;
Tags

Ritel

( 166 )

Gusar Peretail Terkena Dampak Aksi Boikot

KT1 16 Nov 2023 Tempo
JAKARTA – Pelaku usaha retail mulai resah melihat dampak aksi boikot terhadap produk-produk yang diyakini terafiliasi dengan Israel. Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI) khawatir gerakan boikot bakal membawa dampak negatif secara jangka panjang terhadap industri retail dalam negeri.

Sekretaris Jenderal AP3MI Uswati Leman Sudi menuturkan dampak yang ditimbulkan berpotensi mengganggu kinerja produsen di hulu hingga peretail di hilir karena banyaknya suplai yang tidak terserap oleh pasar. "Pabrik berproduksi setiap hari. Kalau permintaan di retail turun, distribusi bisa terganggu," ujarnya, kemarin.

AP3MI memperkirakan dampak jangka panjang boikot ini adalah menurunkan omzet retail hingga lebih dari 50 persen. Saat ini AP3MI masih mengumpulkan data penurunan penjualan dari perusahaan-perusahaan yang terkena dampak. Di sisi lain, dia memastikan seluruh produk yang masuk daftar boikot diproduksi di dalam negeri dan produsennya tidak memberikan dukungan kepada Israel. (Yetede)




Pebisnis Ritel Harapkan Lonjakan Omzet

KT3 13 Nov 2023 Kompas
Para pengusaha ritel berharap terjadinya lonjakan omzet penjualan pada musim liburan akhir tahun 2023 dan  Lebaran 2024. Anggota Dewan Penasihat Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta, Minggu (12/11/2023) di Jakarta, mengatakan, konsumsi masyarakat biasanya akan meningkat pada momen akhir tahun dan Lebaran. Hal ini diharapkan bisa mendongkrak kinerja bisnis ritel yang belum sepenuhnya pulih akibat pandemi Covid-19. (Yoga)

Toko Ritel Serba Ada Mulai Ditinggalkan

KT3 11 Nov 2023 Kompas
Head of Colliers Indonesia Ferry Salanto mengemukakan, konsep toko ritel mengalami tren perubahan. Konsep konvensional peritel besar, seperti hipermarket dan toko serba ada, secara bertahap mulai berubah dan kurang diminati. Ini sejalan dengan kecenderungan konsumen untuk belanja yang lebih praktis ke toko-toko ritel yang lebih spesifik. Sementara, penambahan toko ritel, termasuk toko kebutuhan sehari-hari, terus meluas ke sejumlah wilayah. Perubahan tren konsumen disikapi pengelola mal dengan memperkenalkan lebih banyak gerai ritel yang menjual barang khusus atau spesifik. Pengelola mal tidak lagi mengandalkan penyewa besar (anchor tenant), seperti toko serba ada (department store) dan hipermarket, tetapi mengoptimalkan peruntukan ruang mal dengan meninjau ulang tipe atau jenis penyewa (tenant). Konsep baru peruntukan mal itu tidak hanya diadopsi oleh mal-mal baru, tetapi juga pusat perbelanjaan kelas menengah atas yang sudah ada dengan menata ulang peruntukan mal.

”Upaya pengelola mal mengoptimalkan ruang di mal, dengan menarik penyewa yang tidak membutuhkan area toko besar. Tarif sewanya lebih tinggi sehingga meningkatkan pendapatan mal,” ujar Ferry, di Jakarta, Jumat (10/11). Menurut survei Colliers Indonesia, per triwulan III (Juli-September) 2023, beberapa peritel merek internasional menunjukkan minat besar untuk memperluas pasar di Indonesia, terutama di sektor makanan dan minuman. Hingga tahun 2025, pasokan ritel diprediksi tumbuh 3 % per tahun dengan pertumbuhan signifikan di Jabodetabek. Ferry menambahkan, pergeseran konsep mal dan ritel itu umumnya terjadi di pusat perbelanjaan kelas menengah ke atas. Adapun mal kelas menengah dan bawah umumnya masih mengandalkan toko serba ada untuk okupansi mal. Anggota Dewan Penasihat Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Tutum Rahanta mengemukakan, perubahan perilaku konsumen selama 5-10 tahun terakhir turut memengaruhi berkurangnya minat belanja di hipermarket dan toko serba ada. Masa pandemi Covid-19 turut mempercepat perubahan tren perilaku konsumen itu. (Yoga)

