Kredit
( 575 )Bunga Kredit Meningkat, Beban Hidup Makin Berat
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyentil bankir. Kata bendahara negara itu, di tengah tingginya tren kenaikan suku bunga, masyarakat semakin terbebani karena bunga cicilan semakin meningkat dan mahal.
Menkeu bilang, jika bicara suku bunga atau interest rate naik, "Anda menari-nari di atas penderitaan semua orang," tandas Ani, panggilan karibnya di acara CEO Banking Forum, Senin (9/1).
Jika bicara data, Menkeu tak salah. Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang sudah naik di semua segmen sejak Juli tahun 2022, ketika Bank Indonesia pertama kali menggerek bunga acuan.
Rata-rata SBDK kredit korporasi naik dari 7,9% di Juli 2022 menjadi 8,06% di Oktober 2022. Lalu, kredit ritel naik dari 8,95% menjadi 9,09%, kredit mikro terkerek dari 10,46% menjadi 10,5%. kredit pemilikan rumah (KPR) dari 8,57% menjadi 8,66%. Kredit non-KPR merangkak 9,43% menjadi 9,54%.
Tapi, bunga kredit riil bisa lebih tinggi dari itu.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut saat ini inflasi mulai terkendali. Ia ingin bunga kredit tidak naik berlebihan. Alasan BI menaikkan suku bunga acuan untuk mengendalikan inflasi dan mendorong kenaikan imbal hasil surat berharga negara. Agar dana asing kembali masuk ke Tanah Air sehingga rupiah menguat. “Kami pastikan likuiditas lebih dari memadai,” ujar Perry belum lama ini.
Kredit Perbankan Tumbuh 11,16 Persen
Per November 2022, kredit perbankan tumbuh 11,16 % secara tahunan, sedangan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,78 %. Tingkat pertumbuhan kredit dan DPK tersebut telah melampaui level prapandemi Covid-19. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, Selasa (10/1) menyampaikan, kinerja industri perbankan selama 2022 mampu menahan tekanan global. (Yoga)
BP Tapera Target Salurkan Rp 25,18 Triliun
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menargetkan dapat menyalurkan Rp 25,18 triliun dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) pada 2023. Bantuan itu untuk 220.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Komisioner BP Tapera, Adi Setianto, di Jakarta, Rabu (28/12) mengatakan, BP Tapera bekerja sama dengan 7 bank nasional dan 33 bank pembangunan daerah untuk menyalurkan dana tersebut. (Yoga)
Adhi Karya Dapat Jaminan Pendanaan Tol
Proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta International Airport yang dikerjakan PT Adhi Karya (Persero) Tbk mendapat jaminan pendanaan berupa kredit sindikasi Rp 9,89 triliun. Dana diberikan ke PT Jogja Solo Marga Makmur sebagai badan usaha jalan tol itu. ”Kredit sindikasi ini akan digunakan untuk pembangunan tahap I,” kata Dirut Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson, Selasa (27/12). (Yoga)
Jelang Akhir Tahun Kredit Korporasi Meningkat 15%
JAKARTA, ID – Industri perbankan berhasil menyalurkan kredit korporasi sebesar Rp 3.234,9 triliun per November 2022. Nilai tersebut meningkat pesat 15% secara year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan kredit korporasi pada Oktober 2022 yang tumbuh 14% (yoy). Sementara itu, secara total, perbankan nasional mencatat outstanding kredit menembus Rp 6.317,7 triliun per November 2022 yang ditopang kredit konsumsi. Penyaluran kredit tersebut meningkat 10,8% (yoy), cenderung melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 11,7% (yoy). Berdasarkan data Uang Beredar Bank Indonesia (BI) yang dirilis Jumat (23/12/2022), perkembangan kredit terjadi pada debitur korporasi yang mencatat pertumbuhan 15% (yoy) mencapai Rp 3.234,9 triliun dan debitur perorangan yang tumbuh 8,1% (yoy) mencapai Rp 3.034,6 triliun, serta debitur lainnya Rp 48,1 triliun per November 2022. Sementara itu, dari jenis penggunaan, perkembangan penyaluran kredit pada November disebabkan kredit modal kerja (KMK) dan kredit investasi (KI) yang tumbuh melambat, sedangkan kredit konsumsi tumbuh lebih tinggi. (Yetede)
Sektor Investasi Pulihkan Penyaluran Kredit Perbankan
JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran kredit perbankan hingga Oktober 2022 naik 11,95% secara tahunan (year on year). Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan kredit tahunan periode yang sama 2021 sebesar 5,24%. Ketua Dewan Komisioris OJK, Mahendra Siregar, menyebut laju kredit perbankan di topang oleh kredit investasi yang naik 13,65%. Angka ini jauh lebih baik dibanding penyaluran kredit investasi pada 2021 yang berkontraksi 4,10%. "Sedangkan secara month to month, nominal kredit perbankan naik Rp6.333,51," ujarnya, kemarin. Sektor lain yang juga penyumbang pertumbuhan kredit tertinggi ialah kredit modal kerja yang tumbuh konsumsi 5,24%. Meski laju penyaluran kredit terus meningkat, risiko kredit justru terus menurun. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross perbankan sebesar 2,72%. (Yetede)
Napas Panjang Tiga Sektor Usaha
