;
Tags

Ritel

( 166 )

Sektor Ritel Sehat dan Berkembang Mampu Mencetak Omzet Rp 700 triliun

KT1 29 Aug 2024 Investor Daily (H)

Sektor ritel modern nasional diprediksi mampu mencetak omzet sekitar Rp 700 triliun per tahun. Prospek sektor ini kedepan  masih sangat menjanjikan, seiring besarnya jumlah penduduk dan konsumsi rumah tangga, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerangkan, jumlah ritel di suatu negara menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks ini, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk nomor empat dunia sebanyak 281 juta jiwa pada 2024. Ini merupakan pasar yang bagus bagi sektor ritel. Dalam acara Indonesian Retails Summit 2024 di Jakarta, Rabu (28/8/2024), dia menuturkan, berdasarkan laporan  World Bank, sektor konsumsi atau ritel terus tumbuh sejak 2022. Mall di Indonesia termasuk dalam jajaran pusat perbelanjaan yang terbaik dan modern, khususnya di wilayah Jakarta. "Pertumbuhan sektor konsumsi di Indonesia sejak 2022 lebih besar dari pertumbuhan ekonomi yakni 12%. Kita harus tepuk tangan untuk para peritel," ucap Menko. (Yetede)

Melemahnya Daya Tumbuh Ritel

KT1 15 Aug 2024 Investor Daily
Melemahnya daya beli serta peredaran barang ilegal dan bekas dengan bebas di masyarakat, membuat pertumbuhan ritel lesu atau melambat pada tahun ini. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menerangkan, pada semester pertama, pertumbuhan sekitar 4,8 hingga 4,9%. Namun, untuk semester kedua, kemungkinan akan stagnasi. "Penyebabnya adalah terjadi deflasi karena masyarakat mengurangi konsumsi akibat pertumbuhan pendapatan lebih rendah dari fluktuasi harga bahan pokok dan pemutusan hubungan kerja," ucap dia. Dia menerangkan, suku bunga acuan yang tidak turun memperburuk kondisi yang ada. Perlambatan transaksi pada kuartal kedua akan berlanjut pada kuartal ketiga tahun ini. Bertahannya suku bunga acuan sebesar 6,25% akan membuat masyarakat menahan  konsumsi untuk menyesuaikan peningkatan angsuran kredit. (Yetede)

Ritel Modern Tergerus Daya Beli dan Barang Ilegal

KT3 15 Aug 2024 Kompas

Kinerja ritel modern tengah tergerus pelemahan daya beli serta peredaran barang ilegal dan bekas. Kondisi itu menjadi beban bagi para peritel modern di tengah tantangan perubahan perilaku belanja konsumen di era perkembangan teknologi digital. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memperkirakan kinerja ritel modern semester I-2024 hanya tumbuh 4,8-4,9 % secara tahunan. Pada semester II-2024, pertumbuhannya diperkirakan stagnan, bahkan berpotensi turun. Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey, Rabu (14/8) mengatakan, perlambatan pertumbuhan kinerja ritel pada 2024 dipengaruhi pelemahan daya beli serta peredaran barang ilegal dan bekas. Lesunya daya beli masyarakat itu terlihat dari sejumlah indikator.

Salah satunya adalah deflasi yang terjadi tiga bulan beruntun. Dari data BPS, Indonesia mengalami deflasi pada Mei, Juni, dan Juli 2024 masing-masing 0,03 %, 0,08 %, dan 0,18 %. Menurut Roy, deflasi tersebut lebih mencerminkan penurunan permintaan, bukan kelebihan penawaran. Permintaan turun lantaran banyak pekerja yang mengalami PHK, yakni sekitar 30.000 orang sejak awal 2024. Selain itu, jumlah pekerja informal juga semakin bertambah. ”Mereka yang di-PHK tidak akan memprioritas belanja makanan dan minuman ketimbang belanja lainnya. Para pekerja informal juga kurang lebih sama,” katanya dalam Gambir Trade Talk #15 bertajuk ”Transformasi Ritel Modern di Era Digitalisasi: Peluang dan Tantangan” yang digelar Badan Kebijakan Perdagangan, Rabu, di Jakarta.

