;
Tags

Investasi lainnya

( 1343 )

Menanti Realisasi Investasi Pabrikan Mobil Listrik

Sajili 26 Jan 2021 Kontan

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Senin (25/2) mengatakan, empat perusahaan besar akan mendorong segera merealisasikan investasinya, yang merupakan industri hulu-hulir mobil listrik.

Pertama, Contemporary Amperex Technology Co Limited atau CATL yang berencana membangun industri baterai terintegrasi dengan nilai foreign direct investment (FDI) mencapai US$ 5,2 miliar. Kedua, LG Energy Solution Ltd dengan nilai investasi sebesar US$ 9,8 miliar untuk industri baterai terintegrasi.

Ketiga, Badische Anilin-und Soda-Fabrik atau BASF berencana membangun industri precursor dan katoda. Keempat, Tesla, Inc. yang akan membuat ekosistem industri mobil listrik. Namun, Bahlil belum bisa menyampaikannya berapa nilai investasi BASF dan Tesla tersebut.

BKPM menargetkan realisasi investasi 2021 sebesar Rp 858,5 triliun. Angka tersebut naik 3,9% dibandingkan dengan realisasi 2020. Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengamanatkan realisasi investasi 2021 bisa mencapai Rp 900 triliun.


Dipicu Vaksinasi Covid -19 Investasi Diprediksi Naik 50 Persen

Sajili 25 Jan 2021 Sinar Indonesia Baru

Investasi global di sektor properti diperkirakan melonjak tajam hingga mencapai 50 persen sepanjang tahun ini. Perkantoran, industri logistik, perumahan, dan pusat data menjadi jenis properti yang disukai investor.

Kepala Pasar Modal Global Colliers International Tony Horrell mengatakan investor optimistis adanya pasar yang akan rebound pada 2021. Menurutnya, kepercayaan investor ini dipicu vaksinasi Covid-19 di berbagai negara.

Berdasarkan analisis Colliers, kami, investor masih banyak yang minat untuk berinvestasi di industri properti seiring dengan telah ditemukannya vaksin dan adanya stimulus yang diberikan pemerintah.

Colliers memperkirakan investor akan menjajaki semua jenis aset properti hingga proyek infrastruktur publik. Adapun sektor investasi yang bakal diminati untuk sektor properti yakni perkantoran, industri logistik, perumahan, dan pusat data.


Komisaris BEI dan Dirut Emtek Bergabung ke SPAC

Ayutyas 25 Jan 2021 Investor Daily, 25 Januari 2021

Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir dan Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek Alvin Widarta Sariaatmadja dinominasikan menjadi direktur Crescent Cove Acquisition Corp, sebuah special purpose acquisition company (SPAC). SPAC atau blank check company tersebut tengah menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dan akan tercatat di Nasdaq, Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan prospektus yang diajukan ke United States Securities and Exchange Commission (SEC), Crescent Cove Acquisition membidik dana IPO sebesar US$ 200 juta dengan menawarkan 20 juta unit seharga US$ 10 per unit. Setiap 1 unit yang ditawarkan melekat satu saham biasa dan setengah waran, yang dapat dilaksanakan pada harga US$ 11,5. Dalam penawaran ini juga ada opsi penerbitan 3 juta unit tambahan, jika ada penjatahan berlebih atau overalloments. Sesuai rencana, unit-unit pada IPO Crescent Cove Acquisition akan tercatat di Nasdaq dengan kode COVAU. Sementara, saham kelas biasa dan waran kelas A perseroan juga akan tercatat masing-masing dengan kode COVA dan COVAW. Unit-unit tersebut ditargetkan mulai tercatat dan diperdagangkan pada hari ke 52 setelah penerbitan prospektus. Pihak yang menjadi sole bookrunner IPO ini adalah Cantor Fitzgerald & Co

Pandu memiliki rekam jejak panjang dalam dunia investasi dan modal ventura. Sejak November 2017, Pandu merupakan managing partner Indies Capital Partners dan sebelumnya pernah menjabat sebagai managing director di perusahaan private equity, Abraaj Group. Selain itu, Pandu tercatat sebagai komisaris Gojek, PT Shopee International Indonesia, PT Garena Indonesia, PT Airpay International Indonesia, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk, PT Toba Bara Energi, and PT Batu Hitam Perkasa.

