;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Pertumbuhan Perbankan Digital Dipercepat

Ayutyas 29 Jun 2020 Kompas, 16 Juni 2020

Executive Vice President Digital Center of Execellence PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kaspar Situmorang menyampaikan dalam diskusi virtual Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia bahwa bank sedang menuju era open banking untuk akselerasi pertumbuhan digital banking.Perbankan diharapkan melayani masyarakat sebanyak mungkindengan biaya seefisien mungkin. Salah satu caranya, melalui interkoneksi dengan penyedia layanan pembiayaan di Indonesia.Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Suwignyo Budiman mengatakan,industri perbankan konvensional berkolaborasi dengan industri teknologi finansial untuk meningkatkan layanan dibidang digital.

Jualan Daring UMKM tertipu

Ayutyas 28 Jun 2020 Kompas, 11 Juni 2020

Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah kini mulai beralih ke layanan dalam jaringan atau daring untuk memasarkan produk dan bertransaksi dengan konsumen. Kemudahan dan kenyamanan proses transaksi menjadi alasan mereka memanfaatkan layanan digital. Meski demikian, tidak semua pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah memahami fitur-fitur yang disediakan, baik oleh perbankan maupun platform dompet digital (e-wallet). Ketidakpahaman ini yang kemudian dimanfaatkan penjahat untuk menipu pelaku usaha.

Yuni Widyastuti (45), pelaku UMKM di daerah Depok, Jawa Barat, menjadi korban penipuan secara daring. Ia kehilangan Rp 9,2 juta setelah mengikuti arahan dari penipu yang mengaku bernama SSA dan berdomisili di Tangerang Selatan. Sementara itu, Indira Mulyawan (50), pelaku UMKM di daerah Depok, hampir tertipu oleh SSA dengan menggunakan modus serupa. Ia tahu bahwa SSA penipu setelah melihat unggahan Yuni di media sosial.

Pakar digital forensik Ruby Alamsyah menyampaikan, istilah dan pengertian yang tidak sederhana membuat pengguna atau nasabah bank kurang memahami fitur produk VCN sehingga menjadikan celah terjadi kasus penipuan. Head of Network and Services BNI Kantor Wilayah Jakarta Senayan Agustinus Fernando Pinem menyampaikan, kasus ini merupakan persoalan komunikasi bagaimana menggunakan VCN. Produk ini sebenarnya justru dibuat untuk kelancaran dan kemudahan bertransaksi, termasuk untuk UMKM. Produk VCN, menurut Fernando, juga untuk memproteksi nasabah dalam bertransaksi daring. Melalui produk ini, nasabah dapat membuat kas kecil (petty cash) dari keseluruhan tabungan yang dimiliki.

Nasabah Alihkan Dana ke Bank Besar

Ayutyas 26 Jun 2020 Tempo, 12 Jun 2020

Bank terlibat persaingan memperebutkan dana nasabah untuk menjaga likuiditas di tengah pelemahan ekonomi akibat wabah Covid-19. Direktur Utama Bank Ina Perdana, Daniel Budirahayu, mengatakan dana nasabah cenderung beralih dan terparkir di bank besar. 

Menurut Daniel, ketersediaan likuiditas menjadi prioritas seiring dengan kebijakan restrukturisasi kredit yang mengganggu arus kas perbankan. Di tengah kondisi ini, bank-bank kecil dan menengah terpaksa menaikkan tingkat bunga simpanan atau deposito untuk menarik deposan. Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Informasi Pasar Uang Bank Indonesia, hingga kemarin bunga deposito tertinggi bank saat ini mencapai 6 persen. 

Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah, mengatakan simpanan masyarakat di bank sebenarnya masih bertumbuh dan fluktuasi dana simpanan wajar terjadi, sehingga menimbulkan risiko bagi bank. Halim mengatakan saat ini nasabah cenderung lebih konservatif karena tingkat konsumsi yang menurun. Dia memperkirakan tren peningkatan simpanan dan dana pihak ketiga (DPK) masih akan berlanjut. Halim pun mengimbau nasabah untuk tidak khawatir karena simpanan di perbankan hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank dijamin oleh LPS. 

