;
Tags

Kredit

( 575 )

Kredit Mikro Bunga 0% Tanpa Merugikan Bank

KT1 22 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Kredit dengan bunga 0% untuk usaha mikro yang sulit mengakses pinjaman perbankan sangat mungkin diwujudkan lewat mekanisme subsidi tanpa merugikan bank penyalur. Dana pinjaman itu bisa disediakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pos jaring pengaman sosial, CSR atau Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN, serta pendanaan kerja sama pemerintah bersama Bank Indonesia. Usulan bunga 0% untuk kredit usaha mikro disampaikan Menteri Badan  Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kepada Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, guna mendorong pendanaan murah bagi para pelaku usaha rakyat ini. Usulan itu juga telah mendapat lampu hijau dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai usulan Menteri Erick Thohir untuk memberikan bunga kredit 0% efektif untuk meningkatkan kemampuan usaha mikro, khususnya yang beromzet maksimal Rp 2 miliar per tahun. Data BI menunjukkan, kredit usaha mikro baru sebesar Rp 532,7 triliun atau 8,4% dari total kredit perbankan yang pada tahun 2022 mencapai Rp 6.318,8 triliun. (Yetede)

Menanti Skema Kredit Mikro 0%

HR1 22 Feb 2023 Kontan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengusulkan bunga kredit usaha mikro bisa 0%. Guna meloloskan usulan itu, Kementerian BUMN telah menemui Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Dalam pernyataan resmi pada Senin (20/2), Erick bilang, sudah mengutus dua Wakil Menteri BUMN untuk membahas ini dengan BI. Ia juga mengaku usulan ini telah mendapat lampu hijau dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu. Ambil contoh Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menjadi program subsidi pemerintah. Bunga KUR super mikro dengan plafon pinjaman hingga Rp 10 juta saat ini hanya 3%. Sementara bunga KUR dengan plafon di atas itu berjenjang dari 6%-9%. Dengan bunga KUR yang berlaku saat ini, plafon anggaran penyaluran KUR pemerintah sudah sebesar Rp 450 triliun di 2023. Sementara Direktur Utama PT Bank INA Perdana Tbk Daniel Budirahayu mempertanyakan, kalau bunga kredit mikro menjadi 0%, siapa yang harus menanggung biaya bunga dana pihak ketiga (DPK) perbankan. Adapun ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah menilai usulan itu bagus saja tapi kebijakan ini berpotensi tidak berkesinambungan. Selain itu kebijakan ini berpotensi mendistorsi pasar keuangan.

Tebar KUR Berbunga Mini Bebas Jaminan Tambahan

HR1 17 Feb 2023 Kontan (H)

Pemerintah masih terus menebar kemudahan bagi para pelaku usaha kecil lewat fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Di aturan terbaru, selain mempermudah fasilitas KUR, tahun 2023 ini, pemerintah juga menaikkan plafon KUR hingga Rp 470 triliun. Lewat Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No 1/ 2023 yang terbit akhir Januari 2023, bunga KUR diterapkan berjenjang. Bunga KUR super mikro 3% dengan plafon maksimal Rp 10 juta dan jangka waktu hingga 3 tahun sedangkan untuk investasi sampai 5 tahun. KUR dengan plafon Rp 10 juta hingga Rp 100 juta memiliki tenor sama dengan KUR super mikro. Suku bunga  tergantung tipe calon penerima KUR.  Bagi calon debitur yang pertama kali mengakses KUR mikro dikenakan bunga 6%, kedua kali 7%, ketiga kali 8%, dan keempat kali 9%. Suku bunga ini juga berlaku berjenjang bagi debitur KUR il dengan plafon Rp 100 juta- Rp 500 juta, namun  tenor lebih lama untuk kredit modal kerja 4 tahun dan investasi 5 tahun. Hanya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahedra Siregar menyebut, KUR  tanpa penjaminan tambahan akan membuat bank lebih selektif. "Supaya di belakang hari tidak menjadi kredit macet, tak asal kasih tanpa melihat kelayakan," ujar Mahendra, Kamis (16/2). Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Aestika Oryza Gunarto memproyeksi, kebijakan itu tidak berdampak signifikan. Dalam pengendalian kualitas KUR mikro, BRI berpedoman pada penilaian kelayakan usaha, bukan pada agunan.

