Ritel
( 166 )Penjualan Eceran Diperkirakan Tetap Kuat
Kinerja penjualan eceran secara tahunan diperkirakan tetap kuat pada Agustus 2023. Hal tersebut tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2023 sebesar 204,4 atau tumbuh positif 1,3 persen secara tahunan. Secara bulanan, penjualan eceran diprakirakan tumbuh positif sebesar 0,5 persen. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Senin (11/9/2023). (Yoga)
Triwulan III, Penjualan Eceran Tetap Tumbuh Meski Melambat
JAKARTA,ID-Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja penjualan eceran pada triwulan III-2023 diprakirakan tetap tumbuh meski melambat. Dalam Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia yang dipublikasikan pada Senin (11/9/2023), Indeks Penjualan Riil (IPR) triwulan III-2023 diprakirakan tumbuh sebesar 1,4% secara year on year (yoy),melambat dari triwulan sebelumnya sebesar 1,6 (yoy). Kelompok yang tercatat masih tumbuh meski melambat yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau (4,3%, yoy) dan subkelompok sandang (6,9%, yoy). Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan, BI memperkirakan kinerja penjualan eceran tetap kuat pada Agustus 2023, tercermin dari Agustus 2023 sebesar 204,4, atau tumbuh positif sebesar 1,3% (yoy). tetap kuatnya kinerja penjualan eceran pada Agustus 2023 tersebut didorong oleh subkelompok sandang yang meningkat, serta perbaikan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor, perlengkapan rumah tangga lainnya, barang lainnya, serta suku cadang dan aksesoris. (Yetede)
EMITEN RITEL : Guardian Topang Kinerja HERO
Presiden Direktur HERO Patrik Lindvall mengatakan, Guardian Health & Beauty mencetak pemulihan yang kuat sepanjang semester I/2023, baik dari sisi pendapatan maupun profitabilitas. Di sisi lain, pemulihan IKEA disebut berjalan lebih lambat. “Guardian terus membukukan pemulihan yang solid setelah pandemi. Toko-toko berlokasi di mal dan area wisata terus memberikan keuntungan dari pertumbuhan jumlah kunjungan pelanggan yang terus meningkat,” ujarnya, dikutip Jumat (1/9). Secara keseluruhan, penjualan like-for-like Guardian meningkat lebih dari 30% pada semester I/2023. Profitabilitas juga naik hampir dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut didorong oleh pertumbuhan penjualan dan operating leverage yang solid. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2023, HERO mencetak laba periode berjalan sebesar Rp131,92 miliar. Jumlah itu melesat dibandingkan dengan semester I/2022 yang tercatat membukukan rugi bersih Rp113,77 miliar. Seiring dengan peningkatan laba, perseroan juga meraih kenaikan pendapatan bersih dari posisi Rp2,14 triliun menjadi Rp2,51 triliun pada paruh pertama tahun ini.
Merugi Ekonomi Akibat Polusi
JAKARTA-Polusi udara di wilayah Jabodetabek yang memburuk selama sebulan terakhir turut berdampak pada dunia usaha dan aktivitas perekonomian. Kekhawatiran masyarakat untuk beraktivias di luar rungan membuat jumlah kunjungan ke pusat belanja menurun. Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, mengatakan penurun jumlah kunjungan di mal dan area retail lainnya berpotensi melemahkan kinerja industri retail yang baru saja pulih pasca-pandemi Covid-19. "Kami sangat terpengaruh dan terganggu karena pengunjung menjadi takut dan membatasi diri untuk keluar rumah. Penjualan bisa menurun," ujarnya kepada Tempo, kemarin. Dia menyebutkan bahwa pelaku usaha retail juga ikut berkeberatan akan imbauan pemerintah untuk menerapkan WFH karena berpotensi menekan jumlah kunjungan dan konsumsi masyarakat. "Retail juga tidak bisa ikut menerapkan WFH karena kami, kan full online." Sebagai upaya untuk memberikan rasa aman kepada pengunjung, pelaku usahapun berupaya melakukan penyesuaian di pelbagai sisi. (Yetede)
MIDI Agresif Ekspansi Gerai Baru
Emiten pengelola gerai Alfamidi dan Lawson, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menargetkan pertumbuhan pendapatan di semester II ini tetap
dobel digit, seperti yang dicapai pada semester I 2023.