Otoritas Jasa Keuangan memastikan industri perbankan saat ini dalam kondisi stabil dan terjaga. Tingkat rasio kecukupan modal (CAR) berada di posisi 22,13 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,89 persen.

Bank Berlomba Memupuk Modal dan Dana Pihak Ketiga

Ayutyas 26 Jun 2020 Tempo, 12 Jun 2020

Perbankan nasional terus memupuk dana pihak ketiga (DPK) untuk menopang ketersediaan likuiditas selama pandemi Covid-19. Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja, mengatakan bank berlomba menghimpun DPK, khususnya yang bersumber dari dana murah, seperti tabungan atau current account and savings account (CASA)

Pada kuartal I 2020, BCA mencatatkan petumbuhan DPK sebesar 16,8 persen (year-on-year) menjadi Rp 741,02 triliun. Pertumbuhan tersebut utamanya ditopang oleh simpanan giro, khususnya yang bersumber dari nasabah korporasi.

Jahja mengatakan likuiditas menjadi krusial karena saat ini bank dihadapkan pada banyaknya permintaan restrukturisasi kredit dari nasabah yang terkena dampak Covid-19. Arus kas bank juga terganggu. Sebab, restrukturisasi menyebabkan pendapatan bank yang berasal dari cicilan ataupun bunga tertunda.  

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memastikan kondisi likuiditas dan permodalan masih aman. Direktur Finance, Planning, & Treasury BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menyampaikan bahwa posisi likuiditas perseroan saat ini mencapai Rp 35 triliun dan bersikap selektif dalam menyalurkan kredit di tengah pandemi cenderung hanya berasal dari segmen kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi. 

Direktur Operasi dan Teknologi Informasi Bank Bukopin, Adhi Brahmantya, mengatakan bahwa bank Bukopin telah meminta dukungan technical assistance dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam bidang manajemen treasury dan mencatatkan pertumbuhan DPK sebesar 6 persen.   

Ihwal permodalan, Bukopin bersiap mendapatkan suntikan dana tambahan dari Kookmin Bank, grup usaha asal Korea Selatan. Kookmin saat ini memiliki 22 persen saham Bukopin. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan telah menerima pernyataan dari Kookmin Bank yang siap menjadi pemegang saham pengendali mayoritas dengan mengambil alih kepemilikan 51 persen saham Bukopin.

New Normal Konsumen Tunda Ambil Kredit Konsumer

Ayutyas 22 Jun 2020 Investor Daily, 18 Juni 2020

Department Head Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani menjelaskan, pihaknya menilai perilaku konsumen pada tatanan normal baru (new normal) akan kembali pada kebutuhan dasar seperti makanan dan minuman hal ini didasari ketidakyakinan apakah masih akan memiliki pendapatan atau tidak, apakah usahanya akan bangkrut atau tidak, jadi lebih memilih menunda pembelian barang yang tidak dibutuhkan. Sedangkan kebutuhan untuk properti, kendaraan, hingga pariwisata akan ditunda sehingga kredit konsumer dari sektor-sektor tersebut pada tahun ini sulit pulih.

Hal tersebut menyebabkan KPR per April 2020 hanya tumbuh 6,4% secara tahunan (year on year/ yoy), untuk kredit pemilikan apartemen (KPA) tumbuh 10,2% (yoy), sehingga total kredit properti hanya 6,6% (yoy). Untuk total penjualan mobil menurun 90,6% (yoy) per April 2020, kendaraan komersial menurun 87,6% (yoy), penjualan kendaraan penumpang juga menurun 91,3% (yoy) dan , total penjualan sepeda motor turun 79,3%.

