;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Global Tak Kondusif, RBB Bakal Direvisi

KT1 13 May 2024 Investor Daily (H)

Kondisi perekonomian global yang tidak kondusif terus berlangsung  yang akan berdampak pada perekonomian domestik. Hal ini juga membuat permintaan kredit tidak semasif tahun lalu yang membuat bank yang diprediksi melakukan revisi rencana bisnis bank (RBB). Hal ini juga mulai terefleksi dari bank yang menurunkan proyeksi pertumbuhan kredit tahun ini, meskipun masih di awal tahun. Padahal OJK memberikan waktu kepada perbankan untuk melakukan revisi RBB hingga Juni. OJK sendiri memasang target pertumbuhan kredit lebih rendah dibandingkan tahun lalu, dimana kredit diperkirakan tumbuh 9-11% secara (year on year/yoy). Angka ini juga lebih rendah dibandingkan  dengan proyeksi BI yang sebesar 10-12% yoy. Melihat kondisi awal tahun ini, Ekonom Senior dan Asociate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto mengatakan bahwa tahun ini  pertumbuhan kredit diproyeksikan lebih rendah dari tahun lalu. Mengingat perbankan membuat RBB pada tahun lalu, dimana belum memprediksi adanya tensi geopolitik  yang terjadi saat ini dan ke depan. (Yetede)

Kenali Modus Penipuan Mengatasnamakan Bank

KT3 11 May 2024 Kompas

Akhir-akhir ini jagat pemberitaan diwarnai kasus penipuan berkedok produk layanan perbankan, seperti deposito dan produk investasi lainnya. Kasus tersebut turut menyeret dua nama bank BUMN, yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Sebagaimana diberitakan, sekelompok orang berdemo di depan kantor pusat BTN, Jakarta, Selasa (30/4), menuntut pengembalian dana nasabah yang raib setelah berinvestasi. Mereka merupakan korban investasi bekas karyawan BTN, yakni ASW dan SCP, yang telah diberhentikan secara tidak hormat dan divonis bersalah oleh pengadilan. Melalui keterangan resmi pada Rabu (8/5) Direktur Operasional dan Customer BTN Hakim Putratama mengklarifikasi, BTN tidak pernah menawarkan produk investasi (deposito) dengan imbal hasil 10 % per bulan atau 120 % per tahun. Sebagai upaya tindak lanjut, BTN membuka ruang bagi nasabah untuk menempuh jalur hukum dan menghormati keputusan hukum yang ditetapkan.

Bberedar pula informasi di media sosial mengenai hilangnya dana nasabah BRI. Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi melalui keterangan resmi, Selasa (7/5) menyatakan, informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta akan mengambil langkah-langkah hukum terhadap pihak- pihak yang dinilai menyebarkan informasi yang menyesatkan, merusak citra BRI, dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Dalam media sosial Tiktok, misalnya, akun @rakyatdotnews mengunggah video kasus raibnya uang nasabah di Makassar, Sulsel, sebesar Rp 400 juta. BRI menyatakan, informasi raibnya dana nasabah yang viral di media sosial merupakan kejadian-kejadian lama pada 2018 dan 2023 dengan informasi yang tidak lengkap. Kasus-kasus itu masing-masing merupakan investasi bodong yang melibatkan salah satu bekas karyawan BRI dan tindak kejahatan penipuan daring atau social engineering.

Kasus yang menyeret dua institusi perbankan tersebut menunjukkan tawaran investasi tidak resmi atau investasi bodong masih marak terjadi. Sejak 2017 hingga 31 Maret 2024, Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) telah menghentikan 9.062 entitas keuangan ilegal, yang terdiri dari 1.235 entitas investasi ilegal dan 251 entitas gadai ilegal. Selama Februari-Maret 2024, Satgas Pasti menemukan 17 entitas yang menawarkan investasi atau kegiatan keuangan ilegal. Aktivitas itu berpotensi merugikan masyarakat dan melanggar ketentuan penyebaran data pribadi. Modus yang dilakukan antara lain dengan menawarkan kerja paruh waktu dengan sistem deposit dan investasi tak berizin.

