Nasabah Alihkan Dana ke Bank Besar
Bank terlibat persaingan memperebutkan dana nasabah untuk menjaga likuiditas di tengah pelemahan ekonomi akibat wabah Covid-19. Direktur Utama Bank Ina Perdana, Daniel Budirahayu, mengatakan dana nasabah cenderung beralih dan terparkir di bank besar.
Menurut Daniel, ketersediaan likuiditas menjadi prioritas seiring dengan kebijakan restrukturisasi kredit yang mengganggu arus kas perbankan. Di tengah kondisi ini, bank-bank kecil dan menengah terpaksa menaikkan tingkat bunga simpanan atau deposito untuk menarik deposan. Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Informasi Pasar Uang Bank Indonesia, hingga kemarin bunga deposito tertinggi bank saat ini mencapai 6 persen.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah, mengatakan simpanan masyarakat di bank sebenarnya masih bertumbuh dan fluktuasi dana simpanan wajar terjadi, sehingga menimbulkan risiko bagi bank. Halim mengatakan saat ini nasabah cenderung lebih konservatif karena tingkat konsumsi yang menurun. Dia memperkirakan tren peningkatan simpanan dan dana pihak ketiga (DPK) masih akan berlanjut. Halim pun mengimbau nasabah untuk tidak khawatir karena simpanan di perbankan hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank dijamin oleh LPS.
Otoritas Jasa Keuangan memastikan industri perbankan saat ini dalam kondisi stabil dan terjaga. Tingkat rasio kecukupan modal (CAR) berada di posisi 22,13 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,89 persen.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023