;
Tags

Kredit

( 575 )

Permintaan Kredit Akan Tetap Tinggi Tahun Ini

HR1 27 Apr 2023 Kontan

Laju kredit perbankan secara tahunan sedikit melandai pada Maret, dibanding dua bulan sebelumnya. Mengutip data Bank Indonesia (BI), kredit per Maret tumbuh 9,93% year on year (yoy). Sebagai pembanding, kredit per Januari dan Februari masing-masing tumbuh 10,53% dan 10,64% yoy. Industri perbankan dan BI meyakini permintaan kredit tetap tinggi di kuartal kedua hingga akhir tahun. Survei BI menunjukkan permintaan kredit korporasi di triwulan II akan lebih tinggi dari kuartal I. Proyeksi itu terindikasi dari saldo bersih tertimbang (SBT) korporasi 30,0% per Maret 2023, meningkat dari SBT di bulan sebelumnya, yaitu 26%. Survei menyebut, permintaan datang dari sektor pertanian, industri pengolahan, dan penyediaan makanan dan minuman. Secara keseluruhan, BI tetap mempertahankan target pertumbuhan kredit perbankan tahun ini di kisaran 10%-12%. Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin mengatakan, pertumbuhan terutama berasal dari industri yang cukup potensial seperti pengolahan, perdagangan, dan konsumsi rumah tangga. "Kami juga perkirakan permintaan kredit akan terus positif hingga akhir tahun sejalan dengan kondisi prospek ekonomi yang stabil dan PDB tumbuh 5% di 2023,” kata dia, belum lama ini. Penilaian senada datang dari PT Bank BNI Tbk. Namun, bank ini tetap fokus pada kualitas aset, hingga penyaluran kredit akan difokuskan pada  segmen prioritas yakni segmen wholesale serta ekosistem turunannya. “Pertumbuhan kredit kuartal I masih sesuai guidance bisnis, yaitu 7,2% yoy. BNI optimistis menjaga pertumbuhan kredit hingga 10% di tahun ini,” ujar Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati.

Akumulasi Penyaluran KUR BNI Tembus Rp 50 T

KT1 26 Apr 2023 Investor Daily (H)

“Bank Mandiri juga menjaga komunikasi dalam menyampaikan strategi jangka panjang dan pendek kepada investor dan masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan kepada perseroan. Kami masih bisa tumbuh dan membukukan profitabilitas tinggi dengan dukungan kerja keras seluruh pegawai Bank Mandiri,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam konferensi pers, pekan lalu. Tahun ini, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) akan dijaga pada level 5,35,6% dengan menjaga komposisi dana murah (current account saving account /CASA) dan biaya dana stabil. Sedangkan, credit cost dijaga di level 1,3 1,5% dan pertumbuhan kredit berkisar 10-12% (yoy) hingga akhir tahun ini. Darmawan menjelaskan, perseroan telah menyelesaikan global bond US$ 300 juta pada 4 April lalu dengan kupon 5,5% per tahun dengan tenor tiga tahun. Penggunaan dana dari penerbitan tersebut untuk kebutuhan dana valuta asing (valas) untuk membiayai aset valas dengan imbal hasil optimal. Apabila dibutuhkan dan pasar dalam kondisi kondusif, pihaknya menyebut bahwa surat utang menjadi opsi utama Bank Mandiri dalam awal tahun ini.  "Tentunya, kami optimistis dapat menyalurkan KUR sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan pemerintah melalui berbagai terobosan yang akan kami lakukan di tahun ini,” kata Putrama, Selasa (25/4/2023). (Yetede)

Mendorong UMKM Masuk Rantai Pasok Industri

KT3 25 Apr 2023 Kompas

Dace (44) akhirnya putus hubungan dengan tengkulak. Ia tak lagi menerima ijon dari orang-orang yang mengelilingi Desa Tanjungsari di Kabupaten Bogor, Jabar, untuk menawar kopi para petani dengan harga murah, berkat program KUR mikro berbasis kluster yang diterima Dace secara simbolis dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Rabu (12/4). Ia membawa pulang pinjaman Rp 50 juta yang bisa dipakai hingga setahun ke depan untuk mengolah 2 hektar kebun kopi robusta miliknya. ”Ini untuk tambah modal sehari-hari urus kopi. KUR ini sangat membantu untuk beli bibit sama panen. Kalau pakai modal sendiri, petani enggak akan bisa,” kata Dace saat ditemui di selasar kantor Kemenkop dan UKM di Jakarta. Dana KUR itu ia dapat dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Dalam program KUR berbasis kluster itu, Dace dinaungi PT Bogor Kopi Indonesia. Perusahaan itulah yang satu-dua tahun terakhir menggantikan peran tengkulak langganannya sebagai pembeli tetap (offtaker) hasil panen Dace.