Untuk sektor transportasi dan pariwisata, Penduduk Asia Pasifik cenderung lebih yakin untuk kembali traveling setelah lebih dari satu tahun. Ditinjau dari insentif yang diperlukan, diskon tiket transportasi sebesar 25% adalah yang paling diharapkan oleh masyarakat. Lokasi di Indonesia yang paling terdampak adalah Yogyakarta dan Bali.

Head of Equity Research, Strategy and Consumer PT Mandiri Sekuritas Adrian Joezer mengungkapkan, pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan berdampak pada restrukturisasi kredit yang mulai melambat. Pasalnya, sejumlah sektor bisa kembali menjalankan usahanya. Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menambahkan, memasuki kuartal kedua kondisi perbankan masih solid terlihat dari likuiditas yang masih ample dan permodalan yang tebal 22,3% per April.


Akuisisi Rabobank BCA Siapkan Dana 500 M

Ayutyas 21 Jun 2020 Investor Daily, 10 Juni 2020

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah menyiapkan dana sekitar Rp 500 miliar untuk mengakuisisi PT Bank Rabobank International Indonesia dan menjadi pemegang saham pengendali. Setelah diakuisisi, Rabobank akan dilebur (merger) dengan salah satu perusahaan anak BCA untuk memperkuat bisnis dan berkontribusi secara konsolidasi. BCA akan mengambil alih sebanyak 3.719.069 saham yang mewakili 99,999973% dari total saham yang ditempatkan pada Rabobank. Sedangkan anak usaha BCA yakni PT BCA Finance akan memiliki 1 saham yang mewakili 0,000027% dia Rabobank. Executive Vice President Secretariat and Corporate Communication BCA Hera F Haryn mengungkapkan, nilai akhir rencana akuisisi disepakati akan mengacu pada nilai ekuitas Rabobank yang disesuaikan pada saat pelaksanaan akuisisi ditambah dengan premium yang bersifat tetap sebesar US$ 20,5 juta.

Rencananya, BCA mengakuisisi Rabobank menggunakan dana yang bersumber dari laba ditahan perseroan. Adapun pada tahun lalu BCA mencatat perolehan laba bersih Rp 28,57 triliun atau tumbuh 10,52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangan Rabobank, hingga Desember 2019 total aset yang dimiliki sebesar Rp 2,31 triliun menurun dari tahun 2018 yang sebesar Rp 13,82 triliun. Untuk ekuitas Rabobank juga mengalami penurunan 43% menjadi Rp 628,47 triliun. Namun, modal saham ditempatkan dan disetor penuh meningkat 22,37% dari Rp 1,52 triliun menjadi Rp 1,86 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja sebelumnya menjelaskan, proses akuisisi Rabobank masih berjalan, dan setelah proses selesai, Rabobank akan digabungkan dengan salah satu anak usahanya. Saat ini, BCA memiliki entitasentitas anak yang bergerak di bidang pembiayaan mobil, pembiayaan sepeda motor, asuransi umum, asuransi jiwa, perbankan, perbankan syariah, sekuritas, remittance dan penanaman modal ventura. Adapun jadwal indikatif atas rencana akuisisi untuk pen-gumuman RUPSLB BCA dilaksanakan pada 23 Juni 2020, pemanggilan RUPSLB BCA dan Rabobank pada 8 Juli 2020. RUPSLB BCA untuk persetujuan rencana akuisisi pada 30 Juli 2020, RUPSLB Rabobank untuk persetujuan rencana akuisisi juga pada 30 Juli.

Bank Mandiri Restrukturisasi Kredit Rp 60 Triliun

Ayutyas 17 Jun 2020 Republika, 09 Jun 2020

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri mencatat total nilai perbaikan kredit atau restrukturisasi hingga Mei 2020 mencapai Rp 60 triliun kepada 323.617 debitur yang terdampak pandemi Covid-19.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, dari total debitur yang di restrukturisasi, 72 persen di antaranya debitur segmen usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Royke mengatakan, portofolio kredit segmen wholesale (bank only) sampai Maret 2020 tumbuh 17,92 persen year on year (YoY). Sedangkan pada segmen ritel tumbuh 9,47 persen secara tahunan.