Kehadiran Crescent Cove Acquisition yang berencana mengakuisisi perusahaan di Asia Tenggara akan menambah daftar SPAC yang telah lebih dahulu IPO pada Januari ini. Provident Acquisition Corp, SPAC yang terafiliasi dengan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), baru saja menyelesaikan IPO saham dan tercatat di Nasdaq, AS. SPAC ini meraih dana segar US$ 230 juta dari IPO. Direktur Investasi Saratoga Investama Sedaya Devin Wirawan mengatakan, pihaknya berpartisipasi dalam IPO Provident Acquisition karena yakin akan kemampuan manajemen sebagai SPAC dalam mengindentifikasi dan mengakuisisi perusahaan yang menjadi target. 

(Oleh - HR1)

Pertama dalam Sejarah, Indonesia Punya Pabrik Tempe di China

Sajili 22 Jan 2021 Sinar Indonesia Baru

Indonesia untuk pertama kali dalam sejarah resmi mendirikan pabrik tempe di China. Pabrik tersebut dibangun di kawasan industri pengolahan makanan di distrik Songjiang, Shanghai, dan diresmikan pada Selasa (19/1). Pabrik itu nantinya akan memproduksi tempe dengan nama “Rusto Tempeh”.

Menurut keterangan resmi di situs Kementerian Luar Negeri RI, pabrik tempe tersebut didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di China yang cukup besar.

Duta Besar Indonesia untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengatakan keberadaan pabrik tempe itu menunjukkan kecintaan anak bangsa untuk mempromosikan kuliner Indonesia ke masyarakat China.

Tempe sendiri saat ini sudah banyak diperjualbelikan di pasar daring Negeri Tirai Bambu seperti Taobao dan Alibaba.com, di mana terdapat IDN Shop Indonesia yang menjual berbagai produk makanan Indonesia.


Ada 136 Korporasi Siap Relokasi ke Indonesia

Sajili 22 Jan 2021 Kontan

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menargetkan, realisasi investasi yang berasal dari relokasi untuk tahun 2020 dan 2021 sebesar US$ 67,33 miliar.

Tahun lalu ada 16 perusahaan asal China yang merelokasi investasinya ke Indonesia. Perusahaan tersebut telah merealisasikan investasi sebesar US 7,15 miliar. Investasi itu, bisa menyerap 68.600 tenaga kerja.

Tak hanya itu, masih ada 136 perusahaan yang akan kembali merelokasi investasinya di Indonesia. Rinciannya, 14 perusahaan masuk dalam daftar perusahaan yang memiliki intensi relokasi atau diversifikasi ke Indonesia. Total rencana investasinya mencapai US$ 19,68 miliar dengan target penyerapan tenaga kerja mencapai 59.750 orang.

Sementara itu, sebanyak 122 perusahaan potensial sisanya, memiliki rencana investasi hingga US$ 40,5 miliar. Investasi tersebut mampu menyerap hingga 156.430 tenaga kerja.

Sebagai catatan, BKPM menargetkan realisasi investasi pada 2021 sebesar Rp 858,5 triliun, tumbuh 4,8% dari target tahun lalu. Komposisinya, 49,7% berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan 50,3% dari penanaman modal asing (PMA).


Investasi Diprediksi Melonjak, Properti Primadona

Sajili 21 Jan 2021 Tribun Timur

Investasi global Tahun 2021 diperkirakan melonjak tajam hingga mencapai 50 persen. Kepala Pasar Modal Global Colliers International Tony Horrell mengatakan kepercayaan investor pada tahun ini dipicu beredarnya vaksin Covid-19 di berbagai negara.

Tony menjelaskan, lonjakan investasi di industri properti masih akan banyak diminati pada tahun ini. “Berdasarkan analisis kami, investor masih banyak yang minat untuk berinvestasi di industri properti seiring dengan telah ditemukannya vaksin dan adanya stimulus yang diberikan pemerintah.” kata Tony dalam laporan Global Capital Market 2021 Investor Outlook, Rabu (20/01/2021).

Beberapa sektor investasi yang bakal diminati di antaranya sektor properti perkantoran, industri logistik, perumahan, dan pusat data. Sektor logistik dan perumahan juga diprediksi berkembang pesat. Kedua sektor tersebut termasuk di antara tiga pilihan teratas investor di semua wilayah.

 


Instrumen Investasi, Mendulang Berkah Reksa Dana Sukuk

Ayutyas 18 Jan 2021 Bisnis Indonesia

Pertumbuhan dana kelolaan instrumen reksa dana berbasis instrumen surat utang syariah atau sukuk cukup unggul sepanjang 2020 lalu. Tahun ini, instrumen jenis ini pun berpotensi kembali banyak diburu investor sebab menjanjikan tingkat keuntungan yang tinggi serta berbasis prinsip syariah. Dari antara berbagai jenis reksa dana syariah yang ada, reksa dana syariah berbasis surat utang mendominasi dengan porsi mencapai 61%. Reksa dana pendapatan tetap memiliki basis aset dasar yakni sukuk negara/korporasi, sedangkan reksa dana sukuk selain berbasis sukuk negara/korporasi juga turut mengikutsertakan instrumen surat berharga koersial syariah (SBKS) bertenor 1 tahun.