Menanti Momentum Akhir Tahun

HR1 03 Nov 2023 Kontan
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatat kinerja cukup lemah pada kuartal ketiga 2023. Momentum akhir tahun diharapkan  menjadi peluang AMRT menutup kinerja lebih positif. Analis Indo Premiere Sekuritas, Lukito Supriadi mengatakan, kinerja AMRT pada kuartal ketiga 2023 sudah sesuai ekspektasi. Perlu dicatat bahwa secara musiman kinerja AMRT biasanya lebih kuat pada kuartal keempat. Emiten pengelola gerai Alfamart ini mencetak gross profit margin (GPM) pada kuartal III 2023 sebesar 70 bps secara tahunan alias year on year (yoy). Ini pendorong utama pertumbuhan laba bersih 16% yoy menjadi Rp 578 miliar. Perolehan positif  di saat operational expenditure (opex) lebih tinggi 12,6% yoy pada kuartal ketiga 2023. Lukito memaparkan, pencapaian pertumbuhan laba bersih AMRT tersebut cukup layak di tengah penjualan tiap toko atau Same Sales Store Growth (SSSG) lemah pada periode kuartal III 2023 yang hanya naik 1,5% yoy. Penjualan AMRT pada kuartal III tumbuh sebesar 8% yoy menjadi Rp 26,19 triliun tetapi lebih rendah 5,3% daripada kuartal sebelumnya. Lukito memperkirakan, SSSG AMRT akan pulih pada kuartal IV 2023 karena didorong oleh  sentimen Pemilu. Selain itu, kuartal keempat biasanya memberikan kontribusi terhadap pendapatan dan laba bersih AMRT masing-masing sekitar  25,6% dan 35,5% dalam setahun penuh pada tiga tahun terakhir. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo masih melihat potensi AMRT bisa menambah toko baru hingga akhir tahun ini. Dimana, emiten pengelola gerai Alfamart ini menargetkan pembukaan sekitar 800 – 1.000 gerai pada 2023. Sementara analis JP Morgan Sekuritas, Benny Kurniawan memandang positif pertumbuhan konsumsi sebesar 8% dan pergeseran berkelanjutan dari perdagangan umum (GT) ke perdagangan modern (MT). Margin EBITDA juga berpotensi meningkat didorong oleh ekspansi AMRT ke luar Jakarta dan komposisi makanan siap saji (RTE) yang lebih tinggi.

ERAA Petik Hasil Penambahan Gerai

HR1 03 Nov 2023 Kontan
Pemulihan ekonomi selepas pandemi Covid-19 berdampak terhadap kinerja PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Emiten ritel ini mencatatkan penjualan sebesar Rp 42,81 triliun pada kuartal III-2023. Angka ini melonjak sebesar 22,53% dibandingkan dengan penjualan pada periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 34,94 triliun. Djunadi Satrio, Head of Corporate Communications Erajaya Group mengatakan, ada dua hal yang membuat penjualan meningkat. Pertama, penambahan jaringan gerai ritel sehingga bisa menjangkau semakin banyak pelanggan untuk berbelanja, baik secara langsung (offline) maupun online. Kedua, peningkatan kinerja juga ditopang oleh aksi ekspansi dengan merambah bisnis baru. Namun, kendati penjualan naik, laba bersih ERAA sampai dengan kuartal III-2023 ini tercatat menurun sebesar 27,26% secara year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 494,83 miliar. Pada periode sama tahun lalu, ERAA berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 680,28 miliar. Dengan bertambahnya jumlah toko otomatis kebutuhan biaya untuk operasional menjadi meningkat dibandingkan sebelumnya. Terutama kebutuhan biaya sewa dan penambahan jumlah karyawan. Salah satu strategi yang dilancarkan adalah dengan menggelar program promo. Terkait ekspansi menjelang tutup tahun ini, ERAA memilih lebih berhati-hati dalam melakukan penambahan jaringan tokonya. ERAA kini fokus memantau kondisi dan situasi sebelum memutuskan membuka gerai baru. Sepanjang sembilan bulan pertama  tahun 2023, ERAA telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex), sebesar Rp 712 miliar. "Dana capex digunakan untuk ekspansi bisnis Erajaya, terutama pembukaan gerai-gerai baru," ungkap Djunaidi. Untuk membiayai ekspansi jaringan ritel tersebut, ERAA tahun menganggarkan capex sekitar Rp 700 miliar. Artinya, penyerapan capex hingga kuartal III 2023 telah melampaui anggaran yang dialokasikan di awal tahun.

