Investasi lainnya
( 1334 )Jepang Siap Investasi Rp 57 Triliun di SWF Indonesia
Menteri Koordinator
(Menko) Bidang Kemaritiman dan
Investasi (Marves) Luhut B Pandjaitan mengungkapkan, Jepang
melalui Japan Bank for International
Cooperation (JBIC) berkomitmen
untuk berinvestasi sebesar US$ 4
miliar atau sekitar Rp 57 triliun bagi
pembentukan Sovereign Wealth
Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Indonesia.
Komitmen itu dinyatakan oleh
Gubernur JBIC Maeda Tadashi saat
bertemu Luhut di Tokyo pekan lalu
Menteri BUMN Erick Thohir
mengatakan, komitmen yang
disampaikan oleh Gubernur
JBIC tersebut akan segera ditindaklanjuti di tingkat teknis dan
investasi JBIC itu diharapkan
dapat mulai masuk ke Indonesia
pada kuartal I-2021.
Sedangkan Heri Akhmadi
mengatakan, JBIC akan menjadi salah satu lembaga keuangan yang berpartisipasi dalam
master fund SWF Indonesia
yang disebut dengan Nusantara
Investment Authority (NIA).
Ia mengatakan, dukungan dari
JBIC dan pemerintah Jepang
akan memperkuat ikatan kerja
sama strategis antarkedua
negara.
Di sisi lain, Erick Thohir menyebut bahwa investor Jepang berminat untuk melakukan kerja sama dengan BUMN dalam rangka meningkatkan profesionalitas hingga pengelolaan aset.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata
mengungkapkan, hingga saat
ini masih terdapat kesenjangan
antara kemampuan pendanaan
domestik dan kebutuhan pembiayaan infrastruktur dalam
mendukung proyek strategis
nasional (PSN). Untuk mengatasi
kesenjangan itu, salah satu solusi
yang akan dilakukan pemerintah
adalah membentuk Lembaga
Pengelola Investasi (LPI).
Nantinya, lanjut Isa, LPI akan
bertindak sebagai sovereign
wealth fund (SWF) atau lembaga dana abadi
.
Tren Serapan Tenaga Kerja dari Investasi Terus Menurun
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Hariyadi Sukamdani menyatakan, kecenderungan ini
sudah terjadi sebelum terjadi
pandemi Covid-19.
Ia merinci, pada 2013, pada saat realisasi nilai investasi mencapai sebesar Rp
393,8 triliun, penyerapan
tenaga kerja bisa mencapai 4.571 orang per Rp 1
triliun rupiah. Kondisi ini
terus menurun setiap tahun
hingga 2019 yang dari total
realisasi investasi Rp 809,6
triliun, tenaga kerja yang
terserap hanya 1.277 orang
per triliun rupiah.
Menurut Hariyadi, inklusivitas perekonomian Indonesia dapat diukur di antaranya melalui penyerapan
tenaga kerja dari investasi.
Oleh karena itu, perlu perhatian khusus bagi sektor
padat karya dan UMKM sebagai sektor yang menyerap
banyak tenaga kerja.
Sedangkan dari sisi indikator Incremental Capital
Output Ratio (ICOR) investasi di Indonesia 2018 sangat
tidak efisien dengan skor
6,8. Ini lebih tinggi dibandingkan negara lain seperti
Filipina yang memiliki nilai
ICOR 3,7. Selanjutnya Vietnam memiliki nilai ICOR
5,2, Malaysia 5,2, dan Thailand sebesar 4,5.
Itu menunjukkan biaya
investasi di negara-negara
tersebut lebih efisien dan
murah dibandingkan di Indonesia.
Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi
Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, transformasi ekonomi
melalui Undang-Undang
Cipta Kerja (Ciptaker) dapat
memberikan nilai tambah
untuk peningkatan investasi
di dalam negeri. Bahkan, UU
Ciptaker juga dapat mendorong peningkatan efisiensi
biaya investasi, yang tercermin dari penurunan ICOR.
Iskandar menambahkan,
proses perizinan investasi
yang berbelit menyebabkan tingkat ICOR Indonesia
sangat tidak efisien dengan
skor 6,8. Artinya, Indonesia
membutuhkan tambahan
modal sebesar 6,8 untuk
menghasilkan satu unit output tambahan.