”Selain deflasi, pelemahan daya beli juga terindikasi dari tergerusnya tabungan kelas menengah. Tidak mengherankan jika muncul istilah mantab atau makan tabungan,” kata Roy. Di samping lesunya daya beli, Roy juga menyebutkan peredaran barang ilegal dan bekas turut menggerus kinerja ritel modern. Barang-barang impor tersebut masuk ke Indonesia tanpa terpantau dengan baik. Barang-barang itu juga dijual dengan harga relatif murah, baik secara daring maupun luring. Aprindo berharap ada penguatan daya beli, terutama bagi kelas menengah dan bawah. Di sisi lain, pemerintah juga perlu meningkatkan pengawasan perdagangan barang-barang ilegal dan pakaian bekas agar tidak merugikan pelaku usaha dalam negeri. (Yoga)


Waralaba Asing Menyerbu Pasar Indonesia

KT3 09 Aug 2024 Kompas

Saat ini, pangsa pasar ritel Indonesia dikuasai waralaba asing. Padahal, Indonesia memiliki potensi besar bagi pertumbuhan bisnis waralaba lokal, salah satunya permintaan dari pasar domestik. Indonesia juga memiliki potensi kekhasan produk olahan makanan lokal. Berdasar catatan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) jumlah merek waralaba asing yang beroperasi di Indonesia per akhir 2022 mencapai 700 merek dengan rata-rata pertumbuhan 5 % per tahun. Waralaba lokal tercatat hanya 130 merek dengan pertumbuhan cenderung stagnan sejak sebelum pandemi Covid-19. Sementara, pertumbuhan yang cukup signifikan justru ada pada bidang business opportunity, yakni 8-10 %.

Berbeda dengan franchise yang memberi hak paten bisnis dan format bisnisnya kepada pihak lain, business opportunity hanya memberikan produk, metode, dan alat kerja dengan pembekalan di awal tanpa mensyaratkan penerapan format bisnis oleh pemilik. Alih-alih memberikan ruang bagi waralaba lokal, bisnis kemitraan di Indonesia justru didominasi oleh business opportunity yang cenderung ingin meraih tujuan secara instan sehingga jarang dapat bertahan lama. Dari jangka waktunya, waralaba biasanya terhitung telah menjalankan bisnis lebih dari lima tahun, sedangkan business opportunity hanya tiga tahun.

Menurut Ketua AFI Anang Sukandar dalam konferensi pers Pameran Bisnis Lisensi, Waralaba, dan Kemitraan atau International Franchise, Licen se, and Business Concept Expoand Conference (IFRA) 2024, di Jakarta, Rabu (7/8) fenomena tersebut menggambarkan mentalitas berbisnis yang cenderung asal-asalan, kurang bersungguh-sungguh, dan minim pengalaman. Karena itu, dibutuhkan peran pemerintah melalui program inkubasi yang meliputi pendampingan dan pelatihan. Makanan cepat saji Menurut Anang, peluang bagi waralaba lokal bertumbuh ada pada sektor makanan dan minuman, khususnya makanan cepat saji, mengingat kunci bagi pertumbuhan waralaba adalah nilai keunikan dan Indonesia memiliki beragam makanan khas daerah.

Salah satu upaya mendorong bisnis waralaba ialah melalui pameran, sebagai pintu masuk memperkenalkan pola franchise yang benar sehingga berdampak pada perekonomian sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan. ”Dengan mengandalkan pasar domestik, waralaba lokal dapat bertumbuh dan pada gilirannya diharapkan mampu menarik investasi sehingga ekonomi Indonesia akan berputar, ” kata Anang. Salah satu gelaran pameran waralaba tersebut, yakni IFRA 2024, yang akan diselenggarakan pada 16-18 Agustus 2024 di Jakarta Convention Center dan pada 16 Agustus - 6 September 2024 secara daring melalui situs www.ifraindone-sia.com. Kegiatan ini akan diikuti 185 perusahaan dan 225 merek dengan target nilai transaksi mencapai Rp 1,5 triliun. (Yoga)


Gelanggang Keras Mal Jakarta

KT3 16 Jun 2024 Kompas

Gerai sayap ayam cepat saji yang enak dan beberapa toko gawai di Ratu Plaza sudah hengkang April lalu. Sedih melihat makin ditinggalnya Ratu Plaza. Dulu Ratu Plaza adalah pusat perbelanjaan termewah di Jakarta, menggeser Duta Merlin yang berhulu ke hotel zaman Belanda. Saat dicuitkan di X, ramai yang menanggapi. Diskusi berkembang tentang pemilik gedung yang konon hanya memegang hak guna bangunan dari lahan pemerintah, seperti konon gedung lain di ujung berbeda Jalan Jenderal Sudirman yang ia miliki. Ini menjelaskan mengapa kedua gedung  dibiarkan ”merana”, walau strategis berada pada jalur MRT dan Transjakarta. Itu sebabnya Kompas bersemangat menyambangi Brightspot Market, bazar populer Jakarta yang didedikasikan untuk jenama lokal, bertempat di Ratu Plaza minggu lalu.

