;

Investasi Tekstil Tembus Rp 6 T

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 26 Jan 2021 Investor Daily, 26 Januari 2021
Investasi Tekstil Tembus Rp 6 T

Realisasi investasi di sektor tekstil nasional sepanjang tahun 2020 menembus Rp 6 triliun, naik 29% dibanding tahun sebelumnya Rp 4,6 triliun. Kenaikan investasi terjadi baik dalam bentuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). “Walaupun ada Covid-19, permintaan tekstil tetap naik, karena terkendalinya impor, sehingga optimisme pengusaha tumbuh dan mereka tetap percaya diri untuk investasi di tengah pandemi,” kata Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Rizal Rakhman kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (25/1). 

Dia menambahkan, langkah pengendalian impor oleh pemerintah juga memicu optimisme di kalangan investor, mengingat potensi pasar dalam negeri yang cukup besar. Iklim investasi yang positif semakin didukung oleh omnibus law yang diharapkan dapat semakin mempermudah investasi baru. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Senin (25/1), investasi yang masuk ke sektor tekstil masih didominasi penanaman modal asing. Pada 2020, PMA di sektor padat karya tersebut mencapai US$ 279,8 juta atau sekitar Rp 3,94 triliun atau hampir dua kali lipat dibanding PMDN yang sebesar Rp 2,1 triliun. Investasi asing di sektor tekstil tersebut tumbuh 17,12% dibanding tahun 2019 yang sebesar US$ 238,9 juta. Dana asing tersebut masuk ke 1.782 proyek sektor tekstil nasional. 

Senada dengan Rizal, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengapresiasi langkah KPPI yang telah memulai penyelidikan safeguard impor produk pakaian dan aksesoris pakaian. Dia berharap, besaran safeguard dapat menahan impor sekaligus memulihkan kondisi industri pakaian jadi, sehingga bisa mendorong pertumbuhan industri TPT dari hilir sampai ke hulunya.

(Oleh - HR1)

Download Aplikasi Labirin :