;

Restrukturisasi Berakhir, Biaya Kredit Bank Susut

Ekonomi Hairul Rizal 07 May 2024 Kontan
Restrukturisasi Berakhir, Biaya Kredit Bank Susut

Kalangan bankir optimistis, biaya kredit atau cost of credit (CoC) perbankan akan melanjutkan tren penurunan di tahun ini. Salah satu penopangnya adalah sentimen kredit restrukturisasi Covid-19 yang terus melandai. Selain itu, semakin berkurangnya jumlah kredit berisiko atau loan at risk (LAR). Penurunan nilai kredit restrukturisasi Covid-19 tercermin dari melandainya biaya kredit sejumlah bank di kuartal I-2024. Contohnya PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Di kuartal I-2024, rasio biaya kredit BCA turun ke level 0,4% dari 0,8% di kuartal I-2023. Setali tiga uang, CoC PT Bank Mandiri Tbk turun menjadi 1,05% di kuartal I-2024 dari 1,18% di periode yang sama tahun 2023. 

Pada periode yang sama, penurunan biaya kredit juga terjadi di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dari 1,4% jadi 1,0% di kuartal I-2024. Sementara itu, rasio CoC PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menjadi 0,8% dari 1,1% di kuartal I-2023 dan PT Bank CIMB Niaga Tbk turun dari level 1,48% ke level 0,82% di kuartal I-2024. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan bilang, faktor biaya kredit, ditopang habisnya sisa kredit restrukturisasi Covid-19 CIMB Niaga.  

Senada, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menyebut penurunan biaya kredit terjadi karena kualitas kredit baru terus membaik. Jumlah kredit yang direstrukturisasi juga melandai. Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai, melandainya biaya kredit lebih disebabkan adanya penurunan LAR dan efisiensi operasional bank. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto berpendapat, biaya kredit di tahun ini kemungkinan akan meningkat. Hal ini seiring risiko geopolitik.

Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :