;
Tags

Investasi lainnya

( 1334 )

Jepang Siap Investasi Rp 57 Triliun di SWF Indonesia

Ayutyas 07 Dec 2020 Investor Daily, 7 Desember 2020

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B Pandjaitan mengungkapkan, Jepang melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC) berkomitmen untuk berinvestasi sebesar US$ 4 miliar atau sekitar Rp 57 triliun bagi pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Indonesia. Komitmen itu dinyatakan oleh  Gubernur JBIC Maeda Tadashi saat  bertemu Luhut di Tokyo pekan lalu 

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, komitmen yang disampaikan oleh Gubernur JBIC tersebut akan segera ditindaklanjuti di tingkat teknis dan investasi JBIC itu diharapkan dapat mulai masuk ke Indonesia pada kuartal I-2021.

Sedangkan Heri Akhmadi mengatakan, JBIC akan menjadi salah satu lembaga keuangan yang berpartisipasi dalam master fund SWF Indonesia yang disebut dengan Nusantara Investment Authority (NIA). Ia mengatakan, dukungan dari JBIC dan pemerintah Jepang akan memperkuat ikatan kerja sama strategis antarkedua negara.

Di sisi lain, Erick Thohir menyebut bahwa investor Jepang berminat untuk melakukan kerja sama dengan BUMN dalam rangka meningkatkan profesionalitas hingga pengelolaan aset.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat kesenjangan antara kemampuan pendanaan domestik dan kebutuhan pembiayaan infrastruktur dalam mendukung proyek strategis nasional (PSN). Untuk mengatasi kesenjangan itu, salah satu solusi yang akan dilakukan pemerintah adalah membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Nantinya, lanjut Isa, LPI akan bertindak sebagai sovereign wealth fund (SWF) atau lembaga dana abadi .


Tren Serapan Tenaga Kerja dari Investasi Terus Menurun

Ayutyas 07 Dec 2020 Investor Daily, 7 Desember 2020

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menyatakan, kecenderungan ini sudah terjadi sebelum terjadi pandemi Covid-19.  Ia merinci, pada 2013, pada saat realisasi nilai investasi mencapai sebesar Rp 393,8 triliun, penyerapan tenaga kerja bisa mencapai 4.571 orang per Rp 1 triliun rupiah. Kondisi ini terus menurun setiap tahun hingga 2019 yang dari total realisasi investasi Rp 809,6 triliun, tenaga kerja yang terserap hanya 1.277 orang per triliun rupiah. 

Menurut Hariyadi, inklusivitas perekonomian Indonesia dapat diukur di antaranya melalui penyerapan tenaga kerja dari investasi. Oleh karena itu, perlu perhatian khusus bagi sektor padat karya dan UMKM sebagai sektor yang menyerap banyak tenaga kerja. Sedangkan dari sisi indikator Incremental Capital Output Ratio (ICOR) investasi di Indonesia 2018 sangat tidak efisien dengan skor 6,8. Ini lebih tinggi dibandingkan negara lain seperti Filipina yang memiliki nilai ICOR 3,7. Selanjutnya Vietnam memiliki nilai ICOR 5,2, Malaysia 5,2, dan Thailand sebesar 4,5. Itu menunjukkan biaya investasi di negara-negara tersebut lebih efisien dan murah dibandingkan di Indonesia.

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, transformasi ekonomi melalui Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) dapat memberikan nilai tambah untuk peningkatan investasi di dalam negeri. Bahkan, UU Ciptaker juga dapat mendorong peningkatan efisiensi biaya investasi, yang tercermin dari penurunan ICOR.  

Iskandar menambahkan, proses perizinan investasi yang berbelit menyebabkan tingkat ICOR Indonesia sangat tidak efisien dengan skor 6,8. Artinya, Indonesia membutuhkan tambahan modal sebesar 6,8 untuk menghasilkan satu unit output tambahan. 

ICOR adalah rasio antara investasi terhadap output yang dihasilkan dari investasi. Artinya, makin tinggi rasio ICOR maka nilai investasi yang dibutuhkan dalam meningkatkan output dari investasi juga makin tinggi. Oleh karena itu, upaya pemerintah untuk memperbaiki ICOR melalui UU Cipta Kerja adalah memperbaiki masalah perizinan yang rumit, dengan banyaknya regulasi pusat dan daerah (hiper regulasi, tumpang tindih, dan prosesnya lama).

