;
Tags

Ritel

( 166 )

Ekspansi Gerai di Luar Jawa Jadi Andalan Baru AMRT

HR1 06 Mar 2025 Kontan
Strategi ekspansi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ke luar Pulau Jawa menjadi faktor kunci dalam memperkuat posisi pasar dan mendukung pertumbuhan jangka panjang, meskipun masih dihadapkan pada tantangan daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, prospek AMRT tetap optimistis dengan proyeksi kenaikan penjualan 10%-20%. Faktor pendorongnya meliputi strategi diskon, peningkatan ekosistem digital melalui Alfagift, serta momentum konsumsi saat Lebaran.

Sementara itu, Rifdah Fatin Hasanah, Research Analyst Ina Sekuritas, menilai ekspansi AMRT di luar Pulau Jawa membawa dampak positif dengan pertumbuhan gerai CAGR 11,2%, didorong oleh biaya tenaga kerja lebih rendah dan sewa yang lebih terjangkau. Selain itu, perluasan pusat distribusi dan gudang juga meningkatkan efisiensi rantai pasokan, terutama untuk produk makanan beku bermargin tinggi.

Andrianto Saputra, Analis Indo Premier Sekuritas, mengamati bahwa kinerja AMRT masih kuat di awal 2025, meskipun terdapat tekanan dari peningkatan pengeluaran operasional (opex) akibat pembangunan tiga distribution center (DC) baru pada kuartal III-2024. AMRT juga berencana menambah dua DC di Palangkaraya dan Bengkulu pada semester kedua 2025, yang dalam jangka pendek dapat memberikan tekanan pada leverage operasi.

Ketiga analis sepakat merekomendasikan "buy" untuk saham AMRT, dengan target harga berbeda: Andrianto (Rp 3.050 per saham), Nico (Rp 3.250 per saham), dan Rifdah (Rp 3.300 per saham). Secara keseluruhan, strategi ekspansi dan peningkatan efisiensi diharapkan dapat menjaga pertumbuhan AMRT meskipun masih ada tantangan daya beli.

Ekspansi Gerai di Luar Jawa Jadi Andalan Baru AMRT

HR1 06 Mar 2025 Kontan
Strategi ekspansi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ke luar Pulau Jawa menjadi faktor kunci dalam memperkuat posisi pasar dan mendukung pertumbuhan jangka panjang, meskipun masih dihadapkan pada tantangan daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, prospek AMRT tetap optimistis dengan proyeksi kenaikan penjualan 10%-20%. Faktor pendorongnya meliputi strategi diskon, peningkatan ekosistem digital melalui Alfagift, serta momentum konsumsi saat Lebaran.

Sementara itu, Rifdah Fatin Hasanah, Research Analyst Ina Sekuritas, menilai ekspansi AMRT di luar Pulau Jawa membawa dampak positif dengan pertumbuhan gerai CAGR 11,2%, didorong oleh biaya tenaga kerja lebih rendah dan sewa yang lebih terjangkau. Selain itu, perluasan pusat distribusi dan gudang juga meningkatkan efisiensi rantai pasokan, terutama untuk produk makanan beku bermargin tinggi.

Andrianto Saputra, Analis Indo Premier Sekuritas, mengamati bahwa kinerja AMRT masih kuat di awal 2025, meskipun terdapat tekanan dari peningkatan pengeluaran operasional (opex) akibat pembangunan tiga distribution center (DC) baru pada kuartal III-2024. AMRT juga berencana menambah dua DC di Palangkaraya dan Bengkulu pada semester kedua 2025, yang dalam jangka pendek dapat memberikan tekanan pada leverage operasi.

Ketiga analis sepakat merekomendasikan "buy" untuk saham AMRT, dengan target harga berbeda: Andrianto (Rp 3.050 per saham), Nico (Rp 3.250 per saham), dan Rifdah (Rp 3.300 per saham). Secara keseluruhan, strategi ekspansi dan peningkatan efisiensi diharapkan dapat menjaga pertumbuhan AMRT meskipun masih ada tantangan daya beli.

MAPI Diprediksi Masih Menunjukkan Taji

HR1 11 Feb 2025 Kontan
Kinerja PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) diperkirakan tetap solid di tahun 2025, meskipun menghadapi tantangan seperti pelemahan daya beli, persaingan ketat di sektor ritel, dan ketidakstabilan nilai tukar rupiah.

Menurut Abdul Azis Setyo Wibowo, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, kondisi ekonomi global dan kebijakan Donald Trump di AS yang menaikkan tarif dagang bisa berdampak pada daya beli masyarakat Indonesia. Sementara itu, Benny Kurniawan dari JP Morgan menyoroti risiko gejolak nilai tukar rupiah, yang dapat menghambat konsumsi kelas menengah atas.

Namun, Willy Goutama dari Maybank Sekuritas tetap optimis, dengan menyebut pembatasan penjualan iPhone 16 tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan MAPI. Rifdah Fatin Hasanah dari Ina Sekuritas juga mencatat bahwa daya beli kelas menengah atas masih kuat, serta meningkatnya tren gaya hidup sehat dapat mendorong segmen ritel olahraga MAPI.

Meskipun menghadapi tantangan ekonomi global, MAPI masih memiliki prospek positif berkat portofolio merek yang kuat, tren gaya hidup sehat, dan pertumbuhan segmen digital.

Proyeksi Pertumbuhan 2024 Berisiko Terkoreksi

HR1 05 Feb 2025 Kontan
Target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 diprediksi tidak tercapai, dengan realisasi yang diperkirakan hanya sekitar 5%, di bawah target pemerintah dalam APBN sebesar 5,2%.

Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2024 hanya 4,91% yoy, melambat dibanding kuartal sebelumnya. Faktor utama perlambatan ini adalah melemahnya konsumsi rumah tangga, yang hanya tumbuh 4,85% yoy, lebih rendah dari kuartal sebelumnya. Indikator perlambatan ini terlihat dari melemahnya pertumbuhan uang beredar M2, penjualan ritel yang hanya naik 1% yoy, serta penurunan jumlah penumpang transportasi dan penjualan otomotif. Selain itu, investasi juga melemah, terlihat dari penurunan penjualan semen sebesar 5,17% yoy, serta konsumsi pemerintah yang justru terkontraksi 1,3% yoy pada akhir 2024.

Namun, ekspor menunjukkan perbaikan, dengan pertumbuhan neto 3,88% yoy setelah sebelumnya mengalami kontraksi.

Sementara itu, Banjaran Surya Indrastomo, Chief Economist Bank Syariah Indonesia, lebih optimistis, memprediksi ekonomi kuartal terakhir 2024 tumbuh 5,18% yoy, dengan indikator positif dari PMI manufaktur dan keyakinan konsumen. Ia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 mencapai 5,51%, terdorong oleh Ramadan dan Idul Fitri, serta kebijakan penurunan BI-Rate dan batalnya kenaikan PPN.

Bambang Brodjonegoro, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi, juga yakin pertumbuhan ekonomi 2024 tetap di atas 5%, didorong oleh momen seperti puasa, Lebaran, dan pemilu. Namun, angka tersebut masih di bawah target pemerintah 5,2%.

Peluang Keuntungan dari SBN Ritel

HR1 30 Jan 2025 Bisnis Indonesia (H)

Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel ORI027 memberikan peluang investasi yang menarik bagi investor ritel di tengah volatilitas pasar modal yang terjadi belakangan ini. Dengan kupon yang relatif tinggi, yaitu 6,65% untuk tenor 3 tahun dan 6,75% untuk tenor 6 tahun, ORI027 menjadi alternatif investasi yang menarik, terutama setelah penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia. Kupon yang lebih tinggi dibandingkan dengan instrumen investasi lain, seperti deposito, serta pajak yang lebih rendah (10%) menjadi faktor tambahan yang menarik bagi investor.

Handy Yunianto, Kepala Divisi Fixed Income Research Mandiri Sekuritas, menilai kupon ORI027 sangat menarik karena suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk simpanan lainnya dan potensi penurunan suku bunga lebih lanjut. Secara historis, obligasi ritel memiliki return yang lebih baik dibandingkan saham dalam 6 tahun terakhir.

Reza Fahmi dari Henan Putihrai Asset Management menekankan bahwa meskipun ada potensi penurunan suku bunga lebih lanjut, pemerintah tetap menargetkan penerbitan SBN ritel hingga Rp 150 triliun, dengan kebijakan Bank Indonesia yang mendukung prospek tersebut.

