;
Tags

Investasi lainnya

( 1334 )

BKPM: Realisasi Investasi 2020 Melampaui Target

Ayutyas 26 Jan 2021 Investor Daily, 26 Januari 2021

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang 2020 sebesar Rp 826,3 triliun atau mencapai 101,1% dari target investasi yang ditetapkan tahun lalu sebesar Rp 817,2 triliun. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi investasi sepanjang tahun lalu juga mengalami kenaikan 2,1% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year sebesar Rp 809,6 triliun. “Realisasi investasi kita itu mencapai Rp 826,3 triliun dari target investasi kita Rp 817,2 triliun. Artinya ada kenaikan kurang lebih sekitar Rp 9 triliun dari target,” kata Bahlil dalam Konferensi Pers, Realisasi Investasi, Senin (25/1). 

Realisasi investasi di sepanjang tahun lalu didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 413,5 triliun atau 50,1% dari total investasi. Realisasi PMDN ini naik 7% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 386,5 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 412,8 triliun, atau berkontribusi 49,9% dari total investasi. Realisasi PMA justru turun 2,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 423,1%.

Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait tetap bertahan PMA meski pandemi disebabkan kepercayaan investor terhadap perekonomian dalam negeri. “Banyak yang bertanya kenapa PMA bisa sedikit turunnya. Lembaga dunia mengatakan FDI itu turun 30-40%, tapi di Indonesia nggak lebih dari 10%, artinya kepercayaan itu ada,”tegasnya. BKPM juga mencatat realisasi investasi di Jawa sebesar Rp 408,8 triliun atau menyumbang 49,5% dari total investasi. Realisasi di Jawa turun 5,9% dibandingkan periode sama 2020 Rp 434,6 triliun. Sementara itu investasi di luar Jawa meningkat 11,3% (yoy) menjadi Rp 417,5 triliun.

Ke depan, Bahlil memperkirakan dalam rangka hilirisasi dan transformasi ekonomi nilai investasi di luar Jawa seperti di kawasan timur, Sumatera, Kalimantan akan terus meningkat. Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi investasi sepanjang tahun lalu didominasi oleh transportasi, gudang, dan telekomunikasi yang tercatat Rp 144,8 triliun atau 17,5% dari total realisasi PMDN dan PMA.

Ketiga, sektor investasi yang besar yakni industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp 94,8 triliun atau 11,5%. Ini menunjukkan bahwa aktivitas industri mulai kembali bergeliat. “Industri sudah jalan, ini bukan data-data asal bapak senang. Ya tapi ini data yang bisa diuji dan diverifikasi, saya syukur jika ada yang mau verifikasi untuk diskusi,”tuturnya.

Di sisi lain, ia menjelaskan negara asal PMA, terbanyak berasal dari Singapura sebesar US$ 9,8 miliar dengan 15.088 proyek, Tiongkok US$ 4,8 miliar dengan 3.027 proyek, Hongkong US$ 3,5 miliar dengan 2.789 proyek, Jepang US$ 2,6 milia dengan 8.817 proyek, dan Korea Selatan US$ 1,8 miliar dengan proyek sebanyak 5.468.

Bahlil menambahkan, pihak nya diminta oleh Presiden Jo ko Widodo (Jokowi) untuk dapat merealisasikan target investasi di tahun ini sebesar Rp 900 triliun. Angka tersebut tumbuh 4,8% dari target realisasi investasi yang dicantumkan dalam sasaran strategi dan indikator kinerja renstra BKPM sebesar Rp 858,5 triliun. Target tersebut juga meningkat 8,91% dari realisasi investasi sepanjang 2020 sebesar Rp 826,3 triliun.

(Oleh - HR1)

Investasi Tekstil Tembus Rp 6 T

Ayutyas 26 Jan 2021 Investor Daily, 26 Januari 2021

Realisasi investasi di sektor tekstil nasional sepanjang tahun 2020 menembus Rp 6 triliun, naik 29% dibanding tahun sebelumnya Rp 4,6 triliun. Kenaikan investasi terjadi baik dalam bentuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). “Walaupun ada Covid-19, permintaan tekstil tetap naik, karena terkendalinya impor, sehingga optimisme pengusaha tumbuh dan mereka tetap percaya diri untuk investasi di tengah pandemi,” kata Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Rizal Rakhman kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (25/1). 

