;
Tags

Ritel

( 166 )

Sejumlah Gerai Alfamart Ditutup Lantaran Harga Sewa

KT3 17 Dec 2024 Kompas

Pelaku industri ritel menyiasati kenaikan harga sewa ruang ataupun lahan di tempat gerai-gerai luring berdiri, baik yang berada di dalam pusat perbelanjaan maupun yang berdiri sendiri atau stand alone. Hal ini dilakukan menyusul sejumlah gerai Alfamart yang banyak ditutup lantaran persoalan harga sewa lahan atau tempat. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) periode 2024-2028 Solihin mengatakan, untuk mempertahankan eksistensi di tengah kenaikan harga sewa tempat dipusat perbelanjaan, toko-toko ritel yang belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19 umumnya memperkecil luas ruang yang mereka sewa.

Sebagai contoh, siasat tersebut telah dilakukan manajemen Batik Keris yang beberapa waktu lalu memperkecil luas gerai mereka di dalam Summarecon Mall Bekasi, Jawa Barat. Cara tersebut juga dilakukan sejumlah merek dagang gerai ritel lain yang mengalami situasi serupa. ”Dengan adanya pengurangan ruang toko, konsekuensinya pasti berdampak juga pada pengurangan jumlah barang yang dijual di gerai, bahkan untuk beberapa kasus ada pengaruhnya juga terhadap jumlah tenaga kerja,” ujarnya saat dihubungi Kompas, Senin (16/12/2024), di Jakarta. Persoalan kenaikan harga sewa lahan juga menjadi bagian dari dinamika bisnis yang biasa dihadapi jenis gerai ritel yang berdiri sendiri. Kendati secara umum gerai ritel yang berdiri sendiri telah mengikat kontrak dalam jangka panjang dengan pemilik lahan, adakalanya di akhir periode kontrak pemilik lahan memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama. Jika situasi ini terjadi, umumnya pihak manajemen akan berusaha mencari lahan baru yang memenuhi spesifikasi kebutuhan bisnis gerai ritel. (Yoga)

Bisnis Ritel 2025 Dihadang Banyak Tantangan

HR1 16 Dec 2024 Bisnis Indonesia
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Solihin, memprediksi bahwa tahun 2025 akan menjadi tahun penuh tantangan bagi sektor ritel, terutama akibat kenaikan upah minimum nasional (UMP) sebesar 6,5%. Ia menilai kenaikan UMP tersebut tidak sejalan dengan daya beli masyarakat yang melemah dan kondisi ekonomi global yang terkontraksi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelaku usaha tidak dapat menolak keputusan kenaikan UMP tersebut.

Solihin, yang juga menjabat sebagai Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (Alfamart), menyebut bahwa pengusaha ritel kemungkinan besar akan mengambil langkah efisiensi sebagai respons terhadap tantangan ini. Efisiensi tidak selalu berarti pemutusan hubungan kerja (PHK), melainkan dapat berupa langkah seperti penutupan gerai yang merugi akibat tingginya biaya operasional, seperti sewa, sementara penjualan melemah.

Ia mengungkapkan bahwa Alfamart, misalnya, telah menutup 300–400 gerai sepanjang tahun ini karena kerugian, meskipun pada saat yang sama perusahaan juga membuka gerai baru di lokasi lain dengan prospek lebih baik. Hal ini mencerminkan strategi untuk menyeimbangkan bisnis di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Dengan kondisi tersebut, Solihin menekankan bahwa pelaku usaha ritel harus mampu beradaptasi dan mengelola efisiensi dengan bijak agar tetap bertahan di tengah tantangan ekonomi dan regulasi yang ada.

Peningkatan Penjualan Ritel Jelang Akhir Tahun

HR1 11 Dec 2024 Kontan
Penjualan ritel diproyeksikan meningkat dari November 2024 hingga awal 2025, didorong oleh momentum liburan, Pilkada, dan berbagai program belanja nasional. Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), menyatakan bahwa Indeks Penjualan Riil (IPR) November diperkirakan tumbuh 1,7% yoy, didorong peningkatan penjualan bahan bakar kendaraan bermotor, suku cadang, aksesori, serta sandang.

Pemerintah turut memacu belanja masyarakat melalui Hari Belanja Nasional (Harbolnas), Epic Sales, dan kampanye belanja akhir tahun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa program ini diharapkan memperkuat aktivitas ekonomi lokal. Selain itu, insentif seperti diskon tiket pesawat domestik 10% juga diberikan untuk mendukung pariwisata.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai kenaikan penjualan ritel terutama berasal dari konsumsi bahan bakar, makanan, minuman, pakaian, dan suku cadang. Namun, kategori barang tahan lama seperti peralatan komunikasi masih mengalami kontraksi karena perubahan perilaku konsumsi masyarakat.

