Impor Ditekan, Properti Digerakkan
Untuk menggerakkan pertumbuhan industri dalam waktu cepat, pemerintah berencana menurunkan impor bahan baku produksi hingga 35% pada 2022. Deputi Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Prijambodo mengatakan, perekonomian yang diproyeksikan terpuruk pada triwulan II dan III-2020 diharapkan membaik pada 2021. Pihaknya menambahkan, pada 2021 pertumbuhan industri manufaktur diharapkan mencapai 4,7% - 5,5% atau sedikit diatas target capaian PDB 4,5% - 5,5%.
Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian Herman Supriadi mengatakan, program substitusi impor adalah opsi paling cepat untuk mendongkrak pertumbuhan industri dan mencegah resesi yang dalam dan panjang. Selama ini impor bahan baku untuk industri dalam negeri berkontribusi hingga 70,39% dari total impor Indonesia.
Pemerintah juga menopang akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional di sektor properti. Sektor ini punya dampak berganda terhadap 170 industri lain. Wakil Menteri Keungan Suhasil Nazara mengatakan, sebagian dana program pemulihan ekonomi nasional juga dialokasikan untuk industri perumahan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023