;

LPPF Tertekan Persaingan Sengit

Ekonomi Hairul Rizal 08 May 2024 Kontan
LPPF Tertekan Persaingan Sengit

PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) membukukan kinerja positif di awal tahun ini. Pada kuartal I, LPFF membukukan laba bersih Rp 326 miliar atau naik 221,9% secara tahunan. Namun pertumbuhan rata-rata penjualan di tiap toko alias same-store sales growth (SSSG) pada periode promosi Lebaran tergelincir 2,4% yoy. Mengingat, tingkat okupansi mall masih belum pulih seperti sebelum pandemi. Di samping persaingan di sektor ritel yang semakin ketat. LPPF berencana menutup 10 toko berkinerja buruk untuk mendorong kinerja tahun ini. LPPF juga mengubah strategi, dengan lebih fokus pada pengembangan merek yang bertujuan untuk ekspansi margin dengan mengarah ke kelompok masyarakat berpenghasilan lebih tinggi. 

Equity Research Analyst Ciptadana Sekuritas Alif Ihsanario memprediksi kinerja LPFF akan cenderung menurun di tahun ini karena telah berakhirnya hari raya besar seperti Idul Fitri. Sehingga minat konsumen untuk berbelanja kembali landai. Margin kotor sedikit tertekan di kuartal I-2024, karena penumpukan persediaan sebelum Lebaran. “Tapi kami perkirakan pada kuartal II-2024, LPFF akan menikmati sebagian dari penjualan Lebaran karena pencairan THR masih berlangsung di awal April 2024, meski lebih rendah dari kuartal I-2024,” kata Alif dalam riset 3 Mei 2024. Demi menjaga margin, LPPF akan menerapkan arus persediaan yang efisien dalam jangka waktu yang lebih ketat, menegosiasikan kembali biaya sewa dan mengoptimalkan perencanaan tenaga kerja. 

Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Willy Goutama juga melihat kinerja LPPF di tahun ini akan cenderung tertekan karena persaingan kian ketat.Bisnis konsinyasi LPPF yang mencapai 70% dari penjualan membuatnya sulit untuk mengikuti tren fesyen yang bergerak cepat. Barang dagangan LPPF tidak memiliki nilai yang sepadan dengan harganya. Hal ini memperlambat lintasan dan pemulihan SSSG LPPF. Untuk itu, Willy merekomendasikan sell untuk LPFF, dengan target harga Rp 1.500 per saham. Sementara Alif masih merekomendasikan buy untuk LPPF, dengan target harga yang sudah dipangkas menjadi Rp 2.160 per saham. Sementara itu, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, secara kinerja penjualan LPPF ke depannya, akan ada perlambatan mengingat momen hari besar sudah lewat. "Sehingga konsumsi masyarakat akan kembali normal kembali," ujarnya kemarin.  

Tags :
#Ritel
Download Aplikasi Labirin :