Pandemi mengubah wajah properti
Pasokan dan permintaan properti diprediksi masih akan melemah. Ditengah tekanan itu, sektor properti menerapkan fleksibilitas pembayaran, pemberian insentif, dan penyesuaian luas unit untuk menarik calon konsumen. Hal ini dipaparkan Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto memaparkan, pasar properti masih akan terkoreksi. Koreksi akan terjadi di perkantoran, hotel, mal, serta apartemen.
Pasokan apartemen diperkirakan akan mengalami koreksi terbesar dalam 6 tahun terakhir. Pada 2020, pasokan yang semula diproyeksikan 11.834 unit diperkirakan hanya terealisasi 2.011 unit. Tingkat penyerapan apartemen juga terus merosot. Sejak 2015, tren serapan apartemen menurun. Pada semester I-2020, tingkat serapan apartemen stagnan di kisaran 87,7 persen dan mayoritas untuk apartemen kelas menengah ke bawah. Investor saat ini cenderung menahan investasi. Di tengah koreksi pasar, skema pembayaran yang ditawarkan kian fleksibel. Tarif sewa apartemen yang biasanya dibayar 2 tahun di muka, kini lebih fleksibel, menjadi per bulan atau per 3 bulan. Adapun pengembang apartemen kian membidik segmen menengah bawah dengan tawaran diskon, kemudahan pola pembayaran, dan tenor cicilan.
Sementara Senior Associate Director Residential Services Colliers International Indonesia Lenny Sinaga mengemukakan, pasar apartemen sewa kian menurun seiring jumlah ekspatriat di Indonesia yang berkurang akibat penutupan sejumlah perusahaan minyak dan dampak pandemi Covid-19. Sedang Kebijakan bekerja dari rumah yang diperpanjang mengubah wajah perkantoran. Kendati kian fleksibel, pasar perkantoran diproyeksikan tetap melemah hingga 2021. Penyewa ruang ritel cenderung menunda ekspansi, meminta penundaan pembayaran, dan keringanan tarif sewa di mal. Anggota Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Tutum Rahanta, menyatakan, pembukaan sejumlah pusat perbelanjaan sejak pertengahan Juni 2020 menumbuhkan peningkatan belanja.
Tags :
#PropertiPostingan Terkait
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023