Ritel
( 166 )Alfamart Sebar Dividen Jumbo dan Memperluas Ekspansi Gerai
Kabar gembira buat pemegang saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Emiten ritel ini siap membagikan dividen dengan nilai total Rp 999 miliar. Dividen tersebut setara dengan 35% dari laba AMRT di sepanjang 2022.
Keputusan pembagian dividen itu disepakati dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan yang digelar AMRT pada Rabu (17/5). "RUPST menyetujui pembagian dividen tunai Rp 999 miliar," kata Sekretaris Perusahaan AMRT, Tomin Widian.
Selain sebagai dividen, perolehan laba tahun lalu akan disisihkan AMRT untuk dana cadangan dengan nilai Rp 1 miliar. Lalu, sekitar Rp 1,8 triliun dialokasikan untuk investasi dan modal kerja.
Alhasil, di sepanjang tahun lalu, emiten ritel pengelola Alfamart ini meraup laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,86 triliun.
Tomin menjabarkan, dividen akan dibayarkan pada 14 Juni 2023 kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham Sumber Alfaria Trijaya (AMRT).
Selain membagikan dividen, AMRT juga bakal menggenjot ekspansi bisnis. Hingga akhir 2023, emitem yang dikendalikan Djoko Susanto ini menargetkan pembukaan 800 hingga 1.000 gerai baru.
Untuk ekspansi ini, AMRT menyiapkan belanja modal atau
capital expenditure
(capex) sekitar Rp 4,4 triliun. Sampai kuartal I-2023, AMRT merealisasikan
capex
Rp 860 miliar.
MIDI Gencar Ekspansi Gerai Tahun Ini
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) berencana membuka 500 gerai baru Lawson dan 200 gerai baru Alfamidi tahun ini. Demi memuluskan ekspansi bisnis tersebut, MIDI mengucurkan belanja modal atawa
capital expenditure
(capex) Rp 1,6 triliun.
Corporate Secretary
dan Direktur MIDI, Suantopo Po menjelaskan, ekspansi kedua gerai dilakukan dengan cara yang berbeda. Untuk gerai Alfamidi akan difokuskan di daerah Indonesia Timur. Sedangkan ekspansi gerai Lawson menyasar Pulau Jawa dengan mengandalkan jaringan Alfamidi.
"Untuk ekspansi Alfamidi perbandingannya 60:40, 60% ke kawasan Indonesia Timur, sisanya 40% ke kawasan Indonesia Tengah dan Barat. Untuk Lawson, kami manfaatkan jaringan Alfamidi yang potensial di kawasan Jawa," jelasnya, Rabu (17/5).
Manajemen Midi Utama menyebutkan, prospek pasar di wilayah Indonesia Timur masih besar. Menurut Suantopo, dibandingkan wilayah Indonesia Barat, potensi pasar Indonesia Timur lebih menjanjikan karena jumlah pemain ritel di wilayah itu masih kecil sehingga peluangnya cukup menjanjikan.
"Prospek pasar sebenarnya lebih besar di Indonesia bagian Barat, tapi total pemain di Indonesia bagian Timur paling kecil, sehingga peluangnya cukup besar," jelasnya.
Midi Utama menargetkan, pos pendapatan dan laba bersih tahun ini bisa bertumbuh masing-masing dua digit. Suantopo optimistis MIDI bisa mencapai target tersebut dengan mengacu kepada proyeksi Nielsen dan juga inflasi tahun ini.
Ekspansi Ritel Mulai Gencar
Kinerja pusat perbelanjaan dan ritel yang semakin pulih mendorong ekspansi terus dilakukan oleh peritel. Geliat sektor ritel ini, antara lain, ditandai masuknya peritel asing ke Indonesia serta ekspansi ritel ke luar Jawa. Hal ini, antara lain, tampak pada perusahaan ritel PT ACE Hardware IndonesiaTbk (ACES), unit usaha dari Kawan Lama Group, yang memperluas pasar dengan meresmikan lima toko baru selama Januari-April 2023. Penambahan toko tersebut dilakukan di luar Jawa, yakni Tarakan (Kaltara), Banda Aceh (Aceh), Denpasar dan Gianyar (Bali), serta Singkawang (Kalbar). Ekspansi toko itu menambah jaringan toko ACE menjadi 230 toko di seluruh Indonesia. Direktur ACE Gregory S Widjaja, dalam keterangan pers, Rabu (26/4) menyebutkan, pembukaan lima toko baru ini telah didukung evaluasi dan riset komprehensif, baik dari sisi pasar maupun sarana infrastruktur penunjang distribusi, sehingga ACE dapat menjangkau daerah baru yang potensial.