Bank Mandiri Bidik Pertumbuhan KPR Dua Digit

KT1 13 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk optimistis bisnis kredit pemilikan rumah (KPR) di tahun ini bisa tumbuh dua digit. Guna mendorong pertumbuhan tersebut, perseroan menggelar properti expo bertajuk Find Your Property (FYP) Fest 2023 untuk memudahkan akses nasabah dalam mencari hunian impian. Optimisme tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat yang membaik tahun ini. Sampai dengan akhir 2022 Bank Mandiri telah menyalurkan KPR mencapai Rp 50,1 triliun, tumbuh 8,4% secara year on year (yoy). Pencapaian tersebut juga turut menyumbang peningkatan kredit konsumer Bank Mandiri yang tumbuh 11,6% (yoy) menjadi Rp 102,8 triliun di akhir tahun lalu. SVP Consumer Loans Bank Mandiri Dessy Wahyuni mengatakan, Dessy mengatakanbahwa pameran properti tersebut menjadi momentum Bank Mandiri untuk mencapai target kredit khususnya pada lini bisnis KPR. Sementara, dari FYP Fest 2023, perseroan menargetkan pengajuan aplikasi KPR hingga Rp 1 triliun. “Ini dapat mendukung pencapaian target pertumbuhan KPR tahun ini yang doubel digit, karena tahun lalu itu 8,4%,” ujar Dessy.

OJK Optimis Kredit Tahun Ini Bisa Tumbuh 12%

HR1 08 Feb 2023 Kontan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis permintaan kredit masih akan berlanjut tumbuh tahun 2023 meskipun tantangan ekonomi global masih besar. Oleh karena itu, regulator menargetkan kredit bakal tumbuh sekitar 10%-12% tahun ini. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut akan diimbangi dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang diperkirakan akan tumbuh di kisaran 7%-9%. "Optimisme tersebut juga berlanjut pada tahun ini, tercermin dengan besarnya investasi non residen pada SBN (Surat Berharga Negara) di tahun ini Januari 2023 yang mencatatkan pembelian netto sebesar Rp 49,7 triliun, ujarnya, Senin (6/2)."

Untung Besar Berkat Penyaluran Kredit

KT1 06 Feb 2023 Tempo

JAKARTA-Perbankan nasional menuai keuntungan berlipat sepanjang tahun lalu. Hal ini ditopang penyaluran kredit yang kembali menguat seiring dengan pemulihan perekonomian. PT Bank Mandiri (persero) Tbk, misalnya, mencatatkan laba bersih Rp 41,2 triliun, atau tumbuh 46,9% dibanding pada 2021. Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menuturkan kinerja intermediasi yang meningkat merupakan refleksi dari kondisi makro ekonomi yang membaik, didukung oleh kebijakan strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas perekonomian. "Sampai akhir 2022, kredit perseroan secara konsolidatif mampu tumbuh positif 14,48% menjadi Rp 1.202,2 triliun," ujar Darmawan, akhir pekan lalu. Capaian tersebut melebihi rata-rata pertumbuhan kredit indutsri sebesar 11,35%. Darmawan merinci, berdasarkan segmennya, kredit yang disalurkan Bank Mandiri didominasi oleh kredit korporasi yang mencapai Rp 414,1 triliun, atau tumbuh 11,8% dibanding pada periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp 370,2 triliun. (Yetede)

Laba Bersih Bank-bank Besar Tumbuh Signifikan

KT3 01 Feb 2023 Kompas

Sejumlah bank papan atas mencatat pertumbuhan laba bersih yang signifikan sepanjang tahun 2022. Kinerja tersebut ditopang terutama penyaluran kredit yang makin deras seiring dengan pulihnya perekonomian. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, bank terbesar kedua nasional, mencatat laba bersih tahun 2022 sebesar Rp 41,2 triliun, bertumbuh 46,9 % secara tahunan. Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Selasa (31/1) di Jakarta, mengatakan, kinerja yang solid ini tak lepas dari kondisi makroekonomi yang membaik, didukung kebijakan strategis pemerintah dan regulator dalam menjaga stabilitas perekonomian. Menurut Darmawan, pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang oleh optimalisasi fungsi intermediasi yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Hingga akhir 2022, kredit perseroan secara konsolidasi tumbuh 14,48 %menjadi Rp 1.202,2 triliun.

