Pusat Perbelanjaan Pulih, Ritel Masih Rentan
Tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan tahun ini dinilai sudah kembali 100 %, bahkan melampaui masa sebelum pandemi Covid-19. Pemulihan pusat perbelanjaan juga diikuti sector ritel. Meski demikian, pemulihan sektor ritel tahun ini masih dibayang-bayangi kerentanan daya beli. Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta menyebutkan bahwa hampir seluruhpilar sektor ritel mulai pulih, antara lain makanan dan minuman, supermarket, toko serba ada dan fashion, serta hiburan. Tingkat penjualan di gerai makanan dan minuman rata-rata sudah melampaui tahun 2019 atau masa sebelum pandemi. Salah satu pendorongnya adalah penghapusan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.
”FnB (makanan dan minuman) yang sudah pulih bahkan melampaui sebelum pandemi turut dipengaruhi perilaku konsumen yang semakin yakin untuk bepergian dan makan di luar,” kata Tutum, saat dihubungi, Rabu (29/3) di Jakarta. Ia menambahkan, keseimbangan baru yang membentuk keyakinan masyarakat untuk bepergian ke mal dan berbelanja belum bisa dikatakan stabil. Tahun 2023 dan 2024 masih akan dibayang-bayangi resesi dan penurunan daya beli. Selain itu, sejumlah ritel memilih tidak melakukan ekspansi dan menunggu perkembangan politik pascapemilu tahun depan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023