Konsultan properti JLL Indonesia mencatat, selama triwulan I-2023, tren ritel kian membaik. Restoran dan fasilitas hiburan ramah keluarga kembali mendominasi aktivitas peritel. Adapun tingkat hunian pusat perbelanjaan rata-rata 88 %. Pada tahun 2023, pasokan mal baru di Jabodetabek diperkirakan seluas 115.000 meter persegi. Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim mengemukakan, sejalan dengan membaiknya ritel, beberapa jenama internasional membuka toko pertama di Indonesia pada triwulan I-2023. Peritel baru itu terutama untuk makanan dan minuman. ”Beberapa peritel internasional mulai aktif membuka cabang pertamanya di pusat perbelanjaan di Indonesia,” katanya, pertengahan April lalu. Konsultan properti Knight Frank Indonesia dalam laporan terbaru, Jakarta Property Highlight, beberapa waktu lalu, menyebutkan, sektor ritel merupakan salah satu subsektor properti yang masih prospektif karena geliat ekonomi setelah pandemi mereda. (Yoga)
Ritel Buka Opsi Tak Jual Minyak Goreng
Akibat utang yang belum dibayar pemerintah sejak tahun lalu, pelaku ritel membuka opsi tidak menjual minyak goreng premium di gerainya. Utang yang menunggak dapat menggerus kepercayaan ritel kepada pemerintah. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey bersurat kepada Presiden Jokowi pada 27 Maret 2023. Surat itu berisi selisih harga pengadaan Minyak Goreng Satu Harga yang belum dibayar sejak awal 2022. Apabila pemerintah tidak menanggapi, pelaku ritel akan menghentikan penjualan minyak goreng premium kepada masyarakat.
Roy menyebutkan, total utang pemerintah Rp 344 miliar. Nilai itu ditanggung oleh 31 perusahaan anggota Aprindo. ”Pada awal 2022, ada program pengadaan Minyak Goreng Satu Harga (dari pemerintah), yakni Rp 14.000 per liter. Namun, harga minyak goreng premium yang dijual di ritel berkisar Rp 17.000-Rp 18.000 per liter. Selisih harga itu yang ditanggung oleh ritel,” ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/4/2023). (Yoga)
Pusat Perbelanjaan Pulih, Ritel Masih Rentan
Tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan tahun ini dinilai sudah kembali 100 %, bahkan melampaui masa sebelum pandemi Covid-19. Pemulihan pusat perbelanjaan juga diikuti sector ritel. Meski demikian, pemulihan sektor ritel tahun ini masih dibayang-bayangi kerentanan daya beli. Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta menyebutkan bahwa hampir seluruhpilar sektor ritel mulai pulih, antara lain makanan dan minuman, supermarket, toko serba ada dan fashion, serta hiburan. Tingkat penjualan di gerai makanan dan minuman rata-rata sudah melampaui tahun 2019 atau masa sebelum pandemi. Salah satu pendorongnya adalah penghapusan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.
”FnB (makanan dan minuman) yang sudah pulih bahkan melampaui sebelum pandemi turut dipengaruhi perilaku konsumen yang semakin yakin untuk bepergian dan makan di luar,” kata Tutum, saat dihubungi, Rabu (29/3) di Jakarta. Ia menambahkan, keseimbangan baru yang membentuk keyakinan masyarakat untuk bepergian ke mal dan berbelanja belum bisa dikatakan stabil. Tahun 2023 dan 2024 masih akan dibayang-bayangi resesi dan penurunan daya beli. Selain itu, sejumlah ritel memilih tidak melakukan ekspansi dan menunggu perkembangan politik pascapemilu tahun depan. (Yoga)
Ritel Lokal yang Tetap Memikat
Ismawati (54) yang ditemui Senin (20/3) pagi, biasa tiga kali dalam sebulan belanja di ritel lokal. Ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel ini, sejak tahun 2000-an, berbelanja di Harmony Swalayan Pondok Aren, Tangsel, 5 km dari rumahnya. ”Harga barang jenis kebutuhan rumah tangga, seperti gula, minyak, sabun mandi, dan sabun cuci, lebih murah dibandingkan supermarket lain, selisihnya bisa Rp 1.000-Rp 2.000,” kata Iis. Masyarakat yang masih menjadikan ritel lokal itu sebagai pilihan utama untuk berbelanja tak lepas dari harga murah dan kerap ada promo atau diskon.
Salah satu calon pembeli, Khofifah (53), bahkan kesulitan mencari troli saat berbelanja di Hari Hari Swalayan di kawasan Bintaro, Tangsel. Saat ditemui pada Jumat (17/3) siang, Khofifah bersama suami dan kedua anak perempuannya butuh setengah jam menunggu mendapat troli belanja. Baru kemudian, mereka berkeliling mencari beras, minyak goreng, dan berbagai bahan kebutuhan sehari-hari lainnya. Ia rela datang dan mengantre berjam-jam di kasir hingga sore untuk memanfaatkan potongan harga di sana. ”Sejak 2019, sudah memilih berbelanja di supermarket itu, baik di area Ciledug maupun Bintaro,” kata ibu rumah tangga yang tinggal di Petukangan Selatan, Jaksel, ini.