Ekspansi Gerai Sokong Kinerja ACES

HR1 01 Nov 2023 Kontan
Kinerja PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) diprediksi terus melaju hingga pengujung 2023. Ekspansi gerai dan tawaran  promosi akhir tahun bakal menjadi pendorongnya. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Ruth Yesika Simak mengatakan, ACES mampu mempertahankan pertumbuhan Same-Store Sales Growth (SSSG) yang kuat pada September 2023, mencapai 10,9% secara year on year (yoy). Angka itu naik signifikan dibandingkan September 2022 yang minus 3,6% yoy. Lebih rinci, SSSG di wilayah luar Jawa tumbuh 16,3% pada September 2023. Di luar Jakarta, SSSG pasar di Jawa tumbuh 8,7%. Sementara Jakarta mengalami pertumbuhan SSSG 7,7% yoy. Yesika menilai, pertumbuhan SSSG tersebut didukung oleh ekspansi ACES ke kota-kota tier-2 dan tier-3, selaras dengan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah tersebut. Selain itu, karena tingginya jumlah pengunjung di bulan September yang memiliki libur akhir pekan yang panjang dan liburan sekolah. Yesika memproyeksi di kuartal IV ACES akan menghasilkan pendapatan yang lebih kuat dengan berbagai diskon khusus akhir tahun. Namun, Yesika juga melihat depresiasi rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) berpotensi berdampak pada margin ACES di masa depan. Yesika memproyeksi pendapatan ACES bisa tumbuh 12% menjadi Rp 7,59 triliun dan laba bersih naik 11% ke Rp 737 miliar di 2023. Pertumbuhan kinerja terdorong perbaikan pendapatan dan efisiensi. Juga penambahan toko baru dan peningkatan SSSG. Research Analyst Erdikha Elit Sekuritas Ika Baby Fransiska mengatakan, selama sembilan bulan 2023 ACES membuka sembilan gerai baru dengan tujuh gerai di luar Jawa dan dua gerai di Jawa. "Ini sejalan dengan target perseroan yang akan membuka 10-15 gerai tiap tahun," ujar Ika, Selasa (31/10). Head Of Research Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menambahkan, kuatnya SSSG ACES juga didorong dari ketahanan daya beli masyarakat kelas menengah atas.

STRATEGI USAHA KECIL : RITEL TRADISIONAL GO DIGITAL

HR1 14 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Gerai ritel tradisional masih menjadi jembatan utama penghubung antara produsen dengan konsumen. Merujuk dari laporan Flourish Ventures pada 2024, sejauh ini gerai ritel tradisional, seperti warung, masih berkontribusi besar terhadap ekonomi dengan menghasilkan pendapatan US$180 miliar. Hal itu seperti yang terdapat dalam hasil survei bertajuk Digitizing the Corner Shop Indonesia Spotlight, yang mengungkapkan bahwa sebanyak 98% responden menyatakan mereka akan terus berbelanja di warung atau toko kelontong.Lalu ada sebanyak 71% di antaranya bahkan menganggap kehadiran gerai ritel tradisional ini begitu esensial bagi komunitasnya.Berdasarkan data dari Euromonitor, toko kelontong tradisional juga menjadi retail yang paling banyak di Indonesia. Hingga tahun lalu jumlahnya tercatat mencapai 3,94 juta unit. Jumlah tersebut setara 98,78% dari seluruh retail yang berada di dalam negeri, kendati tak menutup fakta bahwa memang mengalami penurunan 1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Seperti disampaikan Indah Dwi Astuti, pemilik toko Sajadah Grocery. Dia mengatakan bahwa ada beberapa tantangan yang harus dihadapinya ketika memulai bisnis ritel tradisional tersebut. Salah satunya ialah terkait masa depan perkembangan usahanya itu di tengah cepatnya persaingan pada bisnis ritel. Namun, seiring melihat besarnya peluang yang ada, pemilik toko beralamat di Tangerang Selatang itu pun memberanikan diri ikut bersaing di pasar online. Sebab, dengan bergabung ke lokapasar telah membuat tokonya mengalami peningkatan omzet yang cukup signifi kan. Indah yang bergabung ke marketplaceGudangada juga merasakan manfaat lain dari upaya go digital yang dilakukannya. Misalnya, jumlah pegawainya kini bertambah karena kebutuhan untuk pengiriman produk jadi meningkat.“Marketplace membantu saya memasarkan produk. Bahkan sekarang kami sudah menambah produk yang tadinya 5 SKU menjadi 32 SKU,” jelasnya. Sementara itu, Pemilik Toko Putra Jaya Kartika juga mengatakan hal senada. Keputusan bergabung ke lokapasar membuat toko ritel tradisional miliknya berkembang. Tidak hanya tokonya saja yang berkembang, tetapi sumber daya manusia (SDM) di dalamnya pun ikut beradaptasi sehingga bisa lebih melek teknologi. Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa ritel tradisional memang masih menjadi favorit berbelanja kebutuhan di Indonesia. Ritel tradisional masih memegang 70% hingga 75% total ritel secara nasional. Oleh karena itu, peran ritel tradisional dan warung masih sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Minat Investasi Retail Meningkat