Reksa dana pendapatan tetap syariah dan reksa dana sukuk masih ada risiko dari sisi pergerakan harga sukuk, meskipun risiko itu relatif kecil.Harga sukuk yang bergerak dari waktu ke waktu akan membuat kinerja reksa dana yang menjadi produk turunannya ikut terpengaruh. Berbeda dari dua jenis reksa dana lainnya, reksa dana sukuk  dapat memasukkan instrumen SBKS bertenor 1 tahun ke dalam racikannya. Instrumen ini biasanya  memiliki risiko yang tinggi, tetapi tentunya menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dari surat utang lainnya. Dengan potensi return yang lebih tinggi, peminatnya juga meningkat walau tampak terbatas di kalangan institusi.

Produk reksa dana berbasis obligasi syariah masih layak untuk dikoleksi karena masih dapat memberikan imbal hasil optimal. Prospek reksa dana pendapatan tetap syariah cukup baik pada tahun ini yang diharapkan dapat mendorong nilai AUM industri juga bertumbuh. Prospek lebih cerah jenis reksa dana itu seiring dengan harga sukuk yang lebih rendah sehingga return real diyakini masih akan tinggi. Namun, pertumbuhan lebih agresif dinilai masih akan relatif sulit karena ruang penurunan suku bunga mungkin tersisa satu kali lagi dalam tahun ini. 

(Oleh - IDS)

Investasi Mobil Listrik Penopang Investasi 2021

Sajili 15 Jan 2021 Kontan

Penanaman modal di sektor industri mobil listrik jadi tumpuan harapan masuknya investasi baru ke Indonesia. Sejauh ini, produsen mobil listrik dari Korea Selatan dan Amerika Serikat sudah melirik potensi investasi di Indonesia.

Sebagai gambaran berdasarkan outlook investasi BKPM, dalan periode kedua kepemimpinan Presiden Rl Joko Widodo, target nilai investasi selama lima tahun sebesar Rp 4.983,2 triliun. Angka ini melonjak 47,3% dari realisasi lima tahun sebelumnya sebesar Rp 3.391,9 triliun.

BKPM memproyeksikan, realisasi investasi sepanjang 2020 bisa mencapai Rp 817,2 triliun. Pada 2021 target naik 4,8% menjadi Rp 858,5 triliun. Selanjutnya, tahun 2022 senilai Rp 968,4 triliun, 2023 yakni Rp 1.099,8 triliun, dan 2024 sebesar Rp 1.239,3 triliun.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani optimistahun ini nilai investasi bisa mencapai Rp 900 triliun, tumbuh 9,2% dari target tahun 2020. Shinta menilai, kunci pencapaian target investasi pada 2021 terletak pada efektivitas pelaksanaan UU Cipta Kerja dalam mereformasi iklim berusaha di dalam negeri.


Seabrek Insentif di Daftar Positif Investasi

Sajili 12 Jan 2021 Kontan

Pemerintah tengah menyiapkan karpet merah lagi bagi investor yang tertuang dalam rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Daftar Positif Investasi. Rancangan beleid ini merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) No 11/2020 tentang Cipta Kerja. Calon aturan ini sekaligus akan menggantikan Perpres No 44/2016 tentang Daftar Negatif Investasi.

Calon aturan ini juga memuat sejumlah insentif bagi pemodal. Misalnya, di bidang usaha prioritas, pemerintah menawarkan insentif fiskal dan non fiskal. Insentif fiskal terdiri dari tax allowance, tax holiday, investment allowance, hingga pembebasan bea masuk. Sedangkan insentif non-fiskal berupa kemudahan izin hingga ketenagakerjaan.

Adapun kriteria bidang usaha kemitraan dengan koperasi dan UMKM adalah usaha berteknologi sederhana, padat karya, dan modal di bawah Rp 10 miliar tidak termasuk tanah dan bangunan. Calon beleid ini juga menetapkan nilai minimal investasi asing di sektor riil di atas Rp 10 miliar. Asing boleh berinvestasi kurang dari Rp 10 miliar asalkan di usaha rintisan teknologi di kawasan ekonomi khusus.

