;
Tags

Perbankan

( 2293 )

BPR-BPRS Bidik Ekonomi Mikro

KT1 27 May 2024 Investor Daily (H)
Peringatan hari BPR-BPRS Nasional 2024 diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia  yang berpusat di Yogyakarta. Sementara untuk DKI Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, serta Banten yang terdiri dari 9 komisariat dilaksanakan di Kota Depok. Sebanyak 3500 peserta turut memeriahkan acara hari BPR-BPRS (Bank Perekonomian Rakyat-Bank Perekonomian Rakyat Syariah) yang diselenggarakan di Taman Rekreasi Wiladatika, Jalan Jambore, Kota Depok. Acara tersebut dimulai dengan pelepasan dua rangkaian balon ke udara sebagai simbol memperingati hari BPR-BPRS 2024, kemudian dilanjutkan dengan senam bersama yang diikuti para nasabah, karyawan, dan keluarganya serta masyarakat umum. Event tahunan yang diselenggarakan BPR-BRPS tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengenalan serta membangun kepercayaan terhadap agar menyimpan dananya di BPR-BPRS yang dijamin keamanannya oleh LPS. (Yetede)

Perbankan Siapkan Model Bisnis Jepang Spin Off UUS

KT1 27 May 2024 Investor Daily (H)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perbankan yang memiliki Unit Usaha Syariah (UUS) untuk memisahkan diri (spin off) apabila telah memenuhi syarat. Hal itu dilakukan untuk mengembangkan perbankan syariah yang berdaya saing  hingga berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, pihaknya telah membuat Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia 2023-2027 membawa visi mengembangkan perbankan syariah yang sehat, efisien, berintegritas dan berdaya saing, serta berkontribusi signifikan  terhadap perekonomian nasional untuk mencapai kemaslahatan masyarakat. Salah satu upaya untuk mencapai visi tersebut  antara lain adalah melalui implementasi pemisahan UUS (Spin off) dalam rangka pengembangan dan penguatan perbankan syariah. "Sehingga terdapat akselerasi terhadap penguatan identitas perbankan syariah dan sinergi ekosistem ekonomi syariah, yang pada gilirannya dapat mencapai industri perbankan  syariah yang tumbuh secara sehat, efisien, dan berkelanjutan," jelas Dian. (Yetede)

Marak BNPL, Transaksi Kartu Kredit Masih Tumbuh 11,57%

KT1 25 May 2024 Investor Daily (H)

Ditengah maraknya bisnis buy now pay later (BNPL) yang ditawarkan, bisnis kartu kredit perbankan masih mencatatkan pertumbuhan positif. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi kartu kredit masih tumbuh dua digit per April 2024. Nominal kartu kredit masih meningkat 11,67% (year on year/yoy) mencapai Rp 34,39 triliun," kata Gubernur BI Perry Warjiyo. Sementara itu OJK juga mencatatkan outstanding piutang pembiayaan perusahaan BNPL per maret sebesar Rp 8,13 triliun, meningkat 23,9% (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kartu kredit. Dengan rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross 3,15%, dan NPF nett 0,59%. Meskipun pertumbuhan bisnis paylater lebih tinggi dibandingkan dengan bisnis kartu kredit, namun kedua produk tersebut memiliki pasar yang berbeda. Sehingga, seharusnya bisnis paylater tidak bisa menggantikan kartu kredit dan tidak perlu dikhawatirkan perbankan. (Yetede)