Lebih lanjut, Iskandar menegaskan, bahwa UU Ciptaker merupakan sebuah langkah transformasi ekonomi yang luar biasa agar Indonesia dapat keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan menjadi negara maju.

PT SMI Investasikan Rp 3,5 Triliun ke PT KAI

ayu.dewi 01 Dec 2020 Kompas

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI merealisasikan bantuan program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam bentuk investasi pemerintah (IP PEN) senilai Rp 3,5 triliun kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero). Tujuannya, agar kegiatan operasional PT KAI dapat pulih berjalan kembali setelah pendapatannya turun selama masa pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad mengatakan, PT SMI telah mengkaji secara mendalam dan komprehensif kondisi keuangan PT KAI dengan melibatkan lembaga independen. “PT SMI bersama Kementerian Keuangan juga telah mengkaji faktor-faktor risiko dan upaya mitigasi risikonya,” ujar Edwin melalui siaran pers di Jakarta, Senin (30/11/2020).


MDI Ventures Kolaborasi dengan Modal Ventura Belanda

leoputra 27 Nov 2020 Investor Daily, 27 November 2020

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki potensi besar untuk start-up. MDI Ventures melihat dan memahami potensi tersebut, sehingga kolaborasi dengan mitra global seperti Finch Capital dapat mendorong investasi pengembangan start-up. General Partner Arise dari MDI Ventures Aldi Adrian Hartanto menambahkan, Arise Fund secara langsung membantu dalam mencocokkan produk start-up terhadap pasar, sehingga memudahkan mereka menemukan strategi masuk ke pasar yang paling efektif.

Pihaknya memiliki beragam pedoman untuk memfasilitasi proses ini, yang dapat diterapkan dan disesuaikan dengan berbagai ekosistem teknologi yang berbeda, baik di Eropa, Asia, dan Silicon Valley atau wilayah-wilayah pasar dimana MDI Ventures dan Finch Capital aktif berinvestasi. Sesuai rencana, start-up dapat bergabung dengan inkubator Indigo Nation besutan Telkom untuk menemukan model bisnis yang berkelanjutan dan dapat dikembangkan

MDI Ventures tercatat menjadi salah satu modal ventura yang agresif menyuntik modal ke start-up sepanjang 2020. Pada 25 November, MDI Ventures bersama Trans-Pacific Technology Fund (TPTF) mengumumkan pendanaan seri B kepada startup artificial intelligence, Kata.ai

Sementara itu, MDI Ventures berencana membawa minimal empat portofolio investasi start-up untuk melangsungkan IPO saham dalam periode dua tahun ke depan. Adapun satu start-up ditargetkan IPO pada kuartal I-2021. Managing Partner MDI Ventures Singapore Kenneth Li mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan sejumlah penjamin emisi (underwiter) terkait rencana IPO salah satu portofolio start-up tahun depan. Pihaknya belum dapat menyebutkan nama start-up tersebut, Dia menambahkan, IPO startup memang menjadi salah satu strategi exit perseroan. Strategi ini disiapkan secara matang.

Perpres Carbon Credit Terbit Bulan Depan

leoputra 26 Nov 2020 Investor Daily, 26 November 2020

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia berkomitmen mengurangi emisi hingga 29% pada 2030 dengan kemampuan sendiri dan mencapai 41% dengan dukungan internasional. Hal ini lantaran Indonesia telah meratifikasi Kesepakatan Paris. Salah satu strategi untuk memangkas emisi, lanjutnya, yakni dengan masuk ke pasar karbon (carbon credit market). Dia menjelaskan, carbon credit market adalah mekanisme perdagangan karbon, di mana penjual melaksanakan sejumlah upaya untuk mengurangi emisi karbon dan pembeli menjalankan aktivitas yang memproduksi emisi karbon.

Potensi nilai ekonomi karbon tersebut, sebut Luhut, berasal dari hutan mangrove, lahan gambut, dan hutan hujan tropis yang ada di Indonesia. Saat ini, lahan gambut di Indonesia mencapai 7,5 juta hektar atau yang terluas di dunia. Kemampuan menyerap emisi karbon dari lahan gambut ini mencapai 55 gigaton. Kemudian, Indonesia juga memiliki 125,9 juta hektar hutan hujan tropis atau terbesar ketiga di dunia. Hutan hujan tropis ini mampu menyerap emisi karbon sebesar 25,18 gigaton. Indonesia juga mempunyai hutan mangrove seluas 3,31 juta hektar atau 20% dari total hutan mangrove dunia.