Selain itu, ada pula modus berupa penawaran perdagangan aset kripto serta perdagangan dengan sistem multilevel marketing (MLM) tak berizin. Meski modusnya beragam, para pelaku memiliki kecenderungan yang sama, yakni menawarkan imbal hasil menggiurkan lebih dari batas wajar. Contohnya, produk investasi perbankan seperti deposito sewajarnya memiliki imbal hasil hingga 10 % per tahun. Namun, investasi yang ditawarkan tergolong tak masuk akal, yakni 10 % per bulan atau 120 % per tahun. Bahkan, tak jarang para pelaku menduplikasi nama situs atau media sosial milik akun resmi guna memanipulasi masyarakat (impersonate). Jika tidak berhati-hati, masyarakat dengan mudahnya akan percaya dan berujung ter- perosok dalam jurang penipuan. (Yoga)


DPK Bank Muamalat Capai Rp 46,1 Triliun

KT1 10 May 2024 Investor Daily

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk atau Bank Muamalat mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 1,3% secara year on year (yoy) menjadi Rp46,1 triliun per 31 Maret 2024 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 45,5 triliun. Direktur Utama Bank Muamalat Indra Falatehan mengatakan, bahwa dana murah (current account and saving account/CASA) menjadi penopang utama dengan pertumbuhan  sebesar 11,7% yoy, dengan giro menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 39,4% yoy. "Dana murah, khususnya giro, menjadi andalan seiring dengan strategi perseroan yang aktif menawarkan layanan pengelolaan keuangan berbasis internet atau Cash Management System (CMS) kepada nasabah," kata Indra. Indra mencatat, peningkatan DPK pada kuartal I-2024 mencerminkan tingkat kepercayaan nasabah kepada Bank Muamalat yang tetap terjaga dengan baik. Menurut dia, kehadiran layanan CMS dari Bank Muamalat yang diberi nama MADINA membuat penempatan giro untuk kebutuhan transaksi nasabah turut meningkat. (Yetede)

BI Kirim Sinyal Tidak Lagi Mengerek Bunga Acuan

HR1 10 May 2024 Kontan
Gubenur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengirimkan sinyal tidak akan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate dalam waktu dekat. BI Rate terakhir naik pada April tahun ini. Pada Rapat Dewan Gubernur April 2024, bank sentral menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,25%. Keputusan itu bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di saat risiko global memburuk. Perkiraan tersebut juga sejalan dengan kebijakan menaikkan suku bunga pada April lalu yang diklaim berhasil meredam gejolak rupiah.

Tawaran Bunga Simpanan Bank Digital Masih Tebal

HR1 10 May 2024 Kontan

Strategi memasarkan produk simpanan dengan suku bunga tinggi, masih jadi andalan bank digital untuk menjaring nasabah. Terbaru, pada April 2024, bank digital Superbank merilis produk tabungan baru bernama Celengan by Superbank dengan bunga 10% per tahun. Direktur Utama Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan, kehadiran Celengan by Superbank untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabah yang terus berkembang sejalan dengan tren gaya hidup. Selain Superbank, bank digital lain yang menawarkan produk tabungan dengan suku bunga menggiurkan adalah Allo Bank. Bank milik pengusaha Chairul Tanjung ini menawarkan bunga tabungan 6,5% per tahun melalui produk tabungan Allo Grow.

Sementara Krom Bank menawarkan bunga tabungan sampai 6% per tahun. Sedangkan Bank Neo Commerce dan Seabank menawarkan bunga deposito masing-masing sampai 8% dan 6% per tahun. Bank Jago menurunkan suku bunga deposito Kantong Terkunci sebesar 75 basis poin (bps) jadi 4,25% dari sebelumnya 5%. Lalu, suku bunga tabungan Kantong Terkunci turun 50 bps menjadi 4,25% dari sebelumnya 4,75%. Direktur Kepatuhan & Corporate Secretary Bank Jago Tjit Siat Fun bilang, kebijakan penurunan suku bunga simpanan sebagai upaya bank ini dalam menurunkan beban bunganya.

Ketidakpastian Global Bikin Saham Bank Himbara Ambles

KT3 08 May 2024 Kompas

Kinerja saham Himpunan Bank-bank Milik Negara atau Himbara anjlok hingga dua digit dibandingkan titik tertingginya sepanjang tahun ini, disebabkan dampak ketidakpastian global dan sentiment pertumbuhan laba bersih yang melambat. Selama April 2024, perekonomian global diselimuti ketidakpastian seiring ekspektasi penundaan pemangkasan suku bunga acuan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), dan memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Ketidakpastian itu mengakibatkan aliran modal portofolio dari negara berkembang berpaling ke instrumen yang lebih likuid (safe haven), seperti dollar AS dan emas.

Berdasarkan data transaksi 1-25 April 2024, investor asing telah membukukan jual neto di pasar keuangan domestik sebesar Rp 32 triliun. Aksi jual ini terjadi di pasar surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 13,28 triliun, pasar saham sebesar Rp 11,89 triliun, dan di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 6,83 triliun. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles hingga menyentuh level terendahnya di level 7.036,07 pada 26 April 2024 atau terkontraksi 5,64 % dibandingkan titik tertingginya di 7.433,31 pada 14 Maret 2024.