ICOR adalah rasio antara
investasi terhadap output
yang dihasilkan dari investasi. Artinya, makin tinggi
rasio ICOR maka nilai investasi yang dibutuhkan dalam
meningkatkan output dari
investasi juga makin tinggi. Oleh karena itu, upaya
pemerintah untuk memperbaiki ICOR melalui UU
Cipta Kerja adalah memperbaiki masalah perizinan yang
rumit, dengan banyaknya
regulasi pusat dan daerah
(hiper regulasi, tumpang
tindih, dan prosesnya lama).
Lebih lanjut, Iskandar
menegaskan, bahwa UU
Ciptaker merupakan sebuah langkah transformasi
ekonomi yang luar biasa
agar Indonesia dapat keluar
dari jebakan negara berpendapatan menengah dan
menjadi negara maju.
PT SMI Investasikan Rp 3,5 Triliun ke PT KAI
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI merealisasikan bantuan program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam bentuk investasi pemerintah (IP PEN) senilai Rp 3,5 triliun kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero). Tujuannya, agar kegiatan operasional PT KAI dapat pulih berjalan kembali setelah pendapatannya turun selama masa pandemi Covid-19.
Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad mengatakan, PT SMI telah mengkaji secara mendalam dan komprehensif kondisi keuangan PT KAI dengan melibatkan lembaga independen. “PT SMI bersama Kementerian Keuangan juga telah mengkaji faktor-faktor risiko dan upaya mitigasi risikonya,” ujar Edwin melalui siaran pers di Jakarta, Senin (30/11/2020).
MDI Ventures Kolaborasi dengan Modal Ventura Belanda
Direktur
Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, Indonesia adalah salah satu negara
yang memiliki potensi besar untuk start-up. MDI Ventures melihat dan memahami
potensi tersebut, sehingga kolaborasi dengan mitra global seperti Finch Capital
dapat mendorong investasi pengembangan start-up. General Partner Arise dari MDI
Ventures Aldi Adrian Hartanto menambahkan, Arise Fund secara langsung membantu
dalam mencocokkan produk start-up terhadap pasar, sehingga memudahkan mereka
menemukan strategi masuk ke pasar yang paling efektif.
Pihaknya memiliki beragam pedoman untuk memfasilitasi proses ini, yang dapat diterapkan dan disesuaikan dengan berbagai ekosistem teknologi yang berbeda, baik di Eropa, Asia, dan Silicon Valley atau wilayah-wilayah pasar dimana MDI Ventures dan Finch Capital aktif berinvestasi. Sesuai rencana, start-up dapat bergabung dengan inkubator Indigo Nation besutan Telkom untuk menemukan model bisnis yang berkelanjutan dan dapat dikembangkan
MDI Ventures tercatat menjadi salah
satu modal ventura yang agresif menyuntik modal ke start-up sepanjang
2020. Pada 25 November, MDI Ventures bersama Trans-Pacific Technology Fund
(TPTF) mengumumkan pendanaan seri B kepada startup artificial intelligence,
Kata.ai
Sementara itu, MDI Ventures berencana membawa minimal empat portofolio investasi start-up untuk melangsungkan IPO saham dalam periode dua tahun ke depan. Adapun satu start-up ditargetkan IPO pada kuartal I-2021. Managing Partner MDI Ventures Singapore Kenneth Li mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan sejumlah penjamin emisi (underwiter) terkait rencana IPO salah satu portofolio start-up tahun depan. Pihaknya belum dapat menyebutkan nama start-up tersebut, Dia menambahkan, IPO startup memang menjadi salah satu strategi exit perseroan. Strategi ini disiapkan secara matang.
Perpres Carbon Credit Terbit Bulan Depan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia berkomitmen mengurangi emisi hingga 29% pada 2030 dengan kemampuan sendiri dan mencapai 41% dengan dukungan internasional. Hal ini lantaran Indonesia telah meratifikasi Kesepakatan Paris. Salah satu strategi untuk memangkas emisi, lanjutnya, yakni dengan masuk ke pasar karbon (carbon credit market). Dia menjelaskan, carbon credit market adalah mekanisme perdagangan karbon, di mana penjual melaksanakan sejumlah upaya untuk mengurangi emisi karbon dan pembeli menjalankan aktivitas yang memproduksi emisi karbon.