Dace hanyalah satu dari sekian petani yang kini menjadi pemasok biji hijau bagi PT Bogor Indonesia. Realino Daru, penyelia pemasaran BNI Bogor, menyebutkan sedikitnya puluhan petani kopi di desa-desa sekitar Tanjungsari bermitra dengan PT Bogor Kopi Indonesia. Seiring waktu hingga pengajuan KUR, lanjut Realino, para petani itu dibina agar mampu meningkatkan kualitas panen kopi sesuai kebutuhan pabrik. ”Standar kopi petani binaan ini jadi grade A. Kapasitas produksinya juga stabil, bisa 2 ton per tahun,” ujarnya. Program KUR berbasis kluster tahun ini makin didorong pemerintah melalui Kemenkop dan UKM. Lewat skema ini, pelaku UMKM, termasuk petani, diharapkan mampu memperkuat peran dalam rantai pasok industri sebagai penyedia bahan baku. Teten Masduki yakin, jika UMKM menjadi bagian dari industri, kesempatan untuk meningkatkan skala ekonomi bisnis akan lebih besar. Begitu pula kualitas dan standar produknya. (Yoga)


Menjelang Lebaran, Kredit Multiguna Mengalir Deras

HR1 18 Apr 2023 Kontan

Perbankan optimistis, kredit konsumer tetap mengalir deras pada momentum  Ramadan dan menjelang Lebaran tahun ini, termasuk di segmen multiguna. Laju pertumbuhannya diprediksi masih lebih tinggi dibanding pada periode jelang Lebaran tahun 2022. Padahal saat itu  pemerintah banyak menabur insentif untuk mendongkrak konsumsi masyarakat. Sebelum memasuki bulan Ramadan, laju kredit multiguna meningkat. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kredit multiguna pada Februari tumbuh 10,3% secara tahunan atau year on year (yoy). Angka tersebut naik dari bulan sebelumnya yang tercatat tumbuh 9,9% yoy. Bank Rakyat Indonesia (BRI) salah satu yang optimistis permintaan kredit multiguna, lewat layanan Briguna,   bakal meningkat selama momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini. Sekretaris Perusahaan BRI, Aestika Oryza Gunarto mengatakan, proyeksi tersebut sejalan dengan tingkat konsumsi masyarakat yang semakin baik. Guna memacu pertumbuhan kredit multiguna, BRI melakukan  digitalisasi proses pengajuan kredit melalui BRImo. Lewat superapps tersebut, nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang untuk mengajukan pinjaman.

Ekonomi Menggeliat, Kredit Jadi Kuat

HR1 18 Apr 2023 Kontan

Kredit PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) diproyeksikan masih bertumbuh tahun ini. Pembukaan kembali ekonomi dapat mendukung peningkatan pinjaman emiten perbankan ini. Kepala Riset Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan, kredit BBNI masih berpotensi tumbuh, meskipun tidak sebesar kenaikan di tahun lalu yang mencapai dua digit karena high base effect. Kredit BBNI diperkirakan tumbuh di 7%-8% tahun ini sesuai perkiraan manajemen perusahaan. Penurunan kredit berisiko BBNI juga terus berlanjut dan net interest margin (NIM) cenderung stabil di tengah tren suku bunga masih tinggi. Kedua hal tersebut, menurut Cheril, bakal memicu katalis yang positif bagi saham BBNI yang sempat turun pasca pembagian dividen. Analis CGS CIMB Sekuritas Handy Noverdanius mengatakan, penyaluran kredit BBNI hingga Februari 2023 masih naik 10% secara tahunan. Ini artinya realisasi penyaluran kredit BBNI sedikit di atas panduan manajemen. Analis UOB Kayhian Posmarito Pakpahan pun percaya jika BBNI akan melanjutkan pertumbuhan kinerja yang positif seperti di tahun 2022. Pada kuartal terakhir tahun lalu, BBNI mencetak laba bersih Rp 4,6 triliun.

