Properti
( 407 )Impor Ditekan, Properti Digerakkan
Untuk menggerakkan pertumbuhan industri dalam waktu cepat, pemerintah berencana menurunkan impor bahan baku produksi hingga 35% pada 2022. Deputi Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Prijambodo mengatakan, perekonomian yang diproyeksikan terpuruk pada triwulan II dan III-2020 diharapkan membaik pada 2021. Pihaknya menambahkan, pada 2021 pertumbuhan industri manufaktur diharapkan mencapai 4,7% - 5,5% atau sedikit diatas target capaian PDB 4,5% - 5,5%.
Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian Herman Supriadi mengatakan, program substitusi impor adalah opsi paling cepat untuk mendongkrak pertumbuhan industri dan mencegah resesi yang dalam dan panjang. Selama ini impor bahan baku untuk industri dalam negeri berkontribusi hingga 70,39% dari total impor Indonesia.
Pemerintah juga menopang akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional di sektor properti. Sektor ini punya dampak berganda terhadap 170 industri lain. Wakil Menteri Keungan Suhasil Nazara mengatakan, sebagian dana program pemulihan ekonomi nasional juga dialokasikan untuk industri perumahan.
Isu Kepemilikan Asing Kembali Mencuat
Para pengembang properti berharap ada relaksasi dalam kepemilikan properti oleh warga negara asing (WNA). Menurut Ketua DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida, kepastian WNA bisa membeli properti dibutuhkan oleh para pengembang. REI berharap ada kemudahan pembelian properti oleh orang asing dengan tidak harus memiliki KITAS, cukup hanya visa multi entry untuk waktu tiga sampai lima tahun dan tidak dibedakan dengan kepemilikan WNI yaitu SHMSRS/Strata Tittle pada apartmen serta dapat diterbitkan di atas tanah HGB.
Di sisi lain, kepemilikan properti oleh
WNA disoroti oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi
II Aus Hidayat Nur menyoroti adanya potensi WNA yang bisa sampai memiliki properti
rumah susun ( rusun ) bertentangan dengan
Undang – Undang Peraturan Dasar Pokok – Pokok Agraria
Nomor 5 Tahun 1960 Pasal 21 yang menyebutkan, hanya warga negara Indonesia saja yang dapat
mempunyai hak milik dan dapat mencederai tekad rakyat Indonesia yang ingin berjaya
di tanahnya sendir
Senior Associate Director Colliers International (konsultan properti), Ferry Salanto mengatakan bahwa dari sisi konsumen mayoritas orang yang membeli properti residensial saat ini adalah investor, yang diperkirakan bakal menahan pembelian karena harus mengalokasikan dana untuk keperluan lain yang lebih penting pada saat ini. Kemudian terdapat sedikit penyesuaian harga jual setelah tertahan pada kuartal sebelumnya, serta membuat cara bayar yang lebih meringankan seperti memperpanjang tenor cicilan atau menghilangkan uang muka.
Pengembang Bisa Ambil Cuan dari Relokasi Pabrik
Head of Industrial and Logistics Services Colliers International Indonesia (Colliers) Rivan Munansa mengatakan para pengembang properti yang bermain di bisnis kawasan industri berpeluang mengambil untung (cuan) dari relokasi pabrik sejumlah pemanufaktur global ke Indonesia.
Presiden Joko Widodo saat meninjau kawasan industri Batang, Jawa Tengah, baru-baru ini, menyatakan bahwa Indonesia harus menjadi tujuan relokasi perusahaan asing terutama perusahaan asal Tiongkok. Presiden mengatakan, terdapat tujuh perusahaan asing yang sudah memastikan ingin merelokasi pabriknya ke Indonesia dan ada 17 perusahaan lainnya yang menyatakan komitmen.
Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland Development Tbk, Archied Noto Pradono, tahun ini, pihaknya memiliki tambahan cadangan lahan di kawasan industri Batang, Jawa Tengah. Intiland melihat peluang cukup potensial di bisnis kawasan industri. Saat ini, Intiland menggarap Ngoro Industrial Park, Jawa Timur seluas 500 ha.
Rivan menambahkan, Pada kuartal pertama 2020, hanya 56 hektare (ha) lahan industri yang terjual, mewakili 16% dari total penjualan pada 2019. Namun ia meyakini bahwa prospek kedepannya masih baik, beberapa sektor yang bisa menunjang adalah sektor industri dan logistik terkait barang konsumsi, e-commerce dan pusat data.
