Ritel
( 166 )Ekspansi Gerai, MIDI Siapkan Belanja Modal Rp 1,4 Triliun
Emiten ritel pengelola Alfamidi, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 1,4 triliun pada tahun depan. Dana capex itu berasal dari kas internal dan hasil
rights issue
tahun ini.
Sekretaris Perusahaan MIDI, Suantopo Po mengatakan, MIDI bakal agresif dalam menambah gerai. Alfamidi menargetkan jumlah gerai baru sepanjang tahun depan bisa mencapai 200 gerai.
Dengan ekspansi itu, MIDI membidik pertumbuhan 11% pada tahun 2024. "Lalu, target SSSG (
same store sales growth
) Alfamidi sebesar 6%," ujar Suantopo, Rabu (20/12).
Dengan pengembangan gerai itu, kontribusi gerai Lawson terhadap pendapatan konsolidasi MIDI mencapai 5,9% dalam sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2023. Kontribusi ini juga diprediksi bakal naik menjadi 6,2%-6,3% sampai akhir tahun 2023. Angka kontribusi ini meningkat dari 3,2% pada tahun 2022 silam.
Associate Director
Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus mengatakan, pengembangan jaringan bakal menyokong prospek MIDI ke depan. MIDI juga mendapat dorongan daya beli di tengah tahun pemilu.
Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis Setyo Wibowo meyakini, kinerja MIDI masih akan tumbuh tahun depan. Azis merekomendasikan beli saham MIDI dengan target harga Rp 600 per saham.
Tiga Ruang Ritel Modern Masuk Tahun 2024
Kenaikan Harga Bisa Mengganjal Penjualan Ritel
ERAA Agresif Menambah Gerai
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) terus ekspansif menambah gerai baru sepanjang tahun ini. Hingga periode September 2023, tercatat sudah ada 504 gerai baru yang telah dibuka oleh Erajaya.
Head of Legal & Corporate Secretary
Erajaya Swasembada, Amelia Allen menyatakan, sampai akhir September 2023, Erajaya sudah memiliki 2.046 gerai yang tersebar di Indonesia, Malaysia, dan Singapura dengan penambahan 504 gerai baru selama periode sembilan bulan pertama tahun 2023.
Sebagai modal ekspansi gerai baru tersebut, ERAA sudah mengeluarkan belanja modal atau
capital expenditure
(capex) sebesar Rp 712 miliar. Dana capex sebagian besarnya digunakan untuk pembukaan gerai-gerai baru.
Sebagai Apple
reseller
alias gerai penjualan produk Apple terbesar di Indonesia, ERAA juga melihat tren penjualan Apple terus bertumbuh di Indonesia. Meski tak membeberkan secara detail, pihaknya mengklaim produk Apple ini cukup memberikan kontribusi yang positif terhadap total penjualan ERAA sepanjang tahun ini.
Seperti diketahui, bulan November 2023 lalu, ERAA baru saja mengoperasikan gerai penjualan produk Apple (iBox) ke-100 yang berlokasi i Erajaya Digital Complex, antai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang. Tak berhenti sampai di situ, rencananya ERAA masih akan menambah dua gerai baru iBox lagi hingga akhir tahun 2023.
Sementara itu, Manajemen Erajaya optimistis dengan prospek bisnis di tahun depan. Optimisme ini didorong oleh perkembangan teknologi dan juga agresifnya para pemilik merek meluncurkan beragam produk baru setelah periode Covid-19 usai pertengahan tahun ini.
Sebagian besar penjualan neto ERAA per kuartal III-2023 masih berasal dari bisnis telepon seluler dan tablet sebesar Rp 34,57 triliun. Meski penjualannya naik, laba bersih ERAA tersebut mengalami penurunan 27,26% YoY menjadi Rp 494,84 miliar per akhir kuartal III-2023.