Dia menambahkan, langkah pengendalian impor oleh pemerintah juga memicu optimisme di kalangan investor, mengingat potensi pasar dalam negeri yang cukup besar. Iklim investasi yang positif semakin didukung oleh omnibus law yang diharapkan dapat semakin mempermudah investasi baru. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Senin (25/1), investasi yang masuk ke sektor tekstil masih didominasi penanaman modal asing. Pada 2020, PMA di sektor padat karya tersebut mencapai US$ 279,8 juta atau sekitar Rp 3,94 triliun atau hampir dua kali lipat dibanding PMDN yang sebesar Rp 2,1 triliun. Investasi asing di sektor tekstil tersebut tumbuh 17,12% dibanding tahun 2019 yang sebesar US$ 238,9 juta. Dana asing tersebut masuk ke 1.782 proyek sektor tekstil nasional. 

Senada dengan Rizal, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengapresiasi langkah KPPI yang telah memulai penyelidikan safeguard impor produk pakaian dan aksesoris pakaian. Dia berharap, besaran safeguard dapat menahan impor sekaligus memulihkan kondisi industri pakaian jadi, sehingga bisa mendorong pertumbuhan industri TPT dari hilir sampai ke hulunya.

(Oleh - HR1)

Menanti Realisasi Investasi Pabrikan Mobil Listrik

Sajili 26 Jan 2021 Kontan

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Senin (25/2) mengatakan, empat perusahaan besar akan mendorong segera merealisasikan investasinya, yang merupakan industri hulu-hulir mobil listrik.

Pertama, Contemporary Amperex Technology Co Limited atau CATL yang berencana membangun industri baterai terintegrasi dengan nilai foreign direct investment (FDI) mencapai US$ 5,2 miliar. Kedua, LG Energy Solution Ltd dengan nilai investasi sebesar US$ 9,8 miliar untuk industri baterai terintegrasi.

Ketiga, Badische Anilin-und Soda-Fabrik atau BASF berencana membangun industri precursor dan katoda. Keempat, Tesla, Inc. yang akan membuat ekosistem industri mobil listrik. Namun, Bahlil belum bisa menyampaikannya berapa nilai investasi BASF dan Tesla tersebut.

BKPM menargetkan realisasi investasi 2021 sebesar Rp 858,5 triliun. Angka tersebut naik 3,9% dibandingkan dengan realisasi 2020. Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengamanatkan realisasi investasi 2021 bisa mencapai Rp 900 triliun.


Dipicu Vaksinasi Covid -19 Investasi Diprediksi Naik 50 Persen

Sajili 25 Jan 2021 Sinar Indonesia Baru

Investasi global di sektor properti diperkirakan melonjak tajam hingga mencapai 50 persen sepanjang tahun ini. Perkantoran, industri logistik, perumahan, dan pusat data menjadi jenis properti yang disukai investor.

Kepala Pasar Modal Global Colliers International Tony Horrell mengatakan investor optimistis adanya pasar yang akan rebound pada 2021. Menurutnya, kepercayaan investor ini dipicu vaksinasi Covid-19 di berbagai negara.

Berdasarkan analisis Colliers, kami, investor masih banyak yang minat untuk berinvestasi di industri properti seiring dengan telah ditemukannya vaksin dan adanya stimulus yang diberikan pemerintah.

Colliers memperkirakan investor akan menjajaki semua jenis aset properti hingga proyek infrastruktur publik. Adapun sektor investasi yang bakal diminati untuk sektor properti yakni perkantoran, industri logistik, perumahan, dan pusat data.


Komisaris BEI dan Dirut Emtek Bergabung ke SPAC

Ayutyas 25 Jan 2021 Investor Daily, 25 Januari 2021

Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir dan Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek Alvin Widarta Sariaatmadja dinominasikan menjadi direktur Crescent Cove Acquisition Corp, sebuah special purpose acquisition company (SPAC). SPAC atau blank check company tersebut tengah menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dan akan tercatat di Nasdaq, Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan prospektus yang diajukan ke United States Securities and Exchange Commission (SEC), Crescent Cove Acquisition membidik dana IPO sebesar US$ 200 juta dengan menawarkan 20 juta unit seharga US$ 10 per unit. Setiap 1 unit yang ditawarkan melekat satu saham biasa dan setengah waran, yang dapat dilaksanakan pada harga US$ 11,5. Dalam penawaran ini juga ada opsi penerbitan 3 juta unit tambahan, jika ada penjatahan berlebih atau overalloments. Sesuai rencana, unit-unit pada IPO Crescent Cove Acquisition akan tercatat di Nasdaq dengan kode COVAU. Sementara, saham kelas biasa dan waran kelas A perseroan juga akan tercatat masing-masing dengan kode COVA dan COVAW. Unit-unit tersebut ditargetkan mulai tercatat dan diperdagangkan pada hari ke 52 setelah penerbitan prospektus. Pihak yang menjadi sole bookrunner IPO ini adalah Cantor Fitzgerald & Co