Brightspot punya sejarah bereksperimen dengan lokasi nyeleneh, dua lantai kosong di Plaza Senayan tahun lalu, atau Ashta sebelum resmi dibuka. Cynthia Wirjono, salah satu pemrakarsa dan penyelenggara Brightspot, bercerita bahwa nostalgia 1980-an, saat Ratu Plaza jaya-jayanya, sengaja diambil sebagai tema. Dan benar, tersebar di tiga lantai selama dua akhir pekan kemarin, terdapat musik, dekor, bahkan mesin dingdong khas dekade itu. Ratu Plaza juga kembali disesaki pengunjung baik generas “old” yang ingat masa keemasannya dan generasi muda yang penasaran. Bukannya tanpa tantangan menggelar acara dengan ribuan pengunjung di lokasi yang sudah lama tak beroperasi penuh. Kendala muncul dari parkir, AC, sampai eskalator yang tak semua bisa dioperasikan.

Tapi pengunjung terlihat menikmati. Terlepas legalitas kepemlikan, Ratu Plaza hanya perlu sedikit renovasi dan pemasaran kreatif bila mau dikembalikan optimal. Persoalan mal di Jakarta memang kompleks. Terlalu banyak jumlahnya, tapi sedikit pembedanya. Untuk Jakarta, mal dikelompokkan menjadi mal tengah kota (seputar Senayan dan Bundaran HI), yang didatangi pengunjung dari seluruh penjuru kota, dan mal ”setempat” yang dipadati warga sekitar. Banyak mal dan trade center yang tersengal-sengal terlepas keriuhan saat diresmikan. Bahkan, beberapa mal di pusat kota hidup segan, mati tak mau. Bukan karena konsumen lebih suka berbelanja daring, banyak pusat perbelanjaan yang masih ramai, seperti juga banyak e-marketplace yang kolaps. Mal masih bisa bertahan walau memang gelanggangnya keras, tak semua jadi penyintas. Kecuali bila jeli membidik ceruk baru. (Yoga)


EMITEN PERDAGANGAN RITEL : ZONE Incar Rp845 Miliar

HR1 10 Jun 2024 Bisnis Indonesia

Emiten milik Hermanto Tanoko, PT Mega Perintis Tbk. (ZONE) membidik pendapatan sepanjang tahun ini bisa menembus Rp845 miliar atau meningkat 15% dibandingkan dengan 2023. Direktur Mega Perintis Luki Rusli menjelaskan perusahaan membidik pertumbuhan kinerja keuangan baik pendapatan maupun laba bersih sebesar 15% pada tahun ini. Menurutnya, ZONE menargetkan top line sebesar Rp845 miliar dan bottom line laba bersih sebesar Rp55 miliar sepanjang 2024. Untuk bisa mencapai target tersebut, imbuhnya, ZONE menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp22 miliar yang akan digunakan pembukaan gerai baru dan revitalisasi toko yang telah ada. Pembukaan toko baru akan menggunakan belanja modal yang telah dianggarkan perseroan. 

Sepanjang 2024, ZONE fokus pada penjualan luringbaik daring, melalui situs Manzone. Selain itu, penjualan melalui beberapa lokapasar seperti Shopee, Tokopedia, Zalora, Lazada dan Blibli. Penjualan pada 2023 tersebut ditopang oleh penjualan pakaian sebesar Rp681,03 miliar dan penjualan aksesoris tercatat sebesar Rp54,42 miliar. Akan tetapi, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp46,97 miliar. Laba tersebut lebih rendah dibandingkan dengan periode tahun lalu sebesar Rp72,93 miliar. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pemegang saham pun menyetujui penggunaan dana sebesar Rp100 juta sebagai dana cadangan umum. Dari sisi pergerakan harga sahamnya, Bloomberg mencatat bahwa ZONE terakhir ditutup pada Rp1.090 per saham. Sepanjang tahun 2024, harga saham ZONE terkoreksi 1,8%.

Upaya Menghidupkan Kembali Mal yang Sepi

KT3 10 Jun 2024 Kompas

Pengunjung mal, tampak asyik bermain di mesin arkade di ajang Brightspot Mall 2024 di Ratu Plaza, Jakarta, Minggu (9/6/2024).  Ajang Brightspot Mall 2024 yang diadakan pada 31 Mei sampai 2 Juni dan 6-9 Juni 2024 ini sengaja dibuat dibuat untuk  kembali menghidupkan kejayaan ritel di era modern. (Yoga)

SCBI Bidik Pertumbuhan Ritel Hingga 400%.

