;
Tags

Kredit

( 575 )

Debitur Sektor Hotel dan Wisata Masih Pemulihan

HR1 22 Aug 2022 Kontan

Seiring pulihnya ekonomi, restrukturisasi kredit perbankan terdampak Covid-19 melandai. Kendati begitu, outstanding restrukturisasi masih cukup besar. Adapun relaksasi restrukturisasi Covid-19 yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hanya berlaku hingga Maret 2023. Jika tidak diperpanjang maka kemungkinan besar rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perbankan akan melonjak. Direktur Manajemen Risiko Bank BNI, David Pirzada mengungkapkan, debitur yang sulit bangkit masih berasal dari sektor hotel, akomodasi, dan pariwisata. Terutama di Bali yang memang mengandalkan lalu lintas turis mancanegara. "Kalau hanya dari peningkatan turis domestik, masih belum akan bisa mengangkat kondisi sektor pariwisata di Bali," kata David, Minggu (21/8). Sementara sektor-sektor lain sudah menunjukkan perbaikan. Ke depan BNI akan terus lakukan pemetaan terhadap debitur-debitur yang masih perlu restrukturisasi. Mengantisipasi risiko kredit tersebut, BNI sudah melakukan pencadangan 20% terhadap seluruh portofolio restrukturisasi Covid-19.

KREDIT ULTRA MIKRO : Bumdes Bali Jadi Percontohan

HR1 19 Aug 2022 Bisnis Indonesia

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memilih Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Gentha Persada di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung sebagai proyek percontohan terkait dengan penyaluran kredit ultra mikro kepada pelaku usaha mikro. Proyek percontohan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pengembangan pelaku usaha mikro yang ada di desa wisata seperti Tibubeneng. Bumdes Tibubeneng dinilai mampu mengelola kredit secara profesional, penilaian tersebut mengacu kepada berjalannya koperasi yang dikelola oleh Bumdes. Direktur Bumdes Gentha Persada Tibubeneng I Putu Ramaditya Mardhayiska mengatakan bahwa potensi penyaluran kredit ultra mikro mencapai Rp 40 miliar, dengan sasaran kepada 2.230 pelaku UMKM.

Semester I, Penyaluran Kredit KCLN BNI Tumbuh 19%

KT1 11 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) tetap mencatatkan kinerja positif pada bisnis internasional di tengah gejolak ekonomi global. Sampai dengan semester I-2022, kantor cabang luar negeri (KCLN) BNI telah menyalurkan kredit Rp 61,2 triliun atau tumbuh 19% dibandingkan semester I-2021. "Selain itu, volume transaksi trade tumbuh 29,5% selama semester I-2022.
BNI juga berhasil membukukan transaksi trade senilai US$ 31,2 miliar,” kata Direktur Treasury and International Banking BNI Henry Panjaitan dikutip Rabu (10/8). BNI juga mencatatkan pertumbuhan bisnis remitansi sebesar 33,8% dengan volume transaksi US$ 50,8 miliar. Transaksi tersebut berasal dari korporasi dan ritel termasuk tenaga kerja Indonesia (TKI) yang didukung oleh platform BNI. “Ke depan kami akan menambahkan layanan untuk transaksi internasional. Salah satunya melalui optimalisasi syndication desk yang sudah

Laba Bersih Bank Mandiri Rp 20,2 Triliun

KT3 29 Jul 2022 Kompas

Total kredit Bank Mandiri hingga akhir triwulan II-2022 mencapai Rp 1.138 triliun, tumbuh 12,2 % dibandingkan periode sama tahun lalu. Kinerja kredit tersebut mendorong laba bersih tumbuh 61,7 % menjadi Rp 20,2 triliun. Demikian disampaikan Dirut  Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam paparan kinerja Bank Mandiri triwulan II-2022 di Jakarta Kamis (28/7). (Yoga)

MENGUNGKIT PENYALURAN KREDIT

HR1 29 Jul 2022 Bisnis Indonesia (H)

