Perbankan
( 2293 )Regulasi Dibutuhkan Untuk Penguatan Asuransi Syariah
Pengembangan industri asuransi syariah di Indonesia masih menghadapi
beberapa tantangan, baik dari sisi permintaan, penawaran, maupun ekosistem.
Oleh sebab itu, dukungan regulasi dibutuhkan, termasuk dalam aspek penguatan
permodalan dan peningkatan daya saing. Hal ini mengemuka dalam seminar bertajuk
”Penguatan Ekosistem dan Regulasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia untuk
Memasuki Pasar Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD)” di
Jakarta, Senin (17/3). Acara tersebut diinisiasi oleh Pusat Ekonomi dan Bisnis
Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (PEBS FEB UI).
Ketua PEBS FEB UI, Rahmatina A Kasri mengatakan, Indonesia telah menjadi
salah satu dari delapan kandidat OECD sejak Februari 2024. Namun, berbagai
indikator masih menunjukkan adanya pembatasan aspek keterbukaan pasar yang
dianggap tidak selaras dengan prinsip OECD. Restriksi perdagangan itu
menyangkut sektor asuransi, yang regulasinya cenderung lebih ketat dibanding
negara-negara lain. Di sisi lain, industri asuransi syariah memiliki peluang untuk
terus tumbuh ke depan mengingat porsi asetnya 0,39 % dari total aset industri asuransi
pada 2024, dengan pertumbuhan sebesar 5,13 % dibandingkan 2020.
”Dari hasil analisis kami, industri asuransi syariah memiliki potensi
pertumbuhan yang besar. Akan tetapi, keberlanjutan profitabilitas jangka panjang
sangat bergantung pada efisiensi dan strategi ekspansi, termasuk digitalisasi
untuk memperkuat daya saing serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan
syariah,” kata Rahmatina. PEBS UI merekomendasikan sejumlah kebijakan guna
memperkuat ekosistem asuransi syariah dalam menghadapi standar OECD, di
antaranya, penguatan diversifikasi produk asuransi syariah, peningkatan
kapasitas permodalan perusahaan asuransi syariah, peninjauan kembali regulasi
yang membatasi pertumbuhan industri ini, dan penguatan SDM di sektor asuransi
syariah. (Yoga)
Kunci BCA Menjaga Profitabilitas
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam dua bulan pertama tahun ini mencetak laba bersih secara bank only sebesar Rp 8,97 triliun, tumbuh 8,33% dibanding periode Februari 2024, di Rp 8,28 triliun. Pertumbahan laba bersih BCA pada Februari ini juga lebih tinggi dibanding laba bersih bulan sebelumnya yang meningkat 5,82% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 4,73 triliun. Ditelaah dari laporan keuangan bulanan yang dipublikasi, profitabilitas disumbang dari pendapatan bunga bank swasta terbesar di Indonesia ini yang sebesar Rp 14,87 triliun, tumbuh 5,01%. Sedangkan, beban bunga menyusut 1,48% (yoy) menjadi Rp1,99 triliun per Pebruari 2025.
Sehingga, pendapatan bunga bersih yang dicatatkan perseroan sebesar Rp 12,88 triliun, meningkat 6,18% (yoy). Perseroan juga memperoleh pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi pada Februari 2025 tercatat Rp 2,99triliun, tumbuh 6,78% (yoy). BCAjuga mencatatkan beban (pemulihan) kegiatan penurunan nilai aset keuangan (impairment) senilai Rp 604,8 miliar, naik 8,27% (yoy). Di sisi intermediasi, pendapatan bunga BCA didukung aktifnya perseroan menyalurkan kredit. Terlihat dari nilal kredit Rp 900.66 trüliun per akhir Februari 2025, meningkat dua digit 13,98% (yoy). Meskipun sedikit lebih rendah dari kredit perseroan per Januari 2025 yang tumbuh 15,07% (yoy).