TRANSAKSI RITEL : BISNIS BARANG MEWAH KIAN BERGAIRAH
Barang mewah dengan harga tinggi seringkali dipandang sebagai simbol sekaligus standar kemapanan, keberhasilan, dan kesuksesan.Takayal,memiliki barang mewah dinilai merupakan salah satu cara untuk menunjukkan pencapaian dan status mereka kesuksesan. Tak ayal, memiliki barang mewah dinilai merupakan salah satu cara untuk menunjukkan pencapaian dan status mereka kepada orang lain.kepada orang lain. Hal inilah yang membuat pasar barang mewah masih terus potensial hingga saat ini. Data dari Bain & Company bersama Altagamma, asosiasi industri produsen barang mewah Italia, menyebutkan bahwa pasar barang mewah global diproyeksikan mencapai 1,5 triliun euro pada 2023. Angka itu tercatat tumbuh sebesar 8%-10% dibandingkan dengan 2022.Pertumbuhan itu juga terjadi di lingkup Asia. Luxehouze, platform barang mewah yang berbasis di Singapura, menyebutkan bahwa sejak berdiri pada 2021, pasar barang mewah terus tumbuh positif. Dari keseluruhan penjualan, harga jam tangan mewah mencapai rekor tertinggi pada kuartal pertama 2022. Founder Luxehouze Shawn Ting menuturkan, tren penjualan bisnis barang mewah di Luxehouze berlangsung dinamis. Berdasarkan klasifi kasi, segmen pembeli barang mewah seperti jam tangan dapat dibedakan menjadi tiga jenis. Pada konsumen pemula, berada di kisaran harga sekitar Rp230 juta. Sedangkan segmen pembeli kelas menengah berada di kisaran Rp800 juta, disusul segmen pembeli kelas atas bernilai di atas Rp900 juta.
Shawn menjelaskan bahwa kalangan konsumen barang mewah umumnya terbagi dua yakni sophisticated luxury consumer dan general luxury consumer. Sophisticated luxury consumer adalah kalangan konsumen dengan pengetahuan yang besar mengenai merek dan pasar barang mewah, sehingga sangat mementingkan elemen eksklusivitas, keahlian dari produk tersebut, serta pengalaman berbelanja yang menyeluruh.Sementara general luxury consumer adalah kalangan pembeli dan peminat barang mewah yang datang dari berbagai latar belakang sosial. Namun, di samping itu, konsumen barang mewah juga kini banyak yang berasal dari kalangan anak muda atau milenial.
Dalam menjalankan bisnis barang mewah, Shawn menyebutkan ada beberapa tantangan yang dihadapi. Pertama, perubahan selera konsumen.
Kedua, pengaruh teknologi. Kemajuan teknologi, terutama e-commerce, dapat menjadi tantangan bagi bisnis barang mewah yang tradisional. Ketiga, yakni perekonomian global.
Sementara itu CEO Irressavenue Marisa Tumbuan mengatakan pasar barang mewah tak lepas dari bisnis preloved, yakni sistem jual beli item luxury brand yang masih layak pakai dan dapat dibuktikan keasliannya. Selain itu juga memiliki harga yang bersaing dan diburu para peconta fesyen. Sejumlah barang-barang preloved yang layak diperljual belikan misalnya seperti tas, baju, sampai sepatu dari jenama fesyen terkemuka di dunia.
Pakar Marketing Inventure Consulting Yuswohady menilai tren bisnis barang mewah selama ini cenderung bergerak stabil. Hal itu lantaran bisnis satu ini ditopang oleh kemampuan orang-orang kaya yang seleranya cenderung tidak tergantung dengan pergerakan tren ataupun krisis. Khusus di Indonesia, dia berpendapat perkembangan bisnis barang mewah juga tak terlepas dari ketimpangan sosial yang ada. Lantaran sebagian besar masyarakat berasal dari kalangan menengah ke bawah, banyak orang kaya yang akhirnya berlomba-lomba untuk menaikkan statusnya.
Berkah Emiten Ritel di Akhir Tahun
Musim perayaan Natal dan tahun baru merupakan momentum besar bagi emiten sektor ritel. Khususnya, emiten ritel yang memiliki fokus bisnis pada penjualan perlengkapan rumah tangga dan produk gaya hidup.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, pergerakan emiten ritel pada libur Natal dan Tahun Baru berpotensi positif di akhir tahun 2023 ini seiring peningkatan daya beli masyarakat.
Belum lagi pemilihan umum (pemilu) diproyeksi bakal mendorong tingkat konsumsi masyarakat di akhir tahun 2023 hingga pemilu dilangsungkan. Ini sejalan dengan potensi perputaran uang yang lebih besar di masyarakat selama masa kampanye pemilihan umum. “Kinerja emiten ritel fesyen dan emiten ritel kebutuhan sehari-hari berpotensi meningkat,” jelas Azis ke KONTAN, Sabtu (25/11).
Meski Azis tak menampik penjualan ritel saat ini memang masih cenderung flat atau datar. Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa penjualan eceran yang tercermin dari Indeks Penjualan Rill (IPR) mengalami kontraksi 1,5% secara bulanan pada September 2023.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan menjagokan sektor ritel bersama sektor lain seperti konsumer, telekomunikasi, minyak & gas, serta batubara untuk mencari kantong pertumbuhan di akhir tahun.