Myrdal Gunarto, Global Markets Economist Maybank Indonesia, mencatat peningkatan konsumsi bahan bakar mencerminkan mobilitas masyarakat yang meningkat akibat momentum Pilkada. Ia optimistis pertumbuhan penjualan ritel pada Desember bisa mencapai di atas 5%, berkat perputaran uang tinggi selama liburan, kenaikan gaji di beberapa sektor, dan permintaan yang terus meningkat hingga libur Imlek dan Lebaran 2025.

Hero Supermarket Resmi Ganti Nama Jadi DFI Retail Nusantara

KT1 09 Dec 2024 Tempo
Pemegang saham PT Hero Supermarket Tbk. (HERO) sepakat mengubah nama perseroan menjadi PT DFI Retail Nusantara Tbk. Keputusan ini jadi salah satu langkah lanjutan dari Hero untuk fokus di unit usaha IKEA dan Guardian. Kesepakatan untuk mengubah nama perseroan diambil pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu, 4 Desember 2024 lalu. “Menyetujui pengubahan Pasal 1 Ayat 1 Anggaran Dasar Perseroan mengenai Nama Perseroan menjadi PT DFI Retail Nusantara Tbk,” tulis manajemen dalam keterangan resmi, dikutip Senin, 9 Desember 2024. Selain itu, pada RUPSLB tersebut, Hero resmi mengangkat Anna Hull sebagai direktur baru di perseroan. Sebelumnya, Anna Hull berkiprah di lini usaha Guardian.

Sebagai informasi, pada 19 April 2024 lalu Hero mengumumkan telah menandatangani conditional sale and purchase agreement untuk mengalihkan bisnis retail Hero Supermarket kepada PT Hero Retail Nusantara. Pengalihan bisnis Hero Supermarket bernilai Rp135 miliar sebelum pajak.Selain itu, PT Hero Retail Nusantara juga terbilang perusahaan baru. Perusahaan tersebut berdiri berdasarkan Akta Pendirian No. 31 tanggal 20 Februari 2024. Perseroan mengonfirmasi bahwa langkah yang diambil menjadi upaya untuk fokus pada bisnis Guardian Health & Beauty dan waralaba IKEA di Indonesia. “Perseroan memutuskan untuk menyempurnakan fokus bisnisnya secara eksklusif pada optimalisasi dan pertumbuhan segmen bisnis Guardian dan IKEA serta menyelesaikan peralihan dari ritel makanan,” tulis manajemen. (Yetede)

Akhir Tahun Jadi Momentum Emas Emiten Konsumer

HR1 02 Dec 2024 Kontan
Momentum akhir tahun, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, diprediksi akan memberikan dampak positif bagi emiten konsumer di Indonesia, dengan peningkatan konsumsi masyarakat, terutama di kalangan umat Kristiani yang memanfaatkan momen tersebut untuk berbelanja. Abdul Azis Setyo Wibowo, analis dari Kiwoom Sekuritas Indonesia, dan Patricia Gabriela, Senior Research Analyst dari BNI Sekuritas, sepakat bahwa konsumsi akan melonjak, memberi keuntungan bagi emiten di sektor ini.

Raden Bagus Bima, praktisi pasar modal, juga menilai bahwa sektor konsumer akan tetap prospektif hingga akhir tahun, didorong oleh tradisi peningkatan konsumsi menjelang libur akhir tahun, serta stimulus ekonomi yang meningkatkan daya beli masyarakat. Beberapa emiten, seperti INDF dan ICBP, sudah menunjukkan pertumbuhan laba yang positif.

Namun, Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, memperingatkan bahwa dampak dari momentum ini mungkin terbatas. Daya beli masyarakat yang masih lemah dan perubahan perilaku konsumen pasca-pandemi, di mana prioritas beralih ke kebutuhan dasar, bisa mengurangi dampak positif tersebut. Meskipun begitu, untuk jangka pendek, beberapa saham seperti ACES, ERAA, dan MYOR tetap direkomendasikan untuk dibeli.

Industri Ritel Diprediksi Sulit Capai Pertumbuhan Dua Digit di 2025

HR1 19 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Pertumbuhan sektor ritel nasional pada tahun 2025 diperkirakan akan terbatas, kemungkinan hanya mencapai satu digit, atau tidak lebih dari 10%. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menyatakan bahwa kenaikan tarif PPN dari 11% menjadi 12% tanpa adanya stimulus untuk masyarakat kelas menengah bawah bisa memperburuk daya beli mereka dan berdampak negatif terhadap penjualan produk ritel. Alphonzus mengusulkan agar pemerintah terlebih dahulu memaksimalkan pertumbuhan usaha sebelum menaikkan tarif PPN, untuk menghindari dampak negatif yang lebih besar terhadap sektor ritel.

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa kenaikan PPN menjadi 12% sudah diamanatkan oleh Undang-Undang No. 7/2021, dan pemerintah berencana untuk menjalankannya pada 1 Januari 2025. Meskipun demikian, tarif PPN ini tidak akan berlaku untuk barang dan jasa kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, dan transportasi. Di sisi lain, Menteri Perdagangan Budi Santoso optimistis bahwa sektor ritel dapat mencatatkan pertumbuhan sekitar 5% pada 2025, meskipun dalam kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.

Sementara itu, Executive Director Indogrosir, Anton Prasetyo, berharap bahwa bisnis ritel di Indonesia dapat tumbuh lebih baik di 2025 dibandingkan dengan tahun ini, meskipun sektor ini menghadapi persaingan ketat dan penurunan daya beli. Anton optimistis bahwa sektor ritel akan terus beradaptasi dengan tantangan dan dapat mencatatkan pertumbuhan positif, meskipun pelaku ritel dihadapkan pada berbagai kendala.

Secara keseluruhan, artikel ini menunjukkan bahwa meskipun ada optimisme dari pemerintah dan beberapa pelaku industri terkait proyeksi pertumbuhan sektor ritel pada 2025, kekhawatiran terhadap dampak kenaikan PPN dan penurunan daya beli masyarakat, terutama kelas menengah bawah, tetap menjadi perhatian utama yang perlu diperhatikan oleh pemerintah untuk menjaga stabilitas sektor ritel.



Ekspansi Gerai Jadi Senjata Baru AMRT

HR1 30 Oct 2024 Kontan
Kinerja PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) diperkirakan tetap kuat hingga akhir 2024, terutama dengan dukungan ekspansi gerai dan strategi diskon akhir tahun. Analis RHB Sekuritas, Vanessa Karmajaya, menyatakan bahwa AMRT optimis mencapai target pertumbuhan penjualan sekitar 10%-11% dengan same store sales growth (SSSG) pada kisaran satu digit menengah. Ekspansi di luar Jawa diharapkan mencapai 37%-38% dari total toko dalam jangka panjang, dengan fokus menjaga profitabilitas di tengah kenaikan sewa dan gaji di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Vanessa juga menyoroti bahwa toko perawatan diri Dan+Dan memiliki potensi besar, dengan 318 toko per Juni 2024. Selain itu, kontribusi penjualan online AMRT mencapai 6% dari total penjualan, didukung oleh lebih dari 3.100 toko yang berfungsi sebagai titik pengiriman. Jody Wijaya, analis Verdhana Sekuritas Indonesia, menilai AMRT mampu mengelola produk fast-moving consumer goods (FMCG) terlaris dan memanfaatkan pertumbuhan konsumsi di luar Jawa.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menekankan bahwa ekspansi 1.000 gerai baru AMRT akan berdampak positif dalam jangka panjang meskipun memerlukan biaya besar. AMRT juga berencana memperluas pusat distribusi di Gorontalo dan Palopo untuk menstabilkan biaya logistik. Inisiatif digital seperti Alfagift menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kepuasan pelanggan.

Analis memproyeksikan target harga AMRT, dengan Vanessa dan Jody merekomendasikan beli dengan target harga Rp 3.800 dan Rp 3.830 per saham, sedangkan Patricia Gabriela dari BNI Sekuritas memberikan target Rp 3.700.

Nasabah Ritel Menghadapi Kesulitan Melunasi Utang

HR1 09 Oct 2024 Kontan
Tekanan ekonomi yang dialami masyarakat semakin terlihat, tercermin dari penurunan kemampuan nasabah ritel dalam membayar angsuran kredit dan melambatnya pertumbuhan simpanan. Rasio kredit bermasalah (NPL) rumah tangga meningkat dari 1,80% pada akhir 2023 menjadi 1,98% pada Agustus 2024, terutama di kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB). Selain itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perorangan hanya mencapai 1% YoY pada Agustus 2024, jauh lebih rendah dibanding bulan sebelumnya.

Presiden Direktur Bank CIMB Niaga, Lani Darmawan, menyatakan bahwa nasabah ritel kini harus memilih antara membayar utang atau memenuhi kebutuhan sehari-hari karena pendapatan mereka cenderung menurun. CIMB Niaga mencatat peningkatan NPL kredit ritel menjadi 2%, meskipun menurut Lani masih tergolong sehat. Bank berfokus menjaga kualitas aset kredit dengan analisis ketat untuk menekan potensi kenaikan NPL.

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, juga mengakui adanya kenaikan NPL rumah tangga, namun ia menilai dampaknya kecil terhadap NPL keseluruhan BNI yang tetap stabil di level 2%, dengan mayoritas peningkatan pada kredit kecil. Selain itu, fenomena "buy now, pay later" (BNPL) turut menunjukkan peningkatan signifikan, dengan outstanding BNPL mencapai Rp 18,3 triliun, naik 40,68% YoY pada Agustus 2024.

Akhir Tahun: Waktu Emas untuk Belanja

HR1 07 Oct 2024 Kontan

Emiten sektor ritel diproyeksi mampu mencatatkan kinerja positif hingga akhir tahun 2024 ini. Daya beli masyarakat diharapkan masih cukup baik, didukung potensi pemangkasan suku bunga dan ragam diskon akhir tahun. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta menilai, prospek emiten ritel di semester kedua masih relatif bagus. Apalagi akan banyak diskon bertebaran seiring perayaan natal dan tahun baru. Di sisi lain, tingkat konsumsi masyarakat diharapkan meningkat karena suku bunga acuan berpotensi kembali dipangkas. Kebijakan suku bunga rendah dapat memacu permintaan kredit dan mendorong daya beli masyarakat. Deflasi selama lima bulan berturut-turut dinilai masih terkendali dan diperkirakan hanya sementara. Nafan mengatakan, daya beli masyarakat masih cukup positif, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang berada di atas level 100. Selain itu, Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2024, diprediksi mencapai 215,9 atau tumbuh 5,8% year on year (yoy). Analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto menilai, sektor penjualan ritel diperkirakan terus meningkat. 

Natalia menjelaskan, Indeks Penjualan Ritel Juli 2024 naik sebesar 4,5% yoy, melampaui bulan Juni 2024 sebesar 2,7% dan ekspektasi Bank Indonesia sebesar 4,3% yoy. Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Jonathan Guyadi mengatakan, belanja ritel akan didukung masyarakat segmen menengah ke atas dan juga dibantu stimulus pemerintah untuk meningkatkan permintaan segmen menengah ke bawah. Namun, potensi pengenaan pajak impor 200% pada produk-produk China dapat merugikan para pengecer yang memiliki paparan tinggi terhadap inventaris China, termasuk PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbjk (RALS) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Sementara itu, PT Sumber Alfaria Trijaua Tbk (AMRT) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) kemungkinan terkena dampak yang minimal. Di sisi lain, investor secara bertahap meningkatkan kepemilikannya di saham MAPI dan MIDI. Terkait ACES, kekhawatiran investor berkaitan dengan penghentian perjanjian lisensi dengan Ace Hardware Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan adanya pergeseran minat menuju MAPI dan MIDI, terutama dari investor domestik.

Personalisasi Ritel ”Offline”

KT3 17 Sep 2024 Kompas

Strategi personalisasi iklan di luar jaringan (offline) terus dikembangkan. Dulu para pemasar menambang berbagai data dari masyarakat untuk beriklan, kini pekerjaan itu dilakukan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Umur, jender, ciri wajah, bentuk tubuh, pakaian yang dipakai, gaya berpakaian, kebiasaan berbelanja, dan lainnya bisa disimpan di bank data. Seluruh data itu kemudian diolah untuk menentukan iklan dan promosi, yang umumnya disebarkan untuk orang banyak, tetapi kini hanya unik untuk setiap individu. Teknologi ini jarang ditemukan di Indonesia, tetapi sudah mulai dikembangkan. Salah satunya oleh PT Digital Mediatama Maxima Tbk. Perusahaan yang tercatat di bursa efek dengan kode DMMX ini menciptakan berbagai platform ritel pintar berbasis AI, platform konten cloud (penyimpanan data di internet), serta solusi teknologi lain yang bertujuan meningkatkan interaksi dan pengalaman konsumen.

Menurut Dirut DMMX Budiasto Kusuma, perilaku konsumen saat ini sudah banyak dipengaruhi informasi dari berbagai sumber media. Karena itu, digitalisasi ritel menjadi kewajiban di era kemajuan teknologi dan informasi. ”Peritel dituntut bisa memberi informasi yang lebih atraktif dan tertarget ke konsumen yang lebih spesifik. Ini hanya bisa dilakukan apabila mereka menerapkan digitalisasi pada tempat mereka berbisnis,” ujarnya di Jakarta, Kamis (12/9). Pemanfaatan AI untuk solusi pemasaran pun menjadi peluang besar. Sejauh ini, Budiasto mengakui, adaptasi teknologi tersebut masih lebih banyak diinisiasi kanal pemasaran daring yang dapat diakses konsumen menggunakan ponsel pintar atau komputer. ”Saya rasa, ke depan, tren seperti ini juga akan merambah ke sektor offline di mana teknologi ritel pintar akan disajikan juga di level outlet,” ujarnya. (Yoga)