Pandemi mengubah wajah properti
Pasokan dan permintaan properti diprediksi masih akan melemah. Ditengah tekanan itu, sektor properti menerapkan fleksibilitas pembayaran, pemberian insentif, dan penyesuaian luas unit untuk menarik calon konsumen. Hal ini dipaparkan Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto memaparkan, pasar properti masih akan terkoreksi. Koreksi akan terjadi di perkantoran, hotel, mal, serta apartemen.
Pasokan apartemen diperkirakan akan mengalami koreksi terbesar dalam 6 tahun terakhir. Pada 2020, pasokan yang semula diproyeksikan 11.834 unit diperkirakan hanya terealisasi 2.011 unit. Tingkat penyerapan apartemen juga terus merosot. Sejak 2015, tren serapan apartemen menurun. Pada semester I-2020, tingkat serapan apartemen stagnan di kisaran 87,7 persen dan mayoritas untuk apartemen kelas menengah ke bawah. Investor saat ini cenderung menahan investasi. Di tengah koreksi pasar, skema pembayaran yang ditawarkan kian fleksibel. Tarif sewa apartemen yang biasanya dibayar 2 tahun di muka, kini lebih fleksibel, menjadi per bulan atau per 3 bulan. Adapun pengembang apartemen kian membidik segmen menengah bawah dengan tawaran diskon, kemudahan pola pembayaran, dan tenor cicilan.
Sementara Senior Associate Director Residential Services Colliers International Indonesia Lenny Sinaga mengemukakan, pasar apartemen sewa kian menurun seiring jumlah ekspatriat di Indonesia yang berkurang akibat penutupan sejumlah perusahaan minyak dan dampak pandemi Covid-19. Sedang Kebijakan bekerja dari rumah yang diperpanjang mengubah wajah perkantoran. Kendati kian fleksibel, pasar perkantoran diproyeksikan tetap melemah hingga 2021. Penyewa ruang ritel cenderung menunda ekspansi, meminta penundaan pembayaran, dan keringanan tarif sewa di mal. Anggota Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Tutum Rahanta, menyatakan, pembukaan sejumlah pusat perbelanjaan sejak pertengahan Juni 2020 menumbuhkan peningkatan belanja.
Masa Depan Bisnis Perkantoran
Sejak ada pandemi, kaum urban diperkenalkan dengan istilah remote working atau work from home (WFH). Pada prinsipnya, kedua sistem kerja ini tak mengharuskan seseorang datang ke kantor untuk bekerja. Karyawan bisa bekerja secara jarak jauh, mengandalkan teknologi untuk komunikasi, dan umumnya membuat rumah jadi tempat ”ngantor” dimana Rapat, koordinasi, dan distribusi pekerjaan yang biasanya dilakukan secara tatap muka langsung berubah jadi virtual. Cara kerja ini sudah diterapkan banyak perusahaan di Indonesia ataupun di luar negeri. Amazon, Spotify, Facebook dan Google memperpanjang WFH hingga setidaknya akhir tahun.
Head of Markets JLL Indonesia Angela Wibawa mengatakan, memasuki era normal baru, kantor akan menyesuaikan fokus dan sistem kerja sesuai dengan protokol kesehatan dari pemerintah. Kesuksesan WFH, menurut Angela, juga membuat kantor-kantor mengevaluasi proses kerja mereka. Selain pengaturan waktu kerja untuk menghindari kerumunan, pilihan lain adalah dengan membangun ruang personal karyawan. Untuk pilihan kedua ini, kantor mendapat tantangan menambah biaya renovasi yang nilainya tak sedikit. Hal senada juga diutarakan Senior Director Office Services Colliers International Indonesia Bagus Adikusumo.
Berdasarkan data Colliers International Indonesia, pandemi Covid-19 membuat tarif sewa perkantoran tertekan. Di area Central Business District(CBD) Jakarta, rata-rata tarif sewa pada kuartal I-2020 adalah Rp 270.859 per meter persegi atau turun 7 persen dari tahun lalu. Permintaan sewa di gedung yang baru beroperasi juga menurun hampir 10 persen. Bagus mengatakan, kegiatan sewa kantor kemungkinan akan dijadwalkan ulang atau bahkan dibatalkan karena ketidakpastian ekonomi dan bisnis. Rencana pembangunan gedung baru juga kemungkinan terhambat, ia memperkirakan butuh waktu dua-tiga tahun hingga bisnis perkantoran bisa kembali normal.
