;
Tags

Investasi lainnya

( 1343 )

West Java Investment Summit 2020, Investasi Metropolitan Rebana Untuk Dunia

Ayutyas 16 Nov 2020 Bisnis Indonesia

Menarik mencermati perkembangan investasi di Super Koridor Ekonomi Pantai Utara Jawa. Semakin banyak tawaran kepada investor berupa proyek dengan dukungan lengkap, mulai infrastruktur logistic, peran pengusaha domestic, kebijakan upah, hingga aturan yang sudah sangat sederhana.

West Java Investment Summit (WJIS) 2020, merupakan panggung untuk menjajakan peluang investasi Jawa Barat, selain itu pemerintah Jawa Barat juga memperkenalkan kepada investor Kawasan unggulan terintegrasi: Metropolitan Rebana.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bercerita soal Kawasan Metropolitan Rebana berawal dari Segitiga Rebana yang meliputi Kawasan Patimban, Subang: Kertajati, Majalengka: dan Cirebon. Ada 13 Kawasan yang di siapkan untuk menjadi kota baru yang terintegrasi dengan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Tematik. Terlebih Presiden Joko Widodo sudah mengukuhkan Subang dan Majalengka bagian dari Super Kawasan Ekonomi Pantai Utara Jawa, Wapres KH Ma’aruf Amin pun meminta pembangunan Kawasan halal di Metropolotan Rebana. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Layanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Noneng Komara  menuturkan WJIS di gelar selama 4 hari mulai 16 November hingga 19 November 2020, dengan kombinasi acara online dan offline.

Jawa Barat meraih peringkat pertama tujuan investasi baik asing maupun dalam negeri, sebesar 86,3 triliun dalam kuartal lll/2020. Ratusan investor local dan global hadir dalam market sounding dan ono on one meeting mengincar 27 proyek investasi sebesar 32 triliun lebih. Invest in Java for Better Futur, Live, Work and Play menjadi tema WJIS kali ini. Mulai dari Subang Smartpolitan, Cargo Village, Kertajati Majalengka, Tempat pengelolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Cirebon Raya hingga Kawasan Ciater Agro Wisata, Subang, Kawasan Terpadu industry Subang menjadi unggulan 27 peluang investasi yang di tawarkan


Jatim Yakin Investasi Naik

marbis 16 Nov 2020 Surya

Penerapan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja diyakini bakal berdampak positif bagi iklim penanaman modal atau investasi, khususnya di Jawa Timur.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DFMPTSP) Jatim Aris Mukiyono menganggap UU Cipta Kerja sebagai kebijakan reformasi yang sangat penting. Sejumlah mekanisme perizinan usaha yang membutuhkan prasyarat khusus, bakal dibuat secara paralel. Contohnya dalam mengurus izin analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

Kemudahan perizinan usaha itu, ungkap Aris, bakal membangkitkan gairah perekonomian di Jatim. “Dari sisi investasi itu sangat mendukung sekali untuk menaikkan ekonomi,” jelasnya.

Dijelaskan pula, UU Cipta Kerja, bakal merevisi tiga Undang-undang mengenai penanaman modal. Di antaranya, UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah (Pemda), UU 28/2009 tentang Pajak Daerah atau Retribusi Daerah dan UU 25/2007 tentang Penanaman Modal.

UU Cipta Kerja bakal merevisi sebuah poin mengenai Norma, Standar, Prosedur, Kriteria (NSPK) yang diatur dalam UU 23/2014 tentang Pemda, NSPK merupakan mekanisme yang mengontrol proses perizinan daerah.

Sedangkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur Adik Dwi Putranto menilai UU Cipta Kerja bisa membuka banyak lapangan pekerjaan. “Dengan adanya omnibus law, banyak usaha usaha baru yang bermunculan nantinya. secara otomatis membuka banyak lapangan kerja,” katanya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur, Arief Harsono membantah UU Cipta Kerja hanya memberikan keuntungan kepada para pengusaha. Menurutnya, itu sangat bagus bagi semua pihak. “Untuk semua pihak. Bukan untuk kamu saja sebagai pengusaha, Dinas-dinas di pemerintahan juga akan mendapatkan manfaatnya lewat undang-undang itu,” katanya, Selasa (10/11)


Insentif Pajak Bergulir, Investasi Segera Mengalir

yumanto76 16 Nov 2020 Kontan

Kementerian Keuangan (Kemkeu) sudah menyiapkan aturan turunan dalam tiga bidang utama atas klaster perpajakan itu. Yakni pajak penghasilan (PPh), pajak pertambahan nilai (PPN) serta ketentuan umum dan tata cara perpajakan.