 


Realisasi Investasi Sektor ESDM US$ 24,4 Miliar

Ayutyas 08 Jan 2021 Investor Daily, 8 Januari 2021

Pandemi Covid-19 yang terjadi di tahun lalu berdampak pada capaian investasi sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) yang hanya mencapai US$ 24,4 miliar dari target US$ 35,9 miliar. Meski demikian, di tahun ini, investasi sektor ESDM ditargetkan bisa menyentuh US$ 36,4 miliar menyusul ditemukannya vaksin Covid-19.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, kontribusi terbesar berasal dari subsektor migas dengan investasi proyek produksi hulu migas dan kilang bahan bakar minyak (BBM). Ada penurunan dibandingkan dengan 2019 di mana bisa mencapai mencapai US$ 33,2 miliar. Mengacu data Kementerian ESDM, realisasi investasi subsektor migas di tahun lalu tercatat sebesar US$ 12,2 miliar, kelistrikan US$ 7 miliar, mineral dan batu bara US$ 3,9 miliar, serta energi terbarukan US$ 1,4 miliar. Sementara target investasi migas mencapai US$ 13,8 milmiliar, kelistrikan US$ 12 miliar, mineral dan batu bara US$ 7,8 miliar, serta energi baru terbarukan dan konservasi energi US$ 2,3 miliar. Realisasi investasi migas diantaranya ditopang tercapainya target lifting minyak sebesar 707 ribu barel per hari (bph) dan gas 992 ribu barel. Sementara di sektor mineral dan batu bara, kontribusi investasi diantaranya dari produksi batu bara yang menembuh 558 juta ton.

Selanjutnya, di sektor energi terbarukan, realisasi investasi berasal dari bertambahnya kapasitas pembangkit listrik energi hijau ini menjadi 10.467 megawatt (MW) dari 10.291 MW di 2020. Tambahan kapasitas ini menyusul beroperasinya PLTA Poso 66 MW, PLTBm Merauke 3,5 MW, PLTM Sion 12,1 MW, dan PLTS Atap 13,4 MW. Investasi kelistrikan ditopang elektrifikasi 99,2% dari 98,9% di 2019 lalu. Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor ESDM pada tahun lalu tercatat mencapai Rp 108,7 triliun atau 20% lebih tinggi dari target Rp 90,7 triliun meski di tengan pandemi Covid-19. Rincinya, realisasi PNBP migas Rp 69,7 triliun atau 31% melebihi target Rp 53,3 triliun, minerba Rp 34,6 triliun dari target Rp 31,4 triliun, energi terbarukan Rp 2 triliun dari target 1,3 triliun, serta penerimaan lainnya Rp 2,4 triliun dari target Rp 4,7 miliar. Penerimaan lainnya tersebut terdiri dari iuran badan usaha hilir migas, DMO Migas, penjualan data, jasa sewa, penerimaan Bdan lainnya. Tingginya realisasi PNBP juga didorong oleh realisasi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dan kurs yang lebih baik dari asumsi. Realisasi ICP tercatat mencapai US$ 40,39 per barel dari asumsi hanya US$ 33 per barel. Sementara realisasi kurs lebih kuat, yakni sebesar Rp 14.577 dari asumsi Rp 15.300. Investasi migas ditargetkan mencapai US$ 17,6 miliar, kelistrikan US$ 9,9 miliar, mineral dan batu bara US$ 6 miliar, serta energi terbarukan dan konservasi energi US$ 2,9 miliar. Pada tahun lalu realisasi pelaksanaan anggaran sektor yang dipimpinnya tercatat sebesar Rp 5,8 triliun dari anggaran Rp 6,2 triliun. Realisasi tersebut lebih tinggi dari realisasi 2019 lalu yang sebesar Rp 4,8 triliun. “Untuk 2021, anggaran ESDM Rp 7 triliun,” Di sektor migas, program yang menjadi fokus adalah pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga 120.776 sambungan, distribusi konverter kit untuk nelayan dan petani 56 ribu paket. Program prioritas sektor kelistrikan dan energi terbarukan antara lain pembangunan pembangkit listrik 27 ribu MW, transmisi 19 ribu kilometer sirkuit (kms), gardu induk 39 ribu MW, dan smart grid.

Kementerian ESDM juga mematok PNBP yang lebih tinggi yakni Rp 121,2 triliun. Subsisi energi di 2021 juga dipatok lebih tinggi yaitu sebesar Rp 110,5 triliun. Di tahun lalu, realisasi subsidi energi tercatat mencapai Rp 105,1 triliun dari target Rp 89,6 triliun, di mana subsidi BBM dan LPG Rp 55,4 triliun dari alokasi Rp 38,6 triliun dan listrik Rp 49,7 triliun dan listrik Rp 49,7 triliun dari target Rp 51 triliun.

Pilihan Editor