Penyaluran kredit membuat total aset BCA tumbuh 4,3% (yoy) mencapai Rp 1.427,41 triliun per Februari 2025. Selain itu,dalam menya-lurkan kredit juga menawarkansuku bunga yang kompetitif ataureasonable. Strategi perseroan menjaga laba tumbuh berkelanjutan adalah dengan menjaga biaya dana (cost of fund) tetap rendah, dengan mendorong dana murah (current account saving account). "Tekan cost of fund dan jangan jor-joran kasih bunga kredit dibawah Surat Berharga Negara(SBN) nggak masuk akal," ucap Presdir BCA Jahja Setiaatmadja,Senin (17/3/2025). (Yetede)
Restrukturisasi Kredit, Beban Tambahan bagi Perbankan
Pasar Saham Berharap Pemangkasan Suku Bunga
Investor Asing Masih Lanjutkan Aksi Jual Saham Bank
Aset Rp 500 Triliun Dibidik BSI
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada akhir tahun lalu mencatatkan total aset sebesar Rp 408,61 triliunnaik 12,4% (yoy) dari Rp 363,52 triliun. Tahun ini perseroan mengincar aset lebih tinggi lagi. “Tahun ini targetnya (aset) Rp 500 triliun, nambah dari Desember 2024 itu Rp 409 triliun," tutur Dirut BSI, Hery Gunardi pada acara Santunan 4.444 Anak Yatim di Jakarta, Jumat (14/3/2025). Target tersebut sangat mungkin dicapai perseroan tahun ini, terlebih cadangan perseroan banyak, seperti cadangan emas yang mencapai 17,5 ton. BSI juga mengincar menjadi banknomor tiga terbesar di Indonesia dan nomor lima secara pangsa pasar (market cap) global. Untuk mencapai target tersebut, perseroan memiliki group story yang bisa diceritakan untuk mendukung pertumbuhan.
Secara profit hingga akhir 2024, BSI sudah menjadi bank nomor lima terbesar di Indonesia. Sedangkan secara kapitalisasi pasar sudah menjadi bank syariah terbesar nomor sembilan di dunia. Di sisi portofolio pembiayaan, segmen konsumer dan ritel sebesar 70%, serta segmen wholesale (korporasi dan komersial) sebesar 30%. "Komposisi ini akan kami pertahankan dan mungkin nanti akan kami geser 65% dan 35%. “Kami harus tumbuh di segmen segmen yang memang memberikan profitability yang optimal," urai Hery. Misalnya, BSI yang menggarap ekosistem haji, sebab potensi tabungan haji masih sangat besar yang bisa digarap. Di Indonesia, masyarakat yang eligible haji sebanyak 22 jutaorang "Yang punya rekening tabungan haji baru 5 juta, artinya ada 17 juta growth opportunity kami. (Yetede)
Perbankan Tercekik Biaya Dana Mahal
Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai pertumbuhan simpanan masih meningkat, meskipun besarannya jauh lebih rendah dari kredit. Imbasnya, likuiditas makin ketat dan biaya dana (cost of fund) masih mahal, sehingga perbankan tercekik. Merujuk data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), suku bunga simpanan perbankan secara industri naik di tengah peningkatan penyaluran kredit serta siklus akhir tahun. Rata-rata bunga deposito rupiah naik 7 basis points (bps) ke level 4,22%. Berdasarkan kelompok modal inti bank (KBMI), suku bunga pada KBMI 1 naik 7 bps ke level 4,43%, sedangkan KBMI 2 naik 6 bps ke level 4,06%. KBMI 3 naik 5 bps ke posisi 3,93% dan KBMI 4 naik 6 bps ke level 3,16%.
Ketua Umum Perbanas, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan pada Januari 2025 tercatat 10,27% secara tahunan (year on year/yoy), sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 5,51%. Artinya, DPK tumbuh lebih rendah dari kredit sehingga loan to deposit ratio (LDR) meningkat. Dari data OJK, LDR perbankan nasional di akhir 2024 berada di level 89,05%. Perlambatan pertumbuhan simpanan berdampak pada ketatnya likuiditas perbankan. Pertumbuhan simpanan masih didominasi oleh simpanan korporasi yang tumbuh tinggi, sedangkan simpanan perorangan menunjukkan tren penurunan. Saat ini, rata-rata saldo pada kelompok tabungan kecil bahkan turun di bawah Rp 2 juta.
