;

MENGUNGKIT PENYALURAN KREDIT

Ekonomi Hairul Rizal 29 Jul 2022 Bisnis Indonesia (H)
MENGUNGKIT PENYALURAN KREDIT

Ancaman resesi global yang berisiko menekan perekonomian Indonesia rupanya tak menyurutkan keyakinan perbankan nasional. Mereka optimistis penyaluran kredit masih dapat digeber di sisa tahun ini, melanjutkan kinerja moncer pada semester I/2022. Sejumlah bank yang telah menyampaikan laporan keuangan semester I/2022 optimistis pertumbuhan kredit dapat menembus dua digit pada pengujung 2022. PT Bank Central Asia Tbk. malah pede mengerek target pertumbuhan penyaluran kredit dari semula 6%—8% menjadi 10% pada 2022. Sementara itu, bank-bank besar lain menjaga target pertumbuhan kredit di level dua digit. Contohnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang mematok target kredit tumbuh 11% tahun ini, PT Bank CIMB Niaga Tbk. mengincar pertumbuhan 10%, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memproyeksikan kredit perseroan tumbuh antara 9%—11%. Faktanya, sampai dengan Juni 2022, sebanyak enam bank dengan aset terbesar yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank Pan Indonesia Tbk., dan PT Bank BTPN Tbk. mencatat pertumbuhan kredit antara 5%—12% hingga semester I/2022. Seluruh bank itu mewakili sekitar 53% dari total aset industri perbankan nasional yang nilainya lebih dari Rp10.000 triliun. Pertumbuhan penyaluran kredit pada semester I/2022 juga dibukukan oleh Bank Pan Indonesia (Panin). Presiden Direktur Bank Panin Herwidayatmo menyatakan total kredit perseroan mencapai Rp131,51 triliun, naik 5,34% year-to-date (YtD). Penyaluran kredit dapat dijadikan sebagai salah satu indikator ekspansi dunia usaha karena pembiayaan yang diperoleh korporasi dipakai untuk menopang aktivitas bisnis yang menjadi salah satu mesin ekonomi nasional.


Download Aplikasi Labirin :