Analis Mirae Asset Sekuritas, Rut Yesika Simak menyoroti, emiten sektor ritel juga disokong insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) untuk sektor perumahan dapat memacu penjualan ritel, khususnya bagi perusahaan menjual produk perbaikan rumah seperti PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES). Dia merekomendasikan trading buy ACES dengan target harga Rp 950 per saham.
Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi pada kuartal IV-2023 karena faktor musiman yang biasanya mendorong pertumbuhan pada periode tersebut, yaitu memasuki musim liburan pada bulan Desember. Namun, penting untuk dicatat bahwa situasi ekonomi global masih belum menentu dan dapat menimbulkan risiko yang signifikan menjelang tahun 2024.
Sementara Azis memilih PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) dengan rekomendasi buy masing-masing target harga sebesar Rp 3.250 per saham dan Rp 2.030 per saham.
Optimistis Retail Kembali Laris
Tenaga Baru Sektor Ritel
Konsumsi masyarakat diyakini kembali bertumbuh seiring dengan dimulainya kampanye pemilihan umum 2024 pada akhir bulan ini, diikuti dengan perayaan Natal dan Tahun Baru. Kondisi itu, diharapkan mampu mendongkrak kinerja sektor ritel lebih tinggi lagi.Sebagaimana yang disampaikan oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), sebagian besar pengusaha di sektor ritel telah mempersiapkan stok menyambut dua agenda besar menjelang akhir tahun ini.Aprindo memproyeksikan kinerja ritel modern sepanjang tahun ini bisa tumbuh hingga 4,2% secara year-on-year (YoY) atau lebih tinggi dibandingkan dengan 2022 yang hanya tumbuh 3,8%—3,9%.
Berdasarkan catatan Bisnis, alokasi belanja pemilu mencapai Rp11,52 triliun. Sementara itu, Kementerian Keuangan memperkirakan belanja masing-masing calon dalam pemilihan kepala daerah berkisar di angka Rp200 juta hingga Rp5 miliar.Besarnya dana yang mengalir di masyarakat diperkirakan dapat memengaruhi pengeluaran konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) 2023 sekitar 4,72%.
Hal tersebut terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Oktober 2023 yang mencapai 124,3, atau berada pada zona optimistis dan lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian pada September yaitu 121,7.Menguatnya keyakinan konsumen pada Oktober 2023 didorong oleh meningkatnya keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap ekonomi ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Oktober 2023 tercatat masing-masing sebesar 114,4 dan 134,2.Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi 6 bulan ke depan juga terpantau menguat. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Oktober 2023 yang tercatat berada dalam zona optimis (>100) sebesar 134,2, lebih tinggi dibandingkan dengan September sebesar 131,3.
Meski demikian, belanja pemerintah dan kegiatan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru dapat menjadi tenaga baru bagi industri ritel. Untuk itu, pelaku usaha harus mampu memanfaatkan peluang yang ada.
Dua agenda besar yang akan dilaksanakan menjelang penutupan tahun ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja industri ritel yang belum pulih pascapandemi Covid-19 karena kondisi geopolitik dan ekonomi global yang bergerak lambat masih memperberat kinerja.
PERDAGANGAN ECERAN : MOMENTUM POSITIF BISNIS RITEL
Bisnis ritel di Indonesia diprediksi makin bergairah pada akhir 2023 hingga tahun depan, seiring dengan momentum libur Natal dan tahun baru serta pesta demokrasi 2024.
Periode akhir tahun ini bisa jadi merupakan musim paling sibuk bagi pengusaha ritel di Tanah Air. Potensi peningkatan kesibukan usaha ritel terjadi karena libur Natal dan Tahun Baru 2023/2024 bersamaan waktunya dengan musim pesta demokrasi berupa pemilihan umum 5 tahunan. Kondisi itu masih ditambah dengan momen pemerintah menggenjot pengeluaran setiap akhir tahun. Ketiga fenomena itu bisa berdampak positif pada kenaikan pengeluaran masyarakat. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey menyatakan bahwa pengusaha ritel telah bersiap menyambut peningkatan transaksi ritel di Indonesia. Pada tahap awal, dia memastikan kebutuhan pokok atau kebutuhan sehari-hari telah tersedia menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023/2024.
Untuk mencegah potensi kenaikan harga barang kebutuhan pokok, Roy mengimbau masyarakat berbelanja dengan wajar. Alasannya, semua produk yang ada di ritel modern telah dimaksimalkan agar tersedia menjelang dan saat Nataru.
Dari sisi harga, Roy memprediksi ada potensi kenaikan tetapi tidak signifi kan. Potensi kenaikan harga merujuk kepada barang kebutuhan pokok seperti beras, cabai, dan gula. Semua komoditas itu kini bergantung kepada produktivitas petani dalam negeri, alias di luar kendali peritel.
Berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kamis (16/11) pukul 13.02 WIB, mayoritas harga pangan tercatat mengalami kenaikan rata-rata secara nasional.Harga beras premium dan medium mengalami kenaikan masing-masing menjadi Rp15.000 per kilogram (kg) dan Rp13.170 per kg. Harga bawang merah dan bawang putih bonggol juga naik ma-sing-masing menjadi Rp28.280 per kg dan Rp35.810 per kg.Berbagai jenis cabai dilaporkan juga naik seperti cabai merah keriting naik 0,05% menjadi Rp63.220 per kg dan cabai rawit merah naik 0,3% menjadi Rp73.550 per kg.
Dalam kesempatan itu, dia meminta pemerintah menjadikan ritel modern sebagai sektor prioritas karena merupakan salah satu pendukung konsumsi rumah tangga.
Sementara itu, konsultan properti Colliers Indonesia memprediksi sektor properti ritel dan mal pulih serta tumbuh lebih baik sepanjang 2023 terutama setelah memasuki kondisi pascapandemi Covid-19. Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto menyatakan bahwa pemulihan bisnis ritel ditopang pula oleh geliat kunjungan mal setelah pembatasan mobilitas.
Pada kesempatan lain, pendiri PT Sri Pertiwi Sejati H. Asmat Amin menyatakan pembangunan tempat ritel baru menjadi pilihan tepat sebagai instrumen investasi setelah berakhirnya pandemi Covid-19.
Salah satu daerah yang dibidik Sri Pertiwi Sejati adalah Cikarang Kabupaten Bekasi Jawa barat yang memiliki permintaan dan kebutuhan properti komersial terutama untuk daerah pengembangan baru cukup titnggi.
Hal senada disampaikan CEO Cinity Ming Liang. Dia berpendapat ruang ritel sebagai bagian dari pusat kuliner, fesyen, dan hiburan sudah tidak dapat dipisahkan dari gaya hidup masyarakat kota mandiri baru.
PERDAGANGAN RITEL, Antara Solidaritas dan Dampak Ekonomi Lokal
Sejak eskalasi konflik antara Hamas dan Israel di wilayah Gaza
menjelma menjadi tragedi kemanusiaan, seruan boikot dari konsumen dalam negeri
terhadap produk atau merek yang terafiliasi dengan negara Israel semakin
mengemuka. Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan telah mengeluarkan Fatwa MUI No
28 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina, dimana MUI
mengimbau masyarakat Muslim untuk menghindari transaksi dan penggunaan produk
pendukung Israel. Fatwa MUI sejalan dengan fenomena gerakan sosial global
bernama Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) yang bermakna boikot,
divestasi, dan sanksi yang muncul sejak 2005. Gerakan ini tidak hanya mengarah
pada produk barang atau jasa, tetapi juga ranah budaya dengan tujuan menekan
Israel dari sisi ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Lambat laun, gerakan
sosial BDS menyebar dan menarik simpati beragam pihak dari sejumlah negara.
Pada konflik Israel-Hamas kali ini, para aktivis BDS dari sejumlah negara, termasuk
Indonesia, kembali menghidupkan kampanye boikot melalui kanal-kanal media
sosial.
Sekjen Asosiasi UMKM Indonesia Edy Misero memahami rasa solidaritas
dan kemanusiaan mendorong masyarakat Indonesia memboikot produk yang disinyalir
terafiliasi dengan Israel. Namun, aksi boikot perlu dilakukan secara proporsional
agar upaya menekan Pemerintah Israel tidak berdampak pada pelaku usaha lokal. Menurut
dia, aksi boikot akan berdampak secara efektif jika penolakan dilakukan
terhadap produk impor yang memang didatangkan langsung dari Israel. Namun, aksi
boikot yang dilakukan untuk sektor jasa atau restoran yang beroperasi di
Indonesia punya potensi menghambat pertumbuhan kinerja pengusaha lokal. ”UMKM
yang menyalurkan daging ayam, bubuk kopi, kentang, cabai, dan lain sebagainya
untuk merek restoran yang dianggap terafiliasi dengan Israel akan ikut terkena imbas
boikot. Artinya, dampak boikot juga dirasakan pelaku ekonomi lokal,” ujarnya, Rabu
(15/11). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Startup Bukan Pilihan Utama
24 Jan 2023 -
Mendag Pastikan Minyak Kita Tetap Diproduksi
30 Jan 2023 -
Proyek MRT East-West Dikebut
24 Jan 2023 -
Terus Dorong Mutu Investasi
25 Jan 2023 -
Emiten Baja Terpapar Pembangunan IKN
24 Jan 2023