Ancaman resesi global yang berisiko menekan perekonomian Indonesia rupanya tak menyurutkan keyakinan perbankan nasional. Mereka optimistis penyaluran kredit masih dapat digeber di sisa tahun ini, melanjutkan kinerja moncer pada semester I/2022. Sejumlah bank yang telah menyampaikan laporan keuangan semester I/2022 optimistis pertumbuhan kredit dapat menembus dua digit pada pengujung 2022. PT Bank Central Asia Tbk. malah pede mengerek target pertumbuhan penyaluran kredit dari semula 6%—8% menjadi 10% pada 2022. Sementara itu, bank-bank besar lain menjaga target pertumbuhan kredit di level dua digit. Contohnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang mematok target kredit tumbuh 11% tahun ini, PT Bank CIMB Niaga Tbk. mengincar pertumbuhan 10%, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memproyeksikan kredit perseroan tumbuh antara 9%—11%. Faktanya, sampai dengan Juni 2022, sebanyak enam bank dengan aset terbesar yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank Pan Indonesia Tbk., dan PT Bank BTPN Tbk. mencatat pertumbuhan kredit antara 5%—12% hingga semester I/2022. Seluruh bank itu mewakili sekitar 53% dari total aset industri perbankan nasional yang nilainya lebih dari Rp10.000 triliun. Pertumbuhan penyaluran kredit pada semester I/2022 juga dibukukan oleh Bank Pan Indonesia (Panin). Presiden Direktur Bank Panin Herwidayatmo menyatakan total kredit perseroan mencapai Rp131,51 triliun, naik 5,34% year-to-date (YtD). Penyaluran kredit dapat dijadikan sebagai salah satu indikator ekspansi dunia usaha karena pembiayaan yang diperoleh korporasi dipakai untuk menopang aktivitas bisnis yang menjadi salah satu mesin ekonomi nasional.


Akhir Juni Kredit Mikro Perbankan Meningkat 11,3%

KT1 27 Jul 2022 Investor Daily (H)

Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) per Juni 2022 tumbuh 17,6% secara year on year (yoy). Pencapaian tersebut utamanya didorong dari kredit mikro yang meningkat signifikan 113,7% (yoy).  Berdasarkan data Analisis Uang Beredar posisi Juni yang dipublikasi BI, standing senilai Rp 1.217,5 triliun kredit UMKM  atau tumbuh 17,6% (yoy). Dirinci dari skala usaha, kredit mikro tumbuh 113,7% (yoy) menjadi Rp 421,2 triliun. Pertumbuhan pada Juni lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat naik 108,7% (yoy). Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan kredit  UMKM didorong baik oleh kredit modal kerja maupun kredit investasi. Kredit modal kerja mengalami pertumbuhan tinggi 20,2%
(yoy) dengan kredit yang disalurkan Rp 924,6 triliun, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang naik 19,7% (yoy). Untuk kredit investasi juga tumbuh lebih tinggi dari 9,4% (yoy) per Mei menjadi 10,2% (yoy) per Juni dengan kredit Rp 293 triliun. (Yetede)
 
 


Tumbuh 10,3% Outstanding Kredit Juni Capai Rp 6.156 Triliun

KT1 23 Jul 2022 Investor Daily (H)

Bank Indonesia (BI) mencatat, outstanding penyaluran  kredit perbankan mencapai Rp6.156,2 triliun pada Juni 2022, tumbuh 10,3% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan  penyaluran kredit pada bulan sebelumnya yang sebesar 8,7% (yoy) atau mencapai Rp 5.996,6 triliun. Peningkatan pertumbuhan kredit terjadi pada golongan debitur korporasi maupun perorangan. Kredit kepada korporasi meningkat 12,5% (yoy) per Juni menjadi Rp3.197,4 triliun, lebih tinggi dari Mei menjadi 9,7% (yoy). Sementara itu kredit kepada perorangan  juga tumbuh lebih tinggi dari 9% per Juni 2022 dengan penyaluran kredit Rp2.914,1 triliun. Berdasarkan jenis penggunaan, akselerasi penggunaan kredit pada Juni 2022 terjadi baik pada kredit modal  kerja, investasi, maupun konsumsi. Kredit modal kerja, investasi, maupun konsumsi, meningkat 12,6% (yoy) menjadi Rp 2.882,4 triliun pada Juni 2022 lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tumbuh 10,9% (yoy) Peningkatan kredit modal kerja terjadi pada sektor industri pengolahan, serta sektor keuangan , real estat dan jasa perusahaan. (Yetede)