SBN ritel ini juga berkontribusi dalam memperdalam pasar keuangan Indonesia, memperluas basis investor, serta meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam investasi. Dengan adanya ORI027, pemerintah berharap dapat menarik lebih banyak investor ritel untuk berpartisipasi dalam pasar keuangan, seperti yang terlihat dari penjualan yang sudah mencapai sejumlah besar kuota yang ditargetkan.


Penerbitan SBN Ritel Lebih dari Rp 148 Triliun Tahun Ini

KT1 15 Jan 2025 Tempo
Kementerian Keuangan mencatat investor dari Surat Berharga Negara (SBN) ritel terus naik signifikan. Pemerintah memasang target dari penerbitan SBN ritel lebih tinggi dari 2024. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan total penerbitan SBN pada 2024 meraup Rp 148,5 triliun. Angka tersebut terus mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir. “Kami akan menjaga trajectory ini dengan mendorong penerbitan SBN ritel yang lebih besar pada tahun 2025. Secara normatif, minimal lebih besar dari 2024,” ujarnya kepada Tempo, dikutip Rabu, 15 Januari 2025. 

Suminto memaparkan total dana yang didapat dari penerbitan SBN ritel terus naik. Dari Rp 37,6 triliun pada 2018, lalu naik jadi Rp 76,8 triliun pada 2020, meningkat lagi menjadi Rp 107,4 triliun pada 2022 dan Rp 148,5 triliun pada 2024. Hal tersebut, kata dia, didukung oleh jumlah investor yang terus meningkat dari tahun ke tahun, termasuk investor baru. Pada 2018, jumlah investor SBN ritel hanya 71.045. Tahun 2024 jumlah investor mencapai 258.391 dengan 102.236 di antaranya merupakan investor baru. Utang Luar Negeri Indonesia Naik pada Juli 2024, Tembus USD 414,3 Miliar Sehingga total investor outstanding SBN ritel meningkat signifikan dari 71 ribu investor pada 2018 menjadi lebih dari 600 ribu investor pada 2024. “Rasio investor baru bervariasi setiap tahunnya, tetapi berada di kisaran 20 persen hingga 30 persen dalam lima tahun terakhir, mencerminkan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya.

SBN Ritel adalah produk investasi yang dapat dibeli oleh masyarakat umum atau investor ritel. Produk ini diterbitkan oleh pemerintah sebagai instrumen utang untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Suminto mengatakan penerbitan SBN Ritel memiliki beberapa kontribusi penting. Selain memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN juga mendukung pengembangan dan pendalaman pasar keuangan domestik, dengan memperluas basis investor dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam investasi. Pembiayaan lewat SBN ritel juga berkontribusi pada inklusi keuangan dan peningkatan literasi keuangan masyarakat. Pemerintah akan kembali menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel sepanjang 2025. Tahun ini Kementerian Keuangan menjadwalkan penawaran untuk 8 seri baru SBN ritel. Menyitir laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR)  Kementerian Keuangan, Obligasi Negara Ritel (ORI) akan jadi jenis SBN ritel yang ditawarkan pertama kali tahun ini. Penawaran akan dilakukan pada 27 Januari hingga 20 Februari 2025. (Yetede)

Berburu Diskon demi Berhemat diakhir Tahun

KT3 26 Dec 2024 Kompas

Menjelang tahun baru, sejumlah toko di pusat perbelanjaan hingga lokapasar menawarkan potongan harga atau diskon besar-besaran. Momen ini dimanfaatkan warga Jakarta untuk membeli sejumlah bahan kebutuhan sebelum PPN 12 % diberlakukan awal 2025. Sebelum berbelanja, Yunita Sari (32), warga Jakbar, memastikan membuat daftar barang yang benar-benar dibutuhkan. Khusus akhir tahun ini, ia akan berbelanja untuk keperluan hingga tiga bulan ke depan. ”Saya list barang-barang rumah tangga yang perlu dibeli, seperti beras (premium), makanan dan minuman kaleng, minyak goreng, detergen, sabun cuci, sabun mandi, pasta gigi, dan barang-barang atau kebutuhan pokok lain yang bisa disimpan dalam jangka lama,” kata Yunita, Rabu (25/12). Menurut Yunita, pada momen khusus, seperti saat 12.12 atau 12 Desember, dirinya bisa menghemat hingga jutaan rupiah.