Potensi nilai ekonomi karbon tersebut, sebut Luhut, berasal dari hutan mangrove, lahan gambut, dan hutan hujan tropis yang ada di Indonesia. Saat ini, lahan gambut di Indonesia mencapai 7,5 juta hektar atau yang terluas di dunia. Kemampuan menyerap emisi karbon dari lahan gambut ini mencapai 55 gigaton. Kemudian, Indonesia juga memiliki 125,9 juta hektar hutan hujan tropis atau terbesar ketiga di dunia. Hutan hujan tropis ini mampu menyerap emisi karbon sebesar 25,18 gigaton. Indonesia juga mempunyai hutan mangrove seluas 3,31 juta hektar atau 20% dari total hutan mangrove dunia.
Sebelumnya, dalam keterangan resminya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya menuturkan bahwa potensi karbon Indonesia sangatlah besar. Jika dibarengi dengan ketersediaan landasan legal untuk menetapkan NEK, maka potensi ini dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Contohnya, lanjut Siti, Indonesia bakal memperoleh pembayaran hasil kerja atau RBP sebesar US$ 56 juta dari Norwegia jika berhasil menekan laju deforestasi dan degradasi hutan di 2016/2017.
Mandiri Capital Agresif Suntik Modal Start-up
Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro
mengatakan, selama lima tahun berdiri, investasi pada start-up mendorong berbagai
inovasi dan sinergi dengan Mandiri Group. Sinergi tersebut meliputi penyaluran
modal ke puluhan ribu usaha kecil menengah (UMKM), mulai dari sektor bisnis
konvensional hingga pertanian.
Dia menambahkan, pihaknya akan terus agresif menambah portofolio, sehingga dalam waktu dekat portofolio perusahaan akan menjadi 15 start-up. Pihaknya pun berharap dapat meraih keuntungan dari portofolio start-up melalui strategi, baik initial public offering (IPO) saham ataupun menjual saham kepada pihak ketiga.
Salah satu keuntungan Mandiri Capital pada portofolio investasinya adalah saat Gojek mengakuisisi start-up layanan kasir digital, Moka, pada April 2020. Tahun depan, Mandiri Capital pun akan terlibat Indonesia Impact Fund (IIF) yang merupakan hasil kolaborasi dengan APEC Business Advisory Council (ABAC). Sesuai rencana, target dana investasi sebesar US$ 25 juta akan diinvestasikan kepada start-up yang memiliki dampak sosial dan lingkungan.
Dari sisi keuangan, Chief Financial Officer Mandiri Capital Hira Laksamana menjelaskan, bisnis perusahaan setiap tahunnya terus bertumbuh dengan baik. Meskipun kondisi perekonomian pada tahun ini mengalami berbagai tantangan, perseroan mampu meningkatnya posisi ekuitas dan aset masing-masing sekitar Rp 1,8 triliun dan Rp 2 triliun.
Hangry Bakal Raih Pendanaan US$ 15 juta
Hangry, multi-brand
virtual restoran pertama di Indonesia tengah dalam pembicaraan
untuk mendapatkan pendanaan
Seri A senilai US$ 10-15 juta yang
akan digunakan untuk rencana
ekspansi bisnis perusahaan di
tengah pandemi Covid-19. Putaran
pendanaan tersebut diharapkan
selesai pada Januari 2021.
“Kami melihat, pelanggan setia
kami telah membelanjakan lebih
dari sebelumnya, tetapi kami belum juga memberikan daya tarik
lebih. Jadi kami ingin berinvestasi
untuk pengembangan merek dan
ekspansi ke lebih banyak kota,”
kata co-founder dan CEO Hangry
Abraham Viktor seperti dikutip
dari Nikkei Asia, Minggu (22/11).
Viktor mengatakan, pihaknya
akan menggunakan dana yang
didapat untuk mengembangkan
dapur pusat Hangry dan meningkatkan branding, seiring pertumbuhan bisnisnya selama pandemi
Covid-19. Berbeda dengan jaringan
restoran lainnya yang terdampak
berat akibat Pembatasan Sosial
Berskala Besar (PSBB), Hangry
mengklaim telah mencatatkan
pertumbuhan pendapatan yang
pesat melalui bisnis pengiriman
makanannya.
Meski mengalami penurunan
pendapatan sebesar 30% dalam
dua minggu pertama setelah pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta,
kata Viktor, pendapatan perusahaan kemudian meningkat 15 kali
lipat sepanjang Maret-November
2020
Hangry menjadi berita utama
awal tahun ini ketika mengumpulkan sekitar $ 3 juta melalui program akselerator Sequoia Capital
Surge dan dari pemodal ventura
Alpha JWC, bersama dengan sejumlah investor lainnya.