Erwan Nugroho, Ketua Komunitas Jip Wisata Tlogo Putri semringah. Aktivitas pariwisata di kawasan Kaliurang, Sleman, Yogyakarta itu berangsur-angsur pulih. Banyak wisatawan berdatangan untuk menikmati eksotika alam di lereng Gunung Merapi tersebut. Maklum, sejak pandemi Covid-19 melanda pada awal 2020, kunjungan wisatawan menuju kawasan itu sepi. Sebagian besar masyarakat di lereng Merapi yang bergantung dari kegiatan wisata, tidak bisa bekerja dan berkegiatan secara normal. Menurut Erwan, terhentinya kegiatan wisata membuat pendapatan berkurang. Warga dengan usaha sewa jasa jip yang sebagian besar dibeli dengan cara mengangsur lewat bank, kesulitan memenuhi kewajibannya. Potret bisnis jasa jip wisata ini bisa jadi merupakan bagian dari satu sektor usaha yang bisa bernapas lebih panjang sejalan dengan perpanjangan restrukturisasi kredit dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Regulator memperpanjang relaksasi kredit restrukturisasi di tiga sektor usaha hingga 31 Maret 2024. Adapun untuk sektor lainnya, tetap dapat melanjutkan restrukturisasi sampai dengan 31 Maret 2023. Tiga segmen usaha yang memperoleh perpanjangan restrukturisasi yakni segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), lalu segmen penyediaan akomodasi dan makan-minum, serta segmen usaha yang menyediakan lapangan kerja besar, yaitu industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri alas kaki. “Sementara itu, kebijakan restrukturisasi kredit/pembiayaan yang ada dan bersifat menyeluruh dalam rangka pandemi Covid-19 masih berlaku sampai Maret 2023,” katanya. Dalam laporan tahunan 2021, bank sentral mencatat terdapat tiga sektor seperti industri makanan minuman, industri kimia, dan industri otomotif dan alat angkutan lainnya yang dari sisi kesiapan bank dan pelaku industrinya siap untuk mendapat penyaluran kredit. Di satu sisi, ada pula sektor usaha seperti industri logam dasar dan industri alas kaki yang pelaku bank siap menyalurkan kredit, tapi pelaku usahanya belum siap mendapat kucuran. Satu kelompok lain yakni industri tektil dan produk tekstil tercatat baik bank maupun sektor usahanya belum percaya diri mendapat kredit.
Masa Restrukturisasi Kredit Diperpanjang
Otoritas Jasa Keuangan memperpanjang masa restrukturisasi kredit dan pembiayaan terdampak Covid-19 dari sebelumnya berakhir 31 Maret 2023 menjadi 31 Maret 2024. Direktur Humas OJK Darmansyah, Senin (28/11) menjelaskan, perpanjangan ini hanya ditujukan untuk UMKM, sektor akomodasi, makanan minuman, dan industri penyerap lapangan kerja besar. (Yoga)
OJK Perpanjangan Restrukturisasi Kredit
JAKARTA, ID -- Mengantisipasi ancaman resesi ekonomi global, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang restrukturisasi kredit perbankan dan pembiayaan, dari 31 Maret 2023 ke 31 Maret 2024. Pada September 2022, kredit perbankan yang masih dalam proses restrukturisasi sebesar Rp 519,64 triliun dengan jumlah nasabah 2,63 juta. Perpanjangan restrukturisasi disambut positif kalangan bankir. Kebijakan ini diharapkan mampu mencegah pelaku usaha dari beban kredit dan pembiayaan yang terlalu berat serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi. Dimulai Maret 2020, saat ekonomi Indonesia diterjang pandemi, restrukturisasi kredit perbankan dan pembiayaan yang awalnya berakhir 31 Maret 2022, diperpanjang setahun ke 31 Maret 2023. Perpanjangan relaksasi kredit ini juga berlaku bagi BPR dan BPRS. Kini, OJK memberikan perpanjangan lagi hingga 31 Maret 2024 agar lembaga keuangan tetap sehat dan pelaku usaha bisa tetap eksis. “Dari sana kelihatan bahwa ada sektor-sektor tertentu dan industri- industri tertentu yang memang masih mengalami scarring effect atau luka memar,” ungkap Mahendra saat ditemui usai Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI DPR RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2022). (Yetede)
Bunga Kredit Mulai Mekar, Cicilan KPR Makin Melar
Tak harus menunggu lama, bunga kredit pemilikan rumah (KPR) sudah mulai mendaki. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 1,75% sejak awal tahun ke level 5,25% telah mengerek bunga simpanan dan bunga kredit. Segmen KPR menjadi salah satu yang paling reaktif terhadap kenaikan bunga acuan bank sentral. Buktinya, cicilan KPR sejumlah nasabah sudah mulai naik.
Manajemen CIMB Niaga dalam suratnya menyebut, pemberitahuan penyesuaian bunga adalah bagian yang tak terpisahkan dengan perjanjian kredit dengan kondisi, syarat dan ketentuan lain dari perjanjian kredit tetap berlaku.
Bankir memang bilang, kenaikan suku bunga acuan akan berdampak pada kenaikan suku bunga dana. Sehingga juga berdampak pada suku bunga kredit, termasuk KPR.
Pilihan Editor
-
John Riady: Jangan Khawatir Bubble Start-up
06 Sep 2021 -
Kebocoran Data Seolah Dibiarkan Terus Terjadi
04 Sep 2021 -
Perusahaan Rokok Besar Menikmati Insentif Cukai
04 Sep 2021