Salah satunya, ia membeli paket minyak goreng kemasan 2 liter sebanyak enam bungkus di lokapasar (marketplace) dengan harga Rp 188.000 atau lebih rendah dari harga awal Rp 260.000. Yunita juga membeli paket beras premium kemasan 5 kg sebanyak lima bungkus seharga Rp 360.000 atau lebih rendah dari harga awal Rp 416.000. Menurut rencana, ia membeli lagi jika diskon masih ada. ”Pengeluaran mulai 1 Januari 2025 akan lebih besar karena PPN menjadi 12 %. Jadi, sebisa mungkin menyetok beberapa barang dengan harga diskon. Saya takut tahun depan barang-barang ini harganya semakin naik,” ujarnya. Menurut Yunita, jika ingin berhemat tanpa mengganti merek, seseorang harus pandai mencari promo. Ia biasanya mengaktifkan notifikasi pemberitahuan promo di aplikasi belanja daring miliknya untuk mendapatkan diskon,flash sale, atau penawaran khusus lain. (Yoga)  


Obral Diskon untuk Mendongkrak Daya Beli Konsumen yang Melemah dan untuk Mendorong Ritel yang Tertekan

KT1 26 Dec 2024 Tempo
MENJELANG akhir tahun, pemerintah dan pelaku usaha mencoba mendorong pertumbuhan bisnis retail yang tertekan akibat melemahnya daya beli masyarakat. Sejumlah program pemberian diskon barang dilakukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus menggairahkan kembali bisnis retail. Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) bersama Kementerian Perdagangan menggelar program Every Purchase is Cheap (EPIC) yang menawarkan potongan harga hingga 70 persen. Potongan harga dalam program EPIC Sale berlaku untuk enam bahan pokok, yaitu beras, gula, minyak goreng, telur, bawang merah, dan bawang putih.

Langkah ini juga bertujuan meredam kenaikan harga bahan pokok selama periode Natal dan tahun baru. Program ini berlaku pada 22-31 Desember 2024 di semua retail modern anggota Aprindo. Targetnya, dalam 11 hari, omzet penjualan retail bisa menembus Rp 14,5 triliun.   "Kami berharap potongan harga dapat mendongkrak penjualan di tengah kondisi ekonomi saat ini," ujar Ketua Umum Aprindo Solihin pada Rabu, 25 Desember 2024. Lewat program EPIC Sale, ia berharap dapat terjadi peningkatan belanja sebesar 8 persen di tengah penurunan konsumsi rumah tangga saat ini. 

Pada kuartal III 2024, Badan Pusat Statistik mencatat konsumsi rumah tangga sebesar 4,91 persen atau tumbuh melambat dibanding pada kuartal II yang sebesar 4,93 persen. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2024 juga turun dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 5,05 persen.  Solihin mengatakan pelemahan daya beli masyarakat memang berpengaruh signifikan terhadap sektor retail. Hal ini ditunjukkan dengan perubahan pola belanja masyarakat. Kini konsumen cenderung memilih produk dengan harga terjangkau, bahkan mengurangi jumlah barang yang dibeli. Aprindo mencatat nilai transaksi di retail modern merosot 20-30 persen tahun ini. Selain itu, lebih dari 400 gerai retail tutup, terutama akibat kenaikan biaya sewa yang drastis. Pertumbuhan bisnis retail pun diproyeksikan menurun, dari 5,3 persen pada 2023 menjadi 4,8 persen pada 2024. (Yetede)


Obral Diskon untuk Mendongkrak Daya Beli Konsumen yang Melemah dan untuk Mendorong Ritel yang Tertekan

KT1 26 Dec 2024 Tempo
MENJELANG akhir tahun, pemerintah dan pelaku usaha mencoba mendorong pertumbuhan bisnis retail yang tertekan akibat melemahnya daya beli masyarakat. Sejumlah program pemberian diskon barang dilakukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus menggairahkan kembali bisnis retail. Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) bersama Kementerian Perdagangan menggelar program Every Purchase is Cheap (EPIC) yang menawarkan potongan harga hingga 70 persen. Potongan harga dalam program EPIC Sale berlaku untuk enam bahan pokok, yaitu beras, gula, minyak goreng, telur, bawang merah, dan bawang putih.