Ada delapan pasal yang disiapkan sebagai perubahan empat PP.Pertama: PP 94 /2010 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan PPh dalam Tahun Berjalan, yang telah diubah dengan PP 45 /2019. Kedua, PP 1 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan UU No 8 /1983 Tentang PPN Barang dan Jasa dan Penjualan Barang Mewah (PPn BM);Ketiga, PP 74 /2011 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hak dan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan.

Intinya; pemerintah akan memberikan keringanan dan kemudahan perpajakan bagi para wajib pajak , baik perorangan maupun korporasi. Misal pajak penghasilan (PPh), tarifnya akan turun seperti tarif PPh bunga obligasi internasional, baik bunga premium maupun diskonto yang diterima wajib pajak (WP) luar negeri. Saat ini berlaku tarif final atas bunga premium dan diskonto 15% dan luar negeri 20%

Pengamat pajak Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Darussalam menilai klaster perpajakan di Cipta Kerja punya efek positif wajib pajak. Lantaran bisa jadi daya dukung kemudahan berusaha dan punya nilai lebih. Kemudian insentif juga ditujukan untuk menarik investasi.

 


West Java Invesment Summit 2020, Ratusan Investor Berebut 27 Proyek

Ayutyas 12 Nov 2020 Bisnis Indonesia

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP ) Jabar Noneng Komara mengatakan penawaran 27 proyek tersebut akan dilakukan dalam program West Jaya Investment Summit ( WUS ) pada 16 – 19 November 2020. Ratusan calon investasi itu berasal dari dalam negeri dan luar negeri seperti perusahaan dari Jepang, Amerika Serikat dari Prancis, Singapura, Malaysia, Finlandia. “ Nilai proyek sekitar Rp 32 triliun, ini sudah kami pasarkan dari beberapa hari yang lalu, “ katanya di salah satu hotel Kota Bandung, Rabu ( 11/11 ).

Ke 27 proyek investasi unggulan tersebut di antaranya, Subang Smartpolitan, Clater Agro Tourism, Karawang New Industry, Pasar Kreatif, Pondok Seni Pangandaran hingga TPPAS Cirebon Raya. Ditempat yang sama, perwakilan dari PT. Surya Cipta Swadaya Grace menyatakan sudah menyiapkan kawasan Subang Smartpolitan memiliki luas 2.700 hektare. Pada fase pertama, Subang Smartpolitan hanya menawarkan lahan seluas 400 hektare dan direncanakan peletakan batu pertama pada 18 November 2020.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto mengatakan minat investor menanam modal ke Jawa Barat masih tinggi, kendati ada pandemi Covid – 19. Data Badan Pusat Statistik ( BPS ) Jawa Barat mencatat perekonomian provinsi itu sepanjang 2019 tumbuh 5,07% melambat dibandingkan dengan 2018 sebesar 5,66% year on year. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa real estat sebesar 9,54%. Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ) atas dasar harga berlaku tahun 2019 mencapai Rp. 2.125,16 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp. 1.491,71 triliun.

Banjir Investasi Agro, Produksi Dipacu

Ayutyas 12 Nov 2020 Bisnis Indonesia

Penurunan Impor akan didorong dalam 3 tahun ke depan, selain terus memacu penambahan kapasitas produksi agar bisa mencapai target pengembangan. Apalagi, sepanjang kuartal III/2020, sumbangsih industri agro masih signifikan terhadap produk domestik bruto ( PDB ) sektor pengolahan non-migas, yakni mencapai 52,94%. Direktur Jendral Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim mengatakan investasi sektor agro tersebut dibagi dalam tiga industri yaitu, makanan, hasil laut, dan perikanan meliputi antara lain gula, tepung, pakan, dan penggilingan jagung. Industri makanan ini total akan ada sembilan proyek dengan investasi senilai Rp. 19,94 triliun. 