Era Bunga Tinggi, Bank Syariah Mega Syariah Jaga Likuiditas

KT1 25 May 2024 Investor Daily
Tren suku bunga tinggi diprediksikan berlangsung lama, namun demikian Bank Mega Syariah tetap menunjukkan likuiditas yang kuat di empat bulan pertama tahun ini. Hingga April 2024, total kelolaan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mega Syariah tumbuh 4,92% menjadi lebih dari Rp 10 triliun dibandingkan posisi Desember 2023. Sejalan dengan pertumbuhan DPK, total dana murah atau current account saving account (CASA) juga meningkat 5,51% menjadi Rp 3,34 triliun. Sementara posri CASA terhadap DPK di April 2024 tercatat 31,08%, lebih tinggi dari April 2024 tercatat 31,08%, lebih tinggi dari dari April 2023 sebesar 25,51%. Porsi dana murah juga naik dibandingkan Desember 2023 yang sebesar 30,91%. Corporate Secretary Divison Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita mengatakan, strategi  Bank Mega Syariah dalam menjaga likuiditas dilakukan dengan menggunakan empat pendapat utama, yaitu peningkatan pangsa pasar segmen retail yang fokus pada penerapan dana murah, menggarap segmen priority banking, mengoptimalkan saluran digital, serta meningkatkan kepuasan nasabah melalui optimalisasi berbagai saluran layanan (Omni Channel). Yetede)

KINERJA BANK : Sejak 2005, 134 Bank Telah Bangkrut

HR1 25 May 2024 Bisnis Indonesia

Ada 134 bank bangkrut di Indonesia sejak Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berdiri pada 2005. Sepanjang tahun ini jumlah bank bangkrut sebanyak 12 bank. Terbaru, dikutip dari Bisnisindonesia.id, bank bangkrut bernama PT BPR Bank Jepara Artha (Perseroda) yang kemudian dicabut izinnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bangkrutnya BPR Bank Jepara Artha membuat jumlah bank bangkrut yang dicabut izin usahanya kian bertambah. Sepanjang tahun ini sudah ada 12 bank yang dicabut izin usahanya. Padahal, 2024 baru berjalan 5 bulan. Mengacu data OJK, semua bank bangkrut pada 2024 adalah bank perekonomian rakyat (BPR).

Rasio Kredit Macet BRI Finance Turun di 1,66%

HR1 25 May 2024 Kontan
PT BRI Multifinance Indonesia mengklaim telah berhasil menurunkan tingkat kredit macet atau non performing financing (NPF) di Maret 2024. Jika pada Februari 2024, NPF BRI Finance sebesar 1,79%, pada Maret 2024 posisi NPF turun menjadi 1,66%. BRI Finance menyebut, rasio NPF tersebut masih di bawah NPF gross multifinance secara industri, sebesar 2,45% pada Maret 2024. "Ini mencerminkan komitmen kami untuk menjaga kualitas portofolio pembiayaan dan mempertahankan kepercayaan nasabah serta pemangku kepentingan lainnya," kata Ari Prayuwana, Direktur Manajemen Risiko BRI Multifinance dalam keterangan tertulis yang dirilis Jumat (24/5). Untuk menjaga kualitas pembiayaan, Ari menyebut, pihaknya telah menerapkan prinsip kehati-hatian, selektif menyalurkan pembiayaan, serta scoring yang lebih spesifik untuk pembiayaan pada segmen konsumer. Ke depan, BRI Finance mengklaim berniat memperbesar portofolio pembiayaan pada segmen high yield segment, yakni kendaraan seken dan refinancing.

Bunga Tinggi, Bank Kecil Jaga Likuiditas

HR1 25 May 2024 Kontan

Kondisi likuiditas bank-bank kecil yang masuk dalam kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) I dan KBMI II masih terjaga baik, meskipun tren suku bunga mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat bank melakukan ekspansi bisnis secara memadai. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, terjaganya likuiditas bank KBMI I dan II tercermin dari sejumlah indikator. Ia bilang, rasio alat likuid terhadap non core deposit (AL/NCD) tercatat di level 27,18% per Maret 2024, masih jauh di atas threshold 10%. Sedangkan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) berada di level 121,05%. "Jadi jika melihat rasio tersebut, terlihat kondisi likuiditas bank-bank kecil utamanya KBMI I dan II secara umum masih sangat baik," kata Dian, belum lama ini.Walau masih aman, likuiditas sebetulnya cenderung turun.