Rezi Bowo (30), pegawai swasta yang tinggal di Jatinegara, Jakarta Timur, menceritakan pengalaman WFH-nya dengan waktu kerja pukul 09.00–18.00, tetapi pekerjaan bisa diselingi kegiatan lain, seperti memasak dan membereskan rumah. Walau lebih fleksibel, ia mengaku merindukan datang ke kantor. Kevin (24), wiraswasta di bidang desain interior, mengatakan, meski WFH bisa dilakukan, ia tetap butuh kantor untuk bertemu klien, mengawasi kerja anak buah, dan mengecek pembangunan.
Pendapat ini juga diakui Angela dan Faye Scarlet Alund Pendiri Kumpul dan Presiden Coworking Indonesia, ada kebiasaan bekerja yang dipaksa berubah karena Covid-19. Perubahan ini jadi kesempatan emas pertumbuhan bisnis ruang kerja yang lebih fleksibel dengan waktu sewa yang lebih pendek, contohnya co-working space. Ia memperkirakan, tren ini tidak hanya akan terpusat di tengah kota lagi. daerah-daerah suburban juga akan menawarkan ruang kerja bersama untuk memenuhi kebutuhan tempat kerja yang tak terlalu jauh dari rumah, tetapi tetap menawarkan atmosfer profesional dan jaringan komunitas.
Synthesis Manfaatkan Digital Marketing
Sales & Marketing General Manager Synthesis Devlopment, Imron Rosyadi mengatakan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, Synthesis Development menawarkan virtual marketing experience kepada para calon konsumen properti.Saat ini, selain menggarap empat proyek apartemen yang berada di pusat kota Jakarta, Samara Suites, Synthesis Residence Kemang, Pajawangsa City, dan Bassura City, Synthesis Development juga mengembangkan kawasan perumahan Synthesis Homes di Tangerang Selatan dan Green Synthesis Pontianak di Pontianak, Kalimantan Barat.
KPR Bakal Melesat
Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) diprediksi meningkat pesat pascapandemi Covid-19. Lonjakan KPR akan menghasilkan efek pengganda (multiplier effect) yang besar bagi perekonomian nasional karena sektor properti memiliki 175 sektor industri ikutan. Hal itu terungkap dalam diskusi virtual Zooming with Primus bertajuk Relaksasi KPR dan Antisipasi Risiko NPL di Beritasatu TV yang dipandu Direktur Pemberitaan Berita Satu Media Holdings (BSMH), Primus Dorimulu yang dihadiri juga Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arief Sabaruddin, Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan PT Sarana Multigriya Finansial/SMF (Persero) Heliantopo, serta Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Ryan Kiryanto.
Berdasarkan data OJK, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) KPR per Februari 2020 terjaga di level 2,82%, naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya 2,75%, juga lebih tinggi dari Februari tahun silam sebesar 2,67%.Di sisi lain, data Bank Indonesia (BI) menujukkan, nilai KPR per Maret 2020 mencapai Rp 507,08 triliun (outstanding), tumbuh 6,61%. Kepala Ekonom BNI, Ryan Kiry-anto mengungkapkan, pada akhir tahun lalu permintaan KPR terbil-ang melandai. Awal tahun ini, per-mintaan KPR cenderung menurun akibat Covid-19.Ryan Kiryanto optimistis setelah pandemi mereda dan virus corona dapat dikendalikan, kebutuhan nyata (real demand) KPR bakal kembali tumbuh.Ryan mengemukakan, sepanjang tahun lalu, KPR BNI tumbuh 9-10% secara tahunan (year on year/yoy) atau mencapai Rp 45 triliun. Namun, pertumbuhan KPR BNI tahun ini (Januari-Maret 2020) relatif stagnan.
Senada, Direktur Utama PPDPP Kementerian PUPR, Arief Sabaruddin mengungkapkan, Covid-19 telah menekan permintaan KPR. Pada situasi normal, PPDPP menerima sekitar 3.000 permohonan per hari. Selama pandemi corona, jumlah permohonan KPR turut drastis hingga di bawah 1.000 permohonan per hari.Meski permintaan menurun, kata dia, KPR masih tetap menarik bagi sejumlah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Buktinya, jumlah calon debitur KPR bersubsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah melebihi kuota tahun ini sebanyak 102.500 unit atau senilai Rp 11 triliun. Realisasinya sudah lebih dari 50% dan kemungkinan target sudah tercapai sebelum Desember. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengalokasikan Rp 1,5 triliun atau setara 175.000 unit rumah untuk program lain, yakni subsidi selisih bunga (SSB).
Direktur Sekuritisasi dan Pem-biayaan SMF, Heliantopo juga yakin potensi bisnis KPR masih terbuka lebar. Menurutnya, jumlah konsumen yang antre lebih banyak daripada stok rumah yang tersedia. Ini terkait kebutuhan rumah pertama. Menurut Heliantopo, SMF memiliki dua sember dana, yakni dari penerbitan surat utang di pasar modal dan dari sokongan pemerintah melalui penyertaan modal negara (PMN). Setiap tahun, SMF bahkan bisa men-erbitkan surat utang 3-4 kali.
Sementara itu, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK, Teguh Supangkat mengungkapkan, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) pada lini KPR secara umum masih bisa dijaga di bawah 3%. Tingginya kesadaran konsumen untuk mencicil KPR antara lain terjadi karena rumah yang dicicil lewat KPR umumnya merupakan rumah pertama untuk ditempati, sehingga mereka tidak mau mengambil risiko tempat tinggalnya disegel garagara menunggak KPR.Berdasarkan data OJK, hingga Februari 2020 total pe nyaluran KPR mencapai Rp 526,4 triliun (outstanding). Lebih dari 60%-nya merupakan jenis KPR rumah tapak (rumah tinggal).
Kepala Ekonom BNI, Ryan Kiryanto mengemukakan, BNI memanfaatkan relaksasi OJK untuk menajaga kualitas kreditnya. Karena itu, BNI menjalankan sejumlah instruksi OJK guna mengantisipasi kenaikan NPL dan berbagai risiko turunannya.Ryan Kiryanto juga menegas-kan, dampak krisis yang di-akibatkan Covid-19 terhadap tingkat pengembalian kredit perbankan di Indonesia saat ini berbeda jauh dengan kasus subprime mortgage (KPR berkualitas rendah) yang memicu krisis finansial di AS dan global pada 2008, menyusul kebangkrutan Lehman Brothers, salah satu bank investasi tertua dan terbesar di AS.
Secara terpisah, Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid menjelaskan, Program Sejuta Rumah (PSR) per 11 Mei 2020 terealisasi 215.662 unit. Dari jumlah itu, sekitar 79% merupakan hunian untuk MBR dengan jumlah 169.317 unit. Adapun 21% lainnya atau sebanyak 46.345 unit merupakan hunian non-MBR.Di sisi l ain, Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI), Totok Lusida mengatakan, REI berkomitmen membantu pemerintah mewujudkan PSR. Pada 2017, REI membangun 206.287 unit rumah, lalu pada 2018 dan 2019 masing-masing 214.686 unit dan 177.248 unit rumah.REI juga berharap dana SSB untuk MBR segera dicairkan dan pembiayaan rumah MBR berjalan paralel dengan program FLPP serta Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Mantan Ketua Umum REI, Eddy Hussy menuturkan, para pengembang MBR membutuhkan relaksasi kebijakan. Eddy menjelaskan, sektor properti memiliki 175 sektor industri ikutan, dari material, keuangan, hingga transportasi. Sehingga membantu pengembang MBR berarti mendorong industri lokal dan membantu pemulihan ekonomi nasional.
Aktivitas Sewa Perkantoran Global Anjlok 22 persen
Perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik meninjau kembali strategi real estat komersial mereka di tengah kebija kan lockdown yang diberlakukan pemerintah dan pengaturan kerja dari rumah akibat pandemi. Menurut data konsultan properti JLL, aktivitas sewa perkantoran secara global anjlok 22 persen, di asia pasifik 9 persen sepanjang triwulan I-2020 dibandingkan dengan periode sama 2019 dengan tingkat kekosongan yang stagnan pada level 10,9 persen di banding kuartal sebelumnya
Di Jakarta, Head of Research, JLL Indonesia, James Taylor, Mengungkapkan dampak paling signifikan dari Covid-19 dalam transaksi baru untuk sewa perkantoran, kemungkinan akan terjadi pada kuartal II-2020 karena peraturan pemerintah memastikan bahwa sebagian besar bisnis terus berjalan dengan kerja dari rumah. Hal ini turut dikonfirmasi juga Chief Executive Officer (CEO) JLL Asia Pasifik, Anthony Couse. Menurut dia, perusahaan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan karyawan dan menerapkan jarak sosial saat kembali masuk ke tempat kerja. Perubahan pada properti perkantoran tidak akan terhindarkan. Namun ia mengatakan dalam beberapa pertimbangan, pandemi ini dapat menyebabkan perluasan ruang kantor, karena perusahaan berusaha meningkatkan jarak fisik antar karyawan.
Synthesis Manfaatkan Digital Marketing
Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, Synthesis Development menawarkan virtual marketing experience kepada para calon konsumen properti.
Sales & Marketing General Manager Synthesis Devlopment, Imron Rosyadi menerangkan, program ini disiapkan agar memudahkan siapa saja yang tertarik dengan dunia properti dalam kondisi di tengah pandemi global. Saat ini, selain menggarap empat proyek apartemen yang berada di pusat kota Jakarta, Samara Suites, Synthesis Residence Kemang, Pajawangsa City, dan Bassura City, Synthesis Development juga mengembangkan kawasan perumahan Synthesis Homes di Tangerang Selatan dan Green Synthesis Pontianak di Pontianak, Kalimantan Barat.
Menurut dia, peminat properti dapat menjelajahi seluruh proyek tersebut secara virtual kapan saja dan darimana pun. Caranya, cukup menghubungi tim property advisors online Synthesis Development.
Dia mengatakan, digitalisasi bisnis menjadi salah satu upaya berkelanjutan bagi Synthesis Development.
Bisnis Sewa juga Anjlok
Pukulan bagi industri properti juga dirasakan rumah seken serta rumah dan apartemen sewa. Namun, pandemi Covid-19 membuka celah bagi model pemasaran digital. Kondisi ekonomi yang serba tidak pasti akibat pandemi Covid-19 menyeret pasar sekunder perumahan dan bisnis penyewaan rumah atau apartemen.
Data yang dirilis konsultan properti Colliers International Indonesia, pembatalan sewa hunian proyek apartemen sewa dan servis berlangsung pada Februari-Maret 2020. Hal ini dilakukan seiring penurunan jumlah warga asing yang datang ke Indonesia. Pemilik apartemen sewa dan servis mulai mengalihkan fokus ke pasar domestik,tetapi hasilnya tidak signifikan. Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto menyampaikan, tingkat hunian apartemen sewa dan servis diprediksi menurun tajam dalam jangka pendek karena banyak perusahaan menunda relokasi pekerjanya
Paulus Himawan, pemilik unit apartemen Metro Park, Jakarta Barat, menuturkan, penyewaan unit apartemen tidak berjalan baik di masa pandemi Covid-19. Ia menawarkan keringanan biaya kepada penyewa berupa penghapusan tarif sewa unit selama pandemi. Penyewa cukup membayar biaya bulanan apartemen, seperti biaya layanan, iuran pemeliharaan lingkungan, air, listrik, dan parker. Kinerja usaha penginapan yang ditawarkan secara dalam jaringan juga merosot. Sebab, sektor pariwisata tengah menurun seiring pandemi Covid-19.
Dewan Kehormatan Asosiasi Realestat Indonesia Hartono Sarwono menyampaikan, pasar sekunder perumahan juga merosot. Dimana jumlah hunian yang ditawarkan meningkat signifikan, tetapi serapan pasar berkurang. Hartono menyebutkan, hal ini menguntungkan bagi konsumen yang mencari rumah. Sebab, pemilik rumah dan rumah toko (ruko) sedang membutuhkan dana dalam waktu singkat. Namun, saat ini konsumen cenderung menahan diri sambil menunggu kondisi ekonomi membaik
Kondisi seperti ini diperkirakan berubah pada 2021. Sebab, rumah dinilai sebagai kebutuhan dasar yang tetap tumbuh. Dengan demikian, konsumen akan mencari rumah yang diinginkan setelah kondisi ekonomi mulai pulih. Celah digital Di sisi lain, pandemiCovid-19 yang membatasi pergerakan di tempat umum dan bertemu orang lain memunculkan peluang bagi pemasaran properti secara digital atau dalam jaringan. Penyelenggara perdagangan secara elektronik di bidang properti berusaha menjembatani masyarakat yang berminat membeli properti melalui platform digital
Menurut CEO 99 Group Indonesia Chong Ming Hwee, perusahaan yang mengelola 99.co dan Rumah123, saat ini merupakan momentum untuk mendalami peluang pemasaran properti secara digital. Hal senada juga disampaikan Country Manager Rumah.com Marine Novita menyatakan, perusahaan mereka menyediakan teknologi Video 360 AR bagi pengembang dan agen penjual untuk memfasilitasi ruang pertemuan daring kedua pihak pengembang maupun penjual dengan pembeli.
Pilihan Editor
-
Pusat Data Kecerdasan Buatan Diluncurkan
04 Jan 2022 -
Tantangan Perbankan 2022
03 Jan 2022