Hasil tembakau, dan bahan penyegar yang meliputi air minum dalam kemasan, susu dan olahan susu, minuman ringan, serta produk cokelat. Dari sektor ini total akan ada 7 proyek dengan investasi sebesar Rp. 2,66 triliun. Industri hasil hutan dan perkebunan yang meliputi penyulingan dan fraksinasi sawit, blodiesel, minyak sawit, pulp, dan kertas. Untuk total proyek ada 10 dengan Investasi sekitar Rp. 10 triliun. Dengan investasi Rp. 32,5 triliun itu kinerja industri agro diharapkan dapat terungkit. Selain itu juga menambah keyakinan pelaku usaha bahwa kapasitas produksi pabrikan akan meningkat.

Ketua Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia Bernardi Dharmawan mengatakan, saat ini kapasitas produksi II pabrikan gula rafinasi hanya berkisar 60% karena mengikuti permintaan pasar. Sejak keluarnya Perpres No. 36/2010, pabrik gula kristal rafinasi ( GKR ) tidak dapat dibangun baru karena masuk ke daftar investasi tertutup. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Adhi S. Lukman mengatakan, peluang investasi pada industri gula dan garam nasional masih besar.

Industri makanan dan minuman tergolong tangguh ditengah berbagai tekanan akibat pandemi. Ditengah pertumbuhan industri non-migas yang terkontraksi 4,20%, industri makanan dan minuman tetap tumbuh meski tipis atau hanya 0,66%. Pada Januari – Agustus 2020 total nilai ekspor industri agro menembus US$ 29,27 miliar atau berkontribusi 35,36% terhadap ekspor sektor manufaktur sebesar US$ 82,76 miliar. Dari realisasi nilai investasi PMA dan PMDN di sektor industri pengolahan non-migas yang mencapai Rp. 201,9 triliun pada Januari hingga September 2020, kontribusi industri agro Rp. 91,9 triliun. 


Promo Investasi Emas Ajak Artis

Sajili 02 Nov 2020 Surya

PT Elang Mulia Abadi Sempurna (PT EMAS) atau Lotus Archi terus agresif mengenalkan manfaat investasi emas. Terbaru, perusahaan yang memiliki produk LA Gold atau yang dikenal dengan Emas Merah Putih itu, menggelar kegiatan menabung emas lewat ‘Laga Emas’.

Membidik segmen anak muda, kegiatan itu menghadirkan figur artis, Raffi Ahmad dan Boy William. Stefan Ko. VP Business Development Lotus Archi, mengatakan, “Jadi kami melombakan antara tim Boy dan tim Raffi, siapa yang paling banyak bisa menjual dan mengajak masyarakat untuk menabung lewat emas,” jelas Stefan, Minggu (1/11).

 Pihaknya juga bekerjasama dengan Tokopedia, sehingga pembelian bisa dilakukan langsung di smartphone, dan Emas Merah Putih yang bisa diantar langsung ke depan rumah.

Calon pembeli dapat berpartisipasi dalam ‘Laga Emas’ dengan cara melakukan pembelian produk emas investasi lewat aplikasi Tokopedia dari tanggal 25 Oktober - 1 Desember 2020. Pilih varian emas dan gramasi yang diinginkan, lalu pilih di antara ‘Tim Boy atau Tim Raffi’. kemudian lakukan checkout dan proses pembayaran. Tim yang terlebih dahulu dapat menjual 75kg emas akan digelari ‘Raja Emas’ dari Lotus Archi.


Target Investasi Padat Karya Meningkat di 2021

Sajili 12 Oct 2020 Kontan

Undang-Undang (UU) Cipta Kerja jadi andalan pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia untuk mendongkrak realisasi investasi tahun depan. Salah satu caranya dengan mendorong investasi sektor primer yang tergolong padat karya. Misalnya, pertanian, kehutanan, perikanan, dan pertambangan.

Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia investasi sektor primer masih jarang di Indonesia karena persoalan perizinan yang berbelit. Untuk itu Bahlil memastikan, peraturan pemerintah (PP) selesai awal November 2020 untuk mempercepat pelayanan ke investor.

Adapun persoalan utama sektor padat karya yakni soal perizinan lintas kementerian dan lembaga (K/L) hingga pemerintah daerah (Pemda) baik di tingkat provinsi maupun sampai kabupaten dan kota. Untuk memotong birokrasi itu, seluruh perizinan berada dalam satu sistem yakni online single submission (OSS) yang dikelola oleh BKPM.  