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo menjelaskan, pertumbuhan kredit itu  ditopang semua segmen. Kredit Bank Mandiri didominasi kredit korporasi yang mencapai Rp 414,1 triliun, tumbuh 11,8 %. Adapun kredit komersial tumbuh 13 % menjadi Rp 196,3 triliun. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk, bank terbesar ketiga nasional, mencatat laba bersih 2022 sebesar Rp 40,7 triliun,  bertumbuh 29,6 % dibandingkan tahun sebelumnya. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, pekan lalu, mengatakan, kinerja tersebut ditopang penyaluran kredit Rp 711,3 triliun atau naik 11,7 % secara tahunan. Capaian ini melebihi target yang ditetapkan awal 2022, yakni 8-10 %. Adapun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, bank terbesar keempat nasional, mencatat laba bersih tahun 2022 sebesar Rp 18,31 triliun, bertumbuh 68 % secara tahunan. Penyaluran kredit BNI mencapai Rp 646,19 triliun atau bertumbuh 10,9 % secara tahunan. ”BNI menutup 2022 dengan kinerja yang berhasil melampaui konsensus pasar. Ini merupakan perolehan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah BNI,” ujar Diruta BNI Royke Tumilaar, pekan lalu.(Yoga)


Suku Bunga Naik, Kredit Rumah Tetap Diminati

KT3 28 Jan 2023 Kompas

Pembelian rumah menggunakan kredit pemilikan rumah atau KPR diyakini masih akan tetap diminati. Kenaikan suku bunga acuan BI belum berdampak signifikan terhadap kenaikan bunga KPR. Chief Economist and Industry Research BCA David Sumual saat dihubungi, Jumat (27/1) di Jakarta mengatakan, ruang bagi BI untuk menaikkan suku bunga acuan tetap terbuka. Apalagi, inflasi masih cenderung tinggi pada awal 2023, terutama datang dari sektor jasa, maksud berupa kenaikan biaya sewa, kontrakan, dan penyesuaian gaji atau upah.

Sejak Agustus 2022 hingga Januari 2023, BI telah menaikkan suku bunga acuan enam kali berturut-turut dengan total kenaikan 225 basis poin. Sejumlah perbankan saat ini masih mempertahankan program keringanan uang muka, seperti uang muka nol %. Bunga KPR relatif masih rendah dan berada di level single digit. Ditambah lagi, terdapat kenaikan upah minimum tahun 2023 berkisar 5-8 %. Sejumlah perusahaan juga menyesuaikan besaran gaji bagi karyawan tetap mereka. ”Saya rasa, ’stimulus-stimulus’ seperti itu akan mendorong orang tetap berburu rumah dengan KPR. Pada semester I-2023, pembelian rumah yang memakai skema KPR masih akan cukup kencang,” kata David. (Yoga)


Kredit Tumbuh Signifikan

KT3 24 Jan 2023 Kompas

Kendati perekonomian global dan domestic tahun ini diperkirakan mengalami perlambatan dan diliputi ketidakpastian, penyaluran kredit perbankan nasional diproyeksikan tetap tumbuh signifikan lantaran perekonomian Indonesia masih akan tumbuh baik dengan ditopang konsumsi masyarakat yang kuat sehingga memicu permintaan kredit. Mengutip Survei Perbankan yang dirilis BI, pertumbuhan kredit pada 2023 diperkirakan mencapai 8,9 %. Kendati lebih rendah dari realisasi pertumbuhan kredit bank tahun 2022 di 11,35 %, perkiraan pertumbuhan kredit 2023 masih lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 yang realisasinya 5,2 %.

Prioritas utama perbankan adalah penyaluran kredit modal kerja, diikuti kredit investasi dan kredit konsumsi. Jenis kredit konsumsi yang menjadi prioritas untuk disalurkan adalah kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen, diikuti kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor. Dilihat dari sektornya, penyaluran kredit triwulan I-2023 akan diprioritaskan pada sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta sektor keuangan. ”Hasil survei ini menunjukkan responden tetap optimistis dengan perkiraan penyaluran kredit ke depan,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, seperti dikutip pada Senin (23/1). (Yoga)


Kredit Perbankan Diproyeksikan Tumbuh 10-12 Persen

KT3 19 Jan 2023 Kompas

Industri perbankan nasional diperkirakan tetap tumbuh signifikan ditengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi tahun ini. OJK memproyeksikan penyaluran kredit perbankan tahun 2023 sekitar 10-12 %. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae optimistis kinerja perbankan nasional bakal positif tahun ini. ”Menurut saya, capaian penyaluran kredit perbankan tahun ini tidak berbeda jauh dengan tahun lalu, yakni di kisaran 10-12 %. Kinerja kredit tahun lalu kami nilai turut mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2022 sebesar 5-5,3 %,” tutur Dian, Rabu (18/1).

Menurut Dian, kinerja perbankan kini telah pulih dan bahkan melampaui pencapaian sebelum pandemi Covid-19. Pertumbuhan kredit perbankan nasional per November 2022 mencapai 11,16 % secara tahunan (year on year/yoy). Adapun dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,78 %. ”Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) net turun menjadi 0,75 % dan pinjaman bermasalah (LAR) turun menjadi 15,12 %,” kata Dian. (Yoga)