;

BKPM: Realisasi Investasi 2020 Melampaui Target

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 26 Jan 2021 Investor Daily, 26 Januari 2021
BKPM: Realisasi Investasi 2020 Melampaui Target

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang 2020 sebesar Rp 826,3 triliun atau mencapai 101,1% dari target investasi yang ditetapkan tahun lalu sebesar Rp 817,2 triliun. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi investasi sepanjang tahun lalu juga mengalami kenaikan 2,1% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year sebesar Rp 809,6 triliun. “Realisasi investasi kita itu mencapai Rp 826,3 triliun dari target investasi kita Rp 817,2 triliun. Artinya ada kenaikan kurang lebih sekitar Rp 9 triliun dari target,” kata Bahlil dalam Konferensi Pers, Realisasi Investasi, Senin (25/1). 

Realisasi investasi di sepanjang tahun lalu didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 413,5 triliun atau 50,1% dari total investasi. Realisasi PMDN ini naik 7% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 386,5 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 412,8 triliun, atau berkontribusi 49,9% dari total investasi. Realisasi PMA justru turun 2,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 423,1%.

Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait tetap bertahan PMA meski pandemi disebabkan kepercayaan investor terhadap perekonomian dalam negeri. “Banyak yang bertanya kenapa PMA bisa sedikit turunnya. Lembaga dunia mengatakan FDI itu turun 30-40%, tapi di Indonesia nggak lebih dari 10%, artinya kepercayaan itu ada,”tegasnya. BKPM juga mencatat realisasi investasi di Jawa sebesar Rp 408,8 triliun atau menyumbang 49,5% dari total investasi. Realisasi di Jawa turun 5,9% dibandingkan periode sama 2020 Rp 434,6 triliun. Sementara itu investasi di luar Jawa meningkat 11,3% (yoy) menjadi Rp 417,5 triliun.

Ke depan, Bahlil memperkirakan dalam rangka hilirisasi dan transformasi ekonomi nilai investasi di luar Jawa seperti di kawasan timur, Sumatera, Kalimantan akan terus meningkat. Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi investasi sepanjang tahun lalu didominasi oleh transportasi, gudang, dan telekomunikasi yang tercatat Rp 144,8 triliun atau 17,5% dari total realisasi PMDN dan PMA.

Ketiga, sektor investasi yang besar yakni industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp 94,8 triliun atau 11,5%. Ini menunjukkan bahwa aktivitas industri mulai kembali bergeliat. “Industri sudah jalan, ini bukan data-data asal bapak senang. Ya tapi ini data yang bisa diuji dan diverifikasi, saya syukur jika ada yang mau verifikasi untuk diskusi,”tuturnya.

Di sisi lain, ia menjelaskan negara asal PMA, terbanyak berasal dari Singapura sebesar US$ 9,8 miliar dengan 15.088 proyek, Tiongkok US$ 4,8 miliar dengan 3.027 proyek, Hongkong US$ 3,5 miliar dengan 2.789 proyek, Jepang US$ 2,6 milia dengan 8.817 proyek, dan Korea Selatan US$ 1,8 miliar dengan proyek sebanyak 5.468.

Bahlil menambahkan, pihak nya diminta oleh Presiden Jo ko Widodo (Jokowi) untuk dapat merealisasikan target investasi di tahun ini sebesar Rp 900 triliun. Angka tersebut tumbuh 4,8% dari target realisasi investasi yang dicantumkan dalam sasaran strategi dan indikator kinerja renstra BKPM sebesar Rp 858,5 triliun. Target tersebut juga meningkat 8,91% dari realisasi investasi sepanjang 2020 sebesar Rp 826,3 triliun.

(Oleh - HR1)

Download Aplikasi Labirin :