KT1 20 May 2024 Investor Daily
Standard Chartered Bank Indonesia (SCBI) telah mengubah fokus bisnis ritel di indonesia dan memasang target pertumbuhan tinggi. Hal ini seiring dengan perjuangan portfolio bisnis ritel ke PT Danamon Indonesia Tbk. Cluster CEO Indonesia and Asean Markets (Australia, Brunei, and The Philipines) Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro mengatakan, pihaknya masih melihat potensi yang besar dari bisnis ritel di Indonesia. Meskipun SCBI telah menjual portfolio kartu kredit dan personal loan kepada Danamon, SCBI akan fokus di segmen ritel dengan strategi digitalisasi. "Target ke depannya sedang kami kaji ulang, pembiayaan digital akan meningkat, ritel itu pesat sekali  dalam arti dibanding akhir tahun lalu, akan naik tiga sampai empat kali lipat untuk growth lending. Bisa 300-400%, makanya saya bilang potensi market di Indonesia besar sekali," jelas Rino. (Yetede)

Ambisi Group Alfa Rajai Bisnis Ritel Modern

KT1 18 May 2024 Investor Daily (H)

Grup Alfa lewat PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), memiliki ambisi besar di bisnis ritel modern, dengan penambahan 1.200 gerai baru di tahun ini. Agresivitas Grup Alfa tersebut, akan menempatkannya sebagai pemilik jaringan ritel terbanyak di Indonesia, meninggalkan pesaing utamanya, PT Indomarco Prismatama Tbk (DNET) yang mengoperasikan gerai Indomaret.  Grup Alfa satu ini mengoperasikan sejumlah gerai ritel modern seperti Alfamart, Alfa Express, Alfamidi, Alfamidi Super, Lawson, serta Dan-Dan.

Gerai-gerai tersebut dioperasikan dan dikelola oleh  Sumber  Alfaria Trijaya dan Midi Utama bersama entitas usahanya. Berdasarkan data Neilsen Retail Audit, jumlah gerai ritel terbanyak di Indonesia pada Desember 2023 adalah  Indomaret dengan 22.196 gerai. Di posisi kedua adalah Alfamart yang sebanyak 19.087 gerai, disusul Alfamidi sejumlah 2.186 gerai, dan gerai Group Lainnya yakni Alfamidi Super 46 gerai, Lawson 674 gerai, serta Dan+Dan 317 gerai. Adapun penambahan 1.200 gerai barau ditahun ini, akan menempatkan jaringan ritel Grup Alfa di posisi puncak dengan total 23.510 gerai. (Yetede)

Peritel Makin Gencar di Ranah Digital

HR1 17 May 2024 Kontan

Bisnis ritel yang masih positif menyebabkan para peritel semakin mengepakkan sayap bisnis. Salah satunya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Emiten pengelola gerai Alfamart ini sudah menyiapkan dana sebesar Rp 4,5 triliun untuk belanja modal (capex). Dana tersebut bakal AMRT pakai untuk menambah 1.000 gerai ritel pada 2024. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Sumber Alfaria Trijaya, Tomin Widian menjelaskan, anggaran untuk pemenuhan capex akan berasal dari pendanaan internal, tanpa bantuan pihak eksternal. "Untuk penyerapan capex kuartal I-2024 kurang lebih sudah mencapai Rp 1 triliun dari total anggaran capex sebesar 2024 sebesar Rp 4,5 triliun," jelasnya di paparan publik, Kamis (16/5). Presiden Direktur Sumber Alfaria Trijaya, Anggara Hans Prawira menuturkan, AlfaGift akan menjadi mesin pertumbuhan Grup Alfa yang baru ke depan.

Dia optimistis pertumbuhan AlfaGift masih akan tinggi. Anggara menyampaikan, sepanjang 2024, layanan pesan antar AlfaGift masih akan bebas ongkos kirim. Namun selepas tahun ini, dia belum bisa memastikan apakah gratis biaya kirim ini masih ada. Sebelumnya, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sudah mengembangkan lini bisnis di ranah digital. Hasilnya sendiri sudah makin terlihat di kuartal I-2024. Di periode tersebut, MAPI mencatatkan pendapatan sebesar Rp 8,78 triliun di kuartal I 2024. Ini naik 17,8% secara tahunan alias year on year (yoy) dari sebelumnya Rp 7,5 triliun. Vice President Investor Relation, Corporate Communication and Sustainability MAPI, Ratih D. Gianda dalam keterbukaan menjelaskan selama kuartal I 2024, MAP melanjutkan ekspansi gerai fisiknya di Indonesia dan regional.