Sebelumnya, dalam keterangan resminya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya menuturkan bahwa potensi karbon Indonesia sangatlah besar. Jika dibarengi dengan ketersediaan landasan legal untuk menetapkan NEK, maka potensi ini dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Contohnya, lanjut Siti, Indonesia bakal memperoleh pembayaran hasil kerja atau RBP sebesar US$ 56 juta dari Norwegia jika berhasil menekan laju deforestasi dan degradasi hutan di 2016/2017.

Mandiri Capital Agresif Suntik Modal Start-up

leoputra 26 Nov 2020 Investor Daily, 26 November 2020

Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro mengatakan, selama lima tahun berdiri, investasi pada start-up mendorong berbagai inovasi dan sinergi dengan Mandiri Group. Sinergi tersebut meliputi penyaluran modal ke puluhan ribu usaha kecil menengah (UMKM), mulai dari sektor bisnis konvensional hingga pertanian.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus agresif menambah portofolio, sehingga dalam waktu dekat portofolio perusahaan akan menjadi 15 start-up. Pihaknya pun berharap dapat meraih keuntungan dari portofolio start-up melalui strategi, baik initial public offering (IPO) saham ataupun menjual saham kepada pihak ketiga.

Salah satu keuntungan Mandiri Capital pada portofolio investasinya adalah saat Gojek mengakuisisi start-up layanan kasir digital, Moka, pada April 2020. Tahun depan, Mandiri Capital pun akan terlibat Indonesia Impact Fund (IIF) yang merupakan hasil kolaborasi dengan APEC Business Advisory Council (ABAC). Sesuai rencana, target dana investasi sebesar US$ 25 juta akan diinvestasikan kepada start-up yang memiliki dampak sosial dan lingkungan.

Dari sisi keuangan, Chief Financial Officer Mandiri Capital Hira Laksamana menjelaskan, bisnis perusahaan setiap tahunnya terus bertumbuh dengan baik. Meskipun kondisi perekonomian pada tahun ini mengalami berbagai tantangan, perseroan mampu meningkatnya posisi ekuitas dan aset masing-masing sekitar Rp 1,8 triliun dan Rp 2 triliun.

Hangry Bakal Raih Pendanaan US$ 15 juta

Ayutyas 23 Nov 2020 Investor Daily, 23 November 2020

Hangry, multi-brand virtual restoran pertama di Indonesia tengah dalam pembicaraan untuk mendapatkan pendanaan Seri A senilai US$ 10-15 juta yang akan digunakan untuk rencana ekspansi bisnis perusahaan di tengah pandemi Covid-19. Putaran pendanaan tersebut diharapkan selesai pada Januari 2021. 

“Kami melihat, pelanggan setia kami telah membelanjakan lebih dari sebelumnya, tetapi kami belum juga memberikan daya tarik lebih. Jadi kami ingin berinvestasi untuk pengembangan merek dan ekspansi ke lebih banyak kota,” kata co-founder dan CEO Hangry Abraham Viktor seperti dikutip dari Nikkei Asia, Minggu (22/11). Viktor mengatakan, pihaknya akan menggunakan dana yang didapat untuk mengembangkan dapur pusat Hangry dan meningkatkan branding, seiring pertumbuhan bisnisnya selama pandemi Covid-19. Berbeda dengan jaringan restoran lainnya yang terdampak berat akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Hangry mengklaim telah mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang pesat melalui bisnis pengiriman makanannya. Meski mengalami penurunan pendapatan sebesar 30% dalam dua minggu pertama setelah pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta, kata Viktor, pendapatan perusahaan kemudian meningkat 15 kali lipat sepanjang Maret-November 2020

Hangry menjadi berita utama awal tahun ini ketika mengumpulkan sekitar $ 3 juta melalui program akselerator Sequoia Capital Surge dan dari pemodal ventura Alpha JWC, bersama dengan sejumlah investor lainnya. Saat ini, Hangry mengoperasikan 43 gerai dengan lima merek makanan, yaitu San Gyu, Moon Chicken, Dari Pada, Nasi Ayam Bude Sari, dan Ayam Koplo. San Gyu merupakan brand beef bowl ala Jepang dengan tiga maskot utamanya, Gyu, Don dan Sai. Sementara Moon Chicken merupakan brand ayam goreng ala Korea, Dari Pada adalah brand minuman berbahan dasar kopi dan susu, Nasi Ayam Bude Sari yang merupakan brand nasi ayam dengan resep khas Indonesia, serta Ayam Koplo adalah brand ayam goreng ala Amerika dan sambal khas Indonesia.