Restrukturisasi kredit menjadi salah satu fokus bagi korporasi ini, termasuk mendukung kebijakan pemerintah dan regulator, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bank Mandiri juga akan melakukan efisiensi internal dan memberikan kredit selektif kepada sektor yang tidak terdampak wabah virus korona.

Royke menjelaskan, Bank Mandiri juga berupaya menjaga kecukupan likuiditas, termasuk menerbitkan obligasi rupiah dan emisi global bonds.

OJK menyatakan program restrukturisasi kredit akan mengganggu arus kas cashflow perbankan dan lembaga pembiayaan. Sebab, kedua industri jasa keuangan ini harus membayar dana pinjaman dari bank lain sehingga berpengaruh terhadap seretnya likuiditas.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, dalam kondisi normal, menurut Wimboh, gangguan likuiditas bank dan lembaga pembiayaan bisa disiasati dengan cara melakukan interbank call money atau pinjaman singkat antarbank.

Ujian Sesungguhnya bagi Perbankan Segera Datang

Ayutyas 14 Jun 2020 Kontan, 28 Mei 2020

Efek pukulan pandemi Covid-19 masih terlihat minim di catatan kinerja perbankan Tanah Air sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Setidaknya, sejumlah bank besar, terutama bank swasta, masih sukses menorehkan pertumbuhan laba tinggi. Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kenaikan laba bersih menjadi Rp 6,58 triliun. Penyaluran kredit juga masih naik menjadi Rp 612,16 triliun. Pendapatan operasionalnya menjadi Rp 19,6 triliun. CIMB Niaga dan Bank Danamon, juga berhasil meraup pertumbuhan laba. Laba CIMB Niaga naik 11,8%. Sedangkan Bank Danamon mencetak pertumbuhan laba sebesar 33% menjadi Rp 59,7 triliun.

Sebaliknya, kinerja bank plat merah di bawah harapan. Hanya Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang belum mempublikasikan kinerja kuartal I-2020. Laba Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), turun menjadi Rp 8,17 triliun. Adapun laba Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi Rp 723 miliar. Bank BNI Tbk (BBNI) masih tumbuh 4,3%. Hans Kwee, Direktur Anugerah Mega Investama berpendapat, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) baru berlaku Maret, sehingga dampaknya baru akan terlihat di kuartal II dimana laba bank kemungkinan turun, namun akan sedikit tertahan dengan relaksasi dan restrukturisasi kredit. Para banker, termasuk Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA mengatakan menyadari besarnya tekanan yang dihadapi bisnis bank sehingga memilih bersikap wait and see sebelum memacu ekspansi, serta selektif dalam penyaluran kredit. 

Keuangan Syariah RI Bisa Bertahan

Ayutyas 07 Jun 2020 Republika, 05 Jun 2020

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menyampaikan, dampak wabah Covid-19 pada keuangan syariah Indonesia diperkirakan lebih minimal dibandingkan sejumlah negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) lainnya.

Direktur Pendidikan dan Penelitian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat menyampaikan, kinerja sektor keuangan syariah Indonesia lebih positif, terutama tecermin dalam indikator indeks pasar modal syariah serta pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

Informasi tersebut tertuang dalam laporan yang diluncurkan KNEKS bersama Dinar Standard terkait dampak Covid-19 kepada keuangan syariah di mayoritas negara-negara OKI. Laporan ini menyajikan analisis data dan perspektif dari para pelaku industri beserta analisis di 12 negara OKI yang merepresentasikan 87 persen aset keuangan syariah global.

Laporan yang dapat diunduh di laman Salaam Gateway menunjukkan kondisi 12 negara Islam dari negara teluk, Asia Tenggara, Afrika, dan Asia Tengah.

Sementara itu, dari indeks pergerakan bursa saham negara OKI, Emir menyampaikan, Indonesia juga mencatat performa paling baik, diikuti oleh Bahrain dan Bangladesh di kala pandemi. Menurut data indeks JII, dalam rata-rata lima bulan terakhir masih mencatat pertumbuhan 0,27 persen.