"Memang yang jadi tantangan adalah tabungan di kelompok kecil, di mana penabung di bawah Rp 100 juta turun, sedangkan penabung besar meningkat. Ini terasa pada komposisi CASA yang terkendala pertumbuhannya dan akan memengaruhi NIM dan suku bunga kredit kedepan," ucap Kartika, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi XI dengan Perbanas di Jakarta, Kamis (13/3/2025). Penurunan simpanan kecil akan memengaruhi kemampuan perbankan untuk tumbuh dengan biaya murah ke depan. Sebab, suku bunga dan komposisi deposito meningkat, sehingga cost of fund perbankan terdongkrak dalam setahun terakhir. Dia menegaskan, naiknya suku bunga simpanan ini membuat biaya dana perbankan naik dan mencekik perbankan. (Yetede)
Uang Tunai 31,6 Triliun Disiapkan Bank Mandiri
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyiapkan net kebutuhan uang tunai Rp 31,6 triliun untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai di rnasyarakat selama 30 hari ke depan, yaitu pada 10 Maret hingga 8 April 2025 saat Ramadan menjelang Idul-fitri 1446 H. Jumlah net kebutuhan uang tunai tersebut naik 5,9% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara mengatakan, langkah ini diharapkan dapat membantu nasabah memenuhi berbagai kebutuhan pada periode bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri mendatang, terutama pada masa pembayaran gaji dan THR ASN. Sebagian besar dari alokasi kebutuhan uang tunai tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengisian ATM Bank Mandiri yang diprediksi mencapai Rp 48,6 triliun selama periode tersebut.
"Guna mendukung penyaluran uang tunai ke masyarakat, kami juga telah mengoptimalisasi pengisian 12.905 unit ATM/CRM (ATM setortarik) Bank Mandiri yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus diseluruh Indonesia sejak awal bulan ini hingga saat libur Lebaran," katanya, Kamis (13/3/2025). Selain mesin ATM, Bank Mandiri juga mengoptimalkan channel-channel pembayaran online untuk membantu nasabah bertransaksi dengan cepat, antara lain dengan 264.000 mesin EDC dan aplikasi Livin' by Mandiri. (Yetede)
Tunjangan untuk Guru berstatus ASN Langsung ke Rekening
Presiden Prabowo meluncurkan
mekanisme baru pembayaran tunjangan guru berstatus ASN. Tunjangan tidak lagi
dikirimkan lewat pemda, tapi langsung ke rekening setiap guru. Langkah ini
disebut sebagai terobosan untuk memangkas birokrasi dan menghilangkan inefisiensi
dalam pemerintahan. Mekanisme baru pembayaran tunjangan guru ASN diluncurkan di
Plaza Insan Berprestasi, Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (13/3). Pemerintah
memutuskan mengubah cara pembayaran tunjangan, dari sebelumnya dikirimkan ke
rekening pemda sebelum dikirimkan kepada para guru, kini menjadi ditransfer
langsung ke rekening setiap guru ASN.
Dalam pidatonya, Presiden
mengapresiasi keputusan Kemendikdasmen untuk mengirimkan tunjangan guru secara
langsung ke rekening setiap guru. Menurut dia, hal itu merupakan bagian dari
upaya memangkas birokrasi dan mengurangi inefisiensi yang masih terjadi di
pemerintahan. ”Kita harus hilangkan budaya-budaya yang tidak benar (misalnya),
kalau bisa dibikin lama, kenapa pendek? Kalau bisa susah, kenapa dibikin gampang?
Budaya ini harus kita kikis,” ujarnya. Di bidang pendidikan, lanjut Prabowo,
pengelolaan birokrasi keuangan merupakan hal krusial. Sebab, pendidikan yang bermutu
membutuhkan dana yang cukup. (Yoga)
Nasabah Kurang Aktif, Bank Berburu Investor
Pilihan Editor
-
Waspada Robot Trading Berbasis MLM dan Ponzi
31 Jan 2022 -
Awasi Distribusi Pupuk
31 Jan 2022 -
Bahaya Pencucian Uang dari NFT
30 Jan 2022 -
Ikhtiar Mengejar Pengemplang BLBI
29 Jan 2022









