;

STRATEGI USAHA KECIL : RITEL TRADISIONAL GO DIGITAL

STRATEGI USAHA KECIL : RITEL TRADISIONAL GO DIGITAL

Gerai ritel tradisional masih menjadi jembatan utama penghubung antara produsen dengan konsumen. Merujuk dari laporan Flourish Ventures pada 2024, sejauh ini gerai ritel tradisional, seperti warung, masih berkontribusi besar terhadap ekonomi dengan menghasilkan pendapatan US$180 miliar. Hal itu seperti yang terdapat dalam hasil survei bertajuk Digitizing the Corner Shop Indonesia Spotlight, yang mengungkapkan bahwa sebanyak 98% responden menyatakan mereka akan terus berbelanja di warung atau toko kelontong.Lalu ada sebanyak 71% di antaranya bahkan menganggap kehadiran gerai ritel tradisional ini begitu esensial bagi komunitasnya.Berdasarkan data dari Euromonitor, toko kelontong tradisional juga menjadi retail yang paling banyak di Indonesia. Hingga tahun lalu jumlahnya tercatat mencapai 3,94 juta unit. Jumlah tersebut setara 98,78% dari seluruh retail yang berada di dalam negeri, kendati tak menutup fakta bahwa memang mengalami penurunan 1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Seperti disampaikan Indah Dwi Astuti, pemilik toko Sajadah Grocery. Dia mengatakan bahwa ada beberapa tantangan yang harus dihadapinya ketika memulai bisnis ritel tradisional tersebut. Salah satunya ialah terkait masa depan perkembangan usahanya itu di tengah cepatnya persaingan pada bisnis ritel. Namun, seiring melihat besarnya peluang yang ada, pemilik toko beralamat di Tangerang Selatang itu pun memberanikan diri ikut bersaing di pasar online. Sebab, dengan bergabung ke lokapasar telah membuat tokonya mengalami peningkatan omzet yang cukup signifi kan. Indah yang bergabung ke marketplaceGudangada juga merasakan manfaat lain dari upaya go digital yang dilakukannya. Misalnya, jumlah pegawainya kini bertambah karena kebutuhan untuk pengiriman produk jadi meningkat.“Marketplace membantu saya memasarkan produk. Bahkan sekarang kami sudah menambah produk yang tadinya 5 SKU menjadi 32 SKU,” jelasnya. Sementara itu, Pemilik Toko Putra Jaya Kartika juga mengatakan hal senada. Keputusan bergabung ke lokapasar membuat toko ritel tradisional miliknya berkembang. Tidak hanya tokonya saja yang berkembang, tetapi sumber daya manusia (SDM) di dalamnya pun ikut beradaptasi sehingga bisa lebih melek teknologi. Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa ritel tradisional memang masih menjadi favorit berbelanja kebutuhan di Indonesia. Ritel tradisional masih memegang 70% hingga 75% total ritel secara nasional. Oleh karena itu, peran ritel tradisional dan warung masih sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Tags :
#Umum #Ritel
Download Aplikasi Labirin :