Untuk menopang target, MIDI masih gencar membuka jaringan gerai baru. "Kami terus melanjutkan ekspansi dengan menargetkan 150-200 gerai Alfamidi dan 500 gerai Lawson di 2023 (setahun penuh)," kata Suantopo Po,
Corporate Secretary
MIDI kepada KONTAN, Kamis (10/8).
Pasalnya, jumlah gerai Lawson selama 10 tahun terakhir stagnan di angka 65 gerai. Hingga semester I-2023, Lawson mencatatkan pembukaan gerai terbanyak dibandingkan gerai MIDI lainnya, yaitu 250 gerai. Perinciannya, 102 gerai
standalone
alias berdiri sendiri dan 148 gerai
store-in-store
atau berada dalam gedung lain.
Khusus untuk pembukaan gerai Lawson, MIDI menganggarkan belanja modal (capital expenditure
/capex) sebesar Rp 600 miliar, dari total belanja modal Rp 1,6 triliun. Setiap satu gerai Lawson membutuhkan capex yang lebih kecil dibandingkan gerai Alfamidi, yaitu rata-rata Rp 2 miliar untuk
standalone
(Alfamidi rata-rata Rp 3 miliar) dan Rp 500 juta untuk
store-in-store.
Dari sisi
merchandising, MIDI menyediakan produk yang lebih lengkap untuk memaksimalkan area penjualan dan optimalisasi margin dengan harga yang kompetitif. Dari sisi pemasaran, MIDI melanjutkan strategi pemasaran yang komprehensif.
Sejatinya, aksi ekspansi MIDI yang agresif sepanjang tahun ini tak terlalu mengejutkan. Pasalnya, meski telah terjadi perubahan perilaku berbelanja masyarakat melalui
online, namun faktanya belanja
offline
masih diminati, khususnya di kawasan yang dekat dengan tempat tinggal.
Lima Emiten Ritel Kantongi Pendapatan Rp 85 Triliun
JAKARTA,ID-Sebanyak lima emiten ritel diproyeksikan mengantongi pendapatan Rp 85 triliun semester 1-2023, naik 13% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 75 triliun. Sejalan dengan itu, laba bersih lima emiten itu tumbuh 9% menjadi Rp3,7 triliun dari Rp 3,4 triliun. Kelima emiten ritel itu adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP/MAPI), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pemilik jaringan minimarket Alfamart. Berdasarkan riset Indo Premier Sekuritas, dikutip Rabu (19/7/2023), MAP diproyeksikan mencetak pertumbuhan pendapatan tertinggi per Juni 2023, yakni 25%, menjadi Rp 16,8 triliun dari Rp13,4 triliun, diikuti Alfamart sebesar 12,8% menjadi Rp 54 triliun, Matahari 10,2% menjadi Rp7,8 triliun, Ace Hardware 8,7% menjadi 7,8 triliun, dan Ramayana 0,4% menjadi Rp3,03 triliun. Sementara itu, Ace Hardware diestimasi mencetak pertumbuhan laba bersih tertinggi di semester I tahun ini, sebesar 27% menjadi 308 miliar, diikuti MAP sebesar 19,7% menjadi Rp 949 miliar, Alfamart 11,9% menjadi Rp 1,4 triliun, Ramayana 0,1% menjadi Rp286 miliar. Adapun laba bersih Matahari ditaksir turun 11,6% menjadi Rp 812 miliar. (Yetede)
Imbas Pandemi, Sektor Ritel di Manado Lesu
Sektor ritel dan konsumsi masyarakat di Manado terindikasi menurun seiring dengan penutupan dua gerai ritel besar di ibu kota Sulawesi Utara itu. Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Sulut Robert Najoan mengatakan, perubahan perilaku belanja konsumen belum betul-betul pulih setelah pandemi. ”Bahkan, tahun 2022 masih lebih bagus dari semester awal 2023,” katanya, Kamis (6/7/2023). (Yoga)
Tak Ada Lagi Diskon Sewa Gerai
Kinerja emiten ritel mulai meningkat. Meski begitu, harga saham para emiten masih tertekan. Tahun ini prospek emiten ritel dinilai masih netral akibat tekanan pada laba operasional dan laba bersih emiten. CEO Edvisor.id, Praska Putrantyo menilai, penurunan harga saham emiten ritel mengikuti kinerja fundamentalnya. Rilis kinerja emiten peritel secara rata-rata per kuartal I-2023 mengalami penurunan dibanding periode sama tahun lalu. Ini khususnya di pos laba operasional dan laba bersih. Padahal dari sisi pendapatan, emiten ritel mencetak pertumbuhan di kuartal I 2023 adalah PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Emiten grup Lippo ini mencetak pertumbuhan pendapatan 11,62% menjadi