;

Beban Membengkak, Laba Bank Mini Tak Beranjak

Ekonomi Hairul Rizal 08 May 2024 Kontan
Beban Membengkak, Laba Bank Mini Tak Beranjak

Sejumlah bank dalam kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 1 dan KBMI 2 telah merilis laporan kinerja kuartal I-2024. Hasilnya, laba sejumlah bank bermodal mini anjlok. Salah satunya PT Bank JTrust Indonesia Tbk. Pada kuartal I-2024, Bank J Trust hanya meraup laba bersih sebesar Rp 37,84 miliar, turun 39% secara tahunan. Padahal, penyaluran kredit JTrust di sepanjang Januari-Maret 2024 mencapai Rp 26,10 triliun, naik 30,15% secara tahunan. Dana pihak ketiga (DPK) bank asal Jepang ini juga tumbuh 31,70% secara tahunan jadi Rp 33,53 triliun. Cuma, beban bunga bank ini membengkak 45,53% secara tahunan jadi Rp 527,27 miliar di periode tersebut. "Turunnya laba disebabkan naiknya cost of fund untuk mendukung pertumbuhan kredit tahun 2023," kata Widjaja Hendra, Direktur Bisnis Bank JTrust, kepada KONTAN, Selasa (7/5). Senasib, bank milik Grup Salim, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), juga mencatat penurunan laba bersih 44% di kuartal I-2024 jadi Rp 32,81 miliar. Maklum, beban operasional Bank Ina di kuartal I-2024 naik 32,35% secara tahunan jadi Rp 143,02 miliar. 

Padahal, penyaluran kredit Bank Ina di periode tersebut mencapai Rp 12,42 triliun, tumbuh 12,15% secara tahunan. DPK bank milik taipan Anthoni Salim ini juga tumbuh 31,01% secara tahunan ke Rp 22,60 triliun di kuartal I-2024. Salah satu pemicu tergerusnya laba bersih BJB karena membengkaknya beban bunga 28,7% secara tahunan jadi Rp 2,22 triliun. Seiring itu, pendapatan bunga bersih BJB merosot 4,6% secara tahunan ke posisi Rp 1,62 triliun. Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan, tren suku bunga tinggi menjadi tantangan bagi industri perbankan dalam memupuk laba. Kondisi ini, kata dia, masih akan berlangsung sepanjang tahun ini.

Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :