Getir Pasar Tanah Abang
JAKARTA,ID-Masa kejayaan Tanah Abang sebagai pasar grosir tertua dua terbesar di Asia Tenggara ini perlahan mulai meredup. Hantaman Pandemi Covid-19 telah memukul bisnis ritel ini, ditambah kehadiran berbagai platform belanja daring yang ikut mempercepat 'kematian' penjualan di pusat perbelanjaan, tidak hanya Jakarta tapi juga di sejumlah daerah. Perumda Pasar Jaya menyebut saat ini penjualan di Pasar Tanah Abang turun lebih dari 20%. Sejumlah kios tutup karena penjual beralirh ke penjualan online atau usaha lain. Saat ini ada sekitar 13.000 kios di Pasar Tanah Abang. Redupnya pegiat ritel ini tidak hanya menggerus pemasukan secara ekonomi tetapi juga berdampak pada pengurangan tenaga kerja. Serta melambatnya geliat sektor properti. Salah satu pelaku usaha, Zeni Weti, kepada Investor Daily, Senin (18/09/2023) mengaku, penjualan di Tanah Abang mengalami kelesuan satu tahun belakangan ini. Pemilik usaha Ertiga Busana ini yang sehari-hari menjual pakaian anak ini, menempati kios di Blok E Auri Lantai 2 los C3 No 11-12. "Memang sekarang parah, terutama untuk eceran. Satu hari paling 1-2 saja pembeli, dengan omzet hanya Rp100 ribu-Rp 200 ribu. Kalau grosir, masih ada dari pelanggan tetap walaupun jumlahnya juga turun. Dari biasanya 3-5 juta perhari, sekarang paling banyak hanya Rp1 juta sehari," kata Zeni yang sudah berjualan sejak awal tahun 2000. (Yetede)
Tags :
#RitelPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023