Pandu memiliki rekam jejak panjang dalam dunia investasi dan modal ventura. Sejak November 2017, Pandu merupakan managing partner Indies Capital Partners dan sebelumnya pernah menjabat sebagai managing director di perusahaan private equity, Abraaj Group. Selain itu, Pandu tercatat sebagai komisaris Gojek, PT Shopee International Indonesia, PT Garena Indonesia, PT Airpay International Indonesia, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk, PT Toba Bara Energi, and PT Batu Hitam Perkasa.

Kehadiran Crescent Cove Acquisition yang berencana mengakuisisi perusahaan di Asia Tenggara akan menambah daftar SPAC yang telah lebih dahulu IPO pada Januari ini. Provident Acquisition Corp, SPAC yang terafiliasi dengan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), baru saja menyelesaikan IPO saham dan tercatat di Nasdaq, AS. SPAC ini meraih dana segar US$ 230 juta dari IPO. Direktur Investasi Saratoga Investama Sedaya Devin Wirawan mengatakan, pihaknya berpartisipasi dalam IPO Provident Acquisition karena yakin akan kemampuan manajemen sebagai SPAC dalam mengindentifikasi dan mengakuisisi perusahaan yang menjadi target. 

(Oleh - HR1)

Pertama dalam Sejarah, Indonesia Punya Pabrik Tempe di China

Sajili 22 Jan 2021 Sinar Indonesia Baru

Indonesia untuk pertama kali dalam sejarah resmi mendirikan pabrik tempe di China. Pabrik tersebut dibangun di kawasan industri pengolahan makanan di distrik Songjiang, Shanghai, dan diresmikan pada Selasa (19/1). Pabrik itu nantinya akan memproduksi tempe dengan nama “Rusto Tempeh”.

Menurut keterangan resmi di situs Kementerian Luar Negeri RI, pabrik tempe tersebut didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di China yang cukup besar.

Duta Besar Indonesia untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengatakan keberadaan pabrik tempe itu menunjukkan kecintaan anak bangsa untuk mempromosikan kuliner Indonesia ke masyarakat China.

Tempe sendiri saat ini sudah banyak diperjualbelikan di pasar daring Negeri Tirai Bambu seperti Taobao dan Alibaba.com, di mana terdapat IDN Shop Indonesia yang menjual berbagai produk makanan Indonesia.


Ada 136 Korporasi Siap Relokasi ke Indonesia

Sajili 22 Jan 2021 Kontan

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menargetkan, realisasi investasi yang berasal dari relokasi untuk tahun 2020 dan 2021 sebesar US$ 67,33 miliar.

Tahun lalu ada 16 perusahaan asal China yang merelokasi investasinya ke Indonesia. Perusahaan tersebut telah merealisasikan investasi sebesar US 7,15 miliar. Investasi itu, bisa menyerap 68.600 tenaga kerja.

Tak hanya itu, masih ada 136 perusahaan yang akan kembali merelokasi investasinya di Indonesia. Rinciannya, 14 perusahaan masuk dalam daftar perusahaan yang memiliki intensi relokasi atau diversifikasi ke Indonesia. Total rencana investasinya mencapai US$ 19,68 miliar dengan target penyerapan tenaga kerja mencapai 59.750 orang.

Sementara itu, sebanyak 122 perusahaan potensial sisanya, memiliki rencana investasi hingga US$ 40,5 miliar. Investasi tersebut mampu menyerap hingga 156.430 tenaga kerja.

Sebagai catatan, BKPM menargetkan realisasi investasi pada 2021 sebesar Rp 858,5 triliun, tumbuh 4,8% dari target tahun lalu. Komposisinya, 49,7% berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan 50,3% dari penanaman modal asing (PMA).


Investasi Diprediksi Melonjak, Properti Primadona

Sajili 21 Jan 2021 Tribun Timur

Investasi global Tahun 2021 diperkirakan melonjak tajam hingga mencapai 50 persen. Kepala Pasar Modal Global Colliers International Tony Horrell mengatakan kepercayaan investor pada tahun ini dipicu beredarnya vaksin Covid-19 di berbagai negara.

Tony menjelaskan, lonjakan investasi di industri properti masih akan banyak diminati pada tahun ini. “Berdasarkan analisis kami, investor masih banyak yang minat untuk berinvestasi di industri properti seiring dengan telah ditemukannya vaksin dan adanya stimulus yang diberikan pemerintah.” kata Tony dalam laporan Global Capital Market 2021 Investor Outlook, Rabu (20/01/2021).

Beberapa sektor investasi yang bakal diminati di antaranya sektor properti perkantoran, industri logistik, perumahan, dan pusat data. Sektor logistik dan perumahan juga diprediksi berkembang pesat. Kedua sektor tersebut termasuk di antara tiga pilihan teratas investor di semua wilayah.

 


Instrumen Investasi, Mendulang Berkah Reksa Dana Sukuk

Ayutyas 18 Jan 2021 Bisnis Indonesia

Pertumbuhan dana kelolaan instrumen reksa dana berbasis instrumen surat utang syariah atau sukuk cukup unggul sepanjang 2020 lalu. Tahun ini, instrumen jenis ini pun berpotensi kembali banyak diburu investor sebab menjanjikan tingkat keuntungan yang tinggi serta berbasis prinsip syariah. Dari antara berbagai jenis reksa dana syariah yang ada, reksa dana syariah berbasis surat utang mendominasi dengan porsi mencapai 61%. Reksa dana pendapatan tetap memiliki basis aset dasar yakni sukuk negara/korporasi, sedangkan reksa dana sukuk selain berbasis sukuk negara/korporasi juga turut mengikutsertakan instrumen surat berharga koersial syariah (SBKS) bertenor 1 tahun.

Reksa dana pendapatan tetap syariah dan reksa dana sukuk masih ada risiko dari sisi pergerakan harga sukuk, meskipun risiko itu relatif kecil.Harga sukuk yang bergerak dari waktu ke waktu akan membuat kinerja reksa dana yang menjadi produk turunannya ikut terpengaruh. Berbeda dari dua jenis reksa dana lainnya, reksa dana sukuk  dapat memasukkan instrumen SBKS bertenor 1 tahun ke dalam racikannya. Instrumen ini biasanya  memiliki risiko yang tinggi, tetapi tentunya menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dari surat utang lainnya. Dengan potensi return yang lebih tinggi, peminatnya juga meningkat walau tampak terbatas di kalangan institusi.

Produk reksa dana berbasis obligasi syariah masih layak untuk dikoleksi karena masih dapat memberikan imbal hasil optimal. Prospek reksa dana pendapatan tetap syariah cukup baik pada tahun ini yang diharapkan dapat mendorong nilai AUM industri juga bertumbuh. Prospek lebih cerah jenis reksa dana itu seiring dengan harga sukuk yang lebih rendah sehingga return real diyakini masih akan tinggi. Namun, pertumbuhan lebih agresif dinilai masih akan relatif sulit karena ruang penurunan suku bunga mungkin tersisa satu kali lagi dalam tahun ini. 

(Oleh - IDS)

Investasi Mobil Listrik Penopang Investasi 2021

Sajili 15 Jan 2021 Kontan

Penanaman modal di sektor industri mobil listrik jadi tumpuan harapan masuknya investasi baru ke Indonesia. Sejauh ini, produsen mobil listrik dari Korea Selatan dan Amerika Serikat sudah melirik potensi investasi di Indonesia.

Sebagai gambaran berdasarkan outlook investasi BKPM, dalan periode kedua kepemimpinan Presiden Rl Joko Widodo, target nilai investasi selama lima tahun sebesar Rp 4.983,2 triliun. Angka ini melonjak 47,3% dari realisasi lima tahun sebelumnya sebesar Rp 3.391,9 triliun.

BKPM memproyeksikan, realisasi investasi sepanjang 2020 bisa mencapai Rp 817,2 triliun. Pada 2021 target naik 4,8% menjadi Rp 858,5 triliun. Selanjutnya, tahun 2022 senilai Rp 968,4 triliun, 2023 yakni Rp 1.099,8 triliun, dan 2024 sebesar Rp 1.239,3 triliun.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani optimistahun ini nilai investasi bisa mencapai Rp 900 triliun, tumbuh 9,2% dari target tahun 2020. Shinta menilai, kunci pencapaian target investasi pada 2021 terletak pada efektivitas pelaksanaan UU Cipta Kerja dalam mereformasi iklim berusaha di dalam negeri.


Pilihan Editor