Permintaan Kredit Korporasi Meningkat

KT3 19 Jul 2022 Kompas

Berdasarkan survei, permintaan pembiayaan baru korporasi Juni 2022 terindikasi meningkat. Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 16,4 %, lebih tinggi dari SBT Mei 2022 sebesar 12,1 %. Penyaluran kredit baru oleh perbankan pada Juni 2022 juga meningkat. Demikian keterangan Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Senin (18/7). (Yoga)

Peternak Sulit Bayar Kredit

KT3 15 Jul 2022 Kompas

Sejumlah peternak yang hewan ternaknya terkena penyakit mulut dan kuku atau PMK kesulitan membayar dana yang mereka pinjam dari lembaga keuangan. Sementara dana penggantian sebesar Rp 10 juta per ekor ternak yang dimusnahkan atau dipotong paksa, sebagaimana dijanjikan pemerintah, belum jelas. Berdasarkan data di Siagapmk.id, Kamis (14/7) pukul 20.15 WIB, sebanyak 366.888 ekor hewan dinyatakan sakit. tersebar di 251 kabupaten/kota di 22 provinsi serta mencakup 2.439 ekor hewan mati, 3.721 ekor dipotong bersyarat, 140.726 ekor sembuh, dan 220.002 ekor belum sembuh. Adapun vaksin telah diberikan pada 498.893 ekor hewan. Jatim menjadi provinsi dengan jumlah hewan terjangkit PMK paling banyak, yakni 143.281 ekor. Dari lima besar daerah dengan populasi sapi potong terbesar di Indonesia, tinggal NTT yang masih bebas PMK.

Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika pada kamis, mengatakan, pihaknya memediasi peternak dan bank karena sejumlah peternak mengalami kredit macet. Perwakilan Kementan juga dihadirkan dalam mediasi itu. Pemerintah mesti segera menangani kerugian peternak akibat PMK. ”Dalam keadaan seperti itu, sapi mati, (peternak) stres, lalu ditagih tagih debt collector (juru tagih). Kredit macet ini harus segera ditangani,” ujarnya. Sekjen Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Robi Agustiar membenarkan, peternak sulit membayar kredit karena ternaknya terdampak PMK. ”Lumayan banyak, ya, terutama pada sapi perah. Kalau intervensi dari pemerintah, setahu saya masih dalam proses pembicaraan,” ujarnya. Ketum Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Jabar, Aun Gunawan mengatakan, khusus anggota KPBS, pinjaman tidak melalui bank, tetapi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kemenkop dan UKM Terkait ini, kami mengajukan relaksasi dan sudah disetujui. Jadi, tak mencicil bunga maupun pokok selama dua tahun,” kata Aun. (Yoga)


KENAIKAN PERMINTAAN KREDIT : CERMAT HADAPI TEKANAN LIKUIDITAS

HR1 07 Jul 2022 Bisnis Indonesia

Pengelolaan likuiditas dan strategi penghimpunan dana perlu diantisipasi oleh pelaku industri perbankan menghadapi tren permintaan kredit yang meningkat. Satu sisi, kebijakan bank sentral terkait giro wajib minimum mulai menekan likuiditas. Berdasarkan laporan indikator likuiditas bulanan yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode Mei 2022, pertumbuhan kredit diproyeksikan akan terus meningkat bertahap seiring dengan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut. Dalam laporan itu disebutkan bahwa dalam pengelolaan portofolio kredit baru, bank akan melakukan secara selektif dengan terus melakukan pemantauan terhadap kinerja operasional debitur. “Pemulihan ekonomi secara langsung berdampak pada peningkatan permintaan kredit terutama dari aktivitas korporasi dan rumah tangga. Pada saat yang sama, meningkatnya aktivitas usaha tersebut mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga tumbuh lebih stabil,” tulis laporan LPS dikutip Rabu (6/7). Dalam laporan itu, kebijakan giro wajib minimum (GWM) yang dilakukan oleh Bank Indonesia sudah menyerap likuiditas bank kurang lebih Rp110 triliun. Terkait kinerja penyaluran kredit, sejumlah bank berbasis digital makin menunjukkan geliat kinerja yang menjanjikan. Hal ini tergambar dari meningkatnya penyaluran kredit secara signifikan, yang diberikan sepanjang Januari hingga Mei 2022.