Pelemahan tersebut seiring kejatuhan saham yang dialami oleh berbagai emiten penggerak IHSG, tidak terkecuali emiten perbankan. Saham Bank Mandiri, terkontraksi 15,15 5 pada penutupan pasar Senin (6/5) dibanding level tertingginya pada 14 Maret 2024. Saham BTN juga terkontraksi 19,34 % dibanding rekor tertingginya pada 26 Maret. BNI turut terkontraksi 22,79 % dibanding capaian tertingginya pada 13 Maret 2024. Kontraksi terdalam dialami saham BRI sebesar 25,19 dibanding level tertingginya. (Yoga)


Beban Membengkak, Laba Bank Mini Tak Beranjak

HR1 08 May 2024 Kontan

Sejumlah bank dalam kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 1 dan KBMI 2 telah merilis laporan kinerja kuartal I-2024. Hasilnya, laba sejumlah bank bermodal mini anjlok. Salah satunya PT Bank JTrust Indonesia Tbk. Pada kuartal I-2024, Bank J Trust hanya meraup laba bersih sebesar Rp 37,84 miliar, turun 39% secara tahunan. Padahal, penyaluran kredit JTrust di sepanjang Januari-Maret 2024 mencapai Rp 26,10 triliun, naik 30,15% secara tahunan. Dana pihak ketiga (DPK) bank asal Jepang ini juga tumbuh 31,70% secara tahunan jadi Rp 33,53 triliun. Cuma, beban bunga bank ini membengkak 45,53% secara tahunan jadi Rp 527,27 miliar di periode tersebut. "Turunnya laba disebabkan naiknya cost of fund untuk mendukung pertumbuhan kredit tahun 2023," kata Widjaja Hendra, Direktur Bisnis Bank JTrust, kepada KONTAN, Selasa (7/5). Senasib, bank milik Grup Salim, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), juga mencatat penurunan laba bersih 44% di kuartal I-2024 jadi Rp 32,81 miliar. Maklum, beban operasional Bank Ina di kuartal I-2024 naik 32,35% secara tahunan jadi Rp 143,02 miliar. 

Padahal, penyaluran kredit Bank Ina di periode tersebut mencapai Rp 12,42 triliun, tumbuh 12,15% secara tahunan. DPK bank milik taipan Anthoni Salim ini juga tumbuh 31,01% secara tahunan ke Rp 22,60 triliun di kuartal I-2024. Salah satu pemicu tergerusnya laba bersih BJB karena membengkaknya beban bunga 28,7% secara tahunan jadi Rp 2,22 triliun. Seiring itu, pendapatan bunga bersih BJB merosot 4,6% secara tahunan ke posisi Rp 1,62 triliun. Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan, tren suku bunga tinggi menjadi tantangan bagi industri perbankan dalam memupuk laba. Kondisi ini, kata dia, masih akan berlangsung sepanjang tahun ini.

Restrukturisasi Berakhir, Biaya Kredit Bank Susut

HR1 07 May 2024 Kontan

Kalangan bankir optimistis, biaya kredit atau cost of credit (CoC) perbankan akan melanjutkan tren penurunan di tahun ini. Salah satu penopangnya adalah sentimen kredit restrukturisasi Covid-19 yang terus melandai. Selain itu, semakin berkurangnya jumlah kredit berisiko atau loan at risk (LAR). Penurunan nilai kredit restrukturisasi Covid-19 tercermin dari melandainya biaya kredit sejumlah bank di kuartal I-2024. Contohnya PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Di kuartal I-2024, rasio biaya kredit BCA turun ke level 0,4% dari 0,8% di kuartal I-2023. Setali tiga uang, CoC PT Bank Mandiri Tbk turun menjadi 1,05% di kuartal I-2024 dari 1,18% di periode yang sama tahun 2023. 

Pada periode yang sama, penurunan biaya kredit juga terjadi di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dari 1,4% jadi 1,0% di kuartal I-2024. Sementara itu, rasio CoC PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menjadi 0,8% dari 1,1% di kuartal I-2023 dan PT Bank CIMB Niaga Tbk turun dari level 1,48% ke level 0,82% di kuartal I-2024. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan bilang, faktor biaya kredit, ditopang habisnya sisa kredit restrukturisasi Covid-19 CIMB Niaga.  

Senada, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menyebut penurunan biaya kredit terjadi karena kualitas kredit baru terus membaik. Jumlah kredit yang direstrukturisasi juga melandai. Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai, melandainya biaya kredit lebih disebabkan adanya penurunan LAR dan efisiensi operasional bank. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto berpendapat, biaya kredit di tahun ini kemungkinan akan meningkat. Hal ini seiring risiko geopolitik.

BMRI Pacu Transaksi Cross Border di Livin

HR1 07 May 2024 Kontan

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terus melebarkan pasar Livin'. Lewat layanan cross border dalam aplikasi Livin’ by Mandiri, bank pelat merah ini menawarkan kemudahan transaksi finansial. Salah satunya pembukaan rekening lewat Livin’ by Mandiri. Kini, Warga Negara Indonesia (WNI) di dalam dan luar negeri dapat membuka rekening langsung melalui Livin’. Layanan ini bisa diakses nasabah di lebih dari 119 negara. Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas bilang, seluruh layanan Livin' bisa dimanfaatkan WNI di luar negeri. 