Hangry juga telah menjalin kemitraan dengan GrabFood dan GoFood dalam upaya untuk menarik jutaan pengguna. Perusahaan rintisan inipun membangun aplikasi untuk program loyalitas. Viktor berharap, Hangry bisa memiliki 150 gerai yang beroperasi di seluruh Indonesia pada tahun 2021, dan bertambah menjadi 750 gerai pada 2024. Bahkan saat perusahaan meningkatkan bisnis cloudkitchen-nya, Hangry berencana untuk memiliki perpaduan layanan antar makanan dan restoran makan di tempat.

Komitmen Investasi Rp 4 Triliun

ayu.dewi 23 Nov 2020 Kontan

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengklaim produsen Susu Bendera Friesland Campina akan menambah investasi di Indonesia sebesar Rp 4 triliun pada awal 2021.

Tak hanya itu mereka akan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rantai pasok, serta melibatkan pengusaha lokal dalam kegiatan usaha logistik perusahaan seperti yang diminta pemerintah. “Pemerintah juga menawarkan lahan gratis selama lima tahun untuk pendirian pabrik di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah,” kata Bahlil Jumat (20/11).

Bahlil mengklaim Chief Executive Officer (CEO) Friesland Campina Hein Schumacher mengapresiasi fasilitas insentif fiskal yang diberikan oleh pemerintah Indonesia, baik tax holiday maupun tax allowance. “Saya tidak menyangka keputusan sangat cepat Indonesia sudah berubah,” ujar Schumacher

Investasi Jatim Tembus Rp 66,5 T

leoputra 19 Nov 2020 Surya

Pencapaian investasi Provinsi Jawa Timur tumbuh positif. Dalam tahun 2020, year on year, perolehan investasi Jawa Timur naik sebanyak 42,1 persen. Kenaikan tersebut dibandingkan antara periode bulan Januari - November 2020 terhadap capaian periode yang sama di tahun 2019.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aris Mukiyono mengatakan bahwa per bulan ini pencapaian investasi Jawa Timur mencapai Rp 66,5 trilliun. “Sampai hari ini capaian investasi kita tercatat Rp 66,5 trilliun. Terbanyak masih dari sektor Penanaman Modal Dalam Negeri,” kata Aris pada Surya.co.id, Rabu (19/11).

Rincinya, capaian penanaman modal dalam negeri yang masuk ke Jatim ada sebanyak Rp 47,39 trilliun. Sedangkan untuk capaian penanaman modal asing tercatat mencapai Rp 19,1 trilliun.


Mangkrak Bertahun- tahun Investasi Rp 474T Akhirnya Rampung

marbis 17 Nov 2020 Sinar Indonesia Baru

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan pihaknya sudah mengeksekusi investasi mangkrak senilai Rp 474,9 triliun dari total Rp 708 triliun yang mandek.

“Investasi mangkrak Rp 708 triliun ini sudah kita selesaikan 67% atau Rp 474,9 triliun, di mana di dalamnya termasuk beberapa investasi yang ada di Jawa Barat seperti contoh Tanjung Jati Power di Cirebon. Kemudian Hyundai yang sekarang lagi jalan. Kemudian listrik yang ada di sungai, PLTS Sungai Cirata,” kata dia dalam West Java Investment Summit 2020 yang tayang virtual, Senin (16/11/2020)

Dirinya menjelaskan penyebab investasi mangkrak bertahun-tahun di Indonesia. Ada tiga persoalan utama. “Yang pertama adalah persoalan ego sektoral antar kementerian. Yang kedua aturan tumpang tindih antara kabupaten/kota/provinsi dan pusat. Yang ketiga adalah ada persoalan-persoalan tanah yang harus saya jujur mengatakan dalam bahasa saya itu adalah adanya pemain-pemain yang dapat dirasakan tapi tidak bisa dipegang. Nah ini lah kira-kira persoalan ini,” tambahnya.


Pilihan Editor