brand lokal menemukan momentum untuk tak hanya mengandalkan strategi online. Kini mulai banyak yang ekspansif dan membuka gerai di pusat perbelanjaan. Terlebih masyarakat juga makin banyak yang berbelanja secara langsung ke pusat perbelanjaan, berbeda dengan masa pandemi di mana ketika itu sebagian besar memilih untuk berbelanja melalui e-commerce. Kondisi ini jelas memberikan berkah bagi para penyewa di pusat perbelanjaan, termasuk para pemilik brand lokal. Hal ini diamini oleh Linda Anggrea, Pemilik Buttonscarves yang kini memiliki 45 toko yang tersebar di sejumlah pusat perbelanjaan di Indonesia. Menurut Linda, Buttonscarves sebetulnya sudah mulai masuk ke pusat perbelanjaan sejak Desember 2018, sebagai bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan pasar dan memberikan pengalaman belanja langsung kepada pelanggan. Bahkan saat ini persentase penjualan di pusat perbelanjaan menyumbang sekitar 65% dari total penjualan secara keseluruhan baik melalui online maupun gerai offline lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa kehadiran gerai fisik di pusat perbelanjaan mampu menarik dan memuaskan kebutuhan para pelanggan. 

Sementara itu, pada momen Ramadan dan Idufitri, pihaknya mencatat peningkatan penjualan yang signifikan dengan rata-rata peningkatan mencapai dua kali lipat atau 100% dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Adapun kategori produk yang paling diminati oleh konsumen di mal biasanya adalah scarf, aksesori, dan tas dengan range harga Rp275.000–Rp3 juta Tren ini menurutnya cukup konsisten, baik melalui penjualan di online maupun offline. Pihaknya juga turut serta dalam program midnight sale yang diselenggarakan di pusat perbelanjaan. Setidaknya selama 2 hingga 3 jam masa midnight sale, mampu meningkatkan penjualan sekitar 20% hingga 30% dibandingkan hari-hari biasa tanpa midnight sale. Selain Buttonscarves, brand lokal lainnya yang ekspansi ke pusat perbelanjaan adalah Kami yang pertama kali melebarkan sayap dengan membuka store di Pondok Indah Mall 3 pada 2020. 

CEO Kami Istafiana Candarini mengatakan alasan utama mereka membuka store di mal adalah perwujudan dari pasar Kami yang berkualitas premium. Memasuki Ramadan, Isti mengakui terjadi peningkatan penjualan yang signifi kan bahkan bertumbuh 20% dibandingkan momen Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya.Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja mengatakan rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada saat Ramadan dan Idulfitri 2024 diprediksi akan lebih tinggi dari tahun lalu. Senada, Ketua Umum APPBI DKI Jakarta Mualim Wijoyo mengatakan sejak 2022 lalu euphoria masyarakat untuk berkunjung ke pusat perbelanjaan sangat tinggi.

Tags :
#Umum #Ritel
Download Aplikasi Labirin :