Rohan menyebut, sebagai superapp, Livin’ melayani berbagai kebutuhan nasabah. Mulai dari investasi dari fitur tabungan rencana, deposito, pembelian reksadana maupun surat berharga ritel (SBR) di Livin’. Di kuartal I-2024, Livin’ by Mandiri mengelola 846.000 transaksi, naik 41,7% secara tahunan. Jumlah pengguna Livin' juga tumbuh 40% secara tahunan di periode yang sama menjadi 24,4 juta pengguna. 

Alhasil, nilai transaksi Livin’ by Mandiri pada kuartal I-2024 tembus Rp 921 triliun, tumbuh 27,4% secara tahunan. Bank Mandiri juga punya fitur Tabungan Multicurrency. Lewat tabungan ini, nasabah dapat membuka tabungan untuk 10 mata uang asing. Untuk melengkapi ekosistem Tabungan Multicurrency, BMRI juga menghadirkan fitur terbaru, yakni Mandiri Debit Multicurrency. Fitur ini untuk melengkapi fitur Transfer Valas di Livin. Saat ini jumlah transaksi Transfer Valas di Livin untuk pengiriman uang ke luar negeri sejak diluncurkan Februari 2023 mencapai lebih dari 100.000 transaksi, senilai lebih dari US$ 100 juta atau setara Rp 1,6 triliun.

STRATEGI PERBANKAN : BANK DIGITAL MENGHALAU ARAL

HR1 07 May 2024 Bisnis Indonesia

Kinerja sejumlah bank digital pada kuartal I/2024 menjadi modal bagi bank penantang itu untuk menyiapkan strategi menghalau aral sepanjang tahun ini. Berdasarkan data yang diolah Bisnis, pertumbuhan laba bersih pada kuartal I/2024 dipimpin oleh PT Bank Digital BCA yang tumbuh signifi kan dari nominal jutaan ke miliaran. Kemudian, terdapat PT Bank Jago Tbk. (ARTO) yang membukukan pertumbuhan 24,01% secara tahunan (year-on-year/YoY). Kemudian, PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) dengan pertumbuhan 23,19% YoY. 

Kontras terlihat pada Superbank, bank digital besutan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang membukukan pertumbuhan rugi bersih pada periode yang sama. Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo menuturkan realisasi kinerja pada tiga bulan pertama tahun ini sejalan dengan momen perbaikan kinerja bank digital. Perbaikan kinerja ini berasal dari kesadaran masyarakat terhadap layanan bank digital. 

Sebagai contoh, dia menyebut kolaborasi ARTO dengan GoTo Group dan PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) yang bersinergi dengan BRI Grup. Begitu juga dengan BBHI dengan gurita bisnis milik Chairul Tanjung dan BCA Digital dengan Grup BCA. Dihubungi terpisah, Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan kinerja moncerbank digital terdorong oleh suku bunga tinggi. “Lalu kalau ditanya mengapa masih ada bank digital yang membukukan bank kerugian, ya itu biasanya beban operasional masih tinggi, karena ada peningkatan transformasi digital,” katanya. 

Dari kalangan perbankan, Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung optimistis bahwa strategi kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya bisa menghalau aral pada sisa tahun. Dia mengakui bisnis perbankan pada tahun ini harus menghadapi tantangan dari ketidakpastian. Tak mau kalah, Direktur Utama Allo Bank Indonesia Indra Utoyo mengtakan perusahaan mengoptimalkan fungsi intermediasi di tengah iklim suku bunga tinggi melalui produk dan jasa berbasis digital, dalam menghasilkan dan menumbuhkan laba. 

Kendati belum menyampaikan laporan kinerja kuartal I/2024, Presiden Direktur SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley memupuk pencadangan yang besar untuk mengantisipasi sederet risiko pada tahun ini. Oleh karena itu, perusahaan merilis fitur pinjaman langsung bagi seluruh nasabah pada pengujung tahun ini. Fitur tersebut nantinya bisa dimanfaatkan oleh semua nasabah Seabank di aplikasi. Terdapat pilihan untuk mengajukan pinjaman di aplikasi tanpa melalui pihak ketiga. Dalam menyediakan layanan tersebut, Seabank pun menawarkan bunga cicilan rendah. Sebagai gambaran, selama ini, Seabank menyalurkan 90% kredit melalui ekosistem Shopee. Terdapat sejumlah layanan kredit di Shopee yang mana Seabank menjadi lender, seperti SPayLater, SPinjam, atau cashloan untuk merchant.