MIDI Agresif Ekspansi Gerai Baru
Emiten pengelola gerai Alfamidi dan Lawson, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menargetkan pertumbuhan pendapatan di semester II ini tetap
dobel digit, seperti yang dicapai pada semester I 2023.
Untuk menopang target, MIDI masih gencar membuka jaringan gerai baru. "Kami terus melanjutkan ekspansi dengan menargetkan 150-200 gerai Alfamidi dan 500 gerai Lawson di 2023 (setahun penuh)," kata Suantopo Po,
Corporate Secretary
MIDI kepada KONTAN, Kamis (10/8).
Pasalnya, jumlah gerai Lawson selama 10 tahun terakhir stagnan di angka 65 gerai. Hingga semester I-2023, Lawson mencatatkan pembukaan gerai terbanyak dibandingkan gerai MIDI lainnya, yaitu 250 gerai. Perinciannya, 102 gerai
standalone
alias berdiri sendiri dan 148 gerai
store-in-store
atau berada dalam gedung lain.
Khusus untuk pembukaan gerai Lawson, MIDI menganggarkan belanja modal (capital expenditure
/capex) sebesar Rp 600 miliar, dari total belanja modal Rp 1,6 triliun. Setiap satu gerai Lawson membutuhkan capex yang lebih kecil dibandingkan gerai Alfamidi, yaitu rata-rata Rp 2 miliar untuk
standalone
(Alfamidi rata-rata Rp 3 miliar) dan Rp 500 juta untuk
store-in-store.
Dari sisi
merchandising, MIDI menyediakan produk yang lebih lengkap untuk memaksimalkan area penjualan dan optimalisasi margin dengan harga yang kompetitif. Dari sisi pemasaran, MIDI melanjutkan strategi pemasaran yang komprehensif.
Sejatinya, aksi ekspansi MIDI yang agresif sepanjang tahun ini tak terlalu mengejutkan. Pasalnya, meski telah terjadi perubahan perilaku berbelanja masyarakat melalui
online, namun faktanya belanja
offline
masih diminati, khususnya di kawasan yang dekat dengan tempat tinggal.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023