Suku Bunga Naik, Kredit Rumah Tetap Diminati
Pembelian rumah menggunakan kredit pemilikan rumah atau KPR diyakini masih akan tetap diminati. Kenaikan suku bunga acuan BI belum berdampak signifikan terhadap kenaikan bunga KPR. Chief Economist and Industry Research BCA David Sumual saat dihubungi, Jumat (27/1) di Jakarta mengatakan, ruang bagi BI untuk menaikkan suku bunga acuan tetap terbuka. Apalagi, inflasi masih cenderung tinggi pada awal 2023, terutama datang dari sektor jasa, maksud berupa kenaikan biaya sewa, kontrakan, dan penyesuaian gaji atau upah.
Sejak Agustus 2022 hingga Januari 2023, BI telah menaikkan suku bunga acuan enam kali berturut-turut dengan total kenaikan 225 basis poin. Sejumlah perbankan saat ini masih mempertahankan program keringanan uang muka, seperti uang muka nol %. Bunga KPR relatif masih rendah dan berada di level single digit. Ditambah lagi, terdapat kenaikan upah minimum tahun 2023 berkisar 5-8 %. Sejumlah perusahaan juga menyesuaikan besaran gaji bagi karyawan tetap mereka. ”Saya rasa, ’stimulus-stimulus’ seperti itu akan mendorong orang tetap berburu rumah dengan KPR. Pada semester I-2023, pembelian rumah yang memakai skema KPR masih akan cukup kencang,” kata David. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023