Nantinya NSPK bisa diakses investor di portal OSS. Jika ada hambatan perizinan di portal tersebut, maka aplikasi akan memberikan notifikasi. Sebagi gambaran saat ini persoalan perizinan yang banyak kendala adalah izin lokasi dari kepala daerah.

Bahlil menargetkan realisasi investasi 2021 sebesar Rp 886 triliun atau tumbuh 8,4% terhadap target akhir tahun 2020 senilai Rp 817 triliun. BKPM pun menjamin, ke depan investasi Indonesia tidak didominasi oleh sektor tersier seperti jasa seperti pergudangan dan pelabuhan, melainkan sektor primer dan sekunder. Maklum realisasi sektor primer tahun lalu turun sebesar 2,87% year on year (yoy).

Sementara itu, berdasarkan data BKPM, realisasi investasi sektor jasa sepanjang semester I-2020 sebesar Rp 220,9 triliun. Angka tersebut setara dengan 54,9% dari total investasi langsung di periode Januari-Juni 2020 sebesar Rp 402,6 triliun.


Tesla Jajaki Investasi Nikel di RI

Ayutyas 07 Oct 2020 Investor Daily

Tesla berniat menggenjot produksi baterai, seiring naiknya produksi dan penjualan sejumlah model EV. Chief Executive Tesla Elon Musk meminta beberapa pemain nikel untuk memacu produksi. Ini akan mendukung ekspansi global EV di dunia. “Tesla akan memberikan kontrak besar jangka panjang, jika tambang nikel efisien dan ramah lingkungan. Pesan ini saya tujukan kepada seluruh perusahaan pertambangan nikel di dunia, “ tegas dia, seperti dilansir Reuters, Selasa ( 6/10 ). Tesla menganggap baterai EV berbasis nikel memiliki kapasitas penyimpanan energi lebih besar. Alhasil, mobil listrik bisa memiliki jarak tempuh lebih panjang. 

Bulan lalu, Tesla di laporkan tengah berdiskusi dengan Giga Metals Kanada untuk mengembangkan tembang nikel dengan emisi karbon rendah. Elon memastikan, Tesla berniat meningkatkan, bukan mengurangi pembelian baterai dari Panasonic, LG, CATL, dan kemungkinan mitra baru. Sementara itu, pada September, pejabat Indonesia mengumumkan LG Chem asal Korea Selatan dan China Contemporary Amperex Technology akan membangun pabrik baterai lithium di Indonesia. Kedua perusahaan itu merupakan pemasok Tesla.

Plt. Deputi Bidang Koordinasi infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Ayodhia GL Kalake mengakui, Tesla secara informal sudah menghubungi Menko Kemaritiman dan Investasi ( Marinves ) Luhut Panjaitan. “ Tetapi ini, masih penjajakan awal dan belum terlalu detail. Kami perlu diskusi lebih lanjut bersama Tesla, “uajar dia. Beberapa pemerintah daerah juga memberikan insentif untuk KBLBB seperti DKI Jakarta, Bali, Jawa Barat. Contohnya, Pemprov DKI Jakarta membebaskan biaya bea balik nama kendaraan bermotor ( BBNKB ) untuk KBLBB, “kata dia. Dia menambahkan, mulai 1 Oktober 2002, Bank Indonesia ( BI ) membebaskan uang muka untuk kendaraan yang bewawasan lingkungan yaitu, KBLBB. Selain produsen otomotif besar asal Korea Selatan, Hyundai, yang berinvestasi kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia, pemeritah terus berkomunikasi dengan pabrikan otomotif besar asal Jerman dan juga Tesla, “tegas dia.

Modal Ekstra Menjaring Investasi Tahun 2020

Sajili 06 Oct 2020 Kontan

Pemerintah segera membentuk lembaga pengelola dana investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) di sisa tahun ini. Tujuannya untuk mengungkit daya saing investasi Indonesia, sehingga ekonomi bisa tumbuh positif di tahun depan. Payung hukum lembaga pengelola investasi tersebut ada dalam UU Cipta Kerja yang disahkan DPR, Senin (5/10).