Wabah Covid-19 dapat menjadi momentum untuk negara-negara Islam menerbitkan sukuk dalam membantu pemulihan ekonomi. Menurut laporan Islamic Finance Development Indicator (IFDI) tahun 2019, aset keuangan syariah global pada 2018 tercatat 2,5 triliun dolar AS.

Direktur Bidang Hukum, Promosi, dan Hubungan Eksternal KNEKS Taufik Hidayat menambahkan, kondisi ekonomi syariah Indonesia yang lebih baik ini dapat dimanfaatkan untuk menjaring investasi dan kolaborasi.

Mencegah Korona Tak Masuk Bank

Ayutyas 06 Jun 2020 Kompas, 2 Juni 2020

Dalam persiapan normal baru, perbankan berupaya disiplin menerapkan protokol kesehatan bagi karyawan dan nasabah. Bahkan, ada juga sejumlah bank yang menyediakan angkutan antar-jemput bagi karyawan-karyawannya. Bagi sejumlah bank, normal baru ibarat dua sisi mata uang. Secara internal, perusahaan dapat mengefisiensikan anggaran, tetapi ada pula pengeluaran tak terduga yang muncul demi memenuhi protokol kesehatan.

Bank BCA, BRI Syariah, Bank Mandiri, BRI menyatakan masing – masing pihak telah memastikan seluruh kantor cabang yang kembali membuka kegiatan operasionalnya itu telah mematuhi protokol kesehatan seperti menyediakan hand sanitizer bagi pegawai ataupun nasabah, mewajibkan penggunaan masker, penyiapan hand sanitizer, pemeriksaan suhu tubuh, dan pengaturan jarak minimum bagi pekerjanya.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja berpendapat, normal baru dalam internal perusahaan membuat anggaran lebih efisien. Di sisi lain, perusahaan pun mesti menambah investasi untuk memenuhi protokol kesehatan. Misalnya, memperlebar ruang, menyiapkan ruang khusus istirahat, bahkan BCA telah menyediakan transportasi antar-jemput bagi karyawan yang mesti ke kantor.

Direktur Operasional BRI Syariah Fahmi Subandi memastikan tiap elemen patuh pada protokol untuk menghadapi kenormalan baru. Protokol itu berupa mewajibkan pekerja dan pengunjung mengenakan masker, memberlakukan pembatasan fisik minimal 1 meter, dan memantau status kesehatan karyawan. Jam pelayanan nasabah BRI Syariah di kantor cabang pun menjadi pukul 08.30-15.00. Menurut Fahmi, nasabah dapat memanfaatkan layanan BRIS Online. Sejak imbauan berkegiatan di tempat tinggal berlaku, pertumbuhan penggunaan layanan perbankan secara dalam jaringan mencapai 36 persen dibandingkan dengan biasanya.

Sementara Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rully Setiawan mengatakan, dalam menjalani fase normal baru, Bank Mandiri akan melanjutkan protokol yang telah dilakukan sejak periode pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlangsung diantaranya pegawai yang bekerja di kantor diprioritaskan berusia 45 tahun ke bawah dan menjalankan tes cepat (rapid test) Covid-19.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Amam Sukriyanto mengatakan, berbagai inisiatif digital disiapkan perusahaan untuk dapat beradaptasi dengan kondisi normal baru yang berbeda dari sebelumnya. BRI mematangkan berbagai layanan perbankan yang terintegrasi sehingga masyarakat tetap nyaman bertransaksi di tengah pembatasan sosial. Bank BRI telah menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 di seluruh kantor BRI. BRI juga melanjutkan penerapan sistem terpusat di Banking Command Center dan menyiapkan protokol Business Continuity Management dengan tetap menaruh perhatian terhadap kesehatan pekerja agar dapat melayani masyarakat.

Pilihan Editor