Saat ini, Hangry mengoperasikan 43 gerai dengan lima merek
makanan, yaitu San Gyu, Moon
Chicken, Dari Pada, Nasi Ayam
Bude Sari, dan Ayam Koplo. San
Gyu merupakan brand beef bowl
ala Jepang dengan tiga maskot utamanya, Gyu, Don dan Sai. Sementara Moon Chicken merupakan
brand ayam goreng ala Korea,
Dari Pada adalah brand minuman berbahan dasar kopi dan
susu, Nasi Ayam Bude Sari yang
merupakan brand nasi ayam dengan resep khas Indonesia, serta
Ayam Koplo adalah brand ayam
goreng ala Amerika dan sambal
khas Indonesia.
Hangry juga telah menjalin
kemitraan dengan GrabFood dan
GoFood dalam upaya untuk menarik jutaan pengguna. Perusahaan
rintisan inipun membangun aplikasi untuk program loyalitas.
Viktor berharap, Hangry bisa
memiliki 150 gerai yang beroperasi
di seluruh Indonesia pada tahun
2021, dan bertambah menjadi 750
gerai pada 2024. Bahkan saat perusahaan meningkatkan bisnis cloudkitchen-nya, Hangry berencana
untuk memiliki perpaduan layanan
antar makanan dan restoran makan
di tempat.
Komitmen Investasi Rp 4 Triliun
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengklaim produsen Susu Bendera Friesland Campina akan menambah investasi di Indonesia sebesar Rp 4 triliun pada awal 2021.
Tak hanya itu mereka akan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rantai pasok, serta melibatkan pengusaha lokal dalam kegiatan usaha logistik perusahaan seperti yang diminta pemerintah. “Pemerintah juga menawarkan lahan gratis selama lima tahun untuk pendirian pabrik di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah,” kata Bahlil Jumat (20/11).
Bahlil mengklaim Chief Executive Officer (CEO) Friesland Campina Hein Schumacher mengapresiasi fasilitas insentif fiskal yang diberikan oleh pemerintah Indonesia, baik tax holiday maupun tax allowance. “Saya tidak menyangka keputusan sangat cepat Indonesia sudah berubah,” ujar SchumacherInvestasi Jatim Tembus Rp 66,5 T
Pencapaian investasi Provinsi Jawa Timur tumbuh positif. Dalam tahun 2020, year on year, perolehan investasi Jawa Timur naik sebanyak 42,1 persen. Kenaikan tersebut dibandingkan antara periode bulan Januari - November 2020 terhadap capaian periode yang sama di tahun 2019.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aris Mukiyono mengatakan bahwa per bulan ini pencapaian investasi Jawa Timur mencapai Rp 66,5 trilliun. “Sampai hari ini capaian investasi kita tercatat Rp 66,5 trilliun. Terbanyak masih dari sektor Penanaman Modal Dalam Negeri,” kata Aris pada Surya.co.id, Rabu (19/11).
Rincinya, capaian penanaman modal dalam negeri yang masuk ke Jatim ada sebanyak Rp 47,39 trilliun. Sedangkan untuk capaian penanaman modal asing tercatat mencapai Rp 19,1 trilliun.
Mangkrak Bertahun- tahun Investasi Rp 474T Akhirnya Rampung
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan pihaknya sudah mengeksekusi investasi mangkrak senilai Rp 474,9 triliun dari total Rp 708 triliun yang mandek.
“Investasi mangkrak Rp 708 triliun ini sudah kita selesaikan 67% atau Rp 474,9 triliun, di mana di dalamnya termasuk beberapa investasi yang ada di Jawa Barat seperti contoh Tanjung Jati Power di Cirebon. Kemudian Hyundai yang sekarang lagi jalan. Kemudian listrik yang ada di sungai, PLTS Sungai Cirata,” kata dia dalam West Java Investment Summit 2020 yang tayang virtual, Senin (16/11/2020)
Dirinya menjelaskan penyebab investasi mangkrak bertahun-tahun di Indonesia. Ada tiga persoalan utama. “Yang pertama adalah persoalan ego sektoral antar kementerian. Yang kedua aturan tumpang tindih antara kabupaten/kota/provinsi dan pusat. Yang ketiga adalah ada persoalan-persoalan tanah yang harus saya jujur mengatakan dalam bahasa saya itu adalah adanya pemain-pemain yang dapat dirasakan tapi tidak bisa dipegang. Nah ini lah kira-kira persoalan ini,” tambahnya.