Kolaborasi BSI, PP Muhammadiyah, BP Tapera, dan Perumnas Maksimalkan Penyaluran KPR Syariah

KT1 13 Apr 2023 Investor Daily (H)

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), PP Muhammadiyah, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dan Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) menjalin kerja sama penyaluran pembiayaan kepemilikan rumah bersubsidi KPR Sejahtera FLPP kepada pegawai di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah. Dalam program ini, BSI mendukung program PP Muhammadiyah, yakni pengadaan rumah bagi guru-guru sekolah serta tenaga kesehatan di Amal Usaha Muhammadiyah di Indonesia. Kerja sama ini merupakan salah satu langkah dari BSI untuk memaksimalkan penyerapan kuota pembiayaan FLPP tahun 2023 lewat pro gram BSI KPR Sejahtera FLPP.

Menurut Dirutb BSI Hery Gunardi, kerja sama ini merupakan lanjutan kolaborasi yang terjalin sebelumnya antara BSI dan Muhammadiyah. BSI berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam memberikan solusi kepada masyarakat untuk memiliki hunian yang layak. BSI memberi kemudahan bagi anggota Amal Usaha PP Muhammadiyah yang ingin memiliki rumah, antara lain bebas premi asuransi dan PPN, cicilan tetap hingga 15 tahun, dan subsidi bantuan uang muka hingga sebesar Rp 4 juta. Selain itu, BSI juga memberikan program KILAU SURYA yang akan dilaksanakan selama periode 1 April - 30 Juni 2023 berupa subsidi biaya proses pembiayaan senilai Rp 1 juta. (Yetede)


Kredit Menganggur di Bank Meningkat

HR1 11 Apr 2023 Kontan

Kredit menganggur di perbankan meningkat. Yang dimaksud kredit menganggur ini adalah fasilitas kredit yang sudah disetujui, namun belum ditarik nasabah. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total kredit menganggur alias undisbursed loan per Januari 2023 tercatat Rp 1.924,2 triliun. Angka ini meningkat 12,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy) yakni Rp 1.705,1 triliun pada Januari 2022.Peningkatan undisburse loan sejalan dengan penyaluran kredit baru yang terus meningkat. Secara total, portofolio kredit perbankan per Januari tercatat tumbuh 10,53% secara yoy. Lalu, pada Februari melaju lagi dengan pertumbuhan 10,64% yoy. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (Bank BJB) menjadi salah satu bank mencatat kenaikan undirbursed loan sebesar Rp 776 miliar dari akhir tahun 2022 hingga Februari.Yuddy Renaldi, Direktur Utama Bank BJB mengatakan, kenaikan kredit menganggur tersebut disebabkan penyaluran kredit baru juga mengalami peningkatan di saat yang sama. Hingga Februari 2023, portofolio kredit bank daerah ini tercatat sudah tumbuh 12,5% yoy.Dia bilang, penarikan fasilitas kredit akan dilakukan nasabah secara berangsur sesuai dengan kebutuhan untuk kegiatan bisnisnya.

RESTRUKTURISASI KREDIT Sejumlah Sektor Masih Butuh Insentif

KT3 05 Apr 2023 Kompas

Kebijakan OJK mengenai relaksasi restrukturisasi kredit bagi debitor yang terdampak Covid-19 seharusnya berakhir pada 31 Maret 2023. Namun, karena masih ada sektor-sektor ekonomi  yang perlu dukungan untuk segera pulih, OJK memperpanjang kebijakan itu khusus untuk UMKM serta sektor padat karya di sejumlah wilayah tertentu. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan, kebijakan perpanjangan restrukturisasi bagi sebagian debitor dari segmen dan sektor tertentu itu untuk menjaga stabilitas perbankan. Sebab, menurut perhitungannya, masih ada sebagian debitor yang kesulitan bangkit pascapandemi sehingga masih perlu insentif restrukturisasi. ”Penghentian restrukturisasi ini kami perhatikan dengan saksama, serta melihat kondisi debitor  dan perbankan. Kami menyiapkan agar ketika berakhir ini bisa soft landing. Perbankan tidak terkejut dan sudah mengantisipasinya,” kata Dian, Selasa (4/4), di Jakarta.

Sampai Februari 2023, restrukturisasi kredit Covid-19 sebesar Rp 427,7 triliun, berkurang  setengahnya dari puncak restrukturisasi kredit, yakni Rp 829,71 triliun pada Desember 2020. Jumlah debitor juga menurun menjadi 1,93 juta nasabah setelah mencatat puncaknya sebanyak 6,84 jutanasabah pada Agustus 2020. Dian menambahkan, untuk memitigasi kemungkinan dampak rambatan akibat berakhirnya kebijakan restrukturisasi kredit pada beberapa segmen dan sektor tertentu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rudi As Aturridha menjelaskan, kondisi restrukturisasi Covid-19 Bank Mandiri dalam perkembangan yang baik. Sampai Desember 2022, nilai restrukturisasi pada posisi Rp 34 triliun, menurun dibandingkan posisi tertinggi pada Juni 2021 yang sebesar Rp 96,5 triliun. Presdir PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja mengatakan, kondisi ekonomi yang terus membaik turut membantu kondisi debitor untuk secara bertahap lancer membayar dan melunasi kewajibannya. (Yoga)


Rp 190 Triliun Kredit Restrukturisasi Diperpanjanga hingga Maret 2024

KT1 03 Apr 2023 Investor Daily (H)

Sekitar Rp 190 triliun (44%) kredit restrukturisasi mendapat fasilitas perpanjangan relaksasi hingga Maret 2024. Sedangkan Rp 245 triliun sisanya atau 56% tidak diperpanjang dan jatuh tempo pada 31 Maret lalu. Meski kredit restrukturisasi yang jatuh tempo tersebut menambah rasio kredit bermasalah (NPL), perbankan sudah mem-back-up dengan cadangan yang sangat memadai, sehingga tidak akan menimbulkan gejolak. Kalangan bankir dan otoritas menyatakan kondisi perbankan saat ini sangat solid, termasuk bank kecil kategori KBMI I dan II. Mereka meyakini kasus bank bermasalah di AS dan Eropa tidak akan berpengaruh ke perbankan domestik

Sumber di OJK menjelaskan bahwa perbankan nasional sudah membuat kalkulasi matang, antisipatif, dan menyiapkan cadangan cukup menghadapi berakhirnya relaksasi restrukturisasi (restru) kredit 31 Maret 2023. Untuk kredit restru yang jatuh tempo, sekitar Rp 245 triliun (56%), bank-bank sudah menyiapkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang besar, bahkan lebih besar disbanding sebelum pandemi. Terbukti, jumlah kredit berisiko (loan at risk/LAR) menurun. NPL gross tercatat sebesar 2,59% di Januari 2023, NPL nett 0,76%. (Yetede)


Permintaan Naik, Kredit Properti Meningkat 7,6%

KT1 27 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID-Industri perbankan telah menyalurkan kredit properti sebesar Rp1.209,1 triliun, per akhir Februari  2023, meningkat 7,5% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan kredit tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan posisi januari yang tumbuh 7,3% (yoy), karena permintaan akan kredit properti yang mulai meningkat. Bank Indonesia (BI) dalam data Uang Beredar mencatatkan, kredit properti didukung oleh pertumbuhan dari semua segmen, seperti kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA), konstruksi, dan real estate. Kemudian, kredit konstruksi juga tumbuh lebih tinggi dari 2,5% (yoy) pada januari menjadi 2,7% (yoy) per februari dengan nilai kredit yang disalurkan sebesar Rp 384,9 triliun. Disebabkan oleh pertumbuhan kredit  konstruksi gedung industri  di DKI Jakarta dan Jawa tengah. "Khususnya peningkatan pada KPR tipe diatas 70 di Jawa Timur dan DKI Jakarta," ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, akhir pekan lalu. (Yetede)