Wakil Kepala HRD Harmony Swalayan Sifa Fauziah menuturkan, Harmony Swalayan di bawah naungan PT Karsa Usaha Mulia terus bertahan. Salah satu kekuatan yang dimiliki Harmony swalayan adalah kelengkapan barang dan harga lebih murah dibandingkan ritel lain. Selisihnya bisa Rp 1.000-Rp 3.000 per jenis barang. ”Ada puluhan ribu jenis barang yang kami tawarkan dan sebagian besar berupa barang kebutuhan pokok dan makanan segar. Ada juga sandang dan peralatan rumah tangga,” kata Sifa. Sejak 1993, Harmony Swalayan menyasar pangsa konsumen semua kelas, terutama untuk menengah ke bawah. Oleh karena itu, mematok harga lebih murah dibandingkan yang lain membuat ritel ini terus bertahan. Hingga kini, Harmony Swalayan hanya ada di Pondok Aren, Tangsel. (Yoga)
HERO Kejar Cuan IKEA & GUARDIAN
Emiten yang mengelola jaringan ritel Guardian, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) bertekad menambah gerai baru sepanjang tahun.
Head of Corporate and Consumer Affairs
PT Hero Supermarket Tbk, Diky Risbianto menjelaskan penambahan gerai merupakan strategi Hero Group untuk mengoptimalkan belanja modal dan investasi (capex) tahun ini.
“Hero Group tetap fokus mewujudkan rencana transformasi multi tahun yang sedang dijalankan dan memanfaatkan ruang usaha, serta berupaya meningkatkan aksesibilitas,” ujar Diky kepada KONTAN, Jumat (3/2).
Perluasan warung yang dilakukan tidak terlepas dari prospek bisnis ritel yang diharapkan semakin membaik.
Maka, Hero Group tetap optimis dan percaya bahwa kondisi industri retail akan membaik seiring dengan pemulihan ekonomi.
Pada Desember 2022, HERO menambah gerai ritel IKEA di Surabaya, Jawa Timur.
Sementara itu, retail Guardian juga akan menambah jumlah toko pada tahun ini dan berencana menawarkan produknya melalui
e-commerce
untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan produk kesehatan dan kecantikan.
Hingga saat ini, Hero Group telah mengoperasikan tujuh unit toko IKEA dan lebih dari 300 toko Guardian yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Jelasnya, selama dua tahun terakhir, HERO telah mampu beradaptasi dengan kondisi Covid-19 dan segala macam perubahannya.
Kemenkeu Targetkan Penerbitan SBN Ritel Rp130 Triliun Tahun Ini
JAKARTA, ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, pemerintah pada tahun ini menaikkan target penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel menjadi sebesar Rp 130 triliun. Hal ini menunjukkan SBN Ritel mendapatkan sambutan dan antusiasme yang baik dari masyarakat. "Pada 2023 ini pemerintah menaikkan target penerbitan SBN Ritel sebesarRp 130 triliun melalui seri Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Negara Ritel (SR), Savings Bond Ritel (SBR), dan Sukuk Tabungan (ST), serta Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS),” ujar Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Deni Ridwan, di Jakarta, Sabtu (21/1/2023). Deni Ridwan mengatakan, peningkatan target penerbitan SBN Ritel itu seiring dengan semakin meningkatnya capaian penerbitan SBN Ritel pada 2020, 2021, dan 2022 yang masing-masing sebesar Rp 76 triliun, Rp 97 triliun, dan Rp 107 triliun. Pada 2022, Kemenkeu berhasil menerbitkan SBN Ritel sebesar Rp 107 triliun yang dapat menjangkau lebih dari 186 ribu investor. (Yetede)
Genjot Pertumbuhan Kinerja, AMRT Siapkan Strategi Usaha
Kinerja emiten ritel diproyeksi masih moncer di sepanjang tahun ini. Selain karakternya bersifat defensif, emiten di sektor ini juga masih diselimuti katalis positif dari musim kampanye politik menjelang Pemilu 2024.
Dus, sejumlah emiten pengelola ritel telah bersiap mengail peluang untuk mendongkrak kinerja di tahun ini. Contoh, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Pengelola gerai ritel Alfamart ini telah menyiapkan sejumlah strategi.
Corporate Communications GM Alfamart Rani Wijaya menuturkan, tahun ini AMRT akan menerapkan strategi omnichannel dan penambahan jumlah gerai. Rani menjelaskan, strategi omnichannel akan dilakukan melalui aplikasi Alfagift.
Sementara itu, strategi penambahan gerai akan difokuskan ke luar Pulau Jawa. "Masyarakat masih membutuhkan kehadiran ritel modern. Seperti di kota atau kabupaten di Kalimantan, Nusa Tenggara hingga Papua," imbuh Rani.
Kinerja Penjualan Eceran Tumbuh Positif
Kinerja penjualan eceran diperkirakan tumbuh positif pada Desember 2022. Hal tersebut tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2022 sebesar 216,4, atau tumbuh positif 0,04 % secara tahunan. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Selasa (10/1). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Alarm Inflasi Mengancam Sektor Retail
11 Oct 2022