Menurut data Bank Indonesia (BI), rasio AL/DPK per April ada di level 25,62%. Bank Mega Syariah dari jajaran KBMI I salah satu yang masih mencatat likuiditas aman. Per April 2024, DPK bank ini tumbuh 4,92% dari akhir 2023. Pertumbuhan didorong kenaikan dana murah sebesar 5,5%. Alhasil, rasio dana murah berada di level 31,08%, naik dari 30,9% pada Desember 2023. Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita menyebut, untuk menjaga likuditas, pihaknya meningkatkan pangsa pasar segmen ritel, serta mengoptimalkan saluran digital dan omni channel. Bank Oke Indonesia juga mengklaim masih bisa mengamankan likuditasnya. Direktur Kepatuhan DNAR Efdinal Alamsyah mengatakan, DPK bank ini per April memang turun 5% dari akhir tahun lalu. Namun, kata dia, penurunan disebabkan karena kreditnya baru tumbuh 2%.

Penguasa Pede, Kredit Perbankan Melesat

KT1 24 May 2024 Investor Daily (H)
Industri perbankan kembali mencatatkan pertumbuhan positif dari sisi intermidiasi. Kredit yang disalurkan per April 2024 meningkat 13,09% secara tahunan (year on year/yoy), tertinggi dalam lima tahun terakhir. Apabila dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 12,4% (yoy), terjadi pertumbuhan kredit yang lebih tinggi. Hal itu menunjukkan dunia usaha kembali bergeliat pasca pemilihan umum (Pemilu) dan juga hari Raya Idulfitri. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kredit tumbuh tinggi didorong oleh pertumbuhan di banyak sektor, seperti sektor industri, jasa dunia usaha dan perdagangan, sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Tingginya permintaan kredit dipengaruhi oleh sisi penawaran, sejalan dengan terjaganya appetite perbankan yang didukung oleh tingginya permodalan, berlanjutnya strategi relokasi kredit ke aset oleh perbankan, dan diterapkannya Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang menjaga kecukupan likuiditas perbankan. (Yetede)

Jumlah BPR IPO Diperkirakan Masih Sedikit

KT1 22 May 2024 Investor Daily (H)
Industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) mendapat jamu manis berdasarkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Jasa Keuangan (UUP2SK), salah satunya bisa go public. Namun, diperkirakan belum banyak BPR dan BPRS yang melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).  Hal tersebut lantaran BPR dan BPRS masih terus berbenah diri dari sisi kelola, transparansi laporan keuangan. Sehingga, tidak sembarangan BPR dan BPRS bisa IPO, ini juga langkah otoritas untuk perlindungan para investor. Ketua Umum Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Tedy Alamsyah mengatakan, IPO merupakan salah satu pemanis yang diberikan pemerintah dan regulator kepada industri BPR/BPRS untuk memiliki daya saing dan memiliki ruang pertumbuhan lebih besar. (Yetede)

Merger Nobu dan MNC Bank Tetap Terwujud

KT1 22 May 2024 Investor Daily
OJK meyakini aksi penggabungan (merger) antara PT Bank Nationalnobu Tbk dan PT Bank MNC International Tbk tetap akan terwujud. Hal ini semakin terlihat usai adanya cross ownership dari masing-masing pemegang saham kedua bank. Kepala Ekskutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menilai, transaksi cross ownership yang dilakukan pemegang saham dari NOBU dan BABP menjadi titik terang bahwa aksi korporasi keduanya tetap akan terjadi, meskipun mundur dari waktu yang awalnya diprediksikan. Menurut Dian, aksi silang saham  akan memudahkan kedua  bank yang memiliki kultur berbeda agar bisa saling paham. Sehingga masing-masing direksi dari kedua bank itu akan masuk ke bank baru hasil dari merger nantinya. "Karena konsekuensi cross ownership ini masin-masing akan memiliki direktur dimasing-masing bank tersebut. Jadi kita lihat perkembangannya nanti," ujar Dian. (Yetede)