KT1 02 Oct 2023 Tempo
JAKARTA — Para nasabah kaya dianggap lebih menyukai menginvestasikan dana simpanan mereka ketimbang menyimpannya di bank. Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkapkan, alih-alih menyimpan dana dalam tabungan dan deposito berjangka perbankan, masyarakat di segmen tersebut bakal memilih produk investasi yang lebih agresif dengan imbalan hasil yang lebih tinggi.

Salah satu faktor penyebabnya, kata Bhima, adalah tren kenaikan suku bunga acuan yang terjadi secara global, khususnya suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed). “Deposan kakap mencari alternatif investasi yang memberikan return lebih tinggi. Kalau dibandingkan dengan bunga deposito bank yang tertinggi itu di kisaran 5,46 persen, sedangkan suku bunga The Fed 5,5 persen,” ujar Bhima kepada Tempo, kemarin, 1 Oktober 2023.

Alternatif produk investasi yang tersedia pun beragam, dari saham hingga obligasi atau surat utang. Pasar saham kian diminati, terutama karena kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tengah berada dalam tren positif. Dalam penutupan perdagangan pada Jumat, 29 September 2023, misalnya, Indeks berada di level 6.939,89 atau tumbuh 0,03 persen dibanding hari sebelumnya. (Yetede)

Kinerja Retail Modern Tetap Kuat

KT1 23 Sep 2023 Tempo
JAKARTA — Kinerja peretail modern berada dalam tren pemulihan dan terus membaik sepanjang tahun ini. Berbeda dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terpukul oleh aktivitas belanja lewat media sosial alias social commerce, kinerja penjualan retail meningkat hingga 20 persen pada kuartal III 2023.  Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menuturkan hal tersebut ditopang oleh tingkat kunjungan ke pusat belanja yang telah pulih sepenuhnya. “Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori retail minimarket dan supermarket dengan pertumbuhan 11-12 persen,” ujarnya kepada Tempo, Jumat, 22 September 2023.  Berikutnya, menurut Budihardjo, adalah kategori restoran dan kafe yang pertumbuhannya mencapai 10 persen. Sedangkan untuk kategori busana, pertumbuhannya masih belum kembali seperti kondisi sebelum masa pandemi, yang bisa meningkat di atas 10 persen. “Saat ini masih di 5 persen. Kondisinya agak berat untuk fashion.” Hippindo menargetkan penjualan retail sepanjang tahun ini dapat mencapai lebih dari Rp 500 triliun dengan terus memaksimalkan upaya-upaya menarik minat belanja masyarakat. (Yetede)

Getir Pasar Tanah Abang

KT1 19 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Masa kejayaan Tanah Abang sebagai pasar grosir tertua dua terbesar di Asia Tenggara ini perlahan mulai meredup. Hantaman Pandemi Covid-19 telah memukul bisnis ritel ini, ditambah kehadiran berbagai platform belanja daring yang ikut mempercepat 'kematian' penjualan di pusat perbelanjaan, tidak hanya Jakarta tapi juga di sejumlah daerah. Perumda Pasar Jaya menyebut saat ini penjualan di Pasar Tanah Abang turun lebih dari 20%. Sejumlah kios tutup karena penjual beralirh ke penjualan online atau usaha lain. Saat ini ada sekitar 13.000 kios di Pasar Tanah Abang. Redupnya pegiat ritel ini tidak hanya menggerus pemasukan secara ekonomi tetapi juga berdampak pada pengurangan tenaga kerja. Serta melambatnya geliat sektor properti. Salah satu pelaku usaha, Zeni Weti, kepada Investor Daily, Senin (18/09/2023) mengaku, penjualan di Tanah Abang mengalami kelesuan satu tahun belakangan ini. Pemilik usaha Ertiga Busana ini yang sehari-hari menjual pakaian anak ini, menempati kios di Blok E Auri Lantai 2 los C3 No 11-12. "Memang sekarang parah, terutama untuk eceran. Satu hari paling 1-2 saja pembeli, dengan omzet hanya Rp100 ribu-Rp 200 ribu. Kalau grosir, masih ada dari pelanggan tetap walaupun jumlahnya juga turun. Dari biasanya 3-5 juta perhari, sekarang paling banyak hanya Rp1 juta sehari," kata Zeni yang sudah berjualan sejak awal tahun 2000. (Yetede)