Rp 1,44 triliun namun laba bersih turun 30,18% jadi Rp 101,28 miliar. Praska mengatakan, lesunya bottom line emiten ritel akibat peningkatan biaya operasional dan tren kenaikan suku bunga. Hal ini memicu minat penggunaan fasilitas pembiayaan untuk belanja. Sejalan dengan penurunan bottom line, harga saham emiten ritel karena belum adanya katalis positif baru setelah momentum rilis kinerja kuartal I dan musim pembagian dividen final. Akibatnya membuat mayoritas emiten ritel cenderung tertekan, khususnya emiten ritel dengan sasaran kelas menengah bawah. Analis Buana Capital, James Stanley Widjaja menambahkan, efek suku bunga dapat memberikan tekanan besar pada emiten ritel seperti PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Ia melihat, leverege keuangan ERAA mengkhawatirkan karena tingkat suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama. Nampak dari rasio utang bersih terhadap ekuitas ERAA meningkat menjadi 0,94 kali dari 0,34 kali pada kuartal I 2022. Analis Samuel Sekuritas Ashalia Fitri mengatakan, keberhasilan MAPI menjaga pendapatan tetap tumbuh hingga 32% membuktikan bahwa perusahaan ini masih bisa membaca keinginan pasar. Tapi MAPI tetap tidak mampu menahan kenaikan beban operasional sehingga laba bersihnya turun. "Penurunan laba karena MAPI sudah tidak memperoleh diskon biaya rental dari landlord," jelas Ashalia. Penurunan diskon biaya rental MAPI sudah terlihat sejak 2022.
Peritel Buka Opsi Batasi Jumlah Pembelian Gula Konsumsi
Pemerintah tengah menyusun acuan baru untuk menyikapi kenaikan harga gula dunia. Sambil menunggu aturan itu, sejumlah peritel membatasi pembelian gula untuk menjaga ketersediaan barang. Anggota Dewan Penasihat Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Tutum Rahanta, Minggu (28/5/2023), mengatakan, harga gula di luar ritel melebihi harga acuan. Pelaku usaha khawatir ada pihak yang membeli gula di ritel, lalu menjualnya dengan harga lebih tinggi di luar ritel. (Yoga)
Pesta Diskon Pengungkit Ekonomi Jakarta
Sebagai penanda kota jasa dan perdagangan Jakarta, puluhan mal merayakan kebangkitan ekonomi lewat Festival Jakarta Great Sale 2023. Selama dua bulan penuh, mal-mal menawarkan pesta diskon kepada masyarakat. Bagi ibu Felly (40), promosi diskon di gerai-gerai mal membuatnya antusias berbelanja. Jumat (26/5), ia membeli dua sepatu untuk anaknya dengan potongan harga 50 % di sebuah gerai di Mal Ciputra Jakarta, Jakbar. ”Saya impulsif belanja, tapi beruntung juga karena diskonnya lumayan,” ujar warga Pademangan, Jakut, itu. Hari itu banyak gerai yang menjual produk fashion barang-barang aksesori dan restoran yang menawarkan promosi menarik. Bahkan, diskon yang ditawarkan mencapai 70 %.
Tidak banyak pengunjung yang menyadari bahwa pesta diskon itu bagian dari Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2023. FJGS 2023 digelar untuk menyambut Hari Ulang Tahun Ke-496 Jakarta. Festival digelar selama dua bulan, sejak 21 Mei hingga 21 Juli mendatang. FJGS 2023 diikuti ribuan gerai anggota Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) di 94 mal anggota Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Selain gerai di mal, promo FJGS 2023 juga diikuti gerai di ruko, stasiun, bandara, halte MRT, halte Transjakarta, dan di area komersial lain. Total transaksi ditargetkan Rp 6,5 triliun. ”Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional, meningkatkan daya beli masyarakat, dan memantapkan citra Jakarta menjadi tujuan wisata belanja,” ujar Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, saat membuka FJGS 2023 di Laguna Atrium Central Park Mall, Jakbar, Minggu (21/5) lalu. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Evaluasi Bantuan Langsung Tunai BBM
11 Oct 2022 -
Alarm Inflasi Mengancam Sektor Retail
11 Oct 2022 -
Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut Sepekan Lagi
10 Oct 2022