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menjelaskan lembaga pengelola dana investasi tersebut untuk mengelola dana investasi dari luar negeri dan dalam negeri, yang difokuskan sebagai pembiayaan proyek infrastruktur supaya tidak lagi bergantung dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah (APBN).

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi tahun 2021 bisa mencapai 5% dengan pembentukan SWF itu. Jika target itu tercapai, ekonomi Indonesia sama saja melesat dibandingkan dengan prediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini yang ditaksir -1,7% hingga -0,6%.

Sebagai catatan, proyeksi pemerintah kinerja Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada kuartal III-2020, diperkirakan -8,5 hingga -6,6%. Sementara sampai dengan akhir tahun -5,6% hingga minus 4,4 %. Perkiraan ini lebih baik dibanding realisasi PMTB pada kuartal II-2020 yang minus 8,61% secara tahunan. Masuknya investasi bagi pemerintah mempunyai peran penting bagi pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 2021 sebesar 5%.

Pemerintah menyiapkan pendirian SWF di akhir 2020 agar proyek infrastruktur 2021 dapat terlaksana dengan lancar, sehingga bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Sebagai gambaran, anggaran infrastruktur tahun depan sebesar Rp 419 triliun.

Direktur Eksekutif Institute for Development on Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad optimistis, keberadaan lembaga pengelola investasi bakal dilirik oleh investor ketimbang skema lainnya karena risikonya relatif rendah, likuiditasnya bagus dan ada hitungan imbal hasil.

Namun, SWF untuk sementara bukanlah sebagai instrumen investasi utama tapi masih menjadi pemanis. Tapi, efeknya bisa menumbuhkan PMTB 5%-6% tahun depan. “SWF ini sifatnya masih sebagai vitamin tambahan, bukan utama,” ujar Tauhid.


Kinerja Reksa Dana, Pasar Uang Paling Tahan Banting

Ayutyas 06 Oct 2020 Bisnis Indonesia

Berdasarkan data Infovesta Utama per 30 September 2020, reksa dana pasar uang yang digambarkan dalam Infovesta 90 Money Market Fund Index membukukan imbal hasil paling tinggi di antara jenis reksa dana lainnya yakni 0,40% secara bulanan. Sementara itu, reksa dana saham dan reksa dana campuran kompak mencetak imbalan hasil negatif, masing – masing -7,03% dan -1,16%. Kinerja reksa dana pasar uang memang tercatat konsisten tiap bulannya.Secara year to date, kinerja indeks reksa dana pasar uang tercatat pada kisaran 3,60%. 

Pasalnya, potensi imbal hasil dari deposito perbankan tahun ini menurun karena sepanjang tahun berjalan Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak empat kali dengan akumulasi penurunan sebesar 100 bps atau 1% menjadi 4%. Mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan per 31 Agustus 2020, dana kelolaan atau nilai aktiva bersih ( NAB ) reksa dana pasar uang mencapai Rp. 79,29 triliun dari total dana kelolaan secara industri yang sebesar Rp. 520,84 triliun.  Platform perencana keuangan digital FUNDtastic mencatat pertumbuhan dana kelolaan mereka mengalami kenaikan selama pandemi dengan rata – rata 10% - 20% setiap bulannya setelah sempat terkoreksi selama Maret – Mei 2020.

Co-founder dan Chief Investment officer FUNDtastic Franky Chandra mengatakan per akhir September dana kelolaan platform yang berdiri sejak akhir 2019 ini telah mencapai Rp. 106 miliar, dengan komposisi 70% di antaranya adalah produk reksa dana pasar uang. Franky juga menilai masyarakat saat ini mulai menyadari akan pentingnya mempersiapkan dana darurat, terutama di era resesi dan krisis seperti saat ini.

Sementara itu, bagi perusahaan manajer Investasi PT KISI Asset Management ( KISI AM ), portfolio surat berharga menjadi andalan pendongkrak kinerja reksa dana pasar uang miliknya. Berdasarkan data Infovesta per 30 September, reksa dana besutan KISI AM yakni KISI Money Market Fund tercatat membukukan kinerja 4,73% secara year to date. Hal ini terlihat dari alokasi portofolio produk yang terdiri atas 77,13%, obligasi dengan jatuh tempo kurang dari setahun, baru sisanya 22,87% instrumen pasar uang.

Pilihan Editor