Langkah ini juga bertujuan meredam kenaikan harga bahan pokok selama periode Natal dan tahun baru. Program ini berlaku pada 22-31 Desember 2024 di semua retail modern anggota Aprindo. Targetnya, dalam 11 hari, omzet penjualan retail bisa menembus Rp 14,5 triliun.   "Kami berharap potongan harga dapat mendongkrak penjualan di tengah kondisi ekonomi saat ini," ujar Ketua Umum Aprindo Solihin pada Rabu, 25 Desember 2024. Lewat program EPIC Sale, ia berharap dapat terjadi peningkatan belanja sebesar 8 persen di tengah penurunan konsumsi rumah tangga saat ini. 

Pada kuartal III 2024, Badan Pusat Statistik mencatat konsumsi rumah tangga sebesar 4,91 persen atau tumbuh melambat dibanding pada kuartal II yang sebesar 4,93 persen. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2024 juga turun dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 5,05 persen.  Solihin mengatakan pelemahan daya beli masyarakat memang berpengaruh signifikan terhadap sektor retail. Hal ini ditunjukkan dengan perubahan pola belanja masyarakat. Kini konsumen cenderung memilih produk dengan harga terjangkau, bahkan mengurangi jumlah barang yang dibeli. Aprindo mencatat nilai transaksi di retail modern merosot 20-30 persen tahun ini. Selain itu, lebih dari 400 gerai retail tutup, terutama akibat kenaikan biaya sewa yang drastis. Pertumbuhan bisnis retail pun diproyeksikan menurun, dari 5,3 persen pada 2023 menjadi 4,8 persen pada 2024. (Yetede)


Aprindo Memproyeksikan Pertumbuhan Bisnis Retail Menurun

KT1 18 Dec 2024 Tempo

TAHUN ini masih menjadi periode yang menantang bagi sektor retail. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia atau Aprindo memproyeksikan pertumbuhan bisnis retail menurun, dari 5,3 persen pada 2023 menjadi 4,8 persen pada tahun ini. Penyebabnya beragam, dari pelemahan daya beli hingga kenaikan suku bunga. Imbasnya, ratusan gerai perusahaan retail raksasa bertumbangan. Teranyar, Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Solihin mengatakan Alfamart menutup 300-400 gerai pada tahun ini. Menurut Solihin, kenaikan biaya perpanjangan sewa yang drastis menjadi penyebab utama. Bahkan kenaikannya mencapai 10 kali lipat dibanding pada lima tahun lalu. Ia mencontohkan, pada 2019, tarif sewa hanya Rp 40-50 juta per tahun. Sedangkan tahun ini biaya sewa bisa mencapai Rp 500 juta per tahun.

Tidak sebandingnya kenaikan biaya sewa dengan pendapatan membuat pemilik toko memilih menutup gerainya. Kendati demikian, Solihin menilai penutupan toko di lokasi dengan biaya sewa yang terlalu tinggi merupakan strategi untuk menjaga profitabilitas. "Seperti penyakit usus buntu, usus yang terinfeksi dipotong supaya bisa sehat," ujar Solihin kepada Tempo pada Selasa, 17 Desember 2024. Meskipun banyak gerai yang tutup, Solihin menuturkan jumlah toko Alfamart yang buka masih lebih banyak, yaitu 884 gerai. Tak sedikit juga pemilik toko yang tutup membuka kembali gerai di lokasi yang strategis. Menurut Solihin, Alfamart harus tetap berekspansi agar omzet tidak turun. Adapun saat paparan publik pada Mei 2024, Alfamart menargetkan pembukaan 1.000 gerai baru pada tahun ini. Gerai-gerai baru tersebut difokuskan di luar Pulau Jawa.

Solihin yakin strategi ekspansi membuat kinerja Alfamart tetap meningkat. Melansir laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia, Alfamart (AMRT) mencatatkan laba Rp 2,39 triliun hingga akhir kuartal III 2024. Angka ini tumbuh 9,52 persen dibanding periode yang sama pada 2023 yang sebesar Rp 2,19 triliun. Di sisi lain, Solihin, yang juga menjabat Ketua Umum Aprindo, tak menampik bahwa pelemahan daya beli masyarakat berpengaruh signifikan terhadap sektor retail. Hal ini ditunjukkan dengan perubahan pola belanja masyarakat. Kini konsumen cenderung memilih produk dengan harga terjangkau, bahkan mengurangi jumlah barang yang dibeli. Badan Pusat Statistik mencatat konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2024 sebesar 4,91 persen atau tumbuh melambat dibanding pada kuartal II 2024 yang sebesar 4,93 persen. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2024 juga turun dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 5,05 persen. (Yetede)