Pasar Saham Berharap Pemangkasan Suku Bunga
Pasar saham Indonesia diperkirakan akan lebih fluktuatif pada pekan ketiga Maret 2025, terutama menjelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI) pada 19 Maret dan Federal Reserve (The Fed) pada 20 Maret. Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menyatakan bahwa keputusan kedua bank sentral ini akan menjadi faktor penentu bagi pasar.
Menurut Rully, jika BI menurunkan suku bunga, ada risiko pelemahan rupiah, tetapi di sisi lain bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan pasar saham dalam jangka pendek hingga menengah. Namun, jika BI mempertahankan suku bunga, dampak jangka panjangnya bisa lebih kompleks karena tingkat optimisme terhadap ekonomi Indonesia masih rendah.
VP Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menambahkan bahwa konsensus memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga karena ekonomi AS masih kuat. Jika suku bunga turun, akan ada peralihan dana ke aset dengan imbal hasil lebih tinggi, termasuk saham. Audi mencontohkan bahwa saat BI menurunkan suku bunga dari 6,5% ke 4,75% pada 2016-2017, IHSG menguat hingga 15,32% pada 2016 dan 19,9% pada 2017.
Dari sisi teknikal, IHSG saat ini bergerak dinamis setelah menembus level support 6.500-6.600, yang bertahan sejak 2022. Rully memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 6.350-6.720 selama pekan ini. Ekonom Panin Sekuritas, Felix Darmawan, menambahkan bahwa tanpa sentimen global positif dan masuknya dana asing, IHSG kemungkinan akan sideways atau mengalami koreksi dengan